Kebangkitan Harvey York Bab 5051 – 5052

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5051 – 5052 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5051 – 5052.


Bab 5051

“Sepertinya hanya karena anjing milik Blaine tidak berguna, kamu pikir anjingmu juga sama tidak bergunanya.”

Tanpa memberi aba-aba, Harvey langsung menendang Carvell hingga terjungkal. Ia kemudian melangkah maju dengan tenang, memberi jalan bagi Kinsley untuk bertindak.

Namun, Kinsley yang semula tampak garang justru membeku di tempat. Wajahnya seketika pucat, dan setelah menimbang sejenak, ia memilih mundur dengan ekspresi penuh keraguan.

Bagi Kinsley, Harvey yang seorang tahanan kini telah berubah menjadi ancaman yang jauh lebih berbahaya. Jika ia gegabah, sekecil apa pun langkah keliru, maka dirinya sendiri yang akan terjerat.

Lagi pula, perintah Blaine sangat jelas—Harvey harus dieliminasi dengan cara yang tidak mengundang kecurigaan.

Menamparnya di depan umum bukanlah solusi, justru bisa memicu badai besar yang mencoreng nama baik mereka.

Sebagai pelaksana tugas sipir di Penjara Naga Jinling, tindakan Kinsley mencerminkan kehendak Blaine. Satu kesalahan akan menodai reputasinya, bahkan bisa menyeret Blaine ke dalam pusaran skandal.

Setelah tarik napas panjang, ia akhirnya menenangkan diri.

Meski begitu, pandangan Kinsley tetap menusuk, lalu ia bersuara dingin, “Harvey, jangan terlalu congkak.”

“Setelah proses hukumnya selesai, sebelum kamu dieksekusi, aku sendiri yang akan memotong tangan kananmu!”

Baginya, wajah ini hanya boleh disentuh oleh Blaine—dan Harvey telah melecehkannya di depan umum. Itu adalah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan.

“Menghukumku?”

“Menyelesaikan prosedur?”

Harvey tersenyum kecil.

“Atas kesalahan apa kamu ingin menghukumku?”

“Karena aku kabur dari penjara? Bukankah itu terdengar konyol?”

“Aku warga negara yang taat hukum, yang sejak awal melaporkan segala sesuatu dengan benar.”

“Kamu menuduhku membunuh seseorang?”

“Kalau begitu, tunjukkan buktinya.”

“Tanpa bukti, kamu ingin menjebloskanku kembali ke penjara?”

“Hanya karena wajahmu?”

Ia mendengus kecil, lalu melanjutkan dengan nada meremehkan, “Kinsley, kenapa tidak kamu sampaikan saja pada Blaine?”

“Kalau memang ingin menyentuhku, datang dan lakukan sendiri. Jangan terus bersandiwara begini.”

“Itu hanya buang-buang waktu—baik waktumu maupun waktuku.”

“Tempat ini? Aku bisa datang dan pergi sesuka hati.”

“Jadi, apa gunanya kalian membawaku ke sini, selain membuatku muak?”

“Datang sesuka hati? Pergi sesuka hati?”

Kinsley menatap Harvey tajam, hawa dingin menyelimuti suaranya.

“Tuan York, kamu terlalu percaya diri!”

“Baiklah, kamu tidak mau membahas soal pelarianmu dari penjara. Tapi bagaimana kamu akan menjelaskan kematian Dayne?”

“Bahkan pejabat tinggi dari cabang kesembilan Keluarga Jean Kota Modu bisa bersaksi bahwa kamu pelakunya!”

Harvey hanya menarik napas, lalu mengangkat jari telunjuknya ke pelipis, berkata santai, “Kinsley, bisa tidak kamu pakai akal sehat sebelum menuduh orang sembarangan?”

“Kamu tahu betul semua orang melihatku seolah membunuhnya.”

“Tapi kenyataannya, aku tidak membunuh siapa pun.”

“Aku hanya menamparnya, apa masalahnya?”

“Paling banter, aku hanya perlu bayar kompensasi beberapa ratus ribu dolar.”

Wajah Kinsley mengeras. “Setelah kamu menghabisinya, kamu mendorong tubuhnya ke selokan agar tenggelam!”

“Kamu takut dia akan selamat dan membalas dendam. Jadi kamu pastikan dia mati di tempat!”

“Sekarang kamu pikir, karena kami belum punya bukti kuat, maka kamu bisa lolos begitu saja?”

“Dengar baik-baik, Tuhan melihat segalanya. Kamu membunuhnya!”

“Cepat atau lambat, kami pasti akan menemukan buktinya!”

Harvey tersenyum datar, lalu berkata dengan tenang, “Bagaimana kalau ternyata aku benar-benar tidak melakukannya?”

“Dan Dayne… Dia hanya manusia cacat.”

“Menurutmu dia pantas membuat tanganku kotor?”

“Kinsley, siapa sebenarnya yang kamu anggap remeh?”

Setiap kata Harvey seperti belati yang menghantam tepat ke dalam keraguan terdalam di benak Kinsley.

Bab 5052

Raut wajah Kinsley tampak berubah-ubah—amarah hampir meledak, tapi ia menahannya.

Ia menghela napas, menatap Harvey sejenak, lalu mengucapkan dengan dingin, “Baiklah, Harvey. Semua omong kosongmu tak akan mengubah kenyataan.”

“Kami pasti akan mendapatkan buktinya.”

“Sementara itu, kamu hanya perlu bekerja sama dengan kami.”

“Tentu, kamu bebas melawan hukum.”

“Tapi ingat, kalau kamu memilih jalan itu, sangat masuk akal kalau kami menghabisimu.”

Tanpa memberi kesempatan untuk membalas, Kinsley memberi isyarat singkat kepada anak buahnya, lalu berbalik dan melangkah ke dalam aula bangunan kuno yang berdiri angkuh di hadapan mereka.

Kening Harvey sedikit berkerut. Dalam sekejap, ia menangkap kilatan niat membunuh dari sorot mata Kinsley. Wanita itu nyaris hanyut oleh emosinya, tapi berhasil menahan diri di saat genting.

Apakah karena Kinsley memang lihai? Ataukah ia benar-benar menyimpan bukti yang bisa menjatuhkan Harvey?

Di saat itulah, Carvell mendekati Harvey dengan wajah tegang, memberi isyarat agar ia ikut masuk.

Harvey tidak merasa perlu berdebat dengan orang sekelas Carvell. Ia hanya meletakkan kedua tangan di belakang tubuhnya dan melangkah santai ke dalam aula, dengan ekspresi dingin tak tergoyahkan.

Di sisi kiri dan kanan aula, berjajar alat-alat penyiksaan yang tampak mengerikan, menguar aroma amis darah yang bahkan air bersih tak sanggup hilangkan sepenuhnya.

Sepanjang lorong, sesekali terdengar jeritan memilukan dari ruang-ruang terpisah. Tak jelas bentuk penyiksaan macam apa yang sedang berlangsung.

Harvey mendengarkannya beberapa saat, lalu tersenyum geli.

“Carvell, kalau Penjara Naga Jinling ini niat menakut-nakuti orang, kenapa tidak sewa saja aktor dengan kemampuan akting yang layak?”

“Mana mungkin orang yang tengah disiksa masih bisa menjerit seperti itu?”

“Sungguh dangkal.”

Sebagai veteran medan perang, Harvey bukan orang yang bisa digertak dengan sandiwara murahan.

Kelopak mata Carvell berkedut. Sekali lagi ia sadar, Harvey bukan pria sembarangan.

Ia melirik Kinsley, yang kini berhenti sejenak di depan, lalu berkata dengan nada lembut, “Tuan Muda York, semua ini hanya prosedur standar. Mohon dimaklumi.”

“Prosedur?”

Harvey tertawa kecil. “Kalau setiap tahanan yang datang disuguhi pertunjukan menakut-nakuti seperti ini, lebih baik tutup saja Penjara Naga Jinling-mu.”

“Aku akan ajarkan padamu bagaimana caranya menciptakan kesan yang benar.”

“Pertama, alat penyiksaan ini jangan dicuci bersih. Siram darah anjing hitam di atasnya, lalu bakar perlahan di atas bara. Biarkan baunya menyengat.”

“Kedua, cabut semua tanaman hias. Biarkan ruangan ini tandus dan kosong—kesan suramnya akan jauh lebih kuat.”

“Dan yang terakhir, hentikan suara-suara teriakan palsu itu. Biar tempat ini senyap, sepi sampai terdengar jarum jatuh.”

“Begitu caranya membangun atmosfer mencekam!”

“Baru itu bisa disebut profesional.”

Carvell terdiam, terperangah mendengar penuturan Harvey. Dalam hati, ia merasa seolah mendapatkan pencerahan dan hampir saja mengambil buku catatan untuk mencatat.

Namun langkah Kinsley terhenti. Ia berbalik, menatap tajam, dan menyentakkan suaranya, “Harvey! Kalau kamu terus ngoceh, aku akan potong lidahmu!”

Harvey hanya menghela napas, lalu kembali bicara kepada Carvell, seolah Kinsley tidak pernah menyela, “Begini, kalau kamu gagal dalam berpura-pura hebat, hasilnya justru sebaliknya. Seperti yang dia lakukan sekarang.”

“Itu bukan sekadar gagal menakut-nakuti. Itu menunjukkan bahwa dia frustrasi dan kehilangan rasa percaya dirinya.”

“Dan lebih dari itu, harga dirinya sebagai penjaga Penjara Naga Jinling… telah hancur sejak wanita tak berpengalaman mengambil alih.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5051 – 5052 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5051 – 5052.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*