Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5223 – 5224 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5223 – 5224.
Bab 5223
Satu menit berlalu begitu cepat, namun suasana tetap hening, seolah udara di ruangan itu membeku.
Rhea mencibir dengan sinis.
“Kamu, Harvey, benar-benar pengecut! Apa kamu mengira aku, Rhea Osborne, tidak berani bertindak?”
Ia melambaikan tangan dengan angkuh.
“Ayo, patahkan salah satu lengan Pangeran Gibson dulu!”
“Biar dia tahu akibatnya bergaul dengan pecundang seperti Harvey!”
Seorang murid dari markas besar Aliansi Bela Diri Daxia wilayah barat daya menyeringai.
Ia mencabut pedang panjang dari pinggangnya, lalu melangkah maju dengan niat memotong lengan Pangeran Gibson.
Namun, sebuah suara dingin tiba-tiba terdengar dari ambang pintu.
“Kamu berani menyentuh orang-orangku di depanku?”
“Rhea, beraninya kamu melakukan hal ini?”
Harvey muncul perlahan. Tangan kirinya bersedekap di belakang punggung, langkahnya tenang, tidak cepat dan tidak lambat.
Meski demikian, aura yang memancar dari tiap langkahnya membuat semua orang menahan napas.
Tatapannya menyipit ketika melihat Pangeran Gibson dan Shawney yang babak belur di aula. Wajahnya muram, penuh dengan hawa dingin.
Begitu Harvey muncul, Pangeran Gibson langsung tampak lega. Sorot matanya kembali berbinar, seakan menemukan harapan di tengah putus asa.
“Tuan Muda York!” serunya penuh sukacita.
“Harvey, akhirnya kamu keluar juga! Kupikir kamu akan bersembunyi ketakutan begitu datang ke Jinling!”
Namun, Rhea sama sekali tidak gentar.
Di matanya, meskipun Harvey tampak berwibawa, tanpa statusnya sebagai perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia, ia hanyalah orang biasa yang mudah dihancurkan dengan latar belakang yang dimilikinya.
Rhea menyeringai pongah.
“Aku sangat kecewa padamu!”
“Aku baru saja hendak menghancurkan pasukanmu, dan kamu muncul tepat waktu!”
“Sayang sekali kamu tidak terlambat beberapa langkah. Kalau tidak, kamu pasti sudah melihat pemandangan paling menyedihkan mereka.”
Nada bicaranya penuh keangkuhan. Para wanita berseragam yang mengikutinya pun ikut bersikap congkak.
Mereka berdiri dengan tangan terlipat, menatap Harvey dari ujung kepala hingga kaki, seolah sedang menilai sampah yang tak berharga.
Maklum saja, mereka semua adalah pengikut Rhea. Di bawah pengaruhnya, wajar bila mereka memandang rendah Harvey, menganggapnya hanya mengandalkan reputasi semata.
Harvey menoleh sebentar ke arah Pangeran Gibson dan Shawney. Setelah memastikan mereka masih selamat, ia kembali menatap Rhea dengan dingin.
Ia tidak menyangka Rhea akan muncul secara tiba-tiba, tepat di saat dirinya hendak memberi penghormatan pada Quillan.
“Oh, Perwakilan York yang terhormat, masih bisa berpura-pura tenang di saat genting seperti ini?” sindir Rhea, rasa jijik terpancar jelas di wajahnya.
“Baiklah, hentikan omong kosongmu. Serahkan token perwakilan Daxia itu sekarang juga!”
“Mulai saat ini, kamu tidak ada hubungan lagi dengan Aliansi Bela Diri Daxia!”
Rhea tertawa getir.
“Kalau Tuan Surrey membunuhmu, itu memang pantas! Sebelum kamu mati, jangan pernah berharap Aliansi Bela Diri Daxia akan menolongm.”
Senyum sinisnya semakin mengembang. Ia yakin Harvey tak mungkin selamat menghadapi Lawton sore nanti.
Bagaimana pun juga, Lawton adalah seorang Dewa Perang sejati. Sehebat apa pun Harvey, ia tetaplah anak muda. Mana mungkin bisa melawan legenda hidup yang sudah lama berjaya?
Membunuh Harvey, bagi Lawton, hanya urusan sepele.
Para pengikut Rhea pun tak ketinggalan mengejek, tatapan mereka dipenuhi rasa muak.
Di mata mereka, Perwakilan York hanyalah seorang pemuda arogan yang kebetulan beruntung mendapat kedudukan. Begitu status itu hilang, ia akan diinjak-injak tanpa belas kasihan.
Bab 5224
Dengan tangan tetap di belakang punggung, Harvey menatap Rhea dengan sikap santai namun dingin.
“Aku mendapatkan kedudukan sebagai perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia lewat kerja kerasku sendiri,” ucapnya datar.
“Itu bukan pemberianmu, Rhea, apalagi hadiah dari para idiot di Tanah Suci Bela Diri.”
“Mau merebut token itu? Kamu tidak layak.”
“Lagipula, datang ke wilayahku lalu menyerang rakyatku, itu sudah melampaui batas.”
“Sepertinya di Wucheng aku terlalu lunak, hingga kamu tidak belajar apa-apa.”
Kata-kata Harvey terdengar tenang, tapi matanya memancarkan kilatan dingin yang menusuk.
Mengingat peristiwa di Wucheng, wajah Rhea langsung memerah karena amarah.
“Heh, Harvey. Sudah kubilang kamu hanyalah lemak busuk, dan ternyata kamu malah berani melawan?”
Apa yang terjadi di Wucheng adalah aib terbesar dalam hidup Rhea. Ia tak akan pernah melupakan bagaimana Clyde, pewaris Klan Osborne Barat Laut, ditampar wajahnya oleh Harvey di hadapan orang banyak.
Rasa malu itu membakar dadanya setiap kali teringat. Dan kini, orang yang akan segera dibunuh Lawton malah berani bersuara lantang di hadapannya? Itu benar-benar keterlaluan.
Rhea melangkah maju, wajahnya membeku oleh kebencian.
“Harvey York, serahkan tokenmu sekarang juga!” desisnya tajam.
“Berlutut, akui kesalahanmu, dan bersujud seratus kali di hadapanku!”
“Kalau tidak, setiap sujud yang kurang akan kutukar dengan sebuah tamparan!”
“Aku ingin tahu, mana yang lebih kuat—kata-katamu atau tubuhmu!”
Dengan isyarat tangan, Rhea mengarahkan senjata api para pengikutnya ke Pangeran Gibson, Shawney, dan yang lain.
Meski terluka, Shawney berseru dengan suara serak, “Tuan Muda York, jangan pedulikan kami! Kamu tidak boleh dipermainkan oleh orang seperti dia!”
Plaak!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Shawney. Pipinya langsung membengkak.
“Apa aku menyuruhmu bicara?” bentak Rhea dingin.
Ia kemudian menempelkan moncong senjatanya ke dahi Shawney, lalu menoleh ke arah Harvey dengan tatapan penuh tantangan.
“Mengapa, Harvey York? Mengapa kamu tidak berlutut?”
“Kamu kira masih bisa mempertahankan status perwakilan hanya dengan mulut besar?”
“Kamu bermimpi!”
Tatapan Harvey semakin dingin.
“Rhea, sepertinya kamu benar-benar ingin mati di tanganku.”
Salah satu antek botak Rhea maju dengan congkak. Ia mendorong dahi Harvey dengan moncong senjatanya.
“Dasar bocah! Berani-beraninya kamu bicara begitu pada Nona Osborne?” ejeknya.
“Cepat berlutut! Kalau tidak, aku akan—”
Kalimatnya terhenti mendadak.
Entah bagaimana, dalam sekejap, senjata di tangannya sudah berpindah ke genggaman Harvey. Gerakan itu terlalu cepat, tak seorang pun sempat melihat bagaimana Harvey melakukannya.
Kini, moncong senjata itu justru menempel di dahi si botak. Napasnya tercekat, wajahnya memucat.
Seluruh tempat kejadian mendadak hening. Semua orang terperangah melihat betapa cepat dan gesitnya Harvey bergerak.
Mata Rhea berkilat dengan hawa membunuh. Ia memang tahu Harvey berkemampuan tinggi, tetapi yang membuatnya tak habis pikir adalah keberanian pria itu. Dalam keadaan terpojok seperti ini, masih saja ia berani melawan!
Tidakkah Harvey paham bahwa menentang Aliansi Bela Diri Daxia hanya akan mempercepat kehancurannya?
Si botak mencoba memulihkan nyalinya. Ia mencibir, “Ayo, bocah! Kalau berani, tembaklah!”
“Kamu hanya mencuri senjataku lalu menodongku? Apa gunanya?”
“Kalau kamu tidak menembak, berarti kamu pengecut!”
Ia begitu yakin Harvey takkan berani bertindak. Bagaimanapun juga, Harvey adalah perwakilan Aliansi Bela Diri Daxia. Tidak mungkin ia benar-benar menembak murid resmi di hadapan banyak orang.
Namun—
Bang!
Tanpa ragu sedikit pun, Harvey menarik pelatuk.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5223 – 5224 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5223 – 5224.
Leave a Reply