Kebangkitan Harvey York Bab 6085 – 6086

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 6085 – 6086 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 6085 – 6086.


Bab 6085

Harvey sama sekali tidak menanggapi perubahan ekspresi di wajah Casper.

Ia hanya menepuk-nepuk tangannya, menyingkirkan sisa deu, lalu mengambil tisu disinfektan dan membersihkan jemarinya.

“Seseorang, segera laporkan ke pihak berwenang!”

“Penduduk pulau ini bukan hanya membatalkan taruhan mereka, tapi juga memutarbalikkan fakta dan berusaha memeras!”

“Jumlahnya tidak kecil—terlalu mencolok untuk diabaikan!”

“Polisi harus memberiku kejelasan dan keadilan!”

Khalia segera mengeluarkan ponselnya, menuruti perintah Harvey dan melapor ke pihak berwenang.

Kebetulan, karena insiden di dojo kendo kemarin, Dutton dan rekan-rekannya telah mengumpulkan banyak bukti.

Walau mereka tak dapat menjerat Casper dan kelompoknya dengan tuduhan pemerasan, namun pasal-pasal seperti ancaman dan pelanggaran wilayah tetap tak bisa dihindari.

Mereka memang tidak sampai ditahan, namun terpaksa membayar denda sebesar 500 yuan.

Jumlah yang sepele bagi mereka, tapi cukup untuk menampar harga diri.

Sebuah bukti bahwa otoritas Saiwai tidak menunduk hanya karena tamu mereka berasal dari luar negeri.

Bagi Casper, yang selama ini selalu berjaya di Daxia dan mengandalkan pengaruh besar ayahnya di Jepang,

hal ini benar-benar mencoreng wajahnya.

Ia belum pernah dipermalukan seperti ini.

Setelah membayar denda, Casper, para pengawalnya, serta wanita-wanita Jepang yang bersamanya meninggalkan tempat itu dengan wajah muram, seolah kehilangan seluruh martabat.

Namun berbeda Homura yang tidak bisa begitu saja pergi.

Set teko tanah liat ungu yang hancur adalah karya mendiang Master Gu—pengrajin legendaris yang setiap karyanya bisa terjual hingga puluhan juta dolar di pelelangan. Nilainya di pasar bahkan jauh lebih tinggi.

Kerusakan itu bukan perkara sepele; Homura telah menghancurkan benda bersejarah yang tak ternilai.

Tindakannya melanggar hukum, dan ia bukan hanya diwajibkan membayar ganti rugi perdata, tetapi juga ditahan sementara untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.

Yang lebih buruk, Khalia menolak menandatangani surat kesepakatan damai, memastikan bahwa Homura Tojo akan ditahan beberapa bulan sebelum akhirnya dideportasi.

Sebuah aib besar.

Kerugian yang tak terhitung, disertai rasa malu yang menyesakkan.

Casper hampir menggertakkan giginya hingga berdarah begitu mendengar kabar itu.

Namun semua yang terjadi sepenuhnya sah di mata hukum Daxia.

Ketika otoritas setempat sendiri menolak menunjukkan rasa hormat kepadanya, apa lagi yang bisa ia lakukan selain menelan rasa tidak berdaya?

* * *

Pukul delapan malam.

Casper yang dipenuhi amarah dan keputusasaan tiba di sebuah rumah halaman yang sunyi di pinggiran Saiwai.

Bangunannya bergaya klasik Daxia. Namun begitu melangkah ke dalam, setiap detail interiornya bergaya Jepang—

dari taman batu hingga aroma teh hijau yang samar di udara.

Begitu berdiri di tengah halaman, Casper dapat merasakan hawa dingin yang menusuk kulit.

Ada tatapan-tatapan tajam mengarah padanya—tajam seperti pisau tersembunyi di kegelapan.

Satu gerakan salah saja, dan nyawanya bisa melayang.

Ia menarik napas panjang, memaksa diri untuk tenang, lalu menunggu dengan sabar.

Namun tatapannya, tanpa sadar, jatuh ke arah tirai panjang yang menutupi aula belakang.

Di balik tirai itu, samar-samar terlihat sosok kurus duduk bersila.

Sebilah pedang panjang khas Jepang tergeletak di pangkuannya.

Aura di ruangan itu begitu mencekam.

Itu bukan sekadar suasana… itu adalah niat membunuh—nyata, padat, menyesakkan.

Klaang—

Tiba-tiba, pedang panjang itu melayang dari balik tirai dan menancap tepat di batu besar di tengah halaman.

Potongannya begitu bersih, seolah batu keras itu hanya sepotong mentega yang diiris pisau tajam.

Bab 6086

Melihat demonstrasi kekuatan yang menakutkan itu, Casper tak kuasa menahan diri dan langsung berseru penuh kekaguman,

“Tuan Toyotomi, Anda memiliki aura yang tak tertandingi!”

Namun sosok di balik tirai itu tak menanggapinya.

Ia perlahan berdiri, gerakannya tenang dan berwibawa.

Seorang pelayan segera menghampiri, membawa baskom berisi air untuk mencuci tangannya.

Setelah mengeringkan jemarinya dengan handuk halus, ia melambaikan tangan pelan—

dan seketika, tirai di hadapannya hancur menjadi debu, seolah tersapu oleh kekuatan tak terlihat.

Dengan satu kibasan lembut, sosok itu membersihkannya, lalu berbalik dan duduk di atas sofa.

Pelayan cantiknya datang membawa secangkir matcha panas, yang diteguknya perlahan,

sebelum akhirnya mengangkat kepala dan menatap Casper dengan dingin.

“Casper,” ucapnya datar, “kamu mengecewakanku.”

Nada suaranya terdengar ringan, tapi mengandung tekanan yang membuat jantung berdebar.

Ucapan itu seolah menelanjangi semua rahasia, menunjukkan bahwa ia tahu segalanya dan mengendalikan semuanya.

Sebuah superioritas yang begitu mutlak—

dingin, jauh, dan membuat siapa pun ingin berlutut di hadapan keagungan tak peduli itu.

Casper, pria yang telah menanggalkan akar bangsanya dan tunduk di bawah bendera orang asing, tentu tak terkecuali.

Ia langsung berlutut, suaranya gemetar penuh penyesalan, “Tuan Toyotomi, saya gagal dalam tugas. Mohon hukum saya!”

Naoki Toyotomi menatap cangkir teh tanah liat ungu di tangannya, jemarinya menyentuh pinggirannya yang hangat.

Butuh beberapa saat sebelum ia berbicara, suaranya tenang tapi tajam seperti bilah pedang.

“Bukankah saya sudah memberikan lambang keluarga Toyotomi kepadamu?” katanya perlahan.

“Namun kamu masih tak mampu menekan orang itu?”

Casper menunduk makin rendah, tak berani berbohong sedikit pun.

“Dia bukan hanya menghina keluarga Toyotomi, tapi juga menghancurkan lambang keluarga… dan akhirnya menjebloskan Homura ke penjara!”

Naoki tidak bergerak. “Dan apa yang terjadi di kantor polisi?”

“Saya sudah memberi isyarat tentang identitas Anda,” jawab Casper, suaranya bergetar, “tapi mereka tetap menegakkan hukum!”

“Singkatnya, kali ini kita menderita kekalahan besar!”

“Kita kehilangan muka… dan harga diri!”

Namun Naoki hanya menatapnya tanpa emosi, kemudian berucap ringan, “Kekalahan ini bukan salahmu.”

“Orang itu… sudah membuat Sekte Bumi kalah berkali-kali. Bahkan Neilan pun menundukkan kepala di hadapannya.”

“Itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa asal-usul dan kemampuannya tidak biasa.”

Wajah Naoki tetap tenang, tapi ada kilatan dingin di matanya.

“Dan kini, dia berani tidak memberi kita muka. Berani menantang penduduk pulau tanpa ragu.”

“Menarik… siapa sebenarnya dia?”

Ia tersenyum samar. “Namun tidak apa-apa.”

“Kesombongannya mungkin hanya karena ia merasa bebas di Saiwai. Ia belum tahu posisi dan batasannya.”

Naoki mencondongkan tubuh sedikit ke depan, suaranya menjadi lembut namun sarat tekanan.

“Kamu bekerja untuk kami, penduduk pulau. Artinya seluruh negeri kepulauan adalah latar belakangmu.”

“Jadi, kamu tidak perlu takut pada siapa pun. Mengerti?”

Ia tahu betul: seekor anjing peliharaan yang berguna tak boleh dibiarkan gentar.

Jika anjing itu kehilangan nyali, maka semua rencana besarnya akan hancur berantakan.

Mendengar jaminan itu, mata Casper berkilat gembira.

Ia membungkuk dalam-dalam, berseru dengan semangat, “Dimengerti, Tuan Toyotomi! Dengan Anda di belakang saya—”

“Bukan hanya Harvey York, bahkan lima klan besar dan sepuluh keluarga teratas pun akan berlutut di hadapan saya!”

Naoki tersenyum tipis, puas dengan antusiasme itu.

Namun matanya tetap dingin ketika ia berucap pelan, “Namun, anak itu… jelas tidak memberi saya muka sedikit pun.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 6085 – 6086 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 6085 – 6086.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*