Novel Kebangkitan Harvey York Bab 5009 – 5010 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 5009 – 5010.
Bab 5009
“Bajingan! Dasar bajingan kecil!”
“Berani-beraninya kamu bicara seperti itu!”
Wajah Rubyn memerah karena amarah yang meluap.
“Simmon, apa sebenarnya yang terjadi di keluargamu?”
“Sebagai Kepala Cabang Kesembilan, bahkan untuk mengatur seorang menantu yang tinggal serumah saja kamu tak becus!”
“Kalian membuatku sangat kecewa!”
“Aku mulai serius mempertimbangkan untuk mengusulkan kepada Dewan Tetua agar jabatan Kepala Cabang Kesembilan diganti!”
“Jika kita biarkan seseorang yang tak tahu tempat, tak paham adab dan tata krama, serta tak bisa membedakan kapan harus maju dan kapan mesti mundur, memegang kendali—itu hanya akan mencelakakan kita semua!”
Mendengar ucapannya, mata Elodia dan Bibi Wendt bersinar penuh antusias. Mereka langsung menyambut, “Benar sekali! Kepala Cabang Kesembilan memang layak diganti!”
“Supaya tak ada lagi orang yang merasa paling benar dan semena-mena terhadap orang lain!”
Kelopak mata Lilian berkedut. Ia cepat-cepat mendekat, berbisik pelan, “Harvey, ini Tetua Rubyn, sosok yang punya pengaruh besar. Terserah kamu mau menyinggung perasaannya atau tidak, tapi kamu tak boleh mencelakai Mandy!”
Namun Harvey hanya tersenyum datar dan berkata, “Tenang saja. Dia cuma seorang tua dungu yang merasa dirinya bijak dan hebat, padahal pikirannya sempit.”
“Dia tak akan bisa menyentuh Mandy, apalagi menyakitiku.”
“Dia tak punya kekuatan untuk itu.”
Pernyataan Harvey membuat suasana hening seketika.
Ucapan ‘Rubyn tidak punya kemampuan itu?’ menggema di kepala semua orang.
Beberapa detik kemudian, wajah-wajah di sekeliling berubah. Mereka tersentak, tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
Tak ada satu pun yang menyangka Harvey akan melontarkan kalimat seberani itu.
Siapa sebenarnya Rubyn Jean?
Salah satu tetua penting di Dewan Klan Jean, seorang tokoh berpengaruh dari Kota Modu.
Bahkan ia pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Kesembilan!
Meski kini telah pensiun dan tak lagi mengendalikan kekuatan nyata, jaringan dan reputasinya masih luas dan kokoh.
Dengan karisma dan sejarahnya, meski tidak lagi memegang kendali mutlak, suara Rubyn tetap diperhitungkan di Klan Jean.
Itulah sebabnya, di mana pun ia berada, ia tetap disambut dengan penuh hormat.
Bahkan keturunan dari Cabang Pertama pun bersikap sopan padanya.
Namun, Harvey dengan terang-terangan menyebut Rubyn tak becus?
Apakah dia benar-benar ingin menampar harga diri Rubyn di depan umum, meruntuhkan wibawanya?
Elodia malah tampak semakin berapi-api. Ia menimpali dengan lantang, “Harvey! Kamu memang bajingan tak berguna! Dan kamu berani-beraninya menghina Tetua Jean?! Apa hak kamu menyebut beliau tidak kompeten?”
“Saat Tetua Jean masih muda, beliau telah menorehkan prestasi luar biasa! Kalau aku punya kekuatan, sudah kubuat kamu bertekuk lutut ketakutan!”
“Kamu pikir, karena beliau pensiun dan melepaskan kekuasaan, kamu bisa meremehkannya?”
“Dasar picik! Buta hormat!”
Nada suara Elodia penuh kebencian, seolah-olah ingin menebas Harvey dengan kata-katanya sendiri.
Seorang biksu botak yang berdiri di belakang Rubyn ikut mengangkat wajah, tatapan matanya dingin, mengarah lurus pada Harvey.
Ekspresinya menyiratkan bahwa ia tak percaya ada orang yang berani memperlakukan Rubyn seperti ini—tanpa hormat, tanpa gentar.
Mandy pun buru-buru melangkah maju. Tak ingin semuanya semakin memanas, ia berkata, “Harvey, sudahlah…”
“Sudah?” Harvey menyeringai tipis.
“Ada satu hal yang kamu lupakan.”
“Mandy dan aku sudah bercerai.”
“Dengan kata lain, aku bukan bagian dari Cabang Kesembilan.”
“Kamu menghormatinya, itu urusanmu.”
“Tapi aku? Aku hanyalah orang luar.”
“Jadi, untuk apa aku harus tunduk pada seorang tua sombong, yang tak tahu membedakan mana benar mana salah, dan yang gemar mencampuradukkan logika demi kepentingan pribadinya?”
“Dalam budaya kita di Daxia, memang kita diajarkan untuk menghormati yang tua dan menyayangi yang muda.”
“Tapi dengan karakter sepertinya, apakah dia pantas dihormati?”
“Kalau bukan karena dia terlihat lemah dan renta, aku pasti sudah menamparnya sampai pingsan.”
Bab 5010
Ucapan Harvey yang tajam membuat wajah Lilian menegang.
Meskipun Harvey dengan tegas menyatakan bahwa dirinya telah bercerai dari Mandy dan tak lagi menjadi bagian dari Keluarga Zimmer,
Tapi… Rubyn pasti tak akan melihatnya seperti itu!
Menimbang situasi tersebut, Lilian segera berteriak, “Harvey, hentikan omong kosongmu!”
“Kalau kamu masih terus bersikap lancang, aku sendiri yang akan merobek mulutmu!”
Namun Rubyn sudah menanggapi dengan nada tenang dan dingin.
“Heh… Sepertinya setelah bertahun-tahun pensiun, hidup dengan pola makan vegetarian dan lantunan doa-doa Buddha, orang-orang mulai lupa siapa aku sebenarnya…”
“Berani-beraninya seseorang menampar kehormatanku di depan mataku sendiri.”
Matanya menyipit tajam, menyimpan kemarahan yang ditutupi dengan senyum sinis.
“Baiklah. Kuharap kamu memang cukup tangguh.”
“Kalau tidak, hari ini aku akan ajarkan padamu arti sejati dari menghormati yang tua dan menyayangi yang muda!”
Begitu ucapannya berakhir, Rubyn mengibaskan tangannya ringan.
Dua pengawal bertubuh tinggi besar langsung maju dengan langkah mantap, siap menghajar Harvey.
Namun…
Pah! Pah!
Dalam sekejap, Harvey melayangkan dua pukulan backhand yang keras dan akurat.
Kedua pengawal itu langsung terhuyung dan terjatuh tanpa sempat membalas.
Harvey kemudian melangkah pelan, mendekati Rubyn. Dengan tenang, ia menepuk pelan pipi pria tua itu dengan tangan kanannya.
Wajah Rubyn seketika memucat. Amarah dan rasa malu bercampur menjadi satu.
“Apa-apaan ini, dasar bocah lancang?!”
“Kamu mau menamparku?!”
Sementara itu, biksu botak tadi maju satu langkah, wajahnya berubah serius. Tatapannya menusuk, penuh niat membunuh.
Namun, begitu ia mengunci pandangan pada Harvey, ia merasakan hawa dingin merayap di sepanjang punggung.
Seolah-olah di balik sosok Harvey, berdiri seorang guru sakti dengan kekuatan yang sangat mengintimidasi.
Ia langsung waspada. Ia tak menyangka hanya dengan berdiri di depan Harvey saja sudah membuat tubuhnya menegang seperti berhadapan dengan musuh alami.
Ia menduga, mungkin ada sosok hebat yang menyembunyikan diri di balik punggung Harvey.
Namun, Harvey tidak melanjutkan serangannya.
Ia hanya menatap Rubyn dan berkata santai, “Kalau mengikuti watakku yang sebenarnya, aku pasti sudah menamparmu saat ini juga.”
“Tapi tiba-tiba aku ingat—bukankah kamu meminta mantan istriku untuk memberimu hadiah yang besar?”
“Kalau begitu, anggap saja tamparan yang kutahan ini adalah hadiah itu.”
“Lihatlah, Mandy telah menyelamatkan wajahmu hari ini. Kamu seharusnya berterima kasih padanya.”
“Jangan lagi bersikap sombong di hadapanku. Kalau tidak, kamu tahu sendiri akibatnya…”
Usai berkata demikian, Harvey berbalik dan pergi meninggalkan tempat.
Semua yang hadir hanya bisa terpaku.
Tak hanya keluarga dari Cabang Kesembilan yang terkejut, bahkan Mandy dan Elodia pun menunjukkan ekspresi sulit dijelaskan.
Sementara Harvey tetap menunjukkan raut wajah datar dan santai. Ia bukan tipe yang suka basa-basi atau bicara banyak.
Namun kali ini berbeda.
Ia tahu bahwa posisi Mandy sebagai Kepala Cabang Kesembilan sangat terikat dengan kekuasaan Dewan Tetua.
Kalau Rubyn memutuskan untuk mempermalukannya, Mandy akan terkena imbasnya.
Itulah sebabnya Harvey memilih untuk menunjukkan sikap ekstrem, menghina Rubyn secara terang-terangan di depan umum.
Dengan begitu, Rubyn pasti akan mengalihkan semua kebenciannya pada Harvey.
Dan sebagai hasilnya, Rubyn tak akan menyentuh Keluarga Zimmer, paling tidak sampai urusannya dengan Harvey selesai.
Setidaknya, itu akan memberi waktu dan perlindungan bagi Mandy dan keluarganya.
Dan benar saja.
Begitu Harvey pergi, Rubyn yang semula terpaku akhirnya meledak.
Dengan wajah merah padam, ia meraung marah, “Bajingan!”
“Keluarga Zimmer sangat keterlaluan!”
“Kalian membiarkan menantu yang tinggal serumah menamparku begitu saja?!”
“Begini caramu menghargai senior?!”
“Kamu kira aku akan diam saja?!”
“Di mataku, justru kamu yang paling bersalah!”
“Aku akan membuatmu membayar semuanya—sekarang juga!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 5009 – 5010 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 5009 – 5010.
Leave a Reply