Kebangkitan Harvey York Bab 6075 – 6076

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 6075 – 6076 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 6075 – 6076.


Bab 6075

Swish, swish, swish—

Di bawah tatapan ratusan pasang mata, ujung kaki Harvey menyentuh tanah begitu ringan, lalu tubuhnya melesat naik dengan gerakan yang nyaris tanpa bobot.

Seolah gravitasi tak lagi berlaku padanya — bahkan angin lembut pun mampu menggoyangkan sosoknya.

Teknik Falling Sakura Kill milik Homura memang indah, namun di balik keindahan itu tersimpan pola dan urutan yang sangat ketat.

Bagi mata awam, bunga-bunga sakura itu tampak bermekaran bersamaan, tapi bagi mata seorang ahli, setiap kelopak memiliki urutan gerak yang halus.

Dan di tengah pusaran cahaya itu, tubuh Harvey tampak menari ringan mengikuti irama pedang Homura.

Gerakannya begitu lincah dan halus hingga siluetnya perlahan memudar, nyaris tak bisa dibedakan dari bayangan pedang itu sendiri.

Pemandangan ini membuat para siswa terpana.

Semula mereka percaya bahwa Homura Tojo tak tertandingi, dan ilmu pedang Jepang adalah puncak kesempurnaan bela diri.

Namun kenyataan di depan mata justru mengguncang keyakinan mereka — ilmu pedang Jepang ternyata bukanlah segalanya.

Neilan dan Andrianne pun menghela napas lega. Kekhawatiran mereka perlahan sirna.

Harvey, yang semula mereka anggap sembrono, ternyata memiliki kekuatan dan ketenangan yang jauh melampaui perkiraan siapa pun.

Swish—

Tebasan terakhir Homura sudah meluncur. Setitik keringat menggelinding di pelipisnya. Di kedalaman sorotnya kini terselip ketakutan yang tak mampu ia sembunyikan.

Bagaimana mungkin?

Ia telah mengerahkan seluruh kemampuan — namun bahkan sehelai rambut Harvey pun tak tersentuh.

“Kamu…” Harvey tersenyum dingin, menatapnya seolah menatap badut yang kehilangan topeng. “Kamu sungguh tak berguna.”

“Orang sakit dari negeri kepulauan… bukan begitu kalian biasa disebut?”

Nada suaranya mengandung penghinaan yang tajam — balasan sempurna untuk ejekan Homura sebelumnya.

“Baka!”

Homura meraung marah. Wajahnya memerah, urat-urat di leher menegang. Ia melangkah maju, pedangnya siap kembali terhunus.

“Homura-kun!”

Casper, yang sejak tadi terpaku dalam keterkejutan, tiba-tiba melompat dan berteriak keras.

“Sesuai kesepakatan, kamu masih punya satu serangan terakhir!”

“Jangan biarkan provokasi orang Daxia membuatmu kehilangan kendali!”

“Kendalikan napasmu, dan keluarkan segalanya dalam satu tebasan!”

Suara Casper menggema, menusuk tajam ke dalam amarah Homura.

Pendekar itu menarik napas panjang, matanya menyipit, lalu mulai mengitari Harvey dengan gerakan ringan namun sarat ketegangan.

Harvey sekilas melirik ke arah Casper — ekspresinya penuh ejekan.

Benar-benar anjing penjilat negeri kepulauan. Sampai gaya rambutnya pun terlihat seperti simbol kesetiaan yang menyedihkan itu.

Di sisi lain, wajah Neilan, Dutton, dan para tetua Daxia mengeras.

Mereka sadar — kebencian dan ambisi bangsa kepulauan terhadap Daxia ternyata sedalam ini.

Dan melihat Casper, yang rela menjual martabat bangsanya demi kehormatan asing, mereka hanya bisa menggeleng dalam diam.

Mungkin pengkhianatan semacam itu bukan warisan darah, tapi hasil dari pendidikan yang tersesat sejak muda.

Orang dengan hati seperti Casper — yang kehilangan arah moral dan kebanggaan nasional — hanyalah hasil dari jiwa yang tumbuh dalam kegelapan.

Di sekitar arena, para siswa Daxia menatap dengan napas tertahan.

Mereka menunggu. Menunggu momen di mana Harvey akan menjatuhkan martabat Jepang ke tanah dan membuat dunia tahu bahwa negeri kepulauan itu hanyalah cacing kecil di hadapan Daxia yang agung.

“Haaah!”

Di saat genting itu, tubuh Homura bergerak secepat kilat. Sosoknya bergetar, lalu berlipat menjadi delapan bayangan yang bergerak serentak dari delapan arah berbeda.

Kedua tangannya menghunus pedang, menciptakan badai cahaya yang melingkar dan berputar di sekeliling Harvey.

“Pedang Karakter Tunggal Berkepala Delapan!”

Dengan teriakan keras, delapan sinar pedang itu menembus udara, mengurung Harvey di tengah pusaran, menciptakan putaran angin tajam bagaikan tornado mini.

Ini adalah jurus pamungkas Homura — serangan terakhir yang menentukan segalanya!

Bab 6076

Boom—!

Delapan sosok itu menyapu udara bagai pusaran maut. Tornado yang terbentuk menghantam tanah, menggetarkan arena hingga debu beterbangan ke segala arah.

Homura Tojo menatap ke depan tanpa ragu.

Baginya, ini bukan pertarungan hidup mati, hanya pembuktian bahwa ia bisa menyentuh Harvey — bahkan hanya setipis sehelai rambut pun sudah cukup untuk memastikan kemenangannya.

Ia yakin tak ada manusia yang mampu menangkis serangan secepat dan sekuat ini.

Dan di sekitar arena, penonton menahan napas.

Adegan itu tampak seperti efek khusus anime — menegangkan dan indah sekaligus.

Namun semua orang berpikiran sama:

Tak ada yang bisa selamat dari serangan semacam ini.

Kalau pun Harvey masih hidup setelah badai itu, ia pasti kalah.

Casper pun tersenyum puas. Ekspresi tegang di wajahnya perlahan mencair menjadi kegirangan.

Dalam imajinasinya, ia sudah bisa melihat headline di surat kabar: “Seni Bela Diri Daxia Dihancurkan oleh Jepang!”

Ia bahkan membayangkan kehormatan besar yang menantinya setibanya di Jepang — mungkin gelar, mungkin status baru, mungkin kekuasaan.

Namun pada saat itulah — Harvey yang berdiri di tengah pusaran itu tiba-tiba melangkah maju.

Langkahnya tenang, ringan, nyaris tanpa suara.

Ia menatap badai pedang yang mendekat, lalu berkata pelan, tapi setiap suku katanya terdengar jelas.

“Berhenti.”

Seketika — udara seolah membeku.

Suara angin terhenti. Getaran bumi lenyap.

Hawa itu menembus Homura, menyelimuti tubuhnya.

Semua keyakinan yang ia bangun seumur hidup runtuh dalam sekejap.

Bang—!

Dalam satu momen, delapan sosok dan pusaran tornado itu lenyap — seolah tak pernah ada.

Homura Tojo berdiri terpaku, lalu ambruk ke tanah. Matanya kosong, napasnya tercekat, seperti prajurit yang baru kembali dari neraka.

Ia kalah.

Bukan karena luka, tapi karena jiwanya hancur di hadapan kekuatan yang tak bisa ia pahami.

Sementara itu, Harvey masih berdiri di tempat semula, tenang dan anggun, kedua tangannya tetap di belakang punggung.

Satu kata darinya — hanya satu — telah menghancurkan seluruh serangan lawannya.

Inilah arti sejati dari tak terkalahkan.

“Ini… ini tidak mungkin…”

Casper terhuyung. Wajahnya pucat pasi, bibirnya bergetar.

“Tidak! Aku tidak percaya!” serunya panik. “Ilmu pedang Jepang… tak mungkin kalah! Itu mustahil!”

Namun di hadapan kenyataan yang dingin, suaranya terdengar seperti teriakan orang gila.

Para penonton menatap dengan mata lebar, tak seorang pun mampu memahami apa yang baru saja mereka saksikan.

Sampai salah satu siswa berseru dengan semangat, “Aku tahu! Ini seperti di anime — itu aura! Guru Daxia kita menaklukkan guru Jepang itu dengan auranya!”

“Benar! Aura!” sahut yang lain antusias.

“Namanya apa, ya? Oh, benar — Aku tak terkalahkan, lakukan sesukamu!”

“Jadi, ilmu pedang Jepang cuma sekuat ini?”

“Ha! Ternyata novel bela diri itu nyata!”

Sorak-sorai penuh semangat meledak di antara para siswa.

Meskipun pemahaman mereka sederhana, momen ini akan terpatri dalam ingatan mereka selamanya:

Bahwa Jepang bukan tandingan Daxia.

Di sisi lain, orang-orang dewasa hanya terdiam.

Mereka tidak mengerti tentang anime atau aura. Yang mereka pahami hanyalah satu hal: Harvey York adalah sosok luar biasa.

Satu kalimat darinya sudah cukup untuk menjatuhkan pendekar terbaik Jepang.

Itu bukan hanya kekuatan — itu adalah dominasi sejati.

Harvey melangkah perlahan mendekati Casper. Suaranya tenang namun menusuk.

“Kamu kalah.”

Ia berhenti satu langkah di depan lawannya. Tatapannya tajam seperti bilah pedang.

“Ingat, aku ingin melihatnya besok pagi di surat kabar.”

“Japan Daily.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 6075 – 6076 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 6075 – 6076.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*