Kebangkitan Harvey York Bab 4953 – 4954

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4953 – 4954 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4953 – 4954.


Bab 4953

Melihat senyum memesona yang terpampang di hadapannya, Harvey segera memalingkan wajah, enggan menatap wanita itu lebih lama.

Kairi mendecak pelan, bibirnya mengerucut kesal.

Dalam hati, ia mengumpat pria di sampingnya, menyamakannya dengan binatang ternajis sebelum akhirnya memarkir mobil dan menggiring Harvey ke depan pintu masuk Island Club.

Tempat itu bisa dibilang sebagai surga para ekspatriat di Jinling. Deretan mobil mewah berjejal di area parkirnya.

Sementara di berbagai sudut, tampak pria-pria asing berambut pirang dan bermata biru tengah asyik bercengkerama dengan rekan-rekan wanita mereka, tawa mereka mengambang di udara malam yang ramai.

Meski Harvey tidak menyukai atmosfer semacam itu, namun demi tujuan mereka malam ini, ia memilih diam.

Beberapa saat kemudian, Kairi menelpon seseorang, lalu menggandeng Harvey menuju sebuah ruangan pribadi yang terletak di bagian Sakaido—sisi eksklusif dari klub itu.

Di sana, seorang wanita dalam balutan cheongsam elegan telah menanti. Riasannya rapi, aura anggun menyelimuti dirinya.

Begitu melihat Kairi, ia segera menghampiri dan berkata dengan suara lembut penuh keakraban, “Kairi, akhirnya kamu datang juga.”

“Teman-teman seangkatan sudah menunggumu dari tadi.”

“Tuan Muda Abe bahkan menolak memesan makanan sebelum kamu tiba.”

“Katanya, sejak kalian lulus, sudah lebih dari setahun ia tak bertemu denganmu. Malam ini, dia hanya ingin memastikan kamu menikmati makan malammu dan merasa nyaman.”

Saat bicara, wanita itu hendak menarik tangan Kairi, membawanya ke dalam ruangan pribadi. Namun, Harvey yang berdiri tak jauh darinya, diacuhkannya begitu saja.

Kairi menghentikan langkahnya. Dengan senyum menggantung di sudut bibir, ia berkata tenang, “Gretna, sepertinya aku belum memperkenalkan secara resmi.”

“Ini pacarku, Harvey.”

“Aku sengaja membawanya ke reuni kelas malam ini untuk memperkenalkan hubungan kami kepada semua orang.”

“Rencanaku, setelah ini kami akan kembali ke Keluarga Patel. Dia akan jadi tunanganku.”

“Kamu orang pertama yang tahu kabar bahagia ini, jadi nanti angpao-nya harus ekstra, ya!”

Gretna Lee, wanita bercheongsam itu, seketika terdiam. Ekspresinya membeku.

Ia menoleh, menatap Harvey dari ujung rambut sampai ujung kaki, seolah mencoba menelaah pria yang disebut-sebut pacar sahabat lamanya.

Beberapa detik berlalu sebelum ia terkekeh ringan. “Kairi, lama tak bertemu, rupanya kebiasaanmu menggoda orang belum juga berubah.”

“Lihat saja pria di sebelahmu itu. Gayanya sederhana, wajahnya biasa saja. Tidak ada yang menonjol darinya.”

“Orang seperti itu bahkan tak pantas jadi pengawal pribadimu.”

“Sedangkan Tuan Muda Abe di dalam ruangan sana? Dia bukan sekadar bangsawan dari negara pulau. Dia juga politisi muda berbakat yang sedang bersinar. Muda, kaya, dan berpengaruh.”

“Dan kamu bahkan menolak semua rayuan halusnya.”

“Lalu sekarang kamu bilang akan memilih pria biasa ini?”

“Kamu serius?”

“Atau kamu sedang menciptakan tameng supaya Abe tak terus mendekatimu?”

“Kalau iya, seharusnya kamu memilih ‘tameng’ yang lebih masuk akal, bukan yang seperti ini.”

“Kalau kamu berharap aku percaya, maaf saja, bahkan Tuan Abe pun tak akan tertipu.”

Namun Kairi hanya tersenyum. “Gretna, kamu salah paham.”

“Aku tidak kekurangan uang, tidak pula lapar kekuasaan. Aku tidak butuh pria yang sempurna dari segi moral, intelektual, fisik, estetika, atau karier.”

“Yang aku cari… hanya rasa.”

“Dan Harvey—dia pria yang membuatku jatuh cinta sejak pandangan pertama.”

“Saat melihatnya, jantungku berdebar begitu kencang.”

“Dan perlu kamu tahu…”

“Akulah yang mengejarnya.”

“Dia bahkan sempat menolakku!”

Sambil berkata demikian, Kairi meraih tangan Harvey dengan lembut. Tatapannya terbius, seolah tenggelam dalam perasaan yang dalam.

Harvey menghela napas dalam hati, memutar bola matanya malas. Wanita ini… meski tidak punya keahlian khusus, namun bakatnya dalam berbohong dengan wajah polos sungguh menakjubkan.

Bukan cuma dijadikan tameng, dia kini benar-benar dijadikan taruhan hidup dan mati!

Bab 4954

Nada suara Gretna berubah dingin. “Kairi, percuma kamu mengatakan semua itu padaku. Nanti kamu bisa langsung bicara dengan Tuan Muda Abe.”

Setelah berkata begitu, tatapannya kembali mengarah ke Harvey. Ia menyipitkan mata, menilai pria itu lebih teliti. Kemudian mencibir.

“Aku tidak tahu kamu orang macam apa.”

“Tapi aku bisa mencium aroma uang dari jarak jauh.”

“Aku bisa tebak, kamu orang yang rela menggadaikan segalanya demi materi.”

“Kalau kamu punya sedikit akal sehat, ambillah uang ini dan pergi jauh-jauh!”

“Kalau tidak, aku khawatir kamu tak akan sanggup menanggung akibatnya.”

Sambil mengucapkan ancamannya, Gretna merogoh tas tangannya, mengeluarkan segepok uang tunai, lalu melemparkannya.

Kairi tampak sedikit terganggu, namun ekspresinya tetap tenang. Ia malah melirik Harvey sambil tersenyum samar.

Jelas sekali, Gretna tak hanya menamparnya secara halus, tapi juga menekan harga diri Harvey sampai ke tanah.

“Sayang…” Kairi berkata santai, suaranya penuh sindiran.

“Seseorang baru saja mencoba menyuapku dengan uang.”

“Dia bahkan tidak tahu berapa besar uang saku yang kamu berikan padaku setiap hari.”

Harvey melirik ke arah Kairi, lalu ikut tersenyum.

“Dia tidak yakin apakah cinta kita nyata?” gumamnya.

“Kalau begitu, ayo kita buktikan langsung sekarang juga.”

Sebelum Kairi sempat menjawab, Harvey mengangkat dagu tajam wanita itu dan menempelkan ciuman di pipinya.

Seketika, pipi Kairi merona merah.

Bahkan wanita seperti Kairi, yang biasa bermain peran dengan lihai, tak bisa menahan malu.

Melihat pemandangan itu, Gretna tampak terkejut. Ia mengenal Kairi luar dalam, dan tahu betul bahwa ekspresi itu… bukan akting.

Wajahnya langsung menegang. Ia melotot tajam ke arah Harvey, lalu menggertakkan gigi dan berkata dingin, “Kalau memang dia pria pilihanmu, silakan masuk.”

Setelah Gretna pergi, Kairi melirik Harvey dengan senyum setengah geli.

“Beraninya kamu melakukan itu. Kamu tidak takut dituntut bertanggung jawab?”

Dengan nada santai, Harvey menjawab, “Tanggung jawab? Harusnya apa? Mengganti kerugian dengan satu set skincare mewah?”

“Nona, kalau kamu sudah mengajakku bermain peran, setidaknya kamu harus siap dengan risikonya.”

“Lagipula, sekarang aku sudah ‘memanfaatkan’ posisiku, aku pasti akan memanfaatkannya sebaik mungkin!”

Sambil mengucapkan kalimat itu, Harvey tiba-tiba menepuk ringan bokong Kairi—penuh percaya diri.

Lembut, elastis, dan sangat menggoda!

Beberapa saat kemudian, mereka melangkah masuk ke ruang pribadi yang lebih menyerupai halaman semi-terbuka.

Di sana, sekitar belasan pria dan wanita duduk rapi dengan gelas anggur di tangan. Suasana santai namun formal melingkupi ruangan.

Namun yang membuat Harvey lebih waspada adalah puluhan pria berbadan kekar dengan jas resmi berdiri di sekitar ruangan. Mata mereka waspada dan tubuh mereka tegang seolah siap menghadapi bahaya kapan saja.

Harvey menyipitkan mata. Ia memperhatikan bahwa hampir separuh tamu yang hadir adalah orang Jepang, dengan postur anggun dan tatapan tajam.

Berbeda dari stereotip kebanyakan, mereka tak tampak kaku atau kasar—melainkan memancarkan aura bangsawan dan kemapanan.

Tentu saja, wajar saja. Mereka yang datang ke Jinling sebagai siswa pertukaran internasional bukanlah orang biasa. Kebanyakan berasal dari keluarga terpandang, atau bahkan aristokrat.

Dan di tengah keramaian itu berdiri seorang pria mengenakan yukata tradisional Jepang.

Wajahnya begitu menawan, nyaris seperti karakter anime. Meski jelas seorang pria, namun ketampanannya bisa menipu siapa pun.

Ada kelembutan dalam aura maskulinnya—kesan feminin yang samar namun nyata.

Jika bukan karena aura aristokrat yang melekat kuat padanya, seseorang bisa saja mengira dia adalah seorang wanita cantik.

Singkatnya, dia adalah pria yang… lebih rupawan daripada kebanyakan wanita.


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4953 – 4954 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4953 – 4954.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*