Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5143 – 5144 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5143 – 5144.
Bab 5143
Jelas terlihat, dibandingkan dengan kegelisahan Riddley Thompson, Kayson jauh lebih menghargai rahasia dan kitab panduan Tinju Gerbang Surga.
Baginya, keduanya adalah kunci untuk melangkah ke tingkat Dewa Perang.
Menurut pemahamannya, jika seseorang sudah bisa menjadi Dewa Perang, maka tak ada lagi yang mustahil untuk digenggam.
Maka, ketika Riddley tampak terburu-buru, Kayson tidak keberatan menambahkan beberapa kalimat lagi. Ia sengaja menggunakannya untuk menusuk batinnya.
Lagipula, ia sudah terlalu sering menginterogasi orang—dan baginya, pikiran wanita selalu lebih mudah ditebak dibandingkan pria.
Menghancurkan kepolosan seorang gadis akan menjadi cara yang jauh lebih efektif daripada bentuk siksaan apa pun.
Dengan pikiran itu, Kayson menatap Shawney lekat-lekat. Senyum melintas di bibirnya saat ia berkata, “Nona Gibson, mari kita bicara tanpa berputar-putar.”
“Sekarang hanya ada dua jalan untukmu. Pertama, ungkapkan prinsip dasar dan kitab panduan Tinju Gerbang Surga.”
“Atau, ikutlah Kepala Penjara Thompson menghadiri ‘upacara’ di sini.”
“Kamu hanya punya dua pilihan. Aku memberimu waktu satu menit untuk menimbangnya dengan matang.”
“Kepala Penjara Thompson sangat kuat. Konon ia bisa bertahan hingga dua jam penuh. Itu akan lebih menyiksa daripada hukuman apa pun!”
Ucapan itu memancing senyum vulgar di wajah orang-orang di sekitarnya. Senyum yang penuh nafsu, membuat udara semakin pengap.
Namun pada detik itulah, sebuah suara dingin memecah suasana.
“Shawney tidak perlu memilih salah satunya.”
Semua orang sontak terdiam. Suara itu terdengar dari belakang, tajam bagai pisau.
“Sebaliknya, kamu yang harus memilih dua jalan.”
“Pertama, lumpuhkan tanganmu sendiri dan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.”
“Kedua, aku yang akan melumpuhkanmu, lalu memaksamu berlutut dan meminta maaf.”
“Kamu juga punya satu menit untuk menentukan pilihan. Kuharap, jangan sampai kamu mengambil langkah yang salah.”
Shawney bergidik mendengar suara itu. Nalurinya membuatnya menoleh, dan saat melihat wajah pemilik suara, matanya melebar. “Tuan Muda York…”
Di lantai, Derwin dan Pangeran Gibson yang sudah setengah mati tersiksa pun berusaha mengangkat kepala. Begitu memastikan itu adalah Harvey, keduanya menangis tersedu, hampir terisak penuh haru.
“Siapa orang ini?!”
“Berani sekali kau!”
“Di mana para penjaga? Bagaimana mungkin orang sembarangan bisa menerobos masuk?!”
Murid-murid Balai Penegakan Hukum dan para penjaga Penjara Surgawi pun serentak marah.
Tempat ini adalah kawasan terlarang di jantung Gerbang Surga! Sebuah wilayah yang bahkan para pemimpin markas segan untuk masuki.
Dan kini, seorang pemuda asing entah dari mana tiba-tiba muncul, berani mengancam Kepala Penjara Kayson dan Kepala Penjara Riddley dengan lantang. Bukankah itu sama saja dengan menantang maut!
Beberapa murid perempuan Balai Penegakan Hukum bahkan menatapnya dengan jijik. Menurut mereka, pemuda itu tidak tahu diri—datang ke sarang harimau tanpa sadar akan bahaya.
Namun Harvey sama sekali tidak terpengaruh. Ia mengabaikan pandangan sinis dan tatapan meremehkan itu.
Perlahan ia melangkah ke arah Shawney, melepas mantel yang dikenakannya, lalu menyelimuti tubuh Shawney dengan lembut.
Senyum tipis terukir di wajahnya. “Tenanglah. Aku sudah di sini, semuanya akan segera berakhir.”
“Aku akan membantu keluarga Gibson-mu, aku akan menuntut keadilan untukmu.”
Kemudian ia mengangkat dagu, tatapannya menyapu ruangan. “Sekarang, siapa sebenarnya yang harus memilih? Kalian, atau aku?”
Riddley, yang sejak tadi tercekat, akhirnya bereaksi. Raut wajahnya mengeras, senyum mengejek terbit di bibirnya.
“Menarik juga! Seorang bocah ingusan muncul entah dari mana, lalu berani berlagak di sini!”
“Tapi apakah kamu tahu di mana kamu berdiri sekarang? Ini adalah penjara pusat!”
“Bukan sembarang tempat! Siapa pun yang ingin berlaku sombong di sini hanya mencari mati!”
“Aku bisa maklum jika kamu punya kemampuan hingga bisa menerobos masuk.”
“Tapi tetap saja, ini wilayah terlarang Gerbang Surga! Salah satu kawasan paling ketat yang dijaga dengan darah!”
Bab 5144
Riddley menyipitkan mata. Suaranya penuh ancaman saat ia berkata, “Sekarang, aku yang memberimu pilihan!”
“Pertama, lumpuhkan sendiri anggota tubuhmu, berlutut memohon ampun, lalu enyahlah dari sini!”
“Jika tidak, aku akan menghancurkan tulangmu satu per satu hingga hidupmu lebih buruk daripada mati!”
“Jangan ragukan kata-kataku. Aku adalah sipir Penjara Surgawi! Di tempat ini, akulah rajanya!”
Begitu ucapannya selesai, Riddley mengibaskan tangannya. Delapan penjaga penjara segera melangkah maju, gerakan mereka kompak.
Masing-masing sudah menggenggam senjata api, tatapan mereka dingin, penuh niat membunuh.
Bagi mereka, menyingkirkan seorang pemuda lemah seperti Harvey tak ada bedanya dengan meremukkan seekor ayam.
Shawney refleks menggigil. Sejak pertama kali masuk ke penjara ini, ia sudah mengalami terlalu banyak siksaan.
Gadis yang dulunya begitu angkuh itu kini tampak pucat pasi.
Harvey mengulurkan tangan, menepuk kepala Shawney dengan lembut. “Tidurlah. Istirahatlah. Saat bangun, kamu akan baik-baik saja.”
Setelah itu, ia menggerakkan tangan kanannya—gerakan ringan, seolah menggorok leher.
Para penjaga penjara tercengang melihat sikapnya yang begitu santai.
Salah satunya mencibir. “Anak bodoh, apa kau mengancam kami?”
“Konyol sekali. Di hadapan senjata api, sehebat apa pun dirimu, ujungnya tetap mati!”
“Sekarang biarkan aku mengantarmu ke neraka!”
Ia pun membuka pengaman senjatanya dan menarik pelatuk.
Bang!
Suara tembakan pecah, diikuti delapan letusan berturut-turut.
Namun begitu asap mesiu memudar, pemandangan di depan mata membuat semua orang ternganga. Senjata-senjata itu entah bagaimana sudah berpindah ke tangan Harvey.
Dengan santai, ia melemparkannya ke lantai, lalu mengambil tisu dan mengusap jari-jarinya, seolah baru saja melakukan hal sepele.
Sementara itu, delapan penjaga Penjara Surgawi sudah tergeletak di lantai. Mereka merintih kesakitan, menggenggam lutut masing-masing, tubuh mereka kehilangan seluruh kekuatan.
“Apa…?!”
Riddley melongo, wajahnya memucat tak percaya.
Murid-murid Balai Penegakan Hukum serta para penjaga lainnya pun sama terperangah.
Barulah kini mereka memahami bagaimana Harvey bisa menembus masuk ke aula utama Penjara Surgawi. Pastilah dengan cara yang sama—mengalahkan semua penjaga di luar!
Ekspresi Kayson ikut berubah muram. Ia sempat menyaksikan sekilas gerakan Harvey: sebelum pelatuk ditarik, pemuda itu sudah lebih dulu maju, merampas senjata, lalu membalas dalam sekejap.
Kecepatan itu… mengerikan!
Sebagai Kepala Balai Penegakan Hukum Gerbang Surga, Kayson tahu betul apa arti kecepatan. Kemampuan bela diri Harvey tidak hanya sebanding dengannya, bahkan mungkin melampaui.
Namun satu hal yang membuatnya heran: ia sendiri menghabiskan puluhan tahun menekuni seni bela diri hingga mencapai tingkat seperti ini. Bagaimana mungkin seorang pemuda bisa begitu perkasa di usia semuda itu?
Lalu, seberkas pikiran melintas di kepalanya. Ekspresinya berubah dari kaget menjadi bersemangat.
Tinju Gerbang Surga! Metode kultivasi batin Tinju Gerbang Surga!
Anak ini pasti sudah menguasainya, itu sebabnya ia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat di usia muda.
Mungkin ia adalah salah satu murid Quillan dari luar! Jika bisa menangkapnya, maka metode kultivasi batin itu akan jatuh ke tangan mereka!
Riddley pun tersadar dari keterkejutannya. Tatapannya pada Harvey kini bukan hanya dipenuhi rasa takut, melainkan juga ketamakan yang membara.
Metode kultivasi batin! Ya, metode kultivasi batin Tinju Gerbang Surga!
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5143 – 5144 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5143 – 5144.
Leave a Reply