Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4857 – 4858 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4857 – 4858.
Bab 4857
Swish, swish, swish—
Delapan kilatan cahaya memancar tajam, melesat mematikan.
Namun, Harvey melangkah maju dengan tenang, tubuhnya seolah menari menghindari serangan-serangan maut itu tanpa satu gores pun.
“Sepertinya, sihir Yin-Yang milik keluarga Tsuchimikado-mu tak lebih dari sekadar pertunjukan murahan.”
Nada suara Harvey tetap tenang, bahkan ketika matanya menyipit menatap cahaya hitam yang terus mengamuk setelah gagal pada serangan pertama.
Jepang dan kebiasaan mereka terhadap hal-hal ganjil, pikir Harvey. Sekilas tampak mencolok dan megah, padahal dalam kenyataan, sangat tidak berguna.
Benda-benda ini mungkin cukup menakutkan bagi anak kecil, tetapi bagi seorang master sejati, mereka tak lebih dari gangguan yang menyedihkan.
“Tuan Muda York, ini baru permulaan,” ujar Koumei Abe, tersenyum santai dengan ekspresi nyaris tak peduli.
“Pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai.”
Begitu ucapannya selesai, puluhan pria berjubah Yin-Yang-Ji perlahan muncul dari bayangan kuil. Wajah mereka tertutupi selembar kertas putih dengan ekspresi mengerikan—seolah menangis dan tertawa dalam waktu bersamaan.
Kertas itu sesekali berkibar ditiup angin, memperlihatkan wajah pucat di baliknya, menghadirkan aura menakutkan yang merayap dalam diam.
Bagi mereka yang berjiwa lemah, pemandangan itu cukup untuk membuat lutut gemetar dan keberanian lenyap seketika.
Tatapan Harvey mengeras. Ia bergumam lirih, “Reinkarnasi?”
“Menarik juga. Mari kita lihat sejauh apa trik ini berjalan.”
Reinkarnasi—salah satu teknik tingkat tinggi dalam sihir Yin-Yang Jepang.
Melalui ritual terlarang ini, roh Shikigami akan melekat pada jasad yang hampir mati, memberikan kehidupan kedua yang membawa kekuatan dari masa lalu.
Mereka yang bangkit bukan hanya mempertahankan ingatan, tapi juga keahlian tempur dari kehidupan sebelumnya. Tak heran teknik ini tergolong tabu.
Harvey tidak pernah menyangka bisa menyaksikannya langsung malam ini.
Koumei menyipitkan matanya dan tersenyum. “Tuan Muda York memang cerdas. Tapi, semakin dalam seseorang mengetahui rahasia, semakin cepat pula ajalnya tiba.”
“Awalnya aku tidak berniat membunuhmu malam ini, tapi sepertinya, demi keselamatanku sendiri, aku harus memastikan kamu tidak bangun lagi esok hari.”
“Begitu ya?” Harvey menanggapi dengan senyum tipis.
“Apakah kamu benar-benar yakin bahwa tiga kucing dan dua anjing yang kamu bawa bisa menjatuhkanku?”
Perkataan Harvey membuat alis Koumei terangkat. Ia tidak bisa menahan keterkejutannya.
Bukan karena kata-kata itu, tetapi karena ketenangan Harvey—begitu santai seolah-olah yang dihadapinya hanyalah gerombolan anjing jalanan, bukan teknik pamungkas sihir Yin-Yang dari negeri matahari terbit.
Tak hanya itu, sebuah aura tipis tapi tajam menyelimuti Harvey.
Aura yang membuat Koumei secara naluriah merasa gelisah.
Seolah-olah, dari awal hingga akhir, Harvey-lah yang sebenarnya memegang kendali atas semua ini.
Koumei menghela napas dalam, tapi tenggorokannya terasa kering seperti gurun.
“Harvey, karena kamu pria yang penuh wibawa, aku akan memberimu satu kesempatan,” ucapnya, entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja.
“Berlututlah, mohon ampun. Mungkin aku akan membiarkanmu mati dengan jenazah yang masih utuh.”
“Heh—” Harvey menyeringai sinis. Tak ada rasa gentar dalam raut wajahnya.
Langkahnya maju, perlahan namun mantap.
Di saat itu juga, semburan semangat juang meledak dari tubuhnya. Energi maskulin yang panas membakar udara, menguapkan hawa dingin dan membungkus sekitarnya dalam tekanan tak kasatmata yang menggetarkan jiwa.
Aura mengerikan itu menyapu para mayat Shikigami di garis depan. Detik berikutnya, api tak kasatmata melahap kertas putih di wajah mereka.
Tubuh-tubuh itu tumbang satu per satu, menabrak tanah dengan suara berat—’gedebuk!’
Beberapa mayat Shikigami seolah menyadari bahaya mematikan itu, dan mereka menjerit dengan suara nyaring—bukan manusia, bukan pula hantu.
Bab 4858
“Dewa Perang?!”
“Tidak mungkin!”
Pekikan kekagetan keluar dari mulut Koumei. Wajahnya berubah drastis.
Meski dirinya selalu membanggakan pengetahuan luas dalam dunia sihir Yin-Yang, untuk pertama kalinya ia merasa benar-benar tertinggal.
Dewa Perang! Harvey adalah salah satu dari Dewa Perang generasi sekarang?!
Tak masuk akal! Bahkan pewaris keluarga Tsuchimikado—yang dijuluki jenius sekali dalam seribu tahun—pun tak akan sanggup menandingi kekuatan Dewa Perang yang sesungguhnya!
Reinkarnasi, Shikigami, dan seluruh ritual Yin-Yang ini, semuanya menjadi bahan lelucon di hadapan sosok sekuat itu.
Kelopak mata Koumei berkedut hebat. Ia terpaksa mundur setengah langkah, lalu memaksakan senyum canggung.
“Baiklah, Tuan Muda York sungguh luar biasa. Aku mengaku kalah.”
“Aku akan pergi sekarang. Tapi… aku punya satu permintaan.”
Belum sempat kalimat itu selesai, Koumei tiba-tiba membentuk segel dengan tangannya.
Delapan sinar cahaya bersatu, membentuk tombak panjang yang melesat tajam ke arah Mandy!
Pada saat bersamaan, mayat-mayat Shikigami di sekitarnya bergerak cepat. Satu per satu melompat ke depan, lalu meledakkan diri dengan kejam.
Koumei sendiri tak menoleh ke belakang, langsung melarikan diri secepat kilat.
Ia tahu, permainan ini sudah mencapai klimaks—pertarungan hidup dan mati.
Mustahil Harvey akan membiarkannya pergi begitu saja. Maka, satu-satunya pilihan adalah mengorbankan segalanya untuk kesempatan sekecil apa pun.
Serangan ke Mandy adalah pengalih.
Pelariannya adalah tujuan sebenarnya.
Kraak!
Namun tepat ketika tombak cahaya hitam itu hampir menancap ke tubuh Mandy, sebuah tangan muncul dari samping dan meraihnya.
Sekejap kemudian, terdengar suara retakan keras—tombak hitam itu hancur menjadi debu.
Puff!
Koumei, yang baru berlari beberapa meter, terhuyung. Sihr Yin-Yang yang ia gunakan untuk kabur justru memantul balik dan mengguncang tubuhnya.
Seketika darah menyembur dari mulutnya. Wajahnya seputih kertas.
“Sudah kubilang, kamu memang tak punya kemampuan untuk itu.”
Dengan tenang, Harvey menarik napas. Ia menyentuh wajah Mandy lembut, lalu melangkah maju.
Bang!
Gelombang udara menyapu keras dari titik tempat Harvey berdiri.
Kraak!
Bang, bang, bang!
Mayat-mayat Shikigami yang masih tersisa ikut terseret oleh badai kekuatan itu, meledak di udara satu per satu.
Setiap ledakan membawa perubahan pada wajah Koumei—semakin pucat, semakin putus asa.
Darah mulai mengucur dari ketujuh lubangnya. Tubuh Koumei tak mampu lagi menahan tekanan. Ia setengah berlutut di lantai, tubuhnya nyaris remuk.
Dengan susah payah, Koumei menoleh, menatap Harvey yang berdiri tak tergoyahkan. Wajahnya dipenuhi keterkejutan dan ketidakpercayaan.
Ia telah mengeluarkan segalanya. Jurus pamungkasnya, satu-satunya harapan terakhir.
Namun, Harvey menepisnya dengan mudah, seperti seseorang yang menepis debu dari bahunya.
Sihir Yin-Yang—kebanggaan besar dari negeri kepulauan itu—di hadapan Harvey, tak lebih dari mainan tanah liat yang hancur oleh tetesan hujan.
Dalam hatinya, Koumei tak hanya dicekam rasa takut, tapi juga krisis kepercayaan terhadap seluruh jalan sihir Yin-Yang yang ia pelajari selama hidupnya.
Namun, Harvey tidak menoleh padanya.
Tatapannya melayang ke luar kuil, ekspresi tenangnya tak berubah.
Di kejauhan, aura mengintai bergerak… namun tak jadi muncul.
Mereka yang hendak menyerang, memilih mundur diam-diam.
Kini, perhatian Harvey hanya tertuju pada Koumei, seulas senyum tipis menghiasi wajahnya.
Setengah jam kemudian, dalam perjalanan pulang—
Mandy perlahan terbangun, bersandar lemah di kursi penumpang Toyota Prado.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4857 – 4858 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4857 – 4858.
Leave a Reply