Kebangkitan Harvey York Bab 5229 – 5230

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5229 – 5230 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5229 – 5230.


Bab 5229

Mendengar ucapan Harvey, wajah Brynda semakin dipenuhi amarah.

“Harvey, apakah kamu masih merasa sebagai perwakilan agung dari Aliansi Bela Diri Daxia?” serunya dengan nada menghina.

“Biar kukatakan padamu, token yang ada di tanganmu itu sudah lama kehilangan nilainya!”

“Setelah kamu mati, akulah yang akan menjadi perwakilan baru dari Aliansi Bela Diri Daxia.”

Harvey melirik sekilas ke arahnya. Suaranya tetap tenang, tapi mengandung ketajaman yang menusuk.

“Bahkan jika kamu berlatih delapan kehidupan sekalipun, kamu tetap tidak layak.”

“Tidakkah kamu tahu di mana letak harga dirimu?”

Sambil berbicara, tatapan Harvey beralih ke arah asal kedatangan mereka. Dari sana, muncul aura kuat yang membuat udara bergetar.

Brynda pun menggigil karena amarah. Baginya, Harvey sudah melampaui batas.

Harvey bukan hanya telah menampar kehormatannya di depan banyak orang, melainkan juga melumpuhkan Clyde dan Rhea—adik laki-laki dan perempuannya.

Lebih parah lagi, Harvey berani meremehkannya secara terang-terangan.

Selama ini, dengan statusnya, baik di Wucheng maupun di Istana Emas, siapa pun akan menaruh hormat kepadanya.

Siapa yang menyangka, seorang mantan pejabat publik yang telah dicopot jabatannya dan kini dalam penyelidikan, berani menantangnya di hadapan umum?

Hal ini bukan hanya tak tertahankan bagi pamannya, tetapi juga mencoreng martabat keluarganya.

Bagaimana ia bisa menegaskan otoritas tanpa menghajar Harvey habis-habisan?

Dengan pikiran itu, Brynda berkata dingin, “Yang Mulia, silakan turun tangan!”

Begitu ia berbicara, seorang lelaki tua berjubah abu-abu melangkah maju dari belakangnya.

Namun, Calvin buru-buru berseru, “Kakak Senior Osborne, tunggu sebentar, jangan terburu-buru!”

Ia tahu, bila orang-orang Brynda bergerak sekarang, Harvey bisa saja memanfaatkan celah itu untuk menghindar dari duel hari ini.

“Pemimpin kita sudah tiba!” lanjut Calvin dengan nada tegas.

“Kakak Senior datang bersama beliau!”

“Selama ini, Pemimpin selalu memperlakukan Kakak Senior seperti saudara sendiri. Namun gara-gara Harvey, ia hampir kehilangan nyawanya!”

“Dengan kondisi Kakak Senior saat ini, Pemimpin pasti akan menghabisi Harvey sendiri!”

“Jika sekarang kita menimbulkan keributan dan memberi Harvey alasan untuk mundur, bukankah itu sama saja menguntungkannya?”

“Kita menginginkannya mati, benar-benar mati!”

Mendengar ucapan itu, Brynda merenung sejenak sebelum akhirnya mendesah dingin. “Baiklah, karena kamu sudah berkata begitu, aku akan menahan diri untuk saat ini.”

Setelah itu, ia berbalik dan dengan senyum tipis melangkah ke arah Lawton beserta rombongan yang baru tiba.

“Tuan Surrey, mohon maaf atas gangguan ini.” Brynda menunduk hormat.

“Saya datang membawa salam dari guru saya, Kepala Istana Emas Wucheng.”

“Beliau mengundang Anda berkunjung ke Istana Emas begitu urusan kecil ini selesai.”

“Saudara Zaine, kudengar Anda dijebak oleh seorang keji hingga menderita kerugian besar. Saya bawakan beberapa obat rahasia dari Istana Emas untuk memulihkan kondisi Anda. Mohon terimalah.”

Sambil berkata demikian, Brynda melambaikan tangan, dan seseorang segera membawa sekotak besar pil spiritual yang berharga.

Lawton tersenyum tipis lalu memberi isyarat agar Zaine menerimanya.

Zaine mengambilnya sambil tetap menatap Harvey dari kejauhan. Lalu ia mengangkat tangannya, memberi isyarat seakan-akan sedang mengusap lehernya.

Di belakang Lawton, tampak Alathia, Kensuke, dan para penduduk pulau. Begitu melihat Harvey, raut wajah mereka penuh penghinaan.

Terutama Alathia. Ia kini meringkuk manja di sisi Zaine, menunjukkan kedekatan yang jelas sejak ia dibebaskan.

Sementara itu, Lorance, Clora, dan anggota keluarga Gibson lainnya sama sekali tak terlihat. Mereka tampaknya memilih bersembunyi, takut terseret jika Harvey benar-benar mati dicincang di arena ini.

Tak lama kemudian, orang-orang berlomba menyanjung Lawton.

Di sisi lain, Harvey berdiri tenang bersama Rachel. Kontras mereka begitu jelas di tengah keramaian itu.

Bab 5230

Lawton sengaja mengabaikan keberadaan Harvey. Ia tersenyum ramah kepada orang lain, berbasa-basi dengan penuh keakraban, seolah sedang memainkan permainan psikologis untuk memberi tekanan pada Harvey.

Yang lain pun bekerja sama, menciptakan atmosfer yang seakan-akan mengucilkan Harvey sepenuhnya.

Rachel sempat mengernyit, tetapi memilih diam.

Pertempuran sengit akan segera pecah, dan perang mental adalah bagian dari strategi lawan.

Apalagi ini adalah wilayah Gerbang Surga, tempat Lawton memiliki keunggulan mutlak. Mereka hanya bisa bersikap pasif.

Namun, Harvey sama sekali tidak goyah.

Dengan kedua tangan di belakang punggung, ia menunggu beberapa saat sebelum akhirnya berkata tenang, “Lawton, cukup sudah basa-basi. Apa sudah siapkan kata-kata terakhirmu?”

Ucapannya membuat suasana di arena seketika membeku.

Keriuhan lenyap, digantikan keheningan mencekam.

Semua mata menoleh padanya dengan keterkejutan.

Orang ini benar-benar tidak takut mati!

Dalam keadaan terdesak seperti itu, ia justru berani menantang seorang Lawton, tokoh besar yang dielu-elukan sebagai master generasinya.

Meski kata-kata Harvey menghancurkan aura yang sengaja diciptakan Lawton dan rombongannya, pada saat yang sama ia seolah sedang menyerahkan lehernya ke guillotine.

“Menarik, sangat menarik,” ucap Lawton akhirnya, berbalik menatapnya tajam.

“Bahkan sampai di ujung jalan pun, kamu masih punya keberanian.”

“Apakah itu keberanian sejati atau sekadar kepura-puraan, bagiku tak ada bedanya. Kamu tetap pantas diinjak-injak sampai mati di tanganku!”

“Ayo bertarung!”

Swish!

Tanpa membuang waktu, Lawton menerjang cepat. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan Harvey.

Tangan kanannya meluncur layaknya cakar elang, menukik lurus ke wajah Harvey.

Gerbang Surga—Teknik Cakar Elang yang Mengerikan!

Swish!

Namun, Harvey hanya menoleh sedikit. Gerakannya sederhana, tapi cukup untuk menghindari serangan mematikan itu.

Mata Lawton menyipit. Meski pukulan tadi tidak ia lepaskan sepenuh tenaga, ia yakin serangan itu cukup untuk melumpuhkan Harvey.

Tak disangka, Harvey mampu menghindarinya dengan begitu ringan.

Orang ini memang di luar dugaan.

Wajar saja, seseorang yang mampu mengalahkan sebuah bangsa seorang diri, bahkan menggulingkan delegasi jenius Tianzhu, tentu memiliki kemampuan luar biasa.

Namun, sungguh disayangkan, pemuda dengan bakat sebesar itu berubah menjadi sombong, angkuh, dan tak tahu diri. Ia tak memahami kapan harus menunduk, kapan harus merendahkan hati.

Ironis. Sangat menyedihkan!

Dengan desahan kecil, Lawton kembali melancarkan serangan. Tangannya meluncur cepat ke arah tenggorokan, dada, wajah, dan titik akupuntur vital Harvey.

Teknik Cakar Elang ini adalah jurus pamungkas yang membuat namanya melegenda. Sebagai Dewa Perang yang menempuh jalur kultivasi eksternal, kekuatan fisiknya memang tak tertandingi.

Kini, setiap tebasan cakarnya diiringi suara angin yang meledak seperti guntur.

Brynda dan para pengikutnya bersorak kegirangan. Mereka belum pernah menyaksikan serangan Dewa Perang dari jarak sedekat ini.

Bagi mereka, pemandangan itu adalah perpaduan antara keanggunan sekaligus kedahsyatan.

Namun, Harvey tetap santai. Ia hanya sedikit memiringkan kepala, menggeser bahu, atau melangkah setengah tapak. Gerakan kecil, tapi selalu tepat pada waktunya untuk menghindari serangan.

Swish, swish, swish—

Lawton melancarkan sembilan serangan berturut-turut.

Tetapi jurus pamungkas Sembilan Serangan Elang Langit yang terkenal itu tak sekalipun menyentuh tubuh Harvey.

Hanya angin dari serangan itulah yang menorehkan bekas di tanah, menggugurkan dedaunan, dan membuat debu beterbangan.

Namun, Harvey tetap berdiri tenang, tak tersentuh sedikit pun.


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5229 – 5230 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5229 – 5230.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*