Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5389 – 5390 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5389 – 5390.
Bab 5389
“Tentu saja, ini kerja sama kita!”
“Ini juga akan menjadi rahasia terbesar kita.”
Roshan tersenyum sambil bangkit berdiri, lalu dengan penuh percaya diri mengangkat dagu tirus Loretta dengan ujung jarinya.
“Ayo, cepat tanda tangani, adikku tercinta.”
“Aku sudah tidak sabar.”
Loretta memalingkan wajah cantiknya, berusaha menahan rasa muak. Ia meraih pena dengan tatapan getir.
Namun, sebelum tinta sempat menyentuh kertas, terdengar suara keras menghentakkan ruangan.
“Istriku! Kamu tidak boleh menandatangani kontrak itu!”
Pintu suite mendadak ditendang terbuka.
Stannis menerobos masuk dengan napas terengah, wajahnya penuh amarah. Ia langsung merebut pena dari tangan Loretta dan melemparkannya jauh.
“Enam Keluarga Tersembunyi masih bisa menghadapi situasi ini sendiri!” serunya lantang.
“Kamu tidak perlu merendahkan diri dan menandatangani perjanjian memalukan seperti ini!”
“Aku memang bukan pria paling cakap di dunia!”
“Tapi aku sanggup melindungi istri dan anakku sendiri!”
—Stannis?
Bagaimana mungkin ia tahu Loretta ada di sini?
Loretta terdiam sejenak, tidak mampu segera merespons. Tatapannya refleks beralih kepada Roshan, jelas menanyakan dalam hati: Apakah ini juga bagian dari permainannya?
Ekspresi Roshan langsung berubah. Ada keterkejutan yang tak mampu ia sembunyikan; kehadiran Stannis sama sekali di luar dugaannya. Namun ia segera menutupi kegugupan itu dengan senyum tipis.
“Kakak iparku yang terhormat,” ujarnya dengan nada pura-pura ramah.
“Adikku ini mengatur semua ini demi kepentingan Enam Keluarga Tersembunyi. Pertemuan akbar keluarga Hoffman digelar justru agar kami mendukungmu, supaya kalian tidak dilumat habis oleh Keluarga Johnings Jinling.”
“Tapi alih-alih berterima kasih, kamu justru datang menghalangi adikku menandatangani perjanjian ini?”
“Apa karena harga dirimu yang rapuh, atau karena kamu takut aku dan adikku semakin dekat lalu meninggalkan noda pada nama baikmu?”
Kata “noda” itu membuat kelopak mata Stannis berkedut keras. Roshan tahu persis di mana harus menusuk.
Namun Stannis tidak peduli. Ia berdiri tegak, menatap Loretta dengan sorot mata tegas.
“Istriku, apa pun alasannya, kamu tidak boleh menandatangani kontrak ini!”
“Aku tidak akan pernah menyetujuinya!”
“Baik kamu tanda tangani atas namamu sendiri maupun sebagai bagian dari Keluarga Robbins yang tersembunyi, tetap tidak bisa!”
“Aku, Stannis, tidak akan sampai pada titik di mana seorang wanita harus menanggung semua beban ini demi diriku!”
“Saat aku menikahimu, aku bersumpah akan selalu melindungimu!”
“Aku akan menepati sumpah itu!”
Roshan mendengus dingin, wajahnya dipenuhi ejekan.
“Buang-buang waktu!”
“Kakak iparku, aku tidak tahu apa yang ada di kepalamu!”
“Tapi kuberi tahu, kesempatan kerja sama ini sudah kuusahakan dengan sangat susah payah!”
“Seandainya Loretta bukan adikku, seandainya tidak ada ikatan masa lalu di antara kami, apakah keluarga Hoffman Jiangsu Selatan akan sudi menandatangani perjanjian seperti ini?”
“Itu cuma mimpi di siang bolong!”
Roshan berdiri, sorot matanya dingin menusuk.
“Kalau begitu, karena Saudari Loretta menolak tanda tangan—”
“Mari kita akhiri saja pembicaraan ini!”
“Aku tidak ingin membahasnya lagi!”
“Aku hanya berharap kalian tidak akan menyesal nanti.”
Mendengar kata-kata itu, Loretta terperanjat. Kelopak matanya bergetar, lalu ia buru-buru berdiri dan berkata lirih, “Roshan, tolong beri aku sedikit waktu!”
Kemudian ia menoleh kepada Stannis, wajahnya penuh luka bercampur amarah.
“Stannis, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa tahu aku di sini!”
“Tapi jawab aku!”
“Tanpa dukungan penuh keluarga Hoffman dari Jiangsu Selatan, mungkinkah Enam Keluarga Tersembunyi mampu melawan Keluarga Johnings Jinling?”
Bab 5390
Mata Stannis bergetar hebat.
“Istriku…” ia berusaha menenangkan diri.
Loretta menjawab dengan dingin, suaranya sarat keteguhan.
“Kita tidak bisa menolak, kan?”
“Kalau tidak bisa menolak, maka aku akan membantumu menghadirkan keluarga Hoffman ke pihak kita.”
“Apa lagi yang bisa kita lakukan?”
“Adakah nasib yang lebih menyedihkan daripada kehancuran sebuah keluarga?”
“Walau ada masalah di dalam kontrak ini, walau ada jebakan tersembunyi—”
“Aku yang akan menandatangani perjanjian itu!”
“Aku yang akan menanggung penderitaan itu!”
“Bukan kamu, Stannis. Bukan pula Keluarga Robbins.”
Stannis menatap istrinya, senyum getir muncul di bibirnya.
“Istriku, apakah ada bedanya kamu menderita atau aku menderita?”
“Kita ini keluarga…”
Namun Loretta mengibaskan tangannya tegas, memutus kata-kata suaminya.
“Keluar!”
“Ini wilayah keluarga Hoffman. Kamu tidak berhak ada di sini!”
Ia jelas sudah membulatkan tekad. Bagaimanapun juga, kontrak yang sudah dinegosiasikan dengan susah payah ini harus ditandatangani.
Karena ia tahu, jika gagal, bukan hanya suami dan anaknya yang akan terancam bahaya.
Bahkan Harvey, dermawan yang pernah menolongnya, bisa terjebak di Penjara Surgawi selamanya akibat insiden ini.
Melihat konflik suami-istri itu, Roshan hanya tersenyum makin puas.
Ia menyeruput secangkir teh hijau, menekan bara api yang menggelora di dadanya, sembari membayangkan betapa nikmatnya bisa meninggalkan Stannis di depan pintu dan menikmati Loretta sepenuhnya.
Tiba-tiba—
Sraakk!
Stannis melangkah maju dengan mantap, menyambar kontrak dari meja, lalu merobeknya menjadi serpihan.
Apapun yang terjadi, ia harus menghentikan kegilaan ini!
Kontrak itu tidak boleh ditandatangani!
Kertas berhamburan di udara, hancur tak berbentuk.
Wajah Loretta seketika muram, penuh rasa kecewa.
Ia merasa Stannis sudah benar-benar tidak bisa diandalkan.
Roshan yang semula hanya menyaksikan dengan santai, pun tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya. Ia terlambat untuk menghentikan tindakan itu.
Plaak!
Loretta hampir secara naluriah mengangkat tangannya dan menampar pipi Stannis.
“Stannis, kamu sangat mengecewakan aku!”
“Keluar!”
“Keluar sekarang juga!”
Stannis pun diusir dengan penuh penghinaan. Keluar dari tempat itu dengan wajah penuh debu dan harga diri tercabik.
Meski ia adalah kepala salah satu dari Enam Keluarga Tersembunyi, di wilayah keluarga Hoffman Jiangsu Selatan, keberadaannya tidak ada artinya.
Robeknya kontrak itu membuat perjanjian tidak bisa segera disahkan. Satu-satunya jalan adalah menunggu kesempatan di pertemuan akbar keluarga.
Roshan, yang tak ingin membuang waktu, segera berdiri dan mengundang Loretta untuk menemaninya di upacara pembukaan pertemuan akbar.
Loretta sempat menolak, tapi demi menjaga kehormatan keluarga Hoffman Jiangsu Selatan dan memastikan kelanjutan perjanjian, ia terpaksa menguatkan hati dan mengiyakan.
Sebagian karena cinta dan belas kasihnya pada Stannis, sebagian lagi demi masa depan Harvey yang nasibnya kini bergantung pada perjanjian itu.
“Selamat pagi, seluruh keturunan langsung dan anggota klan keluarga Hoffman Jiangsu Selatan!”
“Senang sekali kita bisa berkumpul di sini hari ini!”
“Kali ini, Pertemuan Akbar keluarga Hoffman Jiangsu Selatan diadakan di Jinling karena alasan penting…”
Roshan melangkah mantap ke atas tribun, suaranya bergema penuh wibawa.
Wajahnya tampak bersemangat, seolah bukan hanya ingin merebut kekuasaan, melainkan juga ingin menjadikan kesempatan ini sebagai panggung untuk menaklukkan Loretta sepenuhnya.
Para wanita cantik dari keluarga Hoffman menatapnya dengan kagum, terpikat oleh aura dan karismanya.
Namun mendadak—
Braaak!
Pintu ruangan ditendang terbuka dengan keras.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5389 – 5390 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5389 – 5390.
Leave a Reply