Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4833 – 4834 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4833 – 4834.
Bab 4833
Di dalam ruang tamu Fortune Hall yang remang dan tenang, Harvey tengah menikmati seteguk teh hangat. Hari itu begitu melelahkan, dan ia bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya yang penat.
Namun, di saat yang hampir bersamaan, ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal muncul di layar, membuat alis Harvey sedikit mengernyit.
Ia tidak langsung mengangkatnya. Akhir-akhir ini, ia kerap menerima panggilan tak penting yang mengganggu.
Akan tetapi, berbeda dari biasanya, panggilan itu tidak berhenti. Begitu satu berakhir, bergetar lagi—terus menerus, nyaris tanpa jeda.
Setelah menimbang sejenak, akhirnya Harvey menggeser layar dan menjawab.
Terdengar suara tawa aneh dari seberang, serak dan menyeramkan—seperti bebek yang dicekik, menyesakkan dada siapa pun yang mendengarnya.
“Tuan Muda York… Ah tidak, seharusnya kusebut Tuan York. Halo,” kata suara itu, menyeringai dalam nada.
“Aku Ferdo Wanner. Kita sempat bertemu beberapa hari yang lalu.”
“Kamu datang bersama Julian waktu itu, dan menghancurkan rencanaku.”
“Kamu membuatku terdesak. Akhirnya, aku tak punya pilihan selain angkat kaki dari Jinling.”
“Aku yakin kamu masih ingat siapa aku.”
Harvey mengerutkan kening lebih dalam. Ia tidak heran Ferdo bisa mendapatkan nomor pribadinya. Tapi yang membuatnya penasaran adalah: ada apa Ferdo meneleponnya di tengah malam?
Tanpa bertele-tele, Harvey menjawab datar, “Kalau kamu ada urusan, katakan saja.”
“Hehehehe…”
Ferdo tertawa aneh, lalu melanjutkan, “Sebenarnya, tak ada yang terlalu penting.”
“Hanya saja, sebelum aku tinggalkan Jinling, aku akan menggelar makan malam perpisahan.”
“Dan aku ingin mengundangmu, Tuan Muda York, untuk datang.”
Suara Harvey tetap tenang, “Aku tak tertarik. Nikmati saja pestamu sendiri.”
Saat ia hendak menutup telepon, tawa Ferdo terdengar lagi, tajam dan menggoda.
“Tidak, kamu pasti akan datang. Harus.”
“Karena malam ini, tamu kehormatanku adalah… Mandy Zimmer.”
“Oh ya, kalau kamu yang datang, aku lebih senang begitu.”
“Julian? Kami tak mengizinkan dia ikut.”
Bip. Bip. Bip.
Panggilan terputus begitu saja.
Ekspresi Harvey langsung berubah muram.
Padahal ia sudah menugaskan orang untuk menjaga Mandy dan keluarganya. Namun ternyata, Ferdo tetap berhasil menculiknya. Harvey tak menyangka rencana busuk itu benar-benar berhasil.
Tapi setelah dipikir-pikir, Ferdo memang seperti penjudi yang mempertaruhkan satu-satunya chip yang tersisa. Dalam keadaan terpojok, dia mampu melakukan apa pun.
Tanpa menunda lebih lama, Harvey langsung melakukan panggilan video ke Kairi.
Kairi muncul di layar. Ia baru saja selesai mandi. Rambutnya masih sedikit basah, dan aroma air yang segar seakan melintas dari layar.
Piyamanya longgar, menampilkan kesan lembut dan alami, nyaris seperti peri dari pegunungan berkabut.
Dengan senyum tipis dan kedipan manja, ia menyapa, “Tuan Muda York, meneleponku larut malam begini… Apa kamu kesepian dan tak bisa tidur?”
Biasanya Harvey akan merespons dengan candaan, namun kali ini ekspresinya serius.
Tanpa berpaling, ia mengenakan mantel sambil berkata dingin, “Mantan istriku, Mandy, dibawa oleh Ferdo.”
“Dia barusan meneleponku. Mengundangku ke makan malam perpisahan.”
“Dan ia dengan jelas mengatakan, Julian tidak boleh ikut.”
“Aku butuh informasi lengkap—sekarang juga.”
Kairi terlihat terkejut. Senyum manisnya seketika menghilang, tergantikan ekspresi serius.
Ia segera meraih ponsel satunya, lalu menghubungi sejumlah kontak penting.
Tak lama berselang, setelah beberapa percakapan singkat, ia kembali ke layar. Wajahnya penuh ketegangan.
Bab 4834
“Tuan Muda York,” ujar Kairi dengan suara tegas.
“Kami mendapat informasi, bahwa Grup Wanner memiliki sebuah rumah besar di kaki Gunung Zijin.”
“Beberapa hari terakhir, sejumlah individu asing terlihat masuk ke sana.”
“Berdasarkan analisis, mereka adalah pasukan cadangan Wanner atau mungkin bala bantuan dari Evermore.”
“Intinya, tempat itu sekarang dipenuhi para ahli. Sangat berbahaya.”
“Dan karena Ferdo tak mengizinkanmu membawa Julian, jelas sekali dia berniat menghabisimu.”
“Tunggu sebentar. Aku akan segera menghubungi Enam Keluarga Tersembunyi. Apa pun risikonya, kita harus menyelamatkan Mandy.”
Namun, Harvey hanya mengangguk pelan. Suaranya berat namun pasti.
“Kita tak punya banyak waktu.”
“Aku akan pergi sendiri.”
Setelah itu, ia menutup telepon.
Ia tak memanggil Thomas maupun pengawal lainnya. Sebaliknya, ia mengambil kunci Toyota Prado milik Rikard dan melangkah keluar, meninggalkan kerumunan yang kebingungan dengan tatapannya yang dingin.
Boom!
Di jalanan sepi pinggiran kota, mesin Toyota Prado meraung kencang, menembus malam.
Tanpa ragu, Harvey menyalip sejumlah kendaraan, melibas lampu merah, berbelok tajam ke kiri dan kanan, memicu klakson dan umpatan dari pengendara lain.
Namun, semua itu tak penting. Ini bukan soal aturan lalu lintas—ini soal hidup dan mati.
Di tengah perjalanan, ia tetap fokus pada layar ponselnya.
Kairi, sadar Harvey tak akan mundur malam ini, langsung mengerahkan pasukannya untuk menyelidiki kediaman Grup Wanner dan mengirimkan semua info yang berhasil ia kumpulkan.
Harvey, sambil menyetir, mencerna semua informasi itu.
Tak lama kemudian, ia keluar dari jalur utama dan memasuki jalanan menuju kawasan tempat rumah mewah Wanner berada.
Bum!
Tiba-tiba, dari kejauhan, beberapa Lincoln Navigator menyalakan lampu depan mereka dan melaju kencang ke arah Harvey, seolah-olah telah menunggu di sana.
Jika diperhatikan lebih dekat, tampak lebih dari selusin pria berpenampilan aneh di dalam mobil-mobil itu.
Beberapa botak, ada yang menggenggam ikan kayu (Muyu), dan sebagian lainnya mengacungkan pedang.
“Biksu mengendarai Lincoln…?”
Harvey mengerutkan kening. “Apa mereka datang untuk menyelamatkan jiwaku?”
Ia langsung teringat pada informasi Kairi tentang “biksu iblis” dari India. Tak salah lagi, orang-orang ini pasti datang untuknya.
Para biksu iblis tersebut adalah murid Frankie Garcha—salah satu dari tiga orang suci India yang paling dihormati.
Dendam mereka bukan tanpa alasan. Di Wucheng, Harvey menghancurkan rencana Tianzhu selama bertahun-tahun. Di Penang, ia bahkan menyelamatkan Dean, Dewa Perang Nanyang.
Kini, mereka membalas dendam.
Namun, yang mengejutkan adalah: para biksu ini tampaknya bekerja sama dengan Grup Wanner.
Apakah artinya salah satu tokoh penting di Tianzhu adalah pemimpin Evermore?
Atau mungkin… Evermore memang memiliki jaringan kuat yang terhubung langsung dengan Tianzhu?
Saat pikiran itu berkelebat di benaknya, salah satu Lincoln melaju cepat dan menghantam bagian belakang mobil Harvey.
“Bajingan. Kamu pikir bisa menyingkirkanku hanya dengan cara begini?”
Wajah Harvey berubah gelap. Biasanya, ia tak akan segan menghabisi para antek seperti itu.
Tapi kali ini, waktu lebih penting dari segalanya.
Maka, setelah menarik napas panjang, Harvey menginjak gas lebih dalam, mempercepat laju mobil, dan memacu kendaraan keluar dari kepungan.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4833 – 4834 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4833 – 4834.
Leave a Reply