Novel Kebangkitan Harvey York Bab 6387 – 6388 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 6387 – 6388.
Bab 6387
Wajah Mandy tampak pucat. Meski ia hadir di konferensi, senyum di wajahnya jelas terasa dipaksakan.
Hal itu wajar. Sejak kejadian sebelumnya, tak satu pun properti di bawah Cabang Kesembilan yang berhasil terjual. Bahkan, ia telah menghamburkan banyak uang untuk berbagai “biaya” dan bantuan.
Hari ini ia datang ke konferensi real estat dengan satu harapan—memanfaatkan kesempatan untuk menjual sebagian propertinya.
Jika tidak ada hasil, maka dalam sepuluh hari ke depan, Cabang Kesembilan benar-benar bisa terjerumus ke jurang kebangkrutan.
“Mandy, aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi,” sapa Hector sambil melangkah maju tanpa memedulikan orang-orang di sekitarnya. Senyum di wajahnya begitu lebar dan terang.
“Hidup memang penuh kejutan. Kita tidak pernah tahu akan bertemu di mana.”
Senyum itu tampak begitu cerah, seolah sanggup mencairkan es yang paling dingin kapan saja.
“Oh ya, soal yang kukatakan di telepon tadi malam—aku serius,” lanjut Hector tanpa basa-basi.
“Perusahaan kami memang berencana membeli sejumlah properti. Kami ingin mengambil seratus unit darimu.”
“Harganya masih bisa kita bicarakan.”
“Tapi ada satu syarat—kontraknya harus ditandatangani hari ini.”
“Dengan begitu, transaksi ini bisa langsung dicatat atas nama asosiasi real estat.”
“Itu jelas menguntungkan kita berdua.”
“Aku yakin kamu tidak akan menolak kesepakatan bisnis yang masuk akal, bukan, Mandy?”
Saat berbicara, tatapan Hector tanpa sungkan menyapu tubuh Mandy dari atas hingga ke bawah. Hidungnya mengendus pelan, bahkan lidahnya sempat menjilat bibir ketika merasa tak ada yang memperhatikan.
Harus diakui, Mandy memang memesona.
Bagi banyak pria, istri tak seindah selir, selir tak semenarik kekasih rahasia, dan yang paling menggoda justru perempuan yang tak bisa dimiliki.
Dan Mandy—dingin, menjaga jarak, seolah sama sekali mengabaikan keberadaannya—jelas termasuk tipe terakhir itu.
Jika bukan karena status dan latar belakangnya yang istimewa, bagaimana mungkin “hidangan lezat” seperti ini dibiarkan tetap tak tersentuh hingga sekarang?
“Tuan Muda Thompson, sebenarnya Anda tidak perlu melakukan ini,” ucap Mandy dengan nada ragu, berusaha menjaga ketenangan.
“Memang benar, tujuan saya datang ke konferensi ini adalah untuk menjual properti.”
“Namun saya berharap rumah-rumah itu bisa jatuh ke tangan orang yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal, bukan semata-mata untuk spekulasi.”
Hector terkekeh pelan. “Tenang saja, Mandy.”
“Aku memang berniat membeli rumah.”
“Dan aku bisa menjelaskan alasannya.”
“Tak lama lagi, kepala keluarga kami akan memasuki masa pengasingan.”
“Setelah itu, akulah yang akan mengambil alih posisi tersebut.”
“Pada upacara pelantikan nanti, aku berencana memberikan properti kepada setiap eksekutif puncak.”
“Jadi, seratus rumah ini bukan untuk menyelamatkan stok tak terjual milikmu,” katanya sambil menyunggingkan senyum tipis,
“melainkan murni untuk memenuhi kebutuhanku sendiri.”
“Mandy, kamu mengerti maksudku, bukan?”
Mandy menatap Hector dalam diam. Ekspresinya sulit diterka. Beberapa detik kemudian, ia menarik napas halus dan kembali memaksakan senyum.
“Tuan Muda Thompson memang luar biasa.”
“Memberikan seratus rumah sekaligus.”
“Kalau begitu, saya tidak keberatan untuk bekerja sama.”
“Dan tentu saja, saya sangat berterima kasih.”
“Untuk hal-hal teknis seperti penandatanganan kontrak dan mekanisme pembayaran, nanti saya akan meminta arahan Anda.”
Hector tertawa lepas. “Tidak ada waktu yang lebih tepat selain sekarang!”
“Kalau kita sudah sepakat, mengapa tidak langsung jujur dan terbuka saja dengan menandatangani kontraknya di sini?”
“Ada ruang kerja yang lebih tenang di sebelah. Mandy, silakan.”
Bab 6388
Tak sampai semenit kemudian, Mandy dan Hector sudah duduk saling berhadapan di meja kopi dalam sebuah ruang kerja pribadi yang sunyi.
Hector melambaikan tangan ringan. Tak lama, tiga rangkap kontrak dibawa masuk. Ia tersenyum tipis, seolah segalanya telah berada di bawah kendalinya.
“Mandy, kontraknya sudah siap.”
“Silakan dibaca perlahan.”
“Kalau tidak ada masalah, kamu tinggal menandatanganinya.”
“Begitu selesai, perjanjian kita langsung berlaku.”
“Pastikan kamu memeriksanya dengan saksama.”
Mandy meneliti isi kontrak itu cukup lama. Tatapannya serius, jemarinya mengikuti baris demi baris tulisan. Setelah itu, ia mengangkat kepala dan berkata dengan nada tenang,
“Kontraknya sendiri tidak bermasalah.”
“Namun saya menemukan kejanggalan pada metode pembayarannya.”
“Mengapa seluruh properti harus langsung dialihkan ke nama perusahaan Anda setelah pembayaran uang muka sebesar 30%?”
“Bukankah itu bertentangan dengan praktik pasar yang lazim?”
“Dalam bisnis real estat, yang terpenting adalah pertukaran uang dan aset dilakukan secara bersamaan.”
“Oh, itu hal kecil,” jawab Hector santai sambil mengangkat cangkir teh dan menyesapnya perlahan. Senyumnya justru tampak semakin lembut.
“Begini, Mandy.”
“Meski aku adalah tuan muda keluarga Thompson di Yanjing, aku belum sepenuhnya mengambil alih kendali.”
“Beberapa urusan tetap harus mengikuti aturan internal.”
“Aku tentu ingin kamu menerima seluruh pembayaran sekaligus.”
“Sayangnya, untuk saat ini aku belum bisa melakukannya. Soal itu, aku minta maaf.”
“Tapi ini bukan masalah besar, bukan?”
“Begitu formalitasnya selesai, aku akan langsung memerintahkan orang-orangku untuk mentransfer sisa dana secepat mungkin.”
“Apa kamu khawatir aku akan mengambil rumah-rumah itu lalu menghilang tanpa membayar?”
“Kita hidup di negara yang menjunjung tinggi hukum.”
“Kamu berasal dari salah satu dari sepuluh keluarga besar.”
“Kalau aku berani bermain curang, satu panggilan telepon saja sudah cukup untuk menuntaskannya, bukan?”
Setelah mengucapkan itu, Hector malah terlihat terhibur oleh ucapannya sendiri.
Mendengar penjelasan tersebut, ekspresi Mandy yang semula tegang perlahan melunak.
Ia sangat memahami kekuatan keluarga Thompson di Yanjing. Mereka jelas memiliki kemampuan finansial untuk membeli seratus rumah sekaligus.
Dan dengan reputasi sebesar itu, hampir mustahil mereka mempertaruhkan nama baik hanya demi sejumlah uang.
Memikirkan hal itu, hati Mandy pun kembali tenang.
Meski syarat yang diajukan Hector terasa memberatkan, ia tetap ingin menandatangani kontrak secepat mungkin.
Cabang Kesembilan tengah berada di bawah tekanan biaya yang luar biasa.
Jika kontrak ini berhasil diteken dan dana mulai mengalir, banyak persoalan mendesak bisa segera teratasi.
“Baik,” ujar Mandy akhirnya dengan nada mantap.
“Saya akan menandatangani.”
“Namun, Tuan Thompson, saya mohon agar dananya segera ditransfer.”
Ia meraih pena yang terletak di atas meja.
“Nona Zimmer, kontrak ini tidak boleh ditandatangani!”
Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka lebar. Sekretaris Mandy, Mayla Lee, bergegas masuk dan menepis pena itu hingga terjatuh ke lantai.
“Saya baru saja menerima kabar dari sumber yang sangat tepercaya,” ucapnya cepat, napasnya sedikit terengah.
“Saat ini, Tuan Thompson hanya memiliki dana untuk membayar uang muka seratus rumah kita.”
“Jika kita menandatangani kontrak, menerima uang muka, lalu menyerahkan seluruh properti…”
“tidak ada yang tahu kapan sisa pembayaran akan kita terima.”
“Dan pada saat itu, perusahaan kita akan terjepit.”
“Kebangkrutan hanya tinggal menunggu waktu.”
Hanya uang muka?
Mandy terdiam sesaat. Keraguan dan rasa penasaran berkelebat di matanya.
Ia menoleh ke arah Hector, menanti penjelasan darinya.
“Sekretaris Lee, apakah itu benar?” tanyanya pelan.
Hector menyunggingkan senyum sinis.
“Tidakkah kamu tahu?” katanya dengan suara dingin.
“Di dunia ini, kamu boleh memakan apa saja…”
“tapi tidak semua hal boleh kamu ucapkan sembarangan.”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 6387 – 6388 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 6387 – 6388.
Leave a Reply