Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5249 – 5250 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5249 – 5250.
Bab 5249
Meski Lorance belum mengetahui bahwa Lawton telah diinjak hingga meregang nyawa di tangan Harvey, ia sudah cukup memahami makna dari sikap Adley dan Osmond yang berlutut.
Sementara itu, para anggota keluarga Gibson menatap dengan wajah pucat pasi, sorot mata mereka sarat dengan ketakutan.
Mampu membuat Adley dan Osmond bersimpuh, bahkan memanggilnya sebagai Perwakilan York, hanya ada satu kesimpulan yang bisa ditarik—
Status Harvey sebagai perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia sudah tak bisa digoyahkan lagi.
Siapa pun tak akan berani menyangkalnya.
Pantas saja Harvey memiliki keberanian untuk ikut campur dalam urusan keluarga Gibson.
Pantas saja Harvey berani menampar harga dirinya lagi dan lagi.
Dengan gelar sebagai perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia, siapa yang berani menyentuh Harvey? Bahkan para pemimpin sekte pun tak akan berani, bukan?
Mendengar semua itu, Lorance tanpa sadar kembali bergidik. Ia keliru menafsirkan bahwa Harvey hanya sedang memperlihatkan kekuatan dengan mengandalkan statusnya.
“Pendosa?”
Harvey melirik dingin ke arah Adley dan Osmond. Wajahnya datar, penuh ketenangan, lalu ia melangkah maju dengan kedua tangan diselipkan di belakang punggung.
“Akhirnya, kamu sadar bahwa dirimu adalah pendosa?”
Seketika itu juga, ia menghentakkan kakinya ke lantai.
Kraak!
Batu bata biru pecah berantakan, serpihan kerikil beterbangan ke segala arah.
Puff, puff, puff!
Kerikil menghantam tubuh Adley, Osmond, dan beberapa lainnya, membuat mereka terpental dan jatuh tersungkur, darah segar menyembur dari mulut mereka.
Luka dalam!
Hanya dengan satu hentakan sederhana, mereka semua terluka parah?!
Para master bela diri yang menyaksikan sontak ternganga. Spontan mereka mundur beberapa langkah, berusaha menjauh dari Lorance.
Mengelilingi dan membunuh seseorang seperti Harvey? Hanya orang bodoh yang mau mencoba.
Mereka semua tahu dengan jelas apa arti sebenarnya dari gerakan sederhana Harvey itu.
Dibandingkan aura Harvey yang begitu menggetarkan, Lorance yang semula tampak garang, kini tak ubahnya anak kecil yang bermain-main.
Adley, Osmond, dan yang lainnya, meski tubuh mereka berlumuran darah, tak berani menunjukkan sedikit pun amarah.
Dengan wajah pucat pasi, mereka bangkit hanya untuk segera kembali bersimpuh di hadapan Harvey, di atas kerikil yang menusuk lutut.
“Kami bersalah, Perwakilan York! Mohon hukumlah kami!”
“Kami siap bertanggung jawab penuh, dan hanya memohon belas kasihan dari Anda!”
Harvey menyipitkan mata, nada suaranya tetap tenang. “Hanya mengaku salah tidak cukup. Aku ingin penjelasan. Mengerti?”
“Aku… aku mengerti!” wajah Adley semakin pucat.
“Dalam kasus Quillan, kami sudah memeriksa semua pihak yang terlibat. Kami pastikan bahwa ia memang dijebak!”
“Mulai hari ini, Gerbang Surga akan menyampaikan permintaan maaf resmi di semua media, sekaligus membersihkan nama Quillan!”
Namun Harvey hanya menjawab ringan, “Belum cukup.”
“Quillan akan dinobatkan secara anumerta sebagai Guru Kehormatan Gerbang Surga, prasastinya akan diabadikan di Balai Leluhur.”
Ia kembali melanjutkan, “Masih belum cukup.”
“Meskipun dalangnya, Lawton, telah mati, kejahatannya tidak bisa diampuni. Gerbang Surga wajib mempublikasikan delapan belas dosanya di situs resmi! Namanya akan dipakukan di pilar aib, dan catatan kelamnya tak boleh pernah dihapus!”
Adley tercekat, lalu mengangguk dengan wajah penuh nestapa.
Mendengar itu, Lorance yang sudah muram sejak awal merasa pandangannya gelap. Ia hampir mengira telinganya salah dengar.
Apa?!
Lawton… sudah mati?
Kepala klan Surrey telah tiada?!
Seluruh keluarga Gibson terhenyak, tubuh mereka langsung basah kuyup oleh keringat dingin.
Mereka bukan orang bodoh. Seketika mereka paham.
Harvey sama sekali tak meninggalkan pertempuran di markas. Justru ia turun tangan sendiri dan membunuh Lawton!
Menyadari hal itu, seluruh keluarga Gibson pun serentak berlutut. Hanya Lorance yang menggertakkan gigi, gemetar hebat, tapi masih enggan bersimpuh.
Bab 5250
Meski kebenaran sudah jelas, Lorance masih saja menolak mempercayai kenyataan itu. Dalam hatinya, ia terus berharap keadaan akan berbalik.
Namun Harvey tidak lagi menaruh perhatian padanya. Tatapannya kembali beralih ke Adley dan Osmond.
Suaranya datar namun tajam, “Dalangnya sudah dihukum. Lalu bagaimana dengan para kaki tangannya?”
Tubuh Adley dan Osmond bergetar. Dengan suara serak, mereka menjawab, “Semua kaki tangan keluarga Lowe dan keluarga Bowie akan diserahkan ke Balai Penegakan Hukum untuk diadili!”
“Kami bersedia menerima hukuman apa pun!”
“Selain itu, saya dan Osmond akan mengundurkan diri dari jabatan kami. Seluruh aset keluarga Lowe dan keluarga Bowie akan dijadikan bentuk permintaan maaf!”
“Kami menyerahkan nasib kami pada belas kasihan Anda, Perwakilan York!”
Lorance nyaris kehilangan kesadaran. Jika bukan karena sisa tenaga yang menahannya, ia sudah lama roboh.
Harvey menatap dingin. “Kalian menunjukkan rasa hormat, jadi aku ampuni nyawa kalian. Tapi ingat, lolos dari hukuman mati bukan berarti lolos dari hukuman hidup.”
Kraak! Kraak!
Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, Adley dan Osmond mematahkan salah satu lengan mereka sendiri.
Rintihan tertahan terdengar, membuat keluarga Gibson yang menyaksikan hanya bisa menjerit dalam hati.
“Bagus,” ucap Harvey sambil menepuk tangan, lalu berbalik menuju pintu keluar.
“Keluarkan dekrit Aliansi Bela Diri Daxia.”
“Mulai hari ini, Putra Mahkota Gibson menjadi kepala Gerbang Surga.”
“Derwin akan menjadi kepala keluarga Gibson.”
“Seluruh aset keluarga Lowe dan keluarga Bowie, beserta harta klan lama, akan dialihkan ke keluarga Gibson.”
“Adley, kamu akan bertanggung jawab penuh atas kasus Quillan. Aku ingin semua berkas diserahkan padaku.”
“Siapa pun yang pantas mati harus mati, siapa pun yang pantas dihukum harus dihukum. Jika ada satu saja penjahat lolos, aku akan membantai seluruh keluarga Lowe-mu.”
“Osmond, kamu bertanggung jawab memastikan Putra Mahkota Gibson naik takhta. Tak boleh ada suara sumbang di Gerbang Surga.”
“Jika ada satu saja yang berani menolak, aku akan tetap menghabisi seluruh keluarga Bowie-mu. Mengerti?”
“Ya! Terima kasih, Perwakilan York!” jawab keduanya dengan serempak.
Meskipun kata-kata Harvey berarti runtuhnya pengaruh keluarga Lowe dan Bowie, pada intinya mereka masih diberi kesempatan untuk hidup.
Adley dan Osmond lebih dari siapa pun menyadari—selama Harvey berdiri di belakangnya, Putra Mahkota Gibson akan tetap aman.
“Apakah Anda keberatan dengan naiknya Putra Mahkota Gibson?”
Harvey kembali menatap Lorance dengan tatapan dingin.
Seandainya bukan demi Quillan, Lorance sudah pasti dilenyapkan sejak tadi.
Kelopak mata Lorance terus berkedut. Perasaan getir menyesaki dadanya. Pada akhirnya, lututnya lemas, tubuhnya jatuh bersimpuh dengan bunyi keras menghantam lantai.
Segala sesuatu telah diputuskan.
Gerbang Surga menemukan jalannya.
Lawton dicatat sebagai aib abadi.
Putra Mahkota Gibson naik takhta dengan mulus.
Dengan Derwin, Kayson Tabbner, Riddley Thompson, dan yang lain sebagai pendukung, ditambah Harvey sebagai perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia yang berdiri di belakangnya, posisinya dijamin tak tergoyahkan.
Harvey pun kembali ke kediaman keluarga Gibson. Ia tetap berada di sana, menyalakan dupa untuk Quillan, menunggu datangnya hari ketujuh.
Buzz—
Sehari sebelum hari ketujuh, ponsel Harvey bergetar hebat. Nama penelepon muncul di layar—Kairi.
Begitu telepon diangkat, sebelum Harvey sempat berbicara, suara Kairi sudah terdengar tegang.
“Tuan Muda York, saya khawatir sesuatu telah terjadi.”
Harvey mengernyit. “Apa yang terjadi?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5249 – 5250 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5249 – 5250.
Leave a Reply