Kebangkitan Harvey York Bab 4919 – 4920

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4919 – 4920 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4919 – 4920.


Bab 4919

Begitu mendengar ucapan Harvey, rona wajah Tetua Kedua berubah lebih buruk daripada seseorang yang baru saja menelan racun.

Siapa yang akan percaya bahwa seorang Master Feng Shui bisa memiliki kekuatan sebesar ini?

Namun, sebelum ia sempat meluapkan kemarahannya, Harvey tidak memberinya waktu sedikit pun.

Tanpa banyak bicara, Harvey maju selangkah dan menampar Tetua Kedua bertubi-tubi. Sosok tua itu pun terhuyung dan terlempar di depan kerumunan.

Plaak!

“Apa urusannya kalau aku merusak kencan buta Tuan Muda Johnings?”

Plaak!

“Jadi kenapa kalau aku melumpuhkan Zombie Besi dari Klan Corpse Walkers-mu?”

Plaak!

“Kalau aku membunuh anggota Klanmu, kamu juga akan membunuhku?”

“Kamu pikir kamu boleh menghabisiku, tapi aku tak bisa melawan balik?”

“Kamu rasa pantas untuk itu?”

“Kamu yakin mampu?”

“Berani kamu?”

Setiap kalimat yang meluncur dari mulut Harvey diiringi satu tamparan, wajahnya datar, tatapannya dingin seakan tamparan itu hanyalah angin lalu.

Namun tamparan itu bukan hanya menghantam pipi Tetua Kedua, tapi juga meremukkan martabatnya.

“Setelah bertahun-tahun menjadi tiran lokal di Xiangxi, kamu mengira dirimu tak terkalahkan?”

“Berpikir bahwa sedikit kekuatan mistik sudah cukup untuk melawan hukum?”

“Biarkan aku tegaskan! Cara kalian mengendalikan mayat tak akan berguna padaku!”

“Sudah cukup omong kosongnya.”

Dengan satu tamparan terakhir, Harvey menjatuhkan Tetua Kedua ke tanah, wajahnya penuh luka dan malu.

“Aku datang ke tempat ini hanya untuk meminta penjelasan mengenai istriku.”

“Kamu ingin menjelaskannya sekarang? Atau perlu aku yang mendatangimu nanti?”

Tetua Kedua sempat terdiam, namun amarahnya meledak beberapa detik kemudian.

“Brengsek! Demi seorang wanita murahan, kamu berani membunuh anggota Klan Corpse Walkers?”

“Nyawa perempuan mati itu tak layak dibandingkan nyawa berharga kami!”

“Kalau kamu memang punya nyali, bunuh aku sekarang juga!”

“Kalau tidak, malam ini aku akan menghabisinya. Aku akan membantai seluruh keluarganya!”

“Dan aku akan menyuruh semua muridku menidurinya satu per satu agar kamu bisa jual tubuhnya dan mendapat banyak uang. Aku akan biarkan kamu…”

Kraak!

Sebelum ia selesai memuntahkan kekejian, Harvey menghentakkan kakinya kuat-kuat.

Suara patahan terdengar jelas saat jakunnya remuk seketika.

Puff!

Semburan darah merah menyembur dari mulutnya. Wajah Tetua Kedua memucat, sorot matanya dipenuhi keterkejutan dan rasa tidak percaya. Ia tak pernah menyangka Harvey benar-benar akan menghabisinya.

Dengan suara parau, Tetua Kedua menggeram, “Kamu… berani membunuhku?”

“Aku ini Tetua Kedua dari Klan Corpse Walkers!”

“Aku punya posisi penting!”

“Kamu benar-benar membunuhku?”

“Aku bersumpah kamu akan—”

Harvey menjawab dengan tenang, “Bukankah aku sudah melakukannya?”

“Kamu mempertaruhkan nyawamu hanya untuk pamer?”

Ucapan itu membuat Tetua Kedua terdiam. Emosinya yang meledak-ledak membuatnya muntah darah lagi. Tubuhnya nyaris kehilangan kesadaran.

Harvey melirik dingin ke sekeliling, menatap para master yang berdiri terpaku, lalu berkata dengan santai, “Aku tahu kalian masih berharap para murid kalian bisa membalas dendam.”

“Tapi percayalah… mereka takkan sempat.”

Selesai berkata, Harvey menghentakkan kaki kanannya ke tanah. Suara retakan bergema ketika batu bata biru di bawahnya pecah. Puing-puing berhamburan, menggetarkan lantai.

Teriakan terdengar dari segala arah.

Dalam hitungan detik, para murid dan cucu Tetua Kedua terhempas. Rintihan dan jeritan menggema, tubuh-tubuh mereka remuk.

Hancur total!

Hanya sekejap, semuanya musnah!

“Bajingan!”

Tetua Kedua, dalam napas terakhirnya, melihat adegan itu—para penerusnya diluluhlantakkan. Darah menggenang di dadanya, dan akhirnya ia terdiam selamanya, kepalanya terkulai ke samping!

Di saat yang sama, seorang pria tua berjubah Tang melangkah keluar dari halaman. Wajahnya masam, nadanya meledak-ledak.

“Bajingan kecil!”

“Bagaimana bisa kamu bertindak sejauh ini?!”

“Kamu sudah membunuh tokoh utama Klan Corpse Walkers!”

“Kamu sudah melanggar hukum! Percaya atau tidak, kami akan—”

Pria ini bukan sembarang orang. Ia adalah Tetua Agung dari Klan Corpse Walkers yang legendaris!

Bab 4920

Mendengar suara pria tua itu, Harvey perlahan mengangkat kepala dan melemparkan tatapan dingin ke arahnya.

“Aku tidak menyuruhmu berbicara, kan?”

Ucapan sederhana itu langsung membuat Tetua Agung bungkam. Ekspresinya berubah kelam.

Ia datang dengan niat menegakkan keadilan. Namun, hanya dalam sekejap, tatapan Harvey membuatnya menelan kembali semua ucapannya.

“Berani sekali.”

“Bagus!”

“Hebat!”

Ketika Harvey hendak melangkah masuk ke gerbang vila, terdengar suara tawa ringan dari dalam bangunan.

Seketika itu juga, Harvey dan Shawney menoleh ke arah suara. Sosok pria dengan setelan Givenchy, rokok di tangan, perlahan muncul.

Di belakangnya, sekelompok orang mengikuti, dan di lengannya menggantung seorang wanita cantik.

Elodia Jean.

Kening Harvey mengerut pelan. Ia tidak menduga wanita itu kini bergandengan dengan Cedro.

Setelah kencan buta Cedro yang kacau di Istana Merah, secara kebetulan ia bertemu Elodia, yang saat itu hendak pergi.

Yang satu tergila-gila pada kecantikan, yang lainnya muak pada kemiskinan dan tergila-gila pada harta. Mereka pun menjadi pasangan yang sempurna dalam kehancuran.

Melihat Harvey dan Shawney, para Corpse Walkers yang masih tersisa pun berjuang untuk berdiri. Wajah mereka menunjukkan hormat berlebihan, seakan luka-luka mereka tak lagi berarti.

Saat itu, Elodia—dengan tatapan angkuh—memandang Harvey. Matanya mengandung rasa jijik, seolah ia sedang menyaksikan pecundang yang nekat menantang maut.

Ia mendengus pelan, dan gumaman “tsk” meluncur dari bibirnya.

Bagi Elodia, Harvey hanyalah pria murahan yang ditakdirkan untuk mati di hadapan kekuatan Cedro.

Tatapan Harvey tetap tenang, tak berubah. Ia hanya menyapu pandangan ke arahnya, sebelum akhirnya mengarah ke Cedro.

“Harvey, kamu sangat keterlaluan.”

“Mencampuri kencan butaku sudah cukup mengganggu.”

“Sekarang kamu datang ke vilaku saat aku sedang liburan, mencari masalah pula?”

“Apa kamu pikir nama besar Klan Corpse Walkers Xiangxi hanya hiasan belaka?”

“Apa aku, Cedro, terlihat mudah diinjak begitu saja olehmu?”

Nada Cedro tenang, bahkan terkesan santai. Tapi tiap katanya menyiratkan dominasi dan tekanan. Sosoknya benar-benar mencerminkan pewaris tertua Keluarga Lopez.

Tetua Agung yang sebelumnya dibungkam Harvey kembali bersuara, penuh keluhan dan kemarahan.

“Tuan Muda, Anda akhirnya keluar!”

“Orang ini telah membunuh Tetua Kedua! Palma! Talmon!”

“Dia bahkan nyaris menghabisiku!”

“Dia menghancurkan ratusan master Klan kita!”

“Dia tidak hanya ingin membunuh kami, tapi ingin menghapus seluruh akar keluarga!”

“Tuan Muda, dia tidak menganggap serius eksistensi Klan Corpse Walkers!”

“Anda tidak boleh membiarkannya pergi begitu saja!”

Cedro mengisap rokoknya, napasnya tenang, lalu mengembuskan asap sambil berkata, “Harvey, kamu sudah kelewatan.”

“Aku tak pernah mencarimu, tapi kamu malah datang sendiri untuk mencari gara-gara.”

“Kelihatannya, kamu memang tak ingin hidup lama.”

Ia pun menoleh pada anak buahnya.

“Panggil semua petinggi Klan Corpse Walkers.”

“Dan beri tahu Nona Koller, dia tak perlu turun tangan untuk urusan sepele ini.”

“Kita bisa menyelesaikannya sendiri.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4919 – 4920 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4919 – 4920.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*