Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5669 – 5670 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5669 – 5670.
Bab 5669
“Suami Belinda yang tinggal serumah?”
“Dan sekarang Judyth juga tertarik padanya? Jangan-jangan… perasaannya sama seperti terhadap kucing peliharaan?”
Bisik-bisik mulai menyebar di antara para tamu.
Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu dan ekspresi tidak percaya bermunculan di setiap sudut ruangan.
Baik Belinda maupun Judyth dikenal sebagai dua permata paling bersinar di lingkaran sosial kelas atas.
Selain cantik, keduana berasal dari keluarga berpengaruh.
Dan sekarang, keduanya disebut-sebut terlibat dengan pria yang ditakdirkan menjadi menantu tinggal serumah?
Itu tak bisa dicerna oleh nalar para bangsawan di luar Tembok Besar.
Bagi Belinda, mungkin masih bisa dimaklumi—itu pertunangan masa kecil yang diatur keluarga.
Jika ia merasa muak, ia hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengusirnya dengan cara yang elegan.
Namun Judyth berbeda.
Jika benar gadis polos dan pendiam itu tertarik pada pria seperti Harvey, maka ini bisa jadi masalah besar.
Gadis secantik Judyth tentu dikelilingi banyak pelamar.
Banyak di antaranya merupakan pria berpengaruh, juga pria yang mudah tersulut amarah dan memiliki kebiasaan berbahaya untuk “menghapus saingan” mereka.
Jika rumor ini sampai ke telinga orang yang salah, pria dari Dataran Tengah itu bisa saja kehilangan nyawa tanpa sempat memahami alasannya.
“Belinda masih aman,” salah satu sosialita berbisik.
“Dia sekarang dekat dengan Senior Osher Klein. Dengan begitu, hubungan lamanya dengan pria itu mungkin tak akan berarti apa-apa.”
“Tapi Judyth… dia terlalu polos. Kalau dia sampai jatuh hati pada pria Dataran Tengah itu, akan jadi masalah.”
Wanita bercheongsam hitam—Alisha—mengernyit, kemudian berkata pelan,
“Tidak. Aku tidak bisa diam saja. Aku harus memberi tahu Senior Alverio Osborne.”
“Dia ada di lantai dua sekarang.”
Sambil berbicara, Alisha dengan cepat mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat.
Begitu nama Alverio Osborne disebut, suasana di kelompok kecil itu berubah.
Beberapa wanita yang tadinya ikut bergosip langsung saling pandang, sementara di mata Alisha sendiri muncul kilatan iri sekaligus kagum.
Alverio adalah salah satu keturunan langsung Suku Dapeng. Walau bukan pewaris utama, namun status dan pengaruhnya di wilayah luar Tembok Besar sangat tinggi.
Bahkan pacar Alisha sendiri, Wynston, yang cukup berkuasa, harus menunduk jika berhadapan dengan Alverio.
Sejak pertama kali bertemu Judyth, Alverio menganggap gadis dingin itu sebagai miliknya.
Siapa pun yang berani mendekat, akan dihancurkan tanpa ampun.
Namun sayangnya, Judyth selalu merasa tidak nyaman dengan sifat dominan Alverio. Itulah sebabnya hubungan mereka tidak pernah berlanjut.
Bagi Alverio, itu masih bisa diterima.
Tapi bila Judyth mulai menjalin hubungan dengan pria lain—itu adalah penghinaan yang tidak bisa ia biarkan.
Maka ketika mendengar Alverio juga hadir malam itu, Alisha diam-diam berdoa untuk Harvey.
Ia berharap pria dari Dataran Tengah itu tidak cukup bodoh untuk menukar kontak dengan Judyth.
Sebab jika sampai Alverio tahu… tak ada satu pun yang bisa menolongnya nanti.
Di lantai dua Pagoda, seorang pria tinggi berjas hitam sedang duduk bersandar di sofa kulit.
Tubuhnya tegap, otot-ototnya tegas, sorot matanya tajam dan dingin.
Dialah Alverio Osborne, putra tertua keluarga Osborne dari suku Dapeng.
Di hadapannya duduk Osher Klein, ketua serikat mahasiswa Akademi Dizong.
Mereka sedang berbincang santai saat ponsel Alverio tiba-tiba bergetar.
Ia menatap layar, tersenyum tipis, meminta izin pada Osher, lalu menjawab.
Tak lama kemudian, ekspresinya berubah—dingin, menusuk.
Setelah mendengarkan beberapa kalimat singkat, Alverio menutup ponsel, berdiri tanpa sepatah kata, dan berjalan menuju pagar lantai dua.
Dari atas, pandangannya menyapu ke arah lobi di bawah—dan ketika ia menemukan sosok Harvey di antara kerumunan, seulas senyum menghina muncul di bibirnya.
Tanpa ragu sedikit pun, ia berbalik dan menuruni tangga dengan langkah berat.
Osher, yang biasanya tampak lembut, menatap punggung Alverio dan terdiam sejenak.
Tatapannya pun mengikuti arah yang sama—menuju sosok Harvey York di bawah.
Bab 5670
“Apakah itu anak yang kemarin?” gumam Osher perlahan.
“Orang dari Dataran Tengah… yang mengaku pernah bertunangan dengan Belinda sejak kecil?”
Ia mengerutkan kening, heran.
“Bagaimana dia bisa masuk ke acara seketat ini? Apakah Harland memberinya undangan?”
Setelah berpikir sejenak, Osher menyimpulkan bahwa itu satu-satunya kemungkinan.
Meskipun Belinda hanyalah cabang sampingan dari Keluarga Higgens, namun istrinya Harland—Whitney Cobb—adalah sosok berpengaruh, membuat status Harland cukup disegani.
Dengan koneksi seperti itu, bukan hal sulit baginya untuk memasukkan satu nama tambahan ke daftar tamu lelang eksklusif ini.
Namun Osher masih tidak paham, mengapa Harland repot-repot memberi Harvey undangan.
“Kecuali…” ia bergumam pelan, “Harland ingin mempermalukan anak itu.”
“Dengan membiarkan dia melihat langsung jurang yang memisahkan dirinya dari Belinda.”
“Licik sekali… tapi itu memang gaya Harland.”
Keluarga Higgens memang tidak bisa begitu saja membatalkan pertunangan lama, karena reputasi dan kredibilitas keluarga adalah segalanya.
Namun, jika Harvey sendiri yang sadar diri dan memilih mundur, maka seluruh kesalahan akan tampak berada di pihaknya.
Osher meneguk sampanye, tersenyum tipis.
“Sayangnya, anak ini sepertinya tidak tahu tempatnya. Mengobrol dengan Judyth? Bahkan bertukar kontak?”
“Dia sedang menggali kuburannya.”
Ia bersandar santai di pagar lantai dua, menatap ke bawah seolah menonton drama kecil sebelum acara utama dimulai.
Sementara itu, di lantai bawah, Harvey dan Judyth tampak berbincang ringan.
Tawa kecil sesekali terdengar—membuat Belinda di sisi lain semakin kesal.
Namun Harvey tidak bermaksud memancingnya.
Ia hanya merasa lebih nyaman berbicara dengan Judyth, yang tenang dan tulus, berbeda dari sikap Belinda yang penuh gengsi.
Terlebih, ketika Judyth tanpa sengaja menyebutkan bahwa keluarganya baru-baru ini menjamu seorang wanita dari keluarga terpandang Kota Modu, yang sedang beristirahat di Kuil Xiaofeng, Harvey langsung tertegun.
Sebuah firasat kuat muncul di hatinya—
Apakah “wanita dari keluarga terkemuka Modu” yang dimaksud adalah Mandy?
Walau belum yakin, tapi itu jelas sebuah petunjuk penting.
Karena Harvey tahu, Mandy kini memegang kendali atas sumber daya cabang kesembilan Keluarga Zimmer di Modu, dan mendapat dukungan dari garis keturunan tertua.
Jika ia memang sengaja menghilang, sulit sekali menemukannya tanpa petunjuk semacam ini.
Namun Harvey tak menunjukkan kegelisahan sedikit pun.
Ia tetap santai, bahkan menawarkan untuk bertukar kontak dengan Judyth agar bisa mengobrol lebih lanjut lain waktu.
Judyth sempat ragu, tapi akhirnya menyetujui.
Baru saja Harvey menyimpan nomornya dan hendak menaruh ponselnya kembali ke saku—
—sebuah bayangan tinggi tiba-tiba muncul di samping mereka.
“Judyth,” suara berat dan dingin menggema,
“berikan ponselmu. Nomor-nomor tak penting seperti itu tidak seharusnya kamu simpan.”
“Itu hanya akan menodai reputasimu.”
Alverio Osborne berdiri di hadapan mereka—gagah, menekan, dan tanpa sedikit pun ekspresi ramah.
Tatapannya menusuk Harvey, seolah menilai seekor serangga.
Judyth terkejut. Sekilas kepanikan melintas di matanya, namun ia segera menarik napas dalam-dalam dan menjawab dengan lembut tapi tegas,
“Alverio, ini urusanku. Bukan urusanmu.”
“Bukan urusanku?” Alverio tersenyum dingin.
“Kamu salah, Judyth. Urusanmu adalah urusanku.”
“Kalau kamu tidak segera menghapus nomor si idiot ini…”
“…maka aku tidak keberatan membuatnya menghilang.”
Nada suaranya tenang, tapi setiap kata membawa ancaman nyata.
Judyth menegang. Wajahnya memucat, tapi ia tetap berdiri tegak.
Belinda, yang berdiri tak jauh, tampak ingin berbicara namun menahan diri.
Sementara itu, Harvey menggaruk telinganya perlahan dan berkata datar,
“Maaf, tapi aku cuma ingin memastikan satu hal…”
Ia menatap langsung ke mata Alverio dan melanjutkan, “…siapa idiot yang barusan kamu sebutkan?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5669 – 5670 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5669 – 5670.
Leave a Reply