Kebangkitan Harvey York Bab 4955 – 4956

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4955 – 4956 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4955 – 4956.


Bab 4955

Saat itu, pria yang duduk bersandar santai di atas sofa menjadi pusat perhatian ruangan. Kakinya disilangkan anggun, menciptakan aura tenang namun penuh dominasi.

Harvey menyipitkan mata, memperhatikan sosok itu dengan seksama.

Meski penampilannya memancarkan pesona feminin, Harvey bisa merasakan hawa dingin dan ancaman samar yang mengendap di balik pesonanya. Sebuah bahaya tersembunyi yang tak mudah ditebak.

Bagaimana mungkin salah satu Onmyoji muda paling menonjol dari keluarga Kokutoku Mikado di negara pulau itu muncul dengan sikap sesederhana ini?

Di saat yang sama, langkah Kairi terdengar di ambang pintu. Ia baru saja masuk ketika matanya menangkap sosok asing di ruangan itu. Alisnya terangkat, ekspresinya menunjukkan keterkejutan.

“Mengapa Aldo Johnings ada di sini?” tanyanya heran.

“Bukankah dia sudah tak bisa berlatih bela diri karena mengalami kerusakan organ dalam?”

Pandangan Harvey teralih ke arah pemuda berjas yang duduk tak jauh dari situ.

Masih muda, elegan, dan berwibawa. Ia duduk berdampingan dengan Masato, menampilkan aura seorang pria dengan status sosial tinggi.

Sosoknya terasa familiar bagi Harvey. Setelah berpikir sejenak, ia akhirnya mengenali wajah itu—pria dari Jinling yang pernah datang menemuinya di Wucheng untuk memina bantuan mengusir kerasukan iblis.

Aldo Johnings.

Dunia ini memang sempit. Siapa sangka mereka akan dipertemukan kembali di tempat seperti ini?

“Siapa dia?” gumam Harvey pelan.

“Tuan Muda Kedua dari keluarga Johnings di Jinling,” jawab Kairi di dekatnya. “Yang asli. Kekuatan dan pengaruhnya tak kalah dari Blaine Johnings.”

“Hanya saja, ia mengalami kerusakan paru-paru karena terlalu keras berlatih, dianggap cacat, dan sejak itu menghilang dari dunia luar.”

“Tapi pada dasarnya, dia orang yang sangat luar biasa.”

“Ya, dia memang hebat,” Harvey mengangguk pelan, menandakan bahwa ia memahami sepenuhnya siapa yang sedang dibicarakan.

Tiba-tiba, suasana di ruangan berubah ketika langkah seseorang mendekat. Pandangan semua orang tertuju ke arah pintu.

Begitu menyadari bahwa itu adalah Kairi, nyaris seluruh hadirin berdiri secara spontan.

Tak mengherankan. Kairi bukan hanya putri sulung dari keluarga Patel di Jinling, tapi juga wanita yang sedang dikejar oleh Masato Abe. Ia adalah simbol status dan kecantikan yang tak bisa diabaikan begitu saja.

“Kairi, lama tidak bertemu. Kamu makin cantik saja…”

“Ayo, kami semua menunggu instruksimu!”

Masato menyambut Kairi dengan senyum lembut, namun senyum itu terasa kaku dan tidak tulus.

Sementara itu, Harvey yang berdiri di sisi Kairi diabaikan begitu saja. Tak ada satu pun yang menganggap keberadaannya penting.

Bagi mereka, pria itu tak lebih dari seorang pengikut biasa.

Namun Kairi tidak ingin ada kesalahpahaman. Sesuai dengan karakternya yang tegas, ia tak membuang waktu untuk menjelaskan. Ia justru tersenyum tenang dan berkata, “Malam ini memang reuni kampus…”

“Tapi aku membawa seseorang dari luar. Aku harap kalian tak keberatan?”

Ucapan itu sontak membuat pandangan semua orang tertuju pada Harvey. Melihat sikapnya yang tenang dan acuh, beberapa di antara mereka mulai menahan tawa geli.

Reuni ini, secara terang-terangan, hanyalah kedok Masato untuk mendekati Kairi.

Tapi Kairi justru membawa seorang pria bersamanya? Mereka semua cukup cerdas untuk memahami maksud tersirat di balik tindakan itu.

Meski begitu, Masato tetap tersenyum, berpura-pura tak terganggu. “Kairi, temanmu tentu juga teman kami.”

“Ayo, silakan duduk bersama kami.”

Setelah itu, Masato melirik ke arah kursi terakhir di ruangan.

Gretna Lee dan yang lain menahan tawa.

Semua kursi sudah disiapkan. Tak satu pun diperuntukkan bagi orang luar.

Jika Kairi ingin membawa pria, silakan saja. Tapi kursi? Tidak ada.

Silakan berdiri sepanjang malam!

Namun wajah Kairi tetap tenang. Ia justru tersenyum manis pada Harvey dan berkata, “Sayangku, silakan duduk.”

“Aku akan berdiri saja.”

Perkataan itu seketika membuat seisi ruangan terdiam, lalu perlahan wajah-wajah mereka berubah drastis.

Bab 4956

Bagi siapa pun yang mengenal Kairi, sikapnya ini mengejutkan. Ia bukan tipe wanita yang mau mengalah. Tapi sekarang? Ia mempersilakan pria itu duduk, sementara dirinya rela berdiri?

Itu menandakan satu hal: pria ini sangat penting baginya.

Wajah Masato menggelap sejenak. Kejengkelan sulit ia sembunyikan.

Di saat yang sama, Gretna yang sudah kembali ke tempat duduknya, menyeringai lebar dan berkata, “Wah, rupanya Kairi membawa pacarnya.”

“Nanti kalau mereka menikah, kita harus siapkan angpao tebal!”

“Katanya, Kairi ngasih uang jajan ke dia setiap hari. Jadi, angpao kita jangan pelit-pelit, ya!”

“Kalau terlalu kecil, bisa-bisa ditolak mentah-mentah!”

Suasana ruangan langsung berubah hening.

Beberapa orang menahan napas, lalu tertawa kecil. Tatapan mereka mengarah ke Harvey, kini mengandung ejekan yang lebih tajam.

Jelas sekali, mereka semua berpikir Harvey hanyalah seorang gigolo.

Di sisi lain, Aldo Johnings memperhatikan Harvey dengan lebih serius. Ekspresinya berubah. Ia mengenali Harvey.

Ia sempat ingin berdiri dan mengatakan sesuatu, tapi Harvey menggeleng pelan, memberi isyarat agar ia tetap diam.

Aldo pun mengurungkan niatnya. Ia kembali duduk dengan ekspresi rumit, tak berkata sepatah kata pun.

Di bawah tatapan Kairi, Harvey akhirnya menghela napas pendek. Ia menarik kursi ke belakang dan duduk sambil tersenyum ringan.

“Jangan terlalu dianggap serius perkataan Nona Lee. Memang kami akan menikah, tapi belum tentu ada pesta besar.”

“Jadi, tak perlu angpao apa pun.”

“Ehem…”

“Ehem…”

Beberapa orang di ruangan langsung terdiam.

Apa pria ini tak menyadari bahwa dirinya sedang dijadikan bahan lelucon?

Dan ia tetap bisa bicara dengan percaya diri begitu?

Apa dia sudah kehilangan akal?

Saat itu juga, Masato melirik dingin ke arah seorang pria Jepang tinggi di dekatnya.

“Baka.”

Pria itu—bertubuh tegap dan mengenakan jas—langsung menggebrak meja.

Ia melangkah maju, berdiri di depan Harvey dan menatapnya tajam.

“Siapa yang memberimu izin duduk sejajar dengan Tuan Muda Abe?” serunya lantang.

“Kalau kamu memang ingin bergabung di sini—berlututlah!”

“Makanlah sambil berlutut!”

Wajah Kairi mengeras. “Sakamoto, kamu gila?!”

“Dia pacarku! Dan kamu memintanya berlutut hanya karena ingin makan bersama kita?!”

“Pacarmu?” Sakamoto mendengus, lalu mengangkat tangannya, berniat menampar wajah Harvey.

“Tanyakan dulu pada pria ini, apakah dia berani mengaku sebagai pacarmu!”

Plaak!

Gerakan tangan Sakamoto dihentikan seketika. Harvey menepisnya dengan tenang, menghalau serangan itu tanpa ragu.

“Orang Jepang,” katanya dengan suara rendah tapi tegas, “belajarlah untuk menghormati.”

Sakamoto tertawa sinis. “Seorang pria biasa dari Daxia, seorang gigolo, berani menantangku?!”

Tanpa ragu, ia mengeluarkan pistol dari balik jasnya, menjentikkan pengaman, lalu mengarahkannya tepat ke dahi Harvey.

“Ayo, aku ulangi lagi pertanyaannya—mau berlutut untuk makan malam?”

“Kamu boleh menolak…”

“Tapi aku tidak bertanggung jawab atas akibatnya!”

Wajah Kairi berubah drastis.

“Sakamoto, ini Daxia! Bukan negeri kecilmu!”

“Kamu tahu apa konsekuensinya jika membawa senjata api di sini?”

Sakamoto menyeringai tajam, nadanya semakin mengancam.

“Tuan Muda Abe sudah bersusah payah mengundangmu makan malam dengan niat baik…”

“Dan kamu malah membawa pria tak dikenal, mempermalukannya di depan umum?!”

“Kamu pikir takkan ada konsekuensinya?”

“Sudah tahukah kamu… apa yang kamu lakukan?!”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4955 – 4956 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4955 – 4956.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*