Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4735 – 4736 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4735 – 4736.
Bab 4735
Melihat kakeknya dengan tegas berdiri di pihaknya, semangat Nobuki pun menyala.
Dengan sorot mata penuh api, dia berkata, “Kakek, dia barusan bilang, bahkan jika kamu sendiri yang datang, dia akan tetap menginjak-injakmu!”
Remy dan yang lain pun langsung mengangguk cepat, seperti anak buah yang setia membenarkan tuannya.
“Ya! Bajingan ini luar biasa sombongnya!”
“Dia bahkan mengatakan bahwa kalua kamu datang, dia akan menginjakmu!”
“Menginjakku?”
Jovan menyeringai sinis.
“Bocah itu benar-benar tak tahu di mana langit berada, dan seberapa dalam bumi terbentang!”
“Kalau hari ini aku tidak mengajarkan padanya makna sejati dari kata kematian, maka sia-sialah lima puluh tahun perjalanan bela diriku.”
Harvey memandang Jovan dari atas hingga bawah, lalu dengan nada tenang namun menyentil, ia berkata, “Kamu berlatih bela diri selama lima dekade, tapi hasilnya seperti belajar dari perut anjing?”
“Tidak tahu tata krama? Tak paham mana yang benar dan salah?”
“Kamu ini seorang senior di dunia bela diri. Tapi alih-alih jadi panutan, kamu malah menindas yang lemah demi memuaskan kekuasaan? Apa itu yang kamu sebut kehormatan?”
“Kamu bahkan mendukung Jepang?”
“Hehe——”
Jovan hanya mencibir, nadanya penuh ejekan.
“Tak perlu kamu sematkan gelar dan tuduhan padaku!”
“Sudah kubilang, dia cucuku. Dan aku selalu membela keluargaku, bukan bangsa!”
“Dalam pandanganku, yang disebut kebenaran adalah kepalan tangan yang lebih besar!”
“Semakin besar kekuasaan, semakin keras pula kebenaran!”
“Dan kebenaran sejati itu datang dari mereka yang menguasai!”
“Orang Daxia lemah, tak punya posisi untuk berargumen di depanku. Satu-satunya pilihan mereka hanyalah berlutut dan memohon belas kasihan!”
“Lihat bocah itu—bahkan berasal dari salah satu keluarga papan atas. Tapi apa aku memberinya ruang untuk berpikir? Tidak!”
“Hah?!”
Sikap Jovan begitu sombong dan tak kenal malu. Ia menunjuk ke arah Coulson yang terguncang ketakutan, menggigil di tanah, dengan tatapan penuh arogansi.
Harvey hanya tersenyum tipis, seolah tak terpengaruh oleh ancaman itu.
“Sepertinya Tetua Agung kita, Jovan Voss, memang benar-benar ingin menjamahku.”
“Tapi, dengan semua keangkuhanmu itu, pernahkah kamu memikirkan akibatnya?”
“Akibat?”
Jovan tertawa rendah, sinis. “Tidak ada kata itu dalam kamusku.”
Nada suaranya santai, tapi mengandung ancaman nyata.
“Namun karena kamu masih muda dan cukup berani bicara di hadapanku, aku sedikit mengagumimu.”
“Berlutut dan bersujudlah, akui kesalahanmu. Lalu patahkan tangan dan kakimu.”
“Kirim istri dan iparmu ke tempat tidur cucuku, dan mungkin… hanya mungkin, aku akan membiarkanmu hidup!”
Ucapannya dilontarkan dengan santai. Ia menautkan tangan di belakang punggung dan menghela napas panjang.
“Kamu boleh menolak. Tapi jika itu pilihanmu, maka keluarga dan teman-temanmu juga akan menanggung akibatnya.”
“Aku akan mencari tahu di mana makam leluhurmu, menggali kuburan mereka, menggiling tulangnya, lalu menyebarkan abunya!”
“Akan kuaduk mereka menjadi bubur jeli kura-kura… dan kusajikan pada anjing!”
Nada suaranya tak berubah, tetap tenang. Namun dari sorot matanya, terlihat jelas bahwa itu bukan sekadar ancaman kosong.
Ia sudah melakukannya.
Tapi sebesar apa pun bayang-bayang kekuatan Jovan di Jinling, Harvey tetap berdiri tenang, tanpa sedikit pun gentar.
Sebagai tetua sekte luar Gerbang Surga Barat Daya, Jovan memang memiliki kulit harimau yang melapisi dirinya.
Namun, bagi Harvey, orang seperti Jovan tak lebih dari harimau tua yang ompong.
Meski orang-orang bisa tak memberi muka pada Harvey, tapi siapa pun harus memberi muka pada pemimpin Gerbang Surga Barat Daya. Karena Jovan, dalam hal ini, adalah wakil dari sang kepala sekte.
Shawney yang berdiri di sisi Harvey mulai menunjukkan ekspresi panik. Ketakutan nyata tergambar di wajahnya.
Ia sangat cemas Jovan akan menampar Harvey hingga tewas di tempat.
Namun, Harvey sudah berkata dengan tegas sejak awal—tidak perlu minta bantuan siapa pun.
Kalau sekarang dia minta tolong, itu sama saja melanggar kepercayaan Harvey.
Mata Harvey menyipit, memandangi Jovan seolah tengah menonton seekor badut tua yang penuh drama.
Jovan ini, jelas sudah uzur, tapi nyatanya ia benar-benar membiarkan hidupnya tersesat dalam kebutaan kuasa selama puluhan tahun.
Sifat sombong Nobuki, rupanya diwarisi dari sang kakek. Keduanya bagaikan cermin satu sama lain.
Tak salah jika pepatah berkata: jika bukan satu keluarga, tak akan memasuki satu pintu yang sama.
Bab 4736
“Wah, kenapa diam? Sekarang kamu tahu cara menulis kata mati?”
“Kamu tahu arti penyesalan, ya?”
Nobuki maju dengan langkah pongah, penuh kesombongan.
“Tadi kamu sangat hebat!”
“Tadi kamu sangat angkuh!”
“Sekarang kenapa? Kenapa diam membisu? Tidak melompat-lompat lagi?”
“Takut, ya?”
Dengan niat menampar wajah Harvey, tangan Nobuki pun terangkat tinggi.
“Kalau kamu takut, berlutut saja!”
“Pergi ke hotel, tonton aku bersenang-senang dengan istri dan iparmu!”
“Aku akan sangat menikmati momen itu!”
“Kalau kamu patuh, mungkin kamu bisa selamat.”
“Tapi kalau tidak, tinggal tunggu orang lain menyalakan dupa di makammu!”
Ucapan bejat itu disambut tawa keji dari para penduduk pulau yang ada di sekelilingnya. Mereka tampak menikmati drama ini, seolah tengah menonton pesta penyiksaan.
Dalam benak mereka, Harvey pasti ketakutan. Mereka bahkan berpikir, pertunjukan yang lebih menghibur akan segera dimulai.
Nobuki akan menikmati ‘hidangan utama’, dan mereka pun siap meneguk ‘sup hangatnya’.
Toh, sekuat dan setinggi apa pun posisi Harvey, siapa yang berani menentang Jovan?
Kecuali dia sudah bosan hidup!
Namun, saat tangan Nobuki hampir menyentuh wajah Harvey…
Plaak——!
Sebuah tamparan telak mendarat dengan gemuruh.
Semua orang menahan napas.
Harvey membalikkan tangan dan menampar wajah Nobuki tepat di depan mata mereka!
“Ah——!”
Jerit Nobuki menggema. Tubuhnya terpental, giginya beterbangan di udara, lalu jatuh menggelinjang ke tanah.
“Orang Jepang biasa, bahkan lebih rendah dari seekor anjing… Berani-beraninya kamu menyuruhku berlutut?”
“Kamu mimpi apa barusan?”
“Kamu pasti sedang berhalusinasi!”
Tatapan Harvey menajam, penuh penghinaan, menatap Nobuki yang terlempar jauh dan kini meringkuk di tanah.
Sungguh, orang macam itu berani besar di tanah Daxia?
Apa dia sudah lupa tempat asalnya?
“Kakek——!”
Nobuki mengerang kesakitan, menutupi wajahnya yang membengkak. Amarah dan rasa malu membakar dadanya.
Ia merasa sudah memperhitungkan segalanya.
Tapi dia tak pernah menduga bahwa Harvey akan berani menyerang lebih dulu!
Tidak dalam situasi seperti ini!
Semua mata terpaku. Mulut mereka menganga lebar. Tak satu pun bisa berkata-kata.
Jovan ada di sini. Para murid sekte luar Gerbang Surga Barat Daya juga hadir.
Mereka bukan orang biasa. Mereka para pendekar tingkat atas!
Namun, di tengah tekanan luar biasa itu, Harvey justru mengambil inisiatif?
Apa dia sudah gila?
Atau… memang dia tak tahu arti kata ‘mati’?
Tak ada orang sebodoh ini di dunia, bukan?
Bahkan Jovan sendiri tercengang.
Karena menurut logikanya, siapapun yang masih memiliki sedikit otak, tahu kapan harus tunduk.
Siapa Jovan?
Tetua sekte luar Gerbang Surga Barat Daya. Tokoh besar di dunia bela diri. Sosok yang bisa menghancurkan orang seperti Harvey seolah menginjak semut.
Tapi Harvey?
Bukan hanya menolak tunduk, dia malah menampar cucu kesayangan Jovan di depan umum.
Ini bukan hanya penghinaan pribadi.
Ini adalah tamparan di wajah Jovan.
Tamparan bagi Gerbang Surga Barat Daya.
“Hajar dia!” raung Jovan. Wajahnya memerah, urat-urat di pelipis menonjol, nadinya berdegup cepat menahan amarah.
“Kalau kalian membunuhnya, biar aku yang menanggung akibatnya!”
Serentak, lebih dari selusin murid sekte luar melangkah maju. Senyum sinis menyungging di bibir mereka. Mereka menggeleng pelan, menebarkan tekanan seperti hembusan badai.
Bersamaan, mereka semua bergerak.
Penonton menahan napas.
Banyak yang berpikir—bajingan bermarga York ini… sudah tamat riwayatnya!
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4735 – 4736 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4735 – 4736.
Leave a Reply