Kebangkitan Harvey York Bab 5597 – 5598

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5597 – 5598 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5597 – 5598.


Bab 5597

Paah!

Tangan Wynston tidak sempat menyentuh wajah Harvey. Gerakan itu terhenti karena Harvey sudah lebih dulu mengangkat tangan kanannya, menahan serangan dengan santainya.

Tatapan Harvey dingin, menusuk seperti es musim dingin yang menusuk tulang.

Seandainya ia tidak menganggap Wynston hanya bocah manja yang belum tahu diri, barangkali tamparan keras sudah mendarat di wajahnya.

Di bawah sorot mata itu, tubuh Wynston bergetar tanpa kendali. Naluri membuatnya mundur selangkah, meski gengsi menolak untuk tunduk.

Perasaan terhina segera berganti menjadi bara amarah. Rahangnya menegang. Ia berpura-pura tetap tenang, lalu menatap Harvey dengan tatapan penuh ancaman.

“Nak, kamu berani juga rupanya!”

Pada saat itu, beberapa penjaga keamanan Kota Wanxiang mulai menyadari suasana yang memanas. Mereka melangkah mendekat, wajah-wajah mereka dipenuhi kerut kesal.

Tempat semewah ini tak boleh ternodai oleh keributan. Bila ada perkelahian, nama besar mereka bisa tercoreng.

Alisha buru-buru berbisik, suaranya cemas, “Wynston, jangan bikin masalah di sini. Ingat, ini wilayah Keluarga Klein.”

Begitu mendengar nama itu, Wynston menurunkan tangannya perlahan. Ia menyapu Harvey dari kepala hingga kaki dengan tatapan menghina, lalu mendengus.

“Bagus sekali!”

“Aku dengar, kamu juga diterima di Akademi Dizong?”

“Baiklah, anggap saja keadaan sedang membaik. Tapi ingat, kita masih punya banyak waktu untuk bersenang-senang nanti.”

Selesai bicara, ia mengisyaratkan gerakan menggorok leher ke arah Harvey, sebuah ancaman tanpa kata.

Sesudah itu, ia merangkul pinggang ramping Alisha dengan sikap seenaknya, lalu mulai berbincang santai tentang ke mana mereka akan pergi setelah ini.

Sementara itu, Judyth secara refleks melirik ke arah Harvey.

Ia sebenarnya berhati lembut meski sering menampilkan sikap cuek. Sebagai gadis yang lahir dan besar di Dataran Tengah, Harvey mungkin tidak mengerti betapa berbahayanya Wynston Osborne.

Anak dari cabang Suku Dapeng itu dikenal selalu berbuat sesuka hati.

Dulu, sewaktu SMA, ada seorang murid yang hanya karena menyinggung Alisha, dipukuli habis-habisan oleh Wynston.

Tiga hari kemudian, toko keluarganya dirusak preman yang jelas-jelas suruhan Wynston.

Meski tak ada bukti nyata, semua orang tahu dalangnya.

Dengan perlindungan dan latar belakang sekuat itu, Wynston tumbuh arogan dan tak bermoral.

Bahkan ketika menampar wajah seseorang, tak ada yang berani membalas. Semua memilih diam.

Harvey, seorang asing di mata mereka, tampak tidak sadar akan batas-batas itu. Judyth pun khawatir, ia bisa saja berakhir dalam keadaan mengenaskan.

Harvey, yang menangkap sekilas raut khawatir di wajah Judyth, justru merasa gadis itu menarik.

Ia tersenyum kecil, lalu mengedipkan mata, memberi tatapan seolah ingin menenangkan hatinya.

Judyth terdiam sesaat, lalu wajahnya memerah, sedikit kesal.

Aku mengkhawatirkanmu, tapi kamu malah berani menggoda? Tunggu saja, lihat apa yang akan terjadi padamu!

“Aku dengar ada tempat baru di Kota Utara, Saiwai Jiangnan Entertainment Palace,” ujar Wynston, suaranya penuh semangat.

“Ayo pergi ke sana! Kita bisa bernyanyi bersama, lalu mencari makanan tengah malam.”

“Setelah itu, aku akan atur acara lain.”

“Bagaimanapun, ini adalah pesta mahasiswa baru. Empat tahun kita akan bersama, bagaimana mungkin tidak bersenang-senang di pesta pertama ini?”

Kata-kata itu terdengar seperti pamer di hadapan Harvey, sekaligus upaya untuk menarik perhatian wanita cantik seperti Belinda.

Malam ini, ia sengaja tampil boros dan penuh gaya.

“Jangan khawatir. Aku, Tuan Muda Osborne, akan menanggung semua biaya!”

Seketika, sorak sorai pecah.

Meski kebanyakan dari mereka adalah anak orang kaya, tetap saja masih berstatus mahasiswa. Tak semua bisa menghamburkan uang sesuka hati.

Karena ada yang rela menanggung biaya, tentu saja tak seorang pun menolak.

“Ayo, berangkat ke Saiwai Entertenmaint Palace!”

Wynston pun berjalan lebih dulu sambil menuntun Alisha dengan penuh percaya diri.

Melihat semua itu, mata Harvey sedikit menyipit. Saat itu juga ia paham alasan Harland memintanya datang.

Di tempat semacam ini, jika sesuatu terjadi, para gadislah yang akan menanggung akibat paling pahit. Maka tak heran Harland meminta ia sendiri yang hadir.

Bab 5598

Dalam hati, Harvey hanya bisa menghela napas panjang, pasrah pada keadaan.

Rombongan itu lalu berjalan menuju area parkir.

Di sana, pemandangan mewah terbentang. Hampir semua yang hadir berasal dari keluarga kaya raya.

Deretan mobil berkilau berjejer rapi—BMW, Audi, Mercedes-Benz, hingga Toyota Prado dan Jeep Wrangler.

Mobil-mobil semacam itu mungkin bukan apa-apa di Dataran Tengah.

Namun di luar Tembok Besar, tempat dengan ekonomi jauh tertinggal, memiliki kendaraan seperti itu saja sudah dianggap luar biasa, terutama bagi anak muda.

Wynston, tentu saja tampil paling menonjol. Ia memimpin konvoi dengan Porsche Cayenne warna abu-abu metalik, bodinya berkilau memantulkan cahaya lampu malam.

Belinda, Judyth, dan Alisha pun bersiap membawa mobil masing-masing.

Dengan sengaja, Wynston mengibaskan tangannya, seolah memberi isyarat. Akhirnya semua orang berdesakan naik ke kendaraan.

Namun entah kebetulan atau memang disengaja, setelah semua duduk, masih tersisa kursi kosong.

Hanya Harvey yang tertinggal di parkiran, menjadi tontonan. Sekelompok orang menatapnya dengan senyum mengejek, suasana seakan dirancang khusus untuk mempermalukannya.

Wynston, seolah baru menyadari, tertawa berlebihan.

“Waduh, Tuan York! Hampir saja aku lupa. Kamu orang penting, tapi sayangnya aku tidak sempat menyiapkan kursi untukmu.”

“Maaf, maaf!”

“Begini saja, ambillah seratus yuan ini. Naik taksi ke sana. Sisanya, anggap saja untuk membeli rokok. Jangan sungkan!”

Sambil bicara, ia mengeluarkan selembar uang dari dompet dan melemparnya ke arah Harvey.

Gelak tawa meledak di sekeliling.

Bagi mereka, Harvey hanyalah orang luar. Dan lebih dari itu, orang luar ini kebetulan adalah kekasih masa kecil Belida Higgens.

Betapa lucunya!

Entah karena iri atau tidak suka, semua menikmati saat Harvey dipermalukan. Bahkan ketika masih ada kursi kosong, tak seorang pun mengajaknya duduk bersama.

Wajah Harvey tetap tenang, nyaris tanpa ekspresi. Namun, sorot matanya ke arah Wynston menjadi lebih tajam, sedingin pedang yang disarungkan.

Apakah bocah ini benar-benar menganggapku lelucon? Aku tidak ingin meladeni, tapi dia terus mencari gara-gara? Apa dia pikir aku takkan bergerak?

Belinda, yang duduk di kursi belakang Porsche, sempat menurunkan kaca jendela. Ia menyaksikan semuanya dengan dahi berkerut. Rasa iba perlahan muncul dalam hatinya.

Harvey dipanggil oleh ayahnya, bukan datang atas keinginann dirinya. Dan kini ia dijadikan bahan tertawaan oleh para generasi kedua yang sombong.

Memikirkan itu, Belinda merasa Harvey terlalu direndahkan. Dalam situasi ini, menampar wajah Harvey berarti mempermalukan dirinya juga.

Ia hendak membuka suara, meminta agar Harvey diberi tempat duduk. Namun sebelum ia sempat bicara, Judyth yang sejak tadi diam tiba-tiba menoleh.

“Harvey, kenapa tidak naik Porsche saja?” ucapnya ringan.

“Aku dan Belinda kan sama-sama kurus. Kalau kamu ikut, duduk bertiga pun muat. Duduklah di tengah.”

Kata-kata itu membuat semua orang terperanjat. Mereka menatap Judyth dengan keterkejutan penuh, sulit percaya apa yang baru didengar.

Siapa Judyth? Ia gadis cantik yang bahkan dikejar-kejar oleh Tuan Muda Cobb dari Suku Gajah Emas di Tembok Besar, namun ia tak pernah menoleh.

Sekarang, ia justru menunjukkan perhatian kepada Harvey. Apa maksudnya ini?

Mungkinkah Judyth benar-benar jatuh hati pada Harvey?


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5597 – 5598 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5597 – 5598.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*