Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5985 – 5986 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5985 – 5986.
Bab 5985
Mendengar ucapan Harvey, Neilan tertawa terbahak-bahak.
“Kamu satu-satunya di dunia? Betapa tak tahu malunya!”
Harvey menjawab datar, “Ya, karena para master bela diri lainnya hanya menguasai satu aliran.”
“Aku berbeda — aku menguasai banyak disiplin sekaligus. Situasi putrimu rumit, hanya aku yang memahami cara menanganinya.”
Ia menatap Neilan dengan tenang.
“Kuharap setelah aku melangkah keluar dari ruangan ini, kamu, Wakil Komandan Osborne, tak akan menyesal seumur hidupmu.”
“Karena di dunia ini, hanya ada obat untuk luka, tapi tidak ada obat untuk penyesalan.”
“Penyesalan?” Neilan mendengus, dingin dan arogan.
“Dalam hidupku, kata itu tak pernah ada! kamu pikir hanya kamu yang bisa menyelamatkan putriku? Kamu menganggap dirimu tak tertandingi di dunia seni bela diri?”
Ia menatap Harvey dengan sinis.
“Kamu bahkan tidak tahu seberapa tinggi langit dan sedalam apa bumi ini! Hari ini, aku akan memperlihatkan padamu seperti apa puncak seni bela diri sejati.”
“Para master yang aku undang berasal dari jajaran teratas Aliansi Bela Diri Daxia. Mereka semua adalah tokoh besar — lambang puncak kekuatan negeri ini!”
Wajah Neilan dipenuhi kesombongan dan kebanggaan. Ia sudah terlalu muak dengan kepura-puraan Harvey. Hari ini, ia ingin mempermalukannya di depan semua orang.
Tepat saat itu, sekretarisnya berlari masuk dengan napas tersengal.
“Wakil Komandan Osborne! Mereka sudah datang! Para master yang Anda undang sudah tiba!”
Wajah Neilan langsung berseri. “Baik! Cepat bawa mereka masuk!”
Ia menepuk dadanya dengan puas. Kali ini, ia tidak mengandalkan nama besar Klan Osborne Barat Laut, melainkan kekuatan dan koneksi pribadinya.
Ia yakin para master itu bukan orang sembarangan — cukup kuat untuk menolong Quinsy dan menampar muka Harvey sekaligus.
Cordney menyilangkan tangan dan mendengus. “Apa? kamu masih di sini? Mau mempermalukan diri lebih lama lagi?”
Jasmeen tampak canggung, sementara Harvey hanya tersenyum tenang.
Ia mengangkat tangan pelan, memberi isyarat agar Jasmeen tidak bicara, lalu melangkah santai menuju pintu.
Neilan dan yang lainnya segera menoleh — dan saat itulah seorang pria paruh baya masuk dengan pakaian jas Tang putih, memancarkan aura seorang ahli sejati.
Namun begitu matanya menangkap sosok Harvey, pria itu tertegun, lalu langkahnya gemetar. Dalam sekejap, ekspresinya berubah menjadi penuh kegembiraan dan hormat.
“Halo, Tuan Muda York!” serunya dengan suara penuh hormat.
Ruangan seketika hening.
Neilan, Cordney, dan semua orang terpaku.
Pria itu — Justin Walker — bukan sembarang orang. Ia adalah Wakil Presiden Eksekutif Gerbang Naga cabang Kota Modu, seorang tokoh penting yang dikenal luas di dunia seni bela diri.
Mengapa dia memanggil Harvey dengan penuh hormat begitu?
Harvey hanya mengangguk ringan, lalu berjalan keluar seolah tak terjadi apa-apa.
Tak lama kemudian, seorang wanita anggun dengan jubah seni bela diri masuk. Begitu melihat Harvey, ia terpaku sesaat sebelum wajahnya berubah cerah.
“Tuan Muda York!” sapanya penuh semangat.
Semua orang kembali terperangah. Wanita itu — Layne Naiswell — adalah instruktur utama Aula Bela Diri Wucheng, sekaligus murid luar Istana Emas!
Belum habis keterkejutan itu, seorang pria flamboyan berjubah ungu masuk dengan langkah percaya diri, diikuti belasan muridnya.
Bab 5986
Pria flamboyan itu tak lain adalah Pangeran Gibson, pemimpin Gerbang Surga — salah satu sekte suci paling berpengaruh di Daxia!
Sebagai anggota Dewan Aliansi Bela Diri Daxia, nama Pangeran Gibson tengah bersinar, dihormati di seluruh negeri.
Begitu Neilan melihatnya, ia segera melangkah maju untuk menyambut, wajahnya penuh hormat.
Namun sebelum ia sempat bicara, Pangeran Gibson menoleh ke arah Harvey.
Sekilas pandang saja sudah cukup membuatnya terdiam. Dalam sekejap, ekspresinya berubah — ia langsung bergegas menuju Harvey dan menunduk hormat.
“Tuan Muda York! Mengapa Anda di sini?” katanya dengan suara rendah namun penuh hormat.
Suasana berubah drastis.
Cordney dan para staf rumah sakit yang tadi menghina Harvey kini tampak seperti disambar petir. Wajah mereka memucat, seolah baru saja menelan sesuatu yang busuk.
Para tokoh besar yang diundang Neilan — tiga nama top dunia bela diri — ternyata bersikap layaknya bawahan di hadapan Harvey!
Namun Harvey tidak menunjukkan kesombongan sedikit pun. Ia hanya menepuk bahu Pangeran Gibson dengan tenang.
“Teruskan pekerjaanmu dengan baik,” katanya datar. “Wakil Komandan Osborne adalah orang penting, jangan sampai waktunya terbuang percuma.”
Setelah itu, Harvey berbalik dan menuruni tangga tanpa tergesa.
Pangeran Gibson, Layne, dan Justin serempak membungkuk dalam-dalam.
“Hormat kami, Tuan Muda York!”
Suara mereka bergema di seluruh lobi rumah sakit.
Neilan, Cordney, dan para staf membeku di tempat. Wajah mereka seperti baru saja ditampar keras berkali-kali.
Dengan wajah memucat, Neilan bertanya terbata-bata, “Kalian bertiga… mengapa memanggilnya begitu? Kalian… kalian mengenalnya?”
“Ya, tentu saja,” jawab Justin mantap.
“Tuan Muda York adalah sosok penting di Gerbang Naga. Berkat rekomendasinya, aku bisa menjadi Wakil Presiden Eksekutif.”
Layne mengangguk, wajahnya sedikit memerah.
“Beliau juga yang membuat Aula Bela Diri Wucheng berdiri seperti sekarang. Aku mendapat posisi Kepala Instruktur karena jasanya.”
Pangeran Gibson menunduk rendah. “Beliau kakak laki-lakiku. Tuan Muda York-lah yang menyelamatkan Gerbang Surga dari kehancuran.”
“Tanpa dia, aku bukan siapa-siapa.”
Neilan terpaku. Ia ingin menyangkal, tapi suara ketiga tokoh besar itu penuh keyakinan dan rasa hormat.
“Bagaimana dengan… kekuatannya?” tanya Neilan dengan suara lemah.
Justin tersenyum getir. “Sekali tamparan darinya dulu membuatku terlempar jauh.”
Layne menunduk. “Aku bahkan tak mampu menahan satu pukulan darinya.”
Pangeran Gibson menghela napas panjang. “Melawan Tuan Muda York? Bahkan kalau aku punya seribu nyali, aku tak akan berani.”
Cordney ternganga. Semua yang hadir terpaku.
Jadi… pria yang mereka hina tadi — benar-benar seorang master sejati, bahkan diakui oleh para legenda bela diri Daxia!
Sementara mereka semua masih terdiam dengan wajah malu dan takut, Harvey sudah meninggalkan gedung rumah sakit.
Di luar, Romena sudah menunggu di mobil. Begitu Harvey muncul, ia buru-buru keluar, membuka pintu, dan mempersilakannya masuk dengan hormat.
Harvey duduk santai, membuka sebotol soda, menyesap sedikit, lalu bertanya datar, “Bagaimana hasil penyelidikan?”
Romena menyalakan mesin, lalu menyerahkan satu berkas tebal kepadanya.
“Seperti yang Anda duga, Tuan Muda York. Insiden ini memang terkait dengan Sekte Bumi.”
“Orang yang melukai Nona Quinsy telah lenyap tanpa jejak, bahkan keluarganya pun ikut menghilang. Di Saiwai, hanya Sekte Bumi yang punya kemampuan sebesar itu.”
Ia ragu sejenak sebelum melanjutkan, “Saya menduga pelakunya dikirim ke Rusia, tapi belum ada bukti.”
Harvey menatap ke luar jendela. “Apakah Ambros atau Steffon?”
“Sepertinya Steffon,” jawab Romena. “Ambros terlalu angkuh untuk bermain kotor seperti ini.”
Harvey menggeleng pelan. “Sulit ditebak. Seperti pepatah: yang benar bisa membuat yang salah tampak nyata, dan yang salah bisa membuat yang benar tampak palsu.”
Ia menatap jauh ke depan, mata berkilat tajam.
“Mungkinkah… Ambros yang melakukannya?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5985 – 5986 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5985 – 5986.
Leave a Reply