Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4943 – 4944 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4943 – 4944.
Bab 4943
Setelah terusir dari hadapan Watson, Braynard dan Amoura melangkah pergi dalam keadaan sangat terhina.
Bagi seseorang dengan kedudukan sekelas Braynard, kapan terakhir kali ia menelan kepahitan semacam ini?
Di sisi lain, Amoura menarik napas panjang, ekspresinya suram. “Ayah, Tuan York sudah tidak sudi memedulikan kita lagi,” gumamnya lirih.
“Apakah kita harus berlutut di depan rumahnya selama lima hari lima malam?”
“Aku sudah menghubungi seluruh ahli feng shui ternama di negeri ini, tapi tak satu pun dari mereka punya ramalan seakurat Tuan York!”
“Tanpa bantuannya, Ayah… persoalanmu tidak akan bisa diselesaikan.”
“Jadi, sekarang… apa yang harus kita lakukan?”
Raut wajah Braynard menegang. Setelah terdiam cukup lama, ia akhirnya membuka mulut dengan suara rendah, namun tegas, “Kalau orang lain tidak dapat diandalkan, maka kita harus bergerak sendiri.”
“Aktifkan seluruh pion yang kita miliki di Jinling.”
“Bawa wanita yang paling berarti itu kepada Harvey.” Ia menyipitkan mata, nada suaranya penuh tekanan.
“Ingat baik-baik, jangan sampai menyakitinya—sedikit pun tidak boleh.”
“Tujuan kita hanyalah membuat Tuan York turun tangan dan menyelamatkan kita.”
“Tunggu sampai aku pulih sepenuhnya…”
Tatapan Braynard kini tajam bak sembilu. Sisa kalimatnya tak perlu diucapkan—maksudnya sudah sangat jelas.
Sementara itu, di Perusahaan Keluarga Zimmer, Mandy tengah sibuk menangani berbagai persoalan perusahaan.
Meskipun krisis di Jinling belum sepenuhnya mereda, setidaknya keadaan sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Menurut perhitungannya, jika ia mampu mengamankan beberapa proyek tambahan serta memperoleh pinjaman ringan dari bank, maka sebagian besar masalah yang dihadapi akan mudah diatasi.
Usai lembur hingga pukul delapan malam, Mandy bersandar di kursi CEO-nya dan meregangkan tubuh dengan gerakan malas.
Pandangan matanya menerawang ke arah jendela, menatap gemerlap kota malam yang begitu hidup. Wajahnya tampak sedikit melamun.
Ia mengambil ponselnya, diam-diam menelusuri daftar panggilan, dan akhirnya berhenti pada satu nama—Harvey.
Jarinya hampir menyentuh ikon panggil, namun ia ragu, tak kunjung menekan.
Di saat bersamaan, pintu ruangannya diketuk pelan oleh sekretarisnya, Mayla. Begitu masuk, Mayla berbisik, “CEO Zimmer, Nona Amoura dari Keluarga Foster Luzhong datang.”
“Dia bersikeras ingin menemui Anda sekarang juga. Katanya… ini soal kerja sama yang sangat penting.”
Mandy sedikit tercengang, tak menyangka bahwa Amoura datang mencarinya.
Namun, setelah berpikir sejenak, ia mengangguk pelan dan memberi isyarat agar Amoura dipersilakan masuk.
Baru saja Mayla hendak keluar, suara berderit dari engsel pintu terdengar. Dan yang muncul bukan hanya Amoura.
Puluhan pria berotot berbaju jas gelap langsung menyerbu masuk, menyebar di tiap sudut ruangan dan menutup semua akses keluar, bahkan menarik tirai hingga ruangan tertutup rapat.
Dalam sekejap, atmosfer kantor CEO terasa begitu sesak dan mencekam.
Mandy refleks mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Harvey. Namun, baru terdengar tiga nada dering, sinyalnya mendadak hilang—sambungan terputus sebelum Harvey sempat mengangkat.
Di sisi lain kota, Harvey menatap layar ponselnya yang kosong, lalu segera mencoba menelepon balik.
Namun yang terdengar hanya suara otomatis: “Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.”
Wajah Harvey langsung berubah. Ia segera memberi isyarat kepada Thomas untuk mengalihkan arah kemudi—menuju lokasi yang berbeda.
Kembali di kantor Mandy, di balik kerumunan pria berjas hitam, Amoura melangkah masuk dengan raut dingin membeku.
“Nona Foster, apa sebenarnya maksud kedatanganmu ini?”
“Aku hanya ingin membicarakan bisnis,” sahut Amoura datar.
“Kamu dan orang-orangmu memutus sinyal ponsel dan mengunci semua akses keluar kantorku. Apa ini bentuk penekanan untuk memaksakan kerja sama?”
Amoura tersenyum tipis, suaranya tetap tenang. “Nona Zimmer, semuanya sudah dinegosiasikan.”
“Aku datang hari ini dengan niat baik.”
Dengan isyarat halus, asistennya—Charlene—mengambil sebuah map kontrak dan meletakkannya di hadapan Mandy.
“Kontrak ini bernilai satu miliar yuan. Semuanya tunai dan dibayarkan di muka.”
“Lebih menguntungkan daripada tawaran atau kontrak yang pernah kamu dapat sebelumnya.”
“Tandatangani saja, dan seluruh krisis Perusahaan Keluarga Zimmer akan selesai.”
“Kamu bahkan bisa tetap menjabat sebagai kepala cabang kesembilan.”
Bab 4944
Mandy menyipitkan mata, lalu bertanya dengan suara pelan, “Apa syaratnya?”
Amoura menatapnya tanpa berkedip. “Kamu sudah tahu jawabannya.”
Ia bicara tenang, namun nadanya penuh tekanan.
“Keluarga Foster sudah memberikan banyak kelonggaran, dan dari awal hanya mengajukan satu syarat.”
“Yaitu, meminta Tuan York menyelesaikan masalah yang dihadapi ayahku.”
“Aku yakin kamu punya kemampuan untuk membujuknya, bukan?”
Wajah Mandy menegang. Hening sejenak, sebelum ia menghela napas dalam.
“Nona Foster, sejujurnya, tawaranmu sangat menggiurkan.”
“Aku ingin kontrak itu.”
“Tapi aku tak bisa memenuhi syaratmu.”
“Waktu itu aku memang membawa Harvey ke Huilong Bay Nomor 5.”
“Tapi kini, aku tak bisa melakukannya lagi.”
“Bukan hanya karena aku tak ingin mempermalukannya… tapi karena kamu tidak pantas.”
“Tidak pantas?”
Amoura tersenyum samar. Alih-alih tersulut emosi, ia malah tertawa kecil. “Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya.”
“Kamu mau menandatangani kontrak ini atau tidak?”
“Bicara terus terang, tanpa bertele-tele.”
Mandy menggeleng. “Aku menolak.”
Amoura tertawa pelan. “Sepuluh miliar yuan, dan kamu tetap menolak?”
Mandy mengangguk tegas. “Benar.”
“Ini cuma soal satu panggilan telepon,” lanjut Amoura, suaranya pelan namun mengancam.
“Harvey mungkin bisa bersikap dingin kepada siapa saja. Tapi pada akhirnya, dia pasti akan mendengarkanmu.”
Mandy menarik napas. “Dan justru karena itu, aku ingin menjaga harga dirinya.”
Amoura memutar bola matanya dan mendesah pelan. “Pasangan romantis. Sungguh pemandangan yang menghangatkan hati.”
Tanpa peringatan, ia melangkah maju dan mengayunkan tangan—menampar pipi Mandy dengan keras.
Plaak!
Tamparan itu menggema keras. Mandy terhuyung mundur beberapa langkah. Di pipinya yang pucat, tampak jejak merah menyala berbentuk telapak tangan.
“Amoura… apa untungnya melakukan ini?”
Mandy tak membalas dengan amarah, hanya menatap lurus pada Amoura.
“Apa kamu pikir ini akan menyelesaikan sesuatu? Yang ada, Harvey hanya akan semakin murka.”
Amoura menatapnya dengan senyum tipis. “Entahlah. Aku hanya penasaran, apakah kamu juga tipe yang seperti Harvey—menolak bersulang, lalu dipaksa minum anggur basi!”
Plaak!
Tamparan kedua menyusul, kali ini mendarat di sudut bibir Mandy hingga darah mengalir perlahan.
Di saat bersamaan, di luar pintu, belasan penjaga dari keluarga Gibson muncul dan mencoba menerobos masuk.
Mereka adalah orang-orang yang ditugaskan Harvey untuk menjaga keselamatan Mandy.
Namun jelas, Amoura telah bersiap.
Begitu para pengawal itu tampak, mereka langsung diadang oleh kelompok pria berjas hitam—semuanya terlihat lihai dan terlatih. Master bela diri sejati.
“Lihat? Harvey bahkan menyiapkan pengawal untukmu.”
“Tapi rumput liar tetaplah rumput liar. Apa yang bisa mereka lakukan?”
“Ini semua cuma lelucon.”
Amoura menggeleng pelan, ekspresinya nyaris iba.
“Nona Zimmer, kita sesama perempuan. Aku sebenarnya tidak ingin mempermalukanmu.”
“Ambillah telepon ini, hubungi Harvey, dan mintalah dia menyelesaikan urusan ayahku sekarang juga.”
“Kalau kamu melakukannya, semua ini akan berakhir.”
“Kontrak senilai sepuluh miliar yuan akan menjadi milikmu.”
“Dan aku bahkan akan mengadakan jamuan untuk meminta maaf.”
“Lihat? Ini pilihan yang bagus, bukan?”
“Orang yang cerdas selalu tahu apa yang harus dilakukan.”
“Di dunia kita, tak ada teman sejati. Yang ada hanya kepentingan sejati.”
“Lantas, untuk apa kamu sok mempertahankan harga diri?”
“Martabat? Kehormatan? Apa itu benar-benar penting?”
Amoura tersenyum miring, tetapi di balik senyum itu, terlihat jelas kebengisan dunia kelas atas yang selama ini menyelimuti mereka.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4943 – 4944 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4943 – 4944.
Sampai disini saya masih heran dengan pengaturan babang Harvey, udah tau Mandy adalah titik lemahnya, tapi kenapa selalu yang disuruh menjaga Mandy hanya kroco2 yang gak berguna, trus kemaren Julian Dipanggil buat apa?