Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4607 – 4608 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4607 – 4608.
Bab 4607
Dengan cerutu mengepul di jemarinya, Kaden melangkah masuk. Tanpa ampun, ia menendang vas bunga yang tersusun rapi di ambang pintu.
Suaranya dingin menusuk, “Estell, keluar!”
Tak lama kemudian, Harvey turut masuk. Tangan disilangkan di belakang punggung, wajahnya datar tanpa ekspresi sedikit pun.
Matanya menyapu ruangan yang dipenuhi rak-rak berisi benda berharga. Tampak jelas ada berbagai batu giok mentah yang dipajang.
Tempat ini memang ramai dikunjungi para penggemar permainan batu giok yang mengandalkan keberuntungan dan insting.
Di tengah suasana itu, suara tawa nyaring namun manis terdengar dari balik kedalaman Golden Treasure Gallery. Tak berselang lama, seorang wanita berpenampilan memesona muncul perlahan.
Ia mengenakan cheongsam mewah, disulam dengan benang emas berkilau. Potongan busananya pas di tubuh, memperlihatkan pesona menggoda namun tetap memberi kesan cerdas dan elegan.
Wanita itu adalah Estell—sosok yang sebelumnya pernah berseteru dengan Harvey di tempat yang sama.
Melihat kemunculan Kaden, Estell sempat tertegun sesaat. Namun kemudian, ia tersenyum manis dan berkata dengan nada menggoda,
“Hari ini benar-benar kacau. Ada sekelompok orang yang menyerbu, memukul sana-sini, bahkan menghancurkan properti.”
“Apakah ada orangku yang secara tak sengaja menyinggungmu, Tuan Bolton?” Ia menatap Kaden, senyumnya menawan namun menyimpan tanya.
“Atau… apakah Anda masih kesal karena saya tak sempat membalas pesan Anda semalam, Tuan Bolton?”
Nada ucapannya manja, namun sorot matanya mengisyaratkan ketidaksenangan. Terlihat jelas, kehadiran Kaden telah mengganggu aktivitas dan urusannya.
Kaden menyeringai penuh ejekan, lalu melangkah maju beberapa langkah. Ia mengangkat tangan kanannya dan menepuk ringan pipi cantik Estell. Gerakannya tidak keras, tapi cukup membuat udara menegang.
“Estell, kita semua tahu, permainan ini tentang citra.”
“Apa sebenarnya yang kamu lakukan? Apa kamu tidak menyadari apa yang sedang terjadi?”
“Perlu aku ingatkan lagi?”
Wajah Estell sedikit berubah. Ia berusaha meredam amarahnya, namun tetap berkata dengan suara lembut,
“Tuan Muda Bolton, Anda adalah pewaris keluarga Bolton yang tersembunyi. Ayah Anda, Azarel, dikenal sebagai penguasa lokal Jinling.”
“Saya selalu menjunjung tinggi kehormatan Anda, dan selama ini saya tulus dalam setiap langkah saya terhadap Anda.”
“Jika memang saya melakukan kesalahan, tolong jelaskan di mana letaknya…”
“Karena hanya dengan begitu saya bisa memahami apa yang harus saya perbaiki.”
Tawa dingin meletup dari bibir Kaden, diikuti cemoohan sinis yang menghiasi wajahnya. Di sudut mulutnya, terpahat senyum beku—mengerikan namun tak bisa disangkal ketampanannya.
Andai saja dia tidak menyaksikan sendiri bagaimana Harvey berhadapan dengan pedang iblis negara pulau itu, mungkin Kaden akan percaya bahwa Estell tak bersalah. Namun kenyataannya terlalu mencolok untuk diabaikan.
Setelah melihat semua dengan mata kepala sendiri, Kaden sadar bahwa Estell menyimpan maksud jahat sejak awal.
Bila batu giok itu tidak diserahkan kepada Harvey, dan justru dibawa pulang ke Keluarga Bolton, maka—seperti yang dikatakan Harvey—keluarganya akan binasa dalam waktu tiga bulan.
Estell mengaku tak tahu-menahu tentang hal tersebut. Namun Kaden tak percaya sepatah pun.
Mana mungkin seseorang menyiapkan skema mematikan seperti itu jika bukan karena ada hati yang busuk?
Faktanya, Estell telah menghitung langkah ini sejak awal. Bahkan demi menunggu momen kedatangan Kaden, ia sudah menyiapkan semuanya dengan rapi sejak lama.
Dengan mengingat kembali bagaimana proses transaksi terjadi, serta siapa yang memberikan rekomendasi, Kaden akhirnya menunjukkan ekspresi menyeramkan yang memadukan kekejaman dengan kekejian.
“Estell,” katanya dengan suara berat dan dingin. “Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir.”
“Akuilah perbuatanmu, maka hari ini aku masih bisa memberimu jalan keluar.”
“Tapi kalau kamu tetap keras kepala—jangan salahkan aku jika nyawamu berakhir tanpa makam!”
“Aku akan menghancurkanmu sampai menjadi abu. Sampai keluargamu tak lagi bisa menemukan jenazahmu!”
Nada suaranya kian menakutkan. Kaden, di hadapan semua orang, menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan. Satu senyum sinisnya saja mampu membekukan udara di sekitar mereka.
“Bahkan Golden Treasure Gallery-mu akan kulumatkan. Dan ketika saat itu tiba, tidak satu pun akan selamat dari dampaknya!”
Aura membunuh yang terpancar darinya begitu tajam, seolah mampu menembus dada siapa pun yang berdiri terlalu dekat.
Estell, yang awalnya masih mampu mempertahankan senyum tenangnya, kini mulai menyipitkan mata. Sebuah firasat buruk mulai menggerogoti hatinya—ia tahu, sesuatu yang besar sedang terjadi.
Bab 4608
Namun pada titik kritis seperti ini, Estell sama sekali belum berniat untuk menyerah.
Setelah menatap tajam sejenak, ia kembali bersuara dengan nada halus, “Tuan Bolton, aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kuiperbuat.”
“Tolong beri petunjuk.”
Dari sikapnya, jelas bahwa Estell siap melakukan apa pun demi menyelamatkan keadaan.
Bagaimana pun juga, jika insiden ini tersebar ke publik dan terbukti, reputasi Golden Treasure Gallery bisa hancur. Bahkan nama besar Keluarga Johnings dari Jinling pun bisa tercoreng karenanya.
Jepret!
Kaden menyeringai sinis lalu menjentikkan jarinya.
Beberapa detik kemudian, anak buahnya menyeret sebuah kotak, lalu menjatuhkannya ke lantai dengan bunyi berat yang bergema.
Dalam kotak tersebut, bukan hanya terdapat pecahan patung Guan Gong, tapi juga serpihan pedang iblis. Meski sudah hancur, aura jahat dari pedang itu masih terasa menusuk.
Beberapa penonton yang paham tentang benda pusaka dan artefak kuno segera mengerutkan kening. Sekilas pandang saja, mereka sudah tahu bahwa ada yang janggal dengan patung tersebut.
Wajah Estell tampak berubah, tatapannya mengeras, mencerminkan keseriusan dan kewaspadaan.
Ia sadar, Kaden pasti tidak datang sendirian. Kemungkinan besar ia ditemani oleh seorang ahli Feng Shui. Kalau tidak, mustahil bisa mendeteksi detail tersembunyi seperti ini.
“Hehe, perlu aku lanjutkan lagi?” tanya Kaden sambil menatap Estell yang berdiri anggun di hadapannya.
“Aku membeli barang dari tempatmu, kalau bukan seharga seratus juta, pasti delapan ratus juta, kan?”
“Gimana cara menghitungnya? Bukankah kita semua ini pemain lama di lingkaran ini?”
“Dan hasilnya? Aku buru-buru membeli patung Guan Gong pagi-pagi buta, ternyata palsu!”
“Lebih parahnya lagi, ada pedang iblis negara kepulauan terselip di dalamnya! Apa kamu ingin menghancurkan Keluarga Bolton?”
“Estell, katakan padaku, apakah kamu pantas melakukan ini kepadaku?”
“Atau, bagaimana kamu akan menjelaskan semuanya?”
Nada bicara Kaden semakin dingin, mata tajamnya menyiratkan niat membunuh yang tak tersamar.
Selama bertahun-tahun ia bergelimang dalam kekuasaan dan kekejaman, namun tak pernah terpikir akan ada orang yang berani bermain kotor dengannya.
Terlebih lagi, berani-beraninya menyentuh urusan Keluarga Bolton yang berstatus sebagai keluarga tersembunyi?
Apa mengira bisa menyentuh ekor harimau tanpa konsekuensi?
Kerumunan yang menyaksikan pertunjukan ini pun hanya bisa menggeleng pelan. Kelopak mata mereka berkedut tak percaya.
Estell sangat nekat!
Bagaimana bisa ia memperlakukan Kaden seperti pedagang kelas teri?
Bukan hanya itu, dia bahkan menyembunyikan pedang iblis negara kepulauan dalam patung. Itu sama saja dengan menjemput ajal!
Wajah Estell sedikit tegang, tapi dengan cepat ia menyunggingkan senyum menggoda, “Tuan Bolton, ini mungkin hanya salah paham belaka. Saya tidak berniat menyakitimu.”
“Kalau kamu tidak keberatan, malam ini saya akan bawakan anggur terbaik dan datang langsung ke kediamanmu untuk menjelaskan semuanya.”
“Kalau kamu belum puas, saya bisa datang lagi beberapa hari. Bagaimana menurutmu?”
Ucapan manis itu dibarengi dengan sikap menggoda dan ekspresi memikat.
Jelas, Estell tahu betul bahwa Kaden selalu menyimpan ketertarikan padanya. Ia terus menjaga jarak dan tak pernah memberikan kesempatan.
Tapi kini, demi membalikkan keadaan, ia bersedia memainkan pesonanya.
Namun Kaden hanya mendengus dingin.
“Apakah kamu layak?”
“Kamu pikir bisa naik ke ranjang nagaku?”
“Kamu sedang bermimpi!”
Ia sama sekali tidak menunjukkan rasa simpati sedikit pun. Yang ada hanyalah ketegasan yang menakutkan.
“Sudahlah, tak perlu bicara yang tidak penting!”
“Tak usah basa-basi di antara kita!”
“Kita semua sudah dewasa, dan sama-sama hidup di dunia hitam. Tak perlu bersembunyi di balik topeng!”
“Aku memang yang memilih sendiri barang itu, jadi andai aku salah, biarlah aku tanggung sendiri.”
“Tapi kamu yang meyakinkan aku, menyebut betapa berharganya patung itu, dan bahkan memaksaku untuk membelinya.”
“Sekarang kamu tanya apa yang harus dikatakan?”
“Kamu pikir aku ini sebodoh itu?!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4607 – 4608 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4607 – 4608.
Leave a Reply