Novel Kebangkitan Harvey York Bab 6113 – 6114 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 6113 – 6114.
Bab 6113
Seolah tak menangkap makna tersembunyi di balik ucapan Ambros, Steffon tetap berbicara dengan tenang, “Tuan Muda, Anda tidak perlu meminta maaf.”
“Malam ini Anda mengadakan perjamuan pribadi; ini wilayah Anda sepenuhnya. Tentu saja Anda bebas mengundang siapa pun yang Anda inginkan.”
“Apa hak saya, hanya seorang murid Buddha biasa, untuk ikut mencampuri urusan seorang tuan muda seperti Anda?”
Nada Steffon menekankan kata “perjamuan pribadi,” seolah menusukkan ujung jarum yang halus namun menyakitkan.
Jelas sekali, Ambros telah menampar mukanya, dan ia pun tidak berniat mundur selangkah pun.
Ambros terkekeh ringan, menampilkan raut jenaka yang bercampur ketidaksabaran. “Karena saya bebas mengundang siapa pun yang saya mau, apa tujuanmu datang ke sini?”
Steffon membalas dengan tatapan sedingin bilah pedang, “Apa pun tujuan saya, itu tidak ada sangkut pautnya dengan Anda malam ini.”
“Saya harap Anda tidak menyibukkan diri mengurus perkara yang bukan urusan Anda.”
Setelah itu, Steffon mengalihkan pandangannya, mengabaikan Ambros seolah ia tak lebih dari bayangan.
Dia menoleh kepada Naoki dengan mata menyipit, suara yang turun beberapa derajat lebih dingin. “Naoki-kun? Aku tidak salah menilai orang, bukan?”
Saat berbicara, kepalanya sedikit diputar, menunjukkan sikap pembuat onar yang dengan sengaja memancing keributan.
Insiden di Pondok Qiyin telah membuatnya kalah telak—sebuah kekalahan yang masih membekas dan menampar harga dirinya. Ia datang tidak lain untuk membalas dendam.
Dan jelas, ia berniat melakukannya tepat di hadapan Ambros, ingin melihat bagaimana tuan muda itu memilih langkah dalam situasi yang dipenuhi duri.
Jika Ambros memihak Jepang, maka pertarungan mereka akan meledak saat itu juga, apa pun konsekuensinya.
Namun, jika Ambros acuh dan memilih tidak mencampuri perselisihan ini, Steffon bisa membalas dendam sambil sekaligus menabur bibit perpecahan—dua keuntungan dalam satu gerakan.
“Berani sekali kamu memanggil Toyotomi-kun dengan namanya begitu saja?”
Sebelum Naoki sempat merespons, Milda mengangkat tatapan dinginnya, wajahnya membeku seperti balok es, menatap Steffon sambil berkata dengan nada tajam.
Steffon melirik ke arahnya, mulutnya seakan hendak mengeluarkan hujatan, tetapi Milda langsung memotong, “Berlututlah dan bicara dengan sopan kepada Toyotomi-kun!”
Begitu kata-kata Milda selesai, pria tua yang tampak biasa saja namun berdiri di belakangnya melangkah maju. Tatapannya datar, tetapi dari tubuhnya memancar niat membunuh begitu kuat hingga udara di sekitarnya terasa menegang.
Jelas, apa yang dilakukan Milda bukan sekadar gertakan kosong.
“Nona Osborne.”
Steffon berbicara sambil tertawa dingin, seolah-olah ia tidak peduli pada aura mematikan itu. Ia tentu tidak datang tanpa alasan.
“Sudah lama kudengar garis keturunanmu punya hubungan khusus dengan Jepang.”
“Apa? Sampai pada titik kamu terang-terangan berpihak kepada orang Jepang?”
“Klan Osborne-mu, yang dulu salah satu dari lima klan besar Barat Laut, sekarang jatuh sejauh ini?”
“Kamu ingin saya berlutut?”
“Baiklah, setelah orang Jepang ini menjadi mayat, aku akan berlutut sambil membakar uang kertas untuknya!”
Ketika ia berbicara, Steffon melambaikan tangannya.
Dari antara anak buahnya, seseorang melangkah ke depan, berdiri tegak sambil menatap lurus ke arah pria tua di belakang Milda.
Keduanya saling menatap, udara di antara mereka seolah berkedip oleh tekanan dan ketegangan, siap meledak begitu ada pemicu kecil saja.
Gerakan mereka membuat para pengawal yang berjaga di sudut ruangan ikut melangkah maju.
Mereka memancarkan niat membunuh yang sama; tampak jelas bila anak buah Steffon berniat menyerang, mereka akan menumpasnya tanpa ampun.
Melihat suasana yang memanas, Naoki—orang yang menjadi pusat pertikaian—bahkan tidak mengangkat alis. Seolah badai di depannya hanyalah angin sepoi-sepoi.
Ambros, di sisi lain, hanya bersandar santai di sofa, mengamati drama itu dengan ketertarikan seorang penonton yang menunggu adegan berikutnya.
Harvey melirik Ambros sambil mengerutkan alis. Ada ketidaknormalan dalam suasana ini—perasaan yang samar namun tajam, seolah ada tangan tersembunyi yang telah menata seluruh jebakan ini sejak awal.
Bab 6114
“Steffon, hanya karena seseorang memanggilmu ‘Murid Buddha’, kamu mengira dirimu memiliki kedudukan lebih tinggi?”
Milda Osborne mengeluarkan sebatang rokok wanita yang ramping dari tas Hermes-nya, menyalakannya perlahan, lalu mengembuskan asap secara anggun sebelum menatap Steffon dengan senyuman yang mirip ejekan.
“Di Saiwai ini, Sekte Bumi memang memegang kekuasaan, begitu pula pemimpin muda sekte.”
“Tapi itu tidak berarti seorang murid Buddha dari kuil kecil di bawah Sekte Bumi punya kekuasaan yang sama.”
“Apa gurumu tahu betapa sombong dan tak tahu tempatnya dirimu?”
“Percayalah, bahkan jika aku menampar wajahmu, Vali-mu tidak akan berani melakukan apa pun kepadaku!”
“Dengarkan aku, ya.”
“Toyotomi-kun adalah kekasihku!”
“Siapa pun yang menentangnya berarti menentangku!”
“Dan kalua kamu tidak berlutut meminta maaf kepada kekasihku, jangan salahkan aku bila nanti aku benar-benar berani membunuhmu!”
Milda menghembuskan asap tepat ke wajah Steffon, mengungkapkan sifatnya yang liar dan congkak, yang telah lama dipengaruhi budaya asing setelah bertahun-tahun belajar di luar negeri.
Baginya, memiliki kekasih seperti Naoki adalah sebuah kebanggaan yang tidak bisa ditutupi. Ia menganggap pembelaan terhadap kekasihnya sebagai bentuk kehormatan.
Perkataan Milda membuat Steffon tertegun sejenak, lidahnya kelu. Ia tidak menduga seorang wanita dari salah satu klan kuno akan bersikap segamblang dan seterang itu.
Sepuluh keluarga besar dan lima klan kuno adalah pilar utama negeri ini. Secara logis, bahkan jika mereka tergila-gila pada dunia asing, mereka setidaknya berusaha menyembunyikannya.
Namun Milda… ia malah memamerkannya tanpa rasa sungkan.
Hal ini membuat Steffon tidak tahu harus menjawab apa.
Selain itu, ia tahu satu hal yang tak terbantahkan:
Sekte Bumi barangkali sebanding dengan Klan Osborne Barat Laut, tetapi Kuil Xiaofeng tidak ada apa-apanya di hadapan mereka.
Jika Milda menampar wajahnya, ia sama sekali tidak bisa membalas.
Harvey pun memperhatikan Milda dengan minat. Dari gaya bicara dan tindakannya, tampak jelas bahwa Klan Osborne Barat Laut terpecah menjadi beberapa faksi—ada tipe yang seperti Neilan, dan ada yang seperti Milda.
Namun, untuk keluarga sebesar itu, hal tersebut justru terlihat normal.
Toh, tidak ada keluarga berpengaruh yang mau mengumpulkan semua telur dalam satu keranjang.
Ketika Steffon tetap diam, Milda bangkit berdiri. Ia menyilangkan tangan, mengetukkan sepatu hak tingginya dengan ritme pelan namun tajam.
Dia berkata datar, “Steffon, demi wajah Tuan Muda, aku masih memberimu satu kesempatan terakhir.”
“Kamu mau berlutut atau tidak?”
“Aku beri kamu tiga detik.”
“Kalau kamu tidak berlutut, aku sendiri yang akan membuatmu berlutut.”
“Dan percayalah, aku bisa melakukannya.”
Sambil berbicara, ia mengangkat tangan dan melirik jam Cartier di pergelangan tangannya. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang sarat penghinaan.
Ia tidak hanya melindungi kekasihnya, tetapi juga membantu Ambros menekan keangkuhan Steffon yang belakangan ini semakin menjadi-jadi.
Jika Steffon berlutut, akankah ia masih layak menjadi pesaing Ambros di masa depan?
Lebih baik kembali membaca kitab suci Buddha saja.
“Tiga… dua…”
Milda menghitung santai, suaranya malas namun matanya dipenuhi tekad yang keras seperti baja.
“Satu!”
Plaak!
Seketika itu juga, Steffon bergerak.
Namun bukan untuk berlutut, seperti yang diharapkan semua orang.
Ia justru melangkah maju dan menampar wajah Milda dengan kekuatan penuh.
Suara tamparan itu menggema tajam, dan telapak merah terang muncul di pipi pucat Milda dalam hitungan detik.
Melihat adegan itu, kilatan persetujuan melintas di mata Harvey.
Steffon, setidaknya, memiliki karakter dan keberanian.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 6113 – 6114 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 6113 – 6114.
Leave a Reply