Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5495 – 5496 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5495 – 5496.
Bab 5495
Harvey memperhatikan pemandangan sekitar tanpa banyak bicara, lalu mengikuti Chanze menuju lantai beton yang bersih.
Tempat itu jelas merupakan inti kawasan, karena di belakangnya berdiri sebuah balai leluhur kuno dengan gerbang besar yang terkunci rapat.
Di depannya, sebuah kolam besar dipenuhi tanaman air yang mengapung.
Di pedesaan, kolam seperti itu biasa disebut kolam feng shui, namun kali ini justru terasa janggal di tempat tersebut.
Di tepi kolam, sekitar selusin pria dan wanita berpenampilan anggun dan modern tampak mengelilingi seorang pria tua berjas Tang.
Pria itu sama sekali tidak terlihat ringkih, justru penuh semangat dan bertenaga.
Ia menempel akrab pada seorang wanita muda cantik berbaju cheongsam, lekuk tubuhnya begitu jelas, sambil menggenggam tangannya dengan mesra.
“Nona Stanton,” katanya sambil tersenyum.
“Memancing bukan sekadar menangkap ikan biasa, ini soal hati. Mengerti maksudku?”
“Saat memancing, harus rela rugi, jangan serakah mengejar keuntungan kecil. Dan yang terpenting, sabar. Begitulah cara menangkap ikan besar di kolam.”
“Ikan besar bernilai puluhan, bahkan ratusan kali lipat dari ikan kecil. Menangkap ikan kecil itu memalukan, tapi menangkap ikan besar adalah kebanggaan!”
“Ayo, santai… jangan kaku. Bokongmu juga rileks, jangan takut, aku yang menopangmu. Fokuslah… rasakan setiap getaran di senar pancing…”
“Ya! Tarik sekarang!”
Dengan gaya seolah sengaja menggoda, pria tua itu mengarahkan si wanita. Tak lama, seekor ikan mas terangkat dari air dan jatuh ke lantai, memantul-mantul sambil meronta.
Sorak dan tepuk tangan pun pecah.
Wanita bercheongsam itu berteriak girang lalu memeluk pria tua berjas Tang itu.
“Ayah baptis, ini pertama kalinya aku dapat ikan! Apa hadiahnya untukku?”
Pria tua itu tergelak.
“Hadiah? Malam ini ayah baptis akan memberimu hadiah berupa gada emas!”
“Hahahaha—”
“Ayah baptis, nakal sekali!” sang wanita pura-pura malu, sementara yang lain ikut tertawa geli.
Chanze menoleh dan berkata datar, “Pria tua itu adalah Tuan Kurtiz. Usianya sudah lewat lima puluh. Tapi jangan tertipu—dia masih sehat, bersemangat, dan setiap hari ditemani wanita muda.”
“Wanita di sebelahnya adalah Naomi Stanton, pembawa acara TV Jinling. Dia istri seorang pengembang properti di Yanjing.”
“Tujuannya jelas: merebut kota tua ini. Kalau berhasil, biaya relokasi kita bisa naik sepuluh kali lipat.”
“Selama tiga bulan terakhir, Naomi bahkan membeli properti untuk anak-anak Kurtiz di luar negeri. Konon, dia siap melahirkan anak untuknya.”
“Jadi wajar saja muncul rumor kalau Kurtiz telah mempengaruhi beberapa orang bermasalah di kota tua agar menjual tanah ini kepadanya.”
Bab 5496
Chanze menyeringai tipis.
“Penasihat York, aku hanya bisa berharap padamu untuk membalikkan keadaan. Kalau tidak, pemerintah Jinling harus membayar harga sepuluh kali lipat, dan itu jelas tak mungkin.”
“Kesanggupanku terbatas. Kuharap kamu bisa menunjukkan kemampuanmu.”
Harvey menatapnya sekilas lalu tersenyum tipis.
“Naomi akan segera menandatangani perjanjian. Kemarin kamu sombong sekali di ruang rapat, bilang akan menjatuhkan Kurtiz.”
“Menurutmu itu pantas disebut percaya diri, atau sekadar tidak tahu malu?”
Chanze mendengus.
“Kita semua sudah dewasa, Penasihat York.”
“Kalau bisa, buktikan saja. Kalau tidak, kemasi barangmu dan angkat kaki. Jangan khawatir, aku takkan dendam setelah itu.”
Harvey menghela napas ringan.
“Direktur Foster, sepertinya aku akan mengecewakanmu. Ini cuma kontrak relokasi. Apa susahnya?”
Chanze mendecak. “Baiklah, aku akan menunggu aksimu.”
Ia lalu melangkah maju, berseru lantang, “Paman Lee, ini aku, Chanze! Nona Patel dan yang lain datang ingin menyapamu!”
Sambil berkata begitu, ia cepat menghampiri Kurtiz, membungkuk rendah sambil membisikkan sesuatu.
Harvey dan Kairi mengikuti dengan santai.
Awalnya Kurtiz cuek. Tapi saat melihat Kairi, ia langsung menghentakkan tongkat emasnya, menegakkan tubuh, dan tatapannya berubah cabul, sama sekali tak menunjukkan wibawa seorang tetua.
Bajingan tua.
Rasa hormat Harvey terhadapnya langsung lenyap.
Kairi yang menyadari pandangan kotornya tetap tersenyum sopan.
“Selamat pagi, Tuan Lee.”
Kurtiz meletakkan pancingnya lalu berjalan bersama rombongannya, kedua tangan di belakang punggung, meneliti Kairi dari kepala hingga kaki.
“Putih, cantik, tubuh indah, bokong besar dan berisi… ck ck ck. Kalau aku punya anak baptis seperti kam, bisa-bisa aku ketawa sepanjang malam.”
“Terima kasih atas pujianmu,” jawab Kairi dingin.
“Tapi aku sudah punya ayah di rumah, jadi tak perlu ayah baptis lagi.”
“Putri yang berbakti!” Kurtiz bertepuk tangan sambil terkekeh.
“Saya tahu tujuanmu hari ini. Ini soal perjanjian relokasi, kan?”
“Begini saja, setengah sudah kujanjikan untuk Naomi. Jika kamu mau menjadi putri baptisku, separuh sisanya akan kuberikan padamu.”
“Tenang saja. Meski tua, aku tahu cara memperlakukan putri baptis. Tak pernah ada yang dirugikan. Semua selalu dapat untung besar.”
Sambil berkata begitu, Kurtiz mencoba maju untuk mengangkat dagu Kairi.
Wajah cantik Kairi seketika memucat.
“Tuan Lee, jaga sikapmu! Aku bukan wanita seperti yang kamu pikirkan.”
Kurtiz malah tertawa keras.
“Tidak, justru kamu sangat cocok!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5495 – 5496 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5495 – 5496.
Leave a Reply