Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5419 – 5420 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5419 – 5420.
Bab 5419
Setelah percakapan singkat itu, Harvey hanya bisa tersenyum masam.
Ia terperangkap dalam tawa kering saat duduk di bangku penumpang Ferrari, mesin mobil bergemuruh di bawah desakan pedal gas Arlette.
Arlette mengemudi dengan senyum tipis di bibirnya.
“Harvey, kamu pernah mendengar tentang efek jembatan gantung?” Ia menoleh ke arah Harvey, matanya berbinar penuh makna.
Harvey mengerutkan dahi, sejenak terdiam. “Apa maksudnya?”
“Efek jembatan gantung itu, kamu tahu, saat seorang pria dan wanita melintasi jembatan gantung yang bergoyang, mereka mengira ketegangan dan debaran di dada mereka itu adalah gairah.”
Arlette melanjutkan, nadanya terdengar seperti sedang merangkai cerita.
“Intinya, di masa krisis, di saat-saat menegangkan, seseorang jadi lebih mudah untuk jatuh cinta.” Ia melirik Harvey dengan pandangan yang tak bisa diartikan.
“Jadi, bagaimana jika, misalnya saja, Ferrari saya tiba-tiba hilang kendali dan menabrak dengan kecepatan 180 mil per jam?” Arlette menantang, tawanya terdengar seperti desiran angin.
“Beberapa saat sebelum mobil ini meledak dan kita tewas, apakah kamu, Tuan Muda York, akan tertarik kepada saya?”
Mereka berhenti di lampu lalu lintas. Arlette menginjak rem, mobil berdecit pelan. Ia mencondongkan tubuhnya ke samping, matanya tak lepas dari Harvey, pandangannya begitu intens hingga Harvey merasakan pusing.
Saat ia hendak membuka mulut untuk menjawab, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang.
Di dalam mobil, sekelebat cahaya merah melintas.
Spontan, Harvey meraih paha mulus Arlette, menekannya dengan kuat.
“Tuan York, bahkan jika saya mengungkapkan perasaan saya, kamu tidak perlu langsung menyentuh saya, kan?” Arlette berkata, terdengar terkejut.
Harvey tak punya waktu untuk menjelaskan. Ia justru semakin meningkatkan tekanan di tangannya.
Terkejut dan sedikit kesal, Arlette secara naluriah menginjak pedal gas. Mobil itu melesat maju.
Puff!
Hampir bersamaan, peluru timah memecahkan kaca belakang. Pecahan-pecahannya berhamburan di udara, berjatuhan seperti hujan es.
Penembak jitu?!
Arlette langsung paham apa yang terjadi. Ia tahu alas an Harvey menyentuhnya. Tetapi entah mengapa, ia justru merasakan kekecewaan yang aneh.
Namun, Harvey tidak memberinya waktu untuk berlarut dalam perasaan itu. Ia meluncur ke kursi pengemudi, meraih kemudi, dan menyentakkannya dengan cepat.
Mobil itu bergeser dari posisi semula, oleng ke samping.
Bang!
Suara dentuman keras kembali terdengar. Peluru timah kedua mendarat tepat di mobil di belakang mereka.
Pengemudi mobil itu menjerit ketakutan, dan bagian depan mobilnya langsung menabrak tiang lampu lalu lintas.
Suara tabrakan yang menggelegar memenuhi jalan, menghalangi mobil-mobil di belakang mereka.
Beberapa petugas polisi lalu lintas berdatangan untuk membantu. Suasana berubah kacau.
Harvey tidak membiarkan kekacauan ini menghentikannya. Ia tidak menyadari, di antara semua gerakan itu, tubuhnya kini menempel erat di belakang Arlette.
Ia memeluk wanita cantik itu dari belakang, hanya fokus pada kemudi, matanya terus mengawasi keadaan di sekitarnya.
Tak lama kemudian, dari arah gedung perkantoran terbengkalai yang tak jauh dari sana, Harvey melihat laras senapan runduk menyembul.
Pria yang memegang senjata itu bertubuh jangkung, diselimuti jubah hitam.
Ia tak berusaha menyembunyikan dirinya, memancarkan aura nekat. Seolah ia yakin bisa membunuh Harvey hanya dengan satu serangan.
Orang Amerika?
Pikiran itu langsung melintas di benak Harvey.
Awalnya ia mengira Karina hanya mengancam. Sekarang, sepertinya wanita muda dari Grup Locke itu benar-benar ingin membunuhnya!
Dengan pikiran ini, Harvey menginjak pedal gas, langsung mengubah arah. Ia bukannya takut pada penembak jitu itu, tetapi Arlette ada di dalam mobil, dan ia tidak bisa membiarkannya berada dalam bahaya.
Puff!
Tembakan lain terdengar, kali ini peluru tepat mengenai tangki bensin. Tangki bensin langsung terbakar, mengancam akan meledak kapan saja.
Bab 5420
Dengan cepat, Harvey membuka sabuk pengaman Arlette, melupakan sepenuhnya situasi intim mereka. Ia kemudian membuka pintu mobil, meraih Arlette, dan melompat keluar.
Mereka berdua berguling beberapa kali di sepanjang jalan. Sekitar sepuluh meter dari mobil, terdengar ledakan dahsyat.
Ferrari itu meledak, ledakan yang luar biasa kuat itu mendorong keduanya ke bahu jalan.
Bang, bang, bang—!
Suara tembakan kembali beruntun.
Harvey berhasil menghindari beberapa peluru, tetapi satu peluru akhirnya mengenai bahu Arlette.
Wanita itu mengerang pelan, air mata mengalir dari matanya karena kesakitan.
Harvey menggendongnya dan berlindung di balik tiang beton. Ia merobek ujung bajunya dan membalut luka Arlette.
“Telepon Pangeran Gibson dan suruh dia membawa beberapa orang,” katanya dengan suara berat.
Setelah itu, Harvey berguling di tanah, menghindari dua peluru timah lagi, lalu berlari cepat menuju gedung perkantoran di dekatnya.
Penembak jitu itu jelas mengincarnya. Jika ia bisa memisahkan diri dari Arlette, Arlette pasti akan aman.
Bang, bang, bang—!
Melihat aksi Harvey, penembak jitu itu menunjukkan keahliannya. Ia mengayunkan senjatanya, dan peluru-peluru itu menyimpang dari lintasan aslinya, melengkung ke arah Harvey.
Harvey tidak terkena tembakan langsung. Ia menghindari peluru dengan menggerakkan kepala dan tubuhnya di saat-saat terakhir.
Selama proses itu, kecepatannya tidak melambat sama sekali, ia terus berlari menuju gedung perkantoran.
“Sialan!”
“Orang-orang Daxia benar-benar menarik.”
“Dia pasti seorang ahli bela diri.”
Di gedung perkantoran itu, wajah pria Amerika tersebut dipenuhi rasa penasaran. Ia menyalakan cerutu, mengisapnya dalam-dalam, lalu membuangnya ke tanah sambil menyipitkan mata ke arah Harvey.
Bagi penembak jitu sepertinya, semakin sulit targetnya, semakin besar kepuasan yang ia rasakan saat berhasil membunuh.
Ia mengambil peluru timah lain dari sakunya, siap menunggu Harvey mendekat untuk menembak kepalanya.
Lima detik kemudian, ia kembali mengangkat senjatanya. Ia bahkan tidak repot-repot membidik, melainkan langsung menarik pelatuknya.
Bang!
Dengan suara dentuman keras, sebutir peluru timah melesat. Namun, saat peluru itu mendekati Harvey, ia melihat tubuh Harvey tiba-tiba ambruk, nyaris tidak terkena peluru itu.
Melihat Harvey sekali lagi melampaui ekspektasinya, ekspresi penembak jitu itu berubah menjadi lebih serius.
Kali ini, ia menarik pelatuknya enam kali berturut-turut dengan cepat, mengarahkannya ke segala arah yang mungkin menjadi tujuan menghindar Harvey.
Tiba-tiba, tangan kanan Harvey terulur. Ia menangkap peluru timah yang melesat ke arahnya seolah sedang menangkap kelereng.
Ia kemudian menerjang ke depan, dan lima peluru timah lainnya yang mengarah padanya meleset begitu saja.
“Sialan!”
“Ahli bela diri!”
“Benar-benar ahli!”
Ekspresi penembak jitu itu semakin serius saat melihat apa yang terjadi di depan matanya. Menurutnya, tidak ada orang biasa yang bisa menangkap peluru dengan tangan kosong.
Tetapi Harvey melakukannya, membuktikan kekuatannya luar biasa. Bahkan jauh lebih kuat dari informasi yang ia dapat.
Ia bahkan bisa dibandingkan dengan prajurit rekayasa genetika Amerika.
Namun, buruan ini justru meningkatkan semangat penembak jitu itu. Ia mengeluarkan peluru timah lainnya, kali ini sangat tipis, jenis yang bisa menembus rompi anti peluru dengan mudah.
Ia tidak percaya Harvey bisa menangkap peluru timah biasa dengan tangan kosong, apalagi peluru mematikan seperti ini.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5419 – 5420 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5419 – 5420.
Leave a Reply