Kebangkitan Harvey York Bab 4719 – 4720

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4719 – 4720 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4719 – 4720.


Bab 4719

Pemandangan yang tersaji di hadapan mereka membuat Nobuki dan para pengikutnya secara refleks menyipitkan mata.

Seburuk apa pun reputasi Pangeran Gibson di mata orang lain, tetap saja dia merupakan keturunan sah dari keluarga besar Gibson yang berpengaruh, sekaligus pangeran Jinling yang mengguncang dunia!

Sosok seperti itu biasanya tak pernah mengenal rasa takut.

Namun kini, di hadapan Harvey, Pangeran Gibson justru menunjukkan sikap hormat yang luar biasa. Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa Harvey bukanlah pria sembarangan.

Meski begitu, Nobuki telah lebih dulu meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki latar belakang Harvey.

Di matanya, pria itu hanyalah seorang pria penghibur—menantu tak berguna, penipu kelas rendahan, dan tukang ramal murahan yang menyaru sebagai ahli Feng Shui.

Nobuki benar-benar tak menyangka seseorang seperti Harvey bisa memiliki kemampuan yang layak diperhitungkan.

Kalaupun dia memang memiliki kualitas yang menonjol, Nobuki sama sekali tidak peduli. Bahkan terhadap Pangeran Gibson saja dia tidak segan-segan bersikap merendahkan, apalagi terhadap Harvey.

Menurutnya, meski Harvey memiliki segelintir keahlian, itu tetap tidak cukup untuk menandingi dirinya.

Apakah pria itu sungguh-sungguh punya kualifikasi untuk menantangnya?

Pangeran Gibson, yang mengabaikan Nobuki seolah pria itu bukan siapa-siapa, justru berkata penuh hormat, “Paman York, mengapa Anda datang sendiri ke tempat ini?”

Jelas sekali, dalam pandangan Pangeran Gibson, Harvey bukanlah orang sebaya, melainkan seorang senior yang layak dihormati.

Meskipun Harvey tampak ramah, Pangeran Gibson tahu betul, jika dia berani berlaku lancang, Quillan bisa saja menamparnya hingga tewas.

Harvey hanya tersenyum tipis. Suaranya tenang, namun setiap katanya mengandung ketegasan.

“Tuan Muda Chiba begitu pongah di wilayah Daxia kita.”

“Sudah waktunya seseorang memberitahunya, bahwa orang Jepang bukanlah siapa-siapa di negeri ini.”

“Masalah seperti ini mungkin sulit ditangani olehmu, tapi aku tidak keberatan turun tangan.”

Sambil berbicara, Harvey maju beberapa langkah, menatap Nobuki dengan sorot mata tajam dan suara dingin yang mengandung ejekan.

“Nobuki, kita bertemu lagi.”

“Apa karena kamu tak mampu menandingi kemampuanku minum, otakmu jadi terguncang?”

“Jadi kamu memilih bermain kotor, pakai cara-cara licik.”

“Apakah ini satu-satunya trik yang kalian miliki di negeri kalian?”

“Kalau kamu memang tak sanggup, katakan saja terus terang. Berlutut dan minta ampun. Apa gunanya semua akal busuk itu?”

Ucapan Harvey yang pedas membuat mata Nobuki menyipit tajam.

Remy, yang berdiri di sampingnya, menggertakkan gigi sambil berseru dengan suara serak dan penuh amarah, “Kurang ajar! Kamu pikir aku tidak berani menyuruh orang membunuhmu sekarang juga?!”

Namun Nobuki justru terkekeh, melambaikan tangannya seperti hendak menenangkan anak kecil.

“Remy, jangan terbakar emosi seperti itu.”

“Sudah berapa kali kukatakan, saat keadaan memanas, kita harus tetap tenang.”

Kemudian dia menatap Harvey dengan senyum sinis.

“Harvey, si menantu dari keluarga York!”

“Kenapa kamu bisa berubah drastis hanya dalam satu atau dua hari?”

“Sekarang kamu mengaku sebagai Tuan Muda York, menarik juga!”

“Tapi sayang sekali, orang-orang di lingkaran kekuasaan kami bukan tipe yang bisa kamu sentuh seenaknya.”

“Jangan-jangan semua kemampuanmu didapat karena kamu terlalu sering menjual diri sebagai pria penghibur?”

“Kalaupun kamu benar-benar punya sedikit keahlian, sayangnya kamu sudah melangkah terlalu jauh dengan menantangku.”

“Perbuatan seperti itu tak hanya akan menyeretmu sendiri ke jurang, tapi juga Xynthia!”

“Bahkan ayah mertuamu, ibu mertuamu, dan istrimu sendiri pun tak akan bisa lepas dari akibatnya!”

“Aku akan menyeret seluruh garis keturunanmu, dan memastikan kalian membayar dengan harga mahal!”

Mengingat kejadian memalukan saat dirinya harus tidur dengan Remy—seseorang yang bahkan tak disukainya sedikit pun—hanya karena Harvey, membuat Nobuki ingin menghancurkan pria itu sepenuhnya.

Dia selalu merasa jijik terhadap pria, tetapi justru harus menjalin hubungan intim dengan pria karena ulah Harvey.

Sungguh ironis…

Semakin dipikirkan, semakin dia merasa hidupnya telah hancur tak bersisa.

Amarah membakar dadanya hingga dia menggertakkan gigi keras-keras. Tatapannya menusuk, lalu dia berseru lantang,

“Aku akan membunuhmu!”

“Aku ingin kamu mati tanpa kuburan!”

“Bahkan tulang-belulang leluhurmu akan kugali dan kuhancurkan hingga menjadi abu!”

Bab 4720

Harvey menanggapi amukan Nobuki dengan tatapan datar. Suaranya tetap tenang, nyaris tanpa emosi.

“Oh, begitu?”

“Hanya karena persoalan remeh seperti ini, kamu tidak juga mau belajar, dan tetap ingin membuat keributan denganku?”

“Apakah kamu tidak takut kalau suatu saat kamu tak akan pernah bisa kembali ke Jinling setelah menginjakkan kaki di sini?”

“Kalau ingatanku tidak keliru, di kaki Gunung Zijin ada pohon sakura yang dikirim dari negaramu, bukan?”

“Aku akan menguburkanmu di sana.”

“Dan setiap tahun, tepat di hari kematianmu, aku akan menyuruh Pangeran Gibson membakar uang kertas untukmu.”

“Supaya kamu tidak perlu mengemis makanan di alam baka.”

Nobuki tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan itu. Tatapannya dipenuhi penghinaan, dan raut wajahnya menampilkan ekspresi sinis yang tak tersembunyikan.

“Kubur aku di kaki Gunung Zijin?”

“Kamu pikir siapa dirimu sebenarnya?!”

“Pangeran Gibson saja tidak berani menyentuhku, dia seperti anjing yang patuh di hadapanku!”

“Kamu cuma seorang Harvey, pria murahan yang hanya bisa hidup dari belas kasih wanita, apa hakmu menyentuhku?!”

“Mau andalkan kemampuan menjual diri sebagai pria simpanan?”

“Atau kelicikanmu sebagai penipu?”

Nobuki menghembuskan asap cerutu dengan wajah puas. Sifat angkuhnya begitu menonjol.

Sebagai keturunan keluarga Chiba yang kini menjadi bangsawan baru di negeri kepulauan, dia sudah lama lupa bagaimana bersikap rendah hati.

Dimanapun dia berada, Nobuki merasa bisa menginjak siapa pun yang ditemuinya.

Begitu menginjakkan kaki di Daxia dan dikelilingi oleh para penjilat, dia lupa bahwa negeri ini bukan tempat yang bisa diremehkan.

Di negeri ini, seseorang harus tahu diri.

Harvey memandang Nobuki yang pongah itu, dan berkata perlahan namun penuh tekanan,

“Nobuki, aku tidak perlu memakai cara licik untuk menjatuhkanmu.”

“Karena bagiku, kamu tidak ada bedanya dengan seekor anjing.”

“Tepatnya… anjing Akita dari negeri kepulauan.”

Mendengar itu, Remy langsung berteriak penuh amarah, “Kurang ajar! Apakah kamu tidak tahu cara bersikap sopan?!”

“Daxia adalah negeri dengan peradaban lima ribu tahun dan terkenal karena menjunjung tinggi etika. Beraninya kamu menyamakan Tuan Muda Chiba dengan seekor anjing Akita?!”

“Aku akan membunuhmu, percaya atau tidak?!”

Namun Harvey sama sekali tak menggubris Remy, si gonggongan liar itu. Tatapannya tetap tenang saat menatap Nobuki.

Sikap Harvey yang tetap kalem justru membuat Nobuki semakin curiga dan waspada. Dia menyipitkan mata, lalu melambaikan tangan, memberi isyarat pada Remy untuk mundur.

Kemudian, Nobuki mengangkat tangan kanannya dan mengaitkan jemarinya ke arah Harvey.

“Ayo, aku duduk di sini. Aku tidak akan bergerak sedikit pun.”

“Kalau kamu memang punya nyali, ayo sentuh aku!”

“Biar aku bisa melepaskan amarah istrimu!”

“Biar adik iparmu juga bisa menyalurkan dendamnya!”

Wajah Nobuki penuh dengan ejekan. Setiap kata-katanya adalah tamparan yang menantang.

“Tapi… apakah kamu cukup berani?”

“Andaikan langit kuberikan padamu sebagai keberanian, beranikah kamu menyentuhku?”

Para wanita pengiring Nobuki tertawa kecil mendengar tantangan itu. Mereka menganggap Harvey hanyalah pria kecil yang hanya bisa bermain kata dan akal-akalan.

Dia hanya mengandalkan toleransi minum yang tinggi, lalu memamerkan diri dengan taktik murahan. Lalu menganggap dirinya hebat.

Orang seperti itu, apa pantas menghadapi Nobuki secara langsung?

Lelucon macam apa ini?

Bang——

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Harvey langsung melangkah maju. Dalam sekejap, dia menangkap kepala Nobuki yang pongah itu dan…

Baam——

…membantingnya dengan keras ke atas meja.

Gerakan Harvey begitu cepat. Bahkan orang-orang yang berdiri di sekitarnya nyaris tak sempat bereaksi.

Bang!

Kepala Nobuki menghantam meja marmer dengan keras. Suara benturan yang mengerikan menggetarkan seluruh ruangan.

Meja itu hancur berantakan, cangkir dan piring beterbangan, bir menyiram ke segala arah.

Dari dahi Nobuki, darah mengucur deras. Tubuhnya menggigil menahan sakit, dan cerutu yang tadi ia pegang terjatuh ke lantai.

Ssst——

Harvey mengeluarkan sehelai tisu, memungut cerutu itu dengan ekspresi jijik, lalu menempelkannya tepat di dahi Nobuki—seolah-olah sedang memberi cap penghinaan di atas luka.


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4719 – 4720 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4719 – 4720.

2 Comments

  1. Luar biasa cerita yg sangat menarik….selalu bikin penasaran kelanjutan crita selanjutnya…. tetap semangat yaa admin smg admin sll sehat ceria bahagia dan sll dalam kebaikan keberkahan … Aamiin
    Setia menunggu lanjutannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*