Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4767 – 4768 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4767 – 4768.
Bab 4767
Harvey hanya tersenyum santai tanpa menunjukkan sedikit pun kemarahan. “Bagaimanapun juga, dia adalah tokoh penting dari keluarga Foster—salah satu dari sepuluh keluarga elite di Luzhong.”
“Meremehkan pemuda sepertiku itu hal wajar.”
“Lagi pula, ini bukan urusanmu.”
“Yang penting adalah, seseorang akan segera datang memohon padaku.”
Nada suara Harvey begitu ringan, nyaris tak peduli, namun mengandung keyakinan penuh.
Pengalaman hidupnya yang telah mengasah ketenangan dalam menghadapi berbagai hinaan.
Namun yang terutama, semua yang ia ucapkan barusan bukan sekadar bualan—itu adalah kenyataan yang akan segera terwujud.
Melihat Harvey tetap tenang, Mandy merasa sedikit lega. Ia berpikir sejenak lalu berkata, “Bagaimana kalau malam ini aku traktir makan malam mewah?”
Harvey tersenyum tipis. “Mantan istriku tercinta, bukankah kamu dulu sangat enggan makan satu meja denganku?”
“Mengapa sekarang berubah begitu hangat? Apa kamu sedang berusaha merayuku?”
Mandy langsung tersulut amarah. Ingin rasanya ia menendang Harvey saat itu juga. Namun karena mereka sedang berada di dalam mobil, keinginan itu hanya bisa dipendam.
Saat keduanya berbincang ringan, gerbang vila kembali terbuka perlahan.
Seorang wanita berambut pendek dengan setelan profesional melangkah keluar. Di belakangnya mengikuti delapan pengawal bersenjata, pistol tampak terselip di pinggang mereka.
Wanita itu merupakan asisten pribadi Amoura. Mandy mengenalinya, dan segera menurunkan kaca jendela dengan ekspresi kaget, hendak menyapa.
Namun wanita itu lebih dulu berbicara, “Maaf, Nona Zimmer.”
“Nona kami menyampaikan pesan.”
“Bisakah Anda tidak berlama-lama di area ini?”
“Tempat ini merupakan kawasan privat.”
“Jika ingin berbincang, silakan pindah ke lokasi lain.”
Sikapnya dingin dan penuh penekanan. Jelas, Amoura ingin menunjukkan bahwa gerbang keluarga Foster bukan tempat yang bisa sembarang didekati.
Mandy, yang telah lama berkecimpung di dunia bisnis, terbiasa dengan sopan santun dan kehormatan. Berkat pengaruh keluarga Jean di Kota Modu, biasanya orang-orang tetap menjaga wajah meski tidak suka.
Namun perlakuan seperti ini—terang-terangan mengusir—bagaikan tamparan di depan umum.
Malu dan geram berkecamuk di hati Mandy. Wajahnya memerah menahan rasa terhina.
Setelah menggigit bibir sejenak, ia berkata pelan, “Baiklah. Kami akan segera pergi.”
Asisten wanita itu masih dengan nada dingin berkata, “Ini seratus yuan, untuk ongkos bensin.”
“Nona juga berharap, Anda tak akan muncul lagi di tempat ini.”
Sambil bicara, ia melemparkan selembar uang ke dalam mobil, seolah melempar sampah.
Wajah cantik Mandy langsung pucat karena marah. Seluruh tubuhnya bergetar, bibirnya gemetar, dan ia bahkan tak mampu mengeluarkan suara.
Harvey memungut lembaran uang itu dengan tenang dan berkata ringan, “Menarik.”
“Nonamu sungguh… menarik.”
“Sampaikan pada ayahnya—awalnya dia hanya perlu berlutut selama 24 jam agar aku membantunya.”
“Tapi karena ulahnya, sekarang dia harus berlutut tiga hari tiga malam. Jika kurang sedetik pun, aku tidak akan bergerak sedikit pun.”
“Biarkan dia menanggung akibatnya.”
Asisten itu terdiam sejenak, tampak tercengang. Seolah tak percaya ada orang yang berani mengancam langsung keluarga Foster seperti ini. Pemandangan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Nonanya bukan hanya anggota keluarga elite Luzhong, tetapi juga memiliki kekuasaan dan pengaruh nyata.
Apa orang ini tidak paham arti bahaya saat ia berbicara seperti itu?
Dengan wajah yang dipenuhi sinisme, sang asisten berkata, “Baik. Akan aku sampaikan persis seperti yang kamu katakan.”
“Semoga kamu siap menghadapi akibatnya.”
“Tapi sebelum itu—keluar dari sini sekarang juga!”
Bab 4768
Begitu asisten wanita itu selesai bicara, kedelapan pengawal langsung meletakkan tangan mereka di senjata, siap bergerak jika diperlukan.
“Mandy, ayo pergi.”
Harvey tetap tersenyum kalem. Ia menepuk pundak Mandy yang masih terpaku, lalu memberi isyarat agar ia segera mengemudikan mobil meninggalkan tempat itu.
Mereka menuju Huilong Bay No. 1—area tertinggi di kawasan elit Huilong Bay.
Melihat Ferrari itu melaju menjauh, asisten wanita tadi mengernyit, lalu berujar dingin, “Itu… itu Huilong Bay No. 1 yang legendaris.”
“Tempat tinggal seorang tokoh misterius.”
“Kuperingatkan kalian, jangan sembarangan mendekat…”
“Kalau tidak, kalian hanya sedang menggali kuburan sendiri.”
Nada ucapannya terdengar seperti ejekan.
Di matanya, Harvey dan Mandy hanyalah dua orang desa yang ingin pamer. Mobil Ferrari yang mereka tumpangi pun tampaknya hanya mobil sewaan dari perusahaan rental entah mana.
Barangkali, ini satu-satunya kesempatan mereka menjejakkan kaki di lingkungan bergengsi itu. Jadi sebelum pergi, mereka harus puas mengambil foto sepuasnya.
Menurut informasi yang dia terima, Vila Huilong Bay No. 1 telah dihadiahkan oleh Daron Jackson pada seorang tokoh misterius.
Bahkan Daron pun telah memberi perintah: siapa pun dilarang mendekat sembarangan.
Harvey dan Mandy yang hendak masuk sekarang jelas dianggap tak tahu diri—seperti sengaja mencari celaka.
Nada menghina itu membuat wajah Mandy memerah karena marah dan malu. Kakinya sempat gemetar saat menekan pedal gas.
Namun Harvey menenangkan Mandy dengan senyuman lembut. Ia menurunkan jendela, lalu berkata datar, “Tenang. Ini bukan urusanmu.”
“Ini urusan kami.”
“Kami mau pulang.”
“Pulang?!”
Asisten wanita itu mendengus pelan, penuh cemoohan. Di tempat itu—Huilong Bay No. 1—setidaknya ada 30 petugas keamanan yang berjaga setiap hari.
Orang seperti Harvey? Mendekat saja tak layak, apalagi mengaku pulang ke sana?
Namun detik berikutnya, suara sistem otomatis berbunyi.
Ding——
Pintu garasi dan gerbang utama vila terbuka secara bersamaan.
Puluhan penjaga keamanan dan pelayan keluar dari dalam bangunan. Mereka membungkuk hormat dan menyambut dengan suara lantang dan serempak:
“Selamat datang di rumah, Tuan dan Nyonya!”
Wajah para asisten dan pengawal mendadak kaku.
Seolah tertampar keras, mereka membisu dalam keterkejutan. Tak satu pun dari mereka yang mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Ekspresi mereka seperti baru saja menelan ludah bercampur lumpur—penuh rasa malu yang tak tertahankan.
* * *
Begitu memasuki vila Huilong Bay No. 1, Mandy terdiam menatap pemandangan di sekeliling.
Ia langsung jatuh hati pada tempat ini.
Bangunannya memadukan arsitektur klasik Su dengan gaya Barat yang elegan—sebuah harmoni antara Timur dan Barat yang begitu menawan.
Ada taman luas, kolam ikan, bebatuan hias—semuanya berpadu menciptakan suasana bak negeri dongeng yang nyata.
Bahkan Harvey, meski baru pertama kali datang ke tempat ini, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Dari sudut pandang Feng Shui pun, tempat ini sangat luar biasa.
Karena terletak di ujung semenanjung, Huilong Bay No. 1 berada di posisi paling strategis. Dikelilingi air dan menghadap langsung ke Sungai Qinhuai—lokasi yang dipercaya membawa kekayaan dan keberuntungan.
“Tiba-tiba aku teringat… tempat ini seharusnya hadiah ulang tahun pernikahan ketiga kita, ya?” gumam Mandy sambil menatap Harvey, lalu menyunggingkan senyum manis.
Harvey membalas senyumannya. “Iya, memang untukmu. Tapi saat itu kamu tak percaya, jadi kamu menolaknya dan mengembalikannya padaku.”
Mandy termenung sejenak, lalu berkata pelan, “Kalau begitu… aku berubah pikiran.”
“Aku ingin tempat ini jadi hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ketiga.”
Harvey menatap wajah serius wanita di hadapannya, lalu tersenyum lembut. “Mengapa?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4767 – 4768 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4767 – 4768.
Leave a Reply