Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4907 – 4908 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4907 – 4908.
Bab 4907
Seolah menangkap gelagat terbongkarnya rahasia serangga mayat, pria yang memegang suona itu menghentikan tiupan sejenak.
Namun, detik berikutnya, ia kembali meniupnya dengan ritme yang jauh lebih cepat.
Zombie besi yang mengelilinginya meraung keras, kemudian serentak menerjang Harvey dengan liar.
“Trik murahan seperti itu? Percuma!”
Nada suara Harvey terdengar dingin dan santai. Dalam sekejap, kakinya menghantam keras batu bata biru di bawahnya.
Krak!
Batu bata biru itu meledak berkeping-keping, serpihannya beterbangan laksana peluru timah.
Potongan-potongan tajam itu melesat cepat, menghantam tenggorokan para zombie besi.
Tanpa terlihat mata biasa, serangga-serangga kecil di dalamnya mendadak meledak.
Detik berikutnya, zombie besi yang semula menggila, langsung terhenti, seperti kehilangan sumber energi. Tubuh-tubuh mereka tumbang tanpa daya.
Tatapan Harvey tetap tajam, dan kini tertuju langsung pada pria pemilik suona itu.
Sosok tersebut kini tampak mengenakan setelan Tang formal.
Setelah diperhatikan lebih saksama, ternyata dialah pria berkacamata berbingkai emas yang selama ini mengikuti Cedro dan sering melecehkan Harvey lewat kata-kata pedasnya.
Wajahnya kini muram saat melihat mayat-mayat zombie berserakan. Dengan nada geram, ia memaki, “Brengsek!”
“Berani-beraninya kamu menghancurkan Pasukan Zombie Besi milik Tuan Muda Lopez!”
“Kamu benar-benar cari mati!”
Belum selesai kalimatnya, pria itu memutar suona di tangannya. Kepala suona terbuka, lalu melesatkan hujan jarum perak berwarna kebiruan, menarget langsung ke arah Harvey.
Dengan tenang, Harvey menyipitkan mata dan melompat ke samping, menjauh sekitar tiga meter, menghindari serangan mematikan tersebut.
Puff!
Tepat setelah Harvey menepi, jarum-jarum itu menancap ganas di batang pohon besar di belakangnya.
Sekejap kemudian, batang pohon itu berlubang parah, dan asap hitam mulai mengepul deras dari dalamnya.
Pemandangan itu benar-benar menegangkan. Suatu bukti bahwa serangan tadi sangat mematikan.
Tanpa gentar, Harvey kembali melangkah maju, menghindari aura pembunuh yang kian kental.
Kini pria berkacamata itu membuang suonanya. Dengan satu gerakan cepat, ia mengayunkan tangan, mengeluarkan senjata api dari balik lengannya, lalu menarik pelatuk secara beruntun ke arah Harvey.
Jelas, senjata itu telah dimodifikasi. Setiap tembakan melepaskan ledakan pasir besi, bukan peluru biasa.
Meski Harvey berhasil menghindar, ia belum cukup dekat untuk melancarkan serangan balasan.
“Kamu mungkin bisa menghindar, tapi bagaimana dengan istrimu?”
Pria berkacamata itu menyeringai, lalu mengubah arah bidikan senjatanya ke arah Mandy.
Klik!
Namun, saat menarik pelatuk, suara nyaring dari senjata yang macet terdengar.
Wajahnya menegang. Sorot matanya berubah, penuh keraguan dan ketakutan. Detik berikutnya, keterkejutan menyelimuti ekspresinya.
Tanpa ia sadari, Harvey telah berdiri di hadapannya—tangan kanannya mencengkeram pin pemicu senjata itu.
“Awalnya, aku berniat bermain-main dulu denganmu. Mencari tahu siapa yang berada di balik semua ini, selain Cedro.”
“Tapi ternyata kamu benar-benar bodoh. Maaf, aku tak punya waktu lagi. Aku akan mengirimmu pergi sekarang juga.”
Setelah mengucapkan kalimat itu, Harvey mengangkat tangannya dengan gerakan cepat. Senjata pria itu pun secara otomatis terarah ke bahunya sendiri.
Bang!
Tembakan itu meletus keras.
Rasa panas langsung menjalar di bahu pria berkacamata itu. Ia terhuyung ke belakang, wajahnya memucat, dipenuhi rasa tak percaya.
Ia belum pernah melihat sosok sekejam sekaligus sedingin ini sepanjang hidupnya.
Kraak!
Di tepi sungai, di dalam Toyota Alphard, Cedro menggenggam gelas anggurnya begitu erat hingga pecah berkeping.
Ia menyipitkan mata, menatap Harvey dari kejauhan—tatapannya dipenuhi kepedihan dan kemarahan yang tertahan.
Bab 4908
Satu jam berlalu. Di Rumah Sakit Rakyat Jinling, suasana tegang masih menyelimuti.
Harvey mondar-mandir di depan ruang gawat darurat. Wajahnya tegas, matanya terus memandangi lampu merah yang menyala.
Ia tak berkata apa pun, juga tak memaksa masuk.
Racun mayat milik Klan Corpse Walkers begitu kuat. Meski Harvey berhasil menyegel meridian jantung Mandy dan mengeluarkan sebagian besar racun, namun…
Karena Mandy hanyalah orang biasa—apalagi sempat ketakutan hebat—ia tetap harus dilarikan ke rumah sakit.
Meski Harvey tahu ia telah melakukan yang terbaik, tapi rasa cemas terus menghantuinya.
Ia paham benar, jika penanganan sedikit saja terlambat, Mandy bisa kehilangan nyawanya.
“Brengsek! Apa yang sebenarnya terjadi?!”
“Kenapa Mandy bisa masuk ruang gawat darurat setelah kamu membawanya pergi?!”
“Apa yang kamu lakukan padanya, hah?!”
Setengah jam kemudian, Simmon dan Lilian tiba dengan wajah panik.
Begitu melihat Harvey, tanpa bertanya lebih lanjut, Lilian langsung meledak dalam amarah.
Simmon bahkan sempat mencoba menerobos masuk ke ruang gawat darurat. Setelah dicegah, ia berbalik dan mencekik kerah baju Harvey sambil meraung marah.
“Dasar keparat kecil! Apa yang terjadi pada putriku?!”
Harvey terdiam sejenak sebelum menjawab pelan, “Seseorang menyerangku… Mandy terkena dampaknya dan keracunan. Tapi…”
Plaak—!
Lilian langsung menyela. Ia melangkah maju dan menampar wajah Harvey keras-keras.
“Brengsek kecil! Aku tahu ini semua ulahmu! Putriku orang baik, kenapa dia bisa terluka begini kalau bukan karena kamu?!”
“Aku bisa abaikan soal kamu merusak kencan buta itu.”
“Tapi coba jawab! Bagaimana Mandy bisa sampai masuk rumah sakit?!”
“Bagaimana kamu akan menjelaskan semua ini padaku?!”
“Kamu selalu bilang mencintai putriku, tapi apa yang pernah kamu berikan untuknya?”
“Selain rasa sakit dan air mata, apa lagi?!”
“Tolonglah!”
“Lepaskan dirimu sendiri! Lepaskan putriku juga!”
“Keluarga kami tak bisa menanggung penderitaan seperti ini terus-menerus!”
Lilian jelas memanfaatkan momen ini untuk menyingkirkan Harvey sepenuhnya.
Kini ada alasan yang sangat jelas dan kuat: Mandy dirawat di rumah sakit karena pria ini!
Bibi Wendt yang berdiri di samping, ikut campur dengan suara cemprengnya.
“Harvey! Kamu tahu tidak? Kalau kencan buta ini berhasil, aku akan dapat hadiah 50 juta yuan!”
“Keluarga ibu mertuamu bisa masuk lingkaran sosial elite!”
“Tapi karena kelakuanmu yang menjijikkan, Tuan Muda Johnings jadi marah!”
“Sekarang, Mandy kehilangan masa depannya!”
“Keluarga mertuamu kehilangan kesempatan naik kasta!”
“Dan aku kehilangan 50 juta yuan!”
“Aku sudah keluar uang banyak demi ini, kamu tahu!”
“Jadi kamu harus bayar 50 juta yuan sekarang juga!”
“Kalau tidak, aku akan cekik kamu sampai mati!”
Bagi Bibi Wendt, jelas—kebahagiaan Mandy bukanlah prioritas. Yang terpenting baginya adalah uang!
Seluruh investasi yang sudah ia keluarkan untuk “masa depan” Mandy, kini terancam lenyap hanya karena Harvey.
Namun Harvey tak menggubrisnya sedikit pun. Ia malah menatap Lilian dengan tenang, lalu berkata pelan namun penuh tekad.
“Siapa pun yang menyebabkan ini, akan kubuat membayar mahal.”
“Dan aku akan memberimu jawaban yang memuaskan.”
Lilian hanya mencibir, suaranya penuh kebencian.
“Penjelasan paling memuaskan untukku adalah kamu, bajingan, segera enyah dari sini dan keluar dari kehidupan Mandy… untuk selamanya!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4907 – 4908 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4907 – 4908.
Leave a Reply