Kebangkitan Harvey York Bab 4571 – 4572

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4571 – 4572 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4571 – 4572.


Bab 4571

Sembari tersenyum santai, Kaden mengulurkan tangan dan menepuk ringan pipi Harlyn. Nada suaranya tenang namun penuh tekanan.

“Aku akan memberimu kesempatan…”

“Para pria, berlututlah dan bersujud tiga kali sebelum kalian enyah dari hadapan kami.”

“Perempuan, tetap di tempat.”

Ucapan itu seketika membuat wajah Imelda dan para wanita lain memucat. Kengerian menggerogoti hati mereka. Mereka sadar bahwa akhir dari semua ini takkan berujung bahagia.

“Jangan keterlaluan!”

“Kalau berani macam-macam, kami akan melaporkan ke polisi!”

Salah seorang rekan Harlyn yang masih punya keberanian menggertakkan gigi, berseru keras. Menurutnya, bersujud di depan umum lalu pergi begitu saja hanya akan menodai harga diri mereka.

Namun sebelum sempat mengeluarkan ponsel, seorang pengikut Kaden melangkah maju dan—”klik”—mematahkan lengannya tanpa ampun.

“Aaaargh—!”

Jeritan melengking pecah, mengguncang suasana dan menyedot perhatian seisi ruangan.

Tanpa buang waktu, Kaden memberi isyarat. Detik berikutnya, anak buahnya melangkah ke depan dan menampar semua pria Korea hingga terpelanting ke lantai tanpa perlawanan.

Kaden sendiri maju perlahan, menghampiri Imelda. Dengan jari-jarinya yang kasar, ia menjepit dagu perempuan itu, menatapnya dengan senyum tipis dan ucapannya terdengar seperti bisikan setan.

“Tidak buruk. Wajahmu lumayan. Sepertinya kita bisa bersenang-senang.”

Imelda panik. Walau dirinya bukan lagi perawan, sebagai selebritas di industri hiburan, ia selalu menjaga harga diri.

Para pria yang mendekatinya selama ini harus bersusah payah mengejar, namun baru kali ini ia dihadapkan pada sosok yang begitu kasar dan pongah seperti Kaden.

Naluri pertahanannya memerintahkan untuk kabur. Dalam kegugupan itu, tatapannya pun terarah pada Harlyn.

Pria Korea yang tadi penuh kesombongan, kini diharapkannya menunjukkan keberanian dan melindunginya.

Namun harapan itu hancur seketika.

Harlyn, yang tadi sesumbar seperti singa, sekarang tak berani melangkah sedikit pun. Ia hanya menggertakkan gigi, penuh frustrasi.

Harlyn tahu benar, menghadapi Kaden sama saja dengan mengundang maut. Maka, yang bisa ia lakukan hanya satu: berlutut dan diam membatu di tempat.

Mata Imelda, yang semula menyimpan secercah harapan, kini berubah menjadi lautan keputusasaan. Tak pernah ia sangka, pria yang selama ini ia percaya, ternyata hanya pengecut tak berguna.

Harlyn menundukkan kepala. Baginya, keselamatan jauh lebih penting dibanding harga diri.

‘Kalau perempuan itu pergi, masih bisa dicari lagi. Tapi kalau nyawa melayang, apa gunanya semua itu?’

Saat itulah, jari-jari Kaden kembali mengelus dagu Imelda yang halus. Namun, sorot matanya kini beralih ke sosok lain. Setelah menengok ke kanan dan ke kiri, matanya akhirnya jatuh pada Xynthia.

Berbeda dari aura glamor penuh debu milik Imelda, Xynthia tampil murni dan bersih, laksana bunga teratai yang tak terjamah lumpur.

Wajahnya, posturnya, bahkan keanggunannya—semuanya tak bisa dibandingkan dengan para selebgram murahan itu.

Tatkala gairah Kaden menggelora, ia mendorong Imelda menjauh dan melangkah menuju Xynthia.

Ia bahkan tidak mempedulikan sosok Harvey yang berdiri di depan wanita itu. Matanya hanya tertuju pada Xynthia, dan ia pun menyeringai.

“Manis, semua pria Korea di sekitarmu hanya tahu pamer, tak satu pun punya nyali.”

“Tapi aku berbeda. Aku pria sejati, penuh tanggung jawab.”

“Asal kamu mau menemaniku malam ini, aku akan tunjukkan padamu arti dari naik ke surga dan turun ke bumi!”

“Setelah malam ini, kamu tidak akan bisa jatuh cinta pada pria mana pun selain aku.”

Kata-kata itu mengalir dari mulut Kaden seperti racun. Ia maju untuk menyentuh wajah Xynthia, tawanya menjijikkan, seperti iblis yang sedang memburu mangsa.

Bab 4572

Plaaakk—!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Kaden sebelum ia sempat menyentuh Xynthia.

Namun bukan Xynthia yang melakukannya—melainkan Harvey. Dengan satu gerakan cepat, ia menampar menggunakan punggung tangannya.

“Enyahlah!”

“Kamu boleh menyentuh siapa pun sesukamu. Tapi begitu kamu menyentuh wanitaku, bersiaplah menulis namamu di nisan sendiri!”

Nada suara Harvey terdengar dingin, nyaris tanpa emosi, namun justru karena itulah setiap katanya terasa tajam, seolah tak terbantahkan.

Hening menyelimuti ruangan. Bahkan alunan musik di Bar Shangpai pun terasa seperti membeku.

Xynthia sempat tertegun, lalu senyum kecil merekah di wajahnya. Meski ada sedikit kekhawatiran di hatinya, rasa harunya jauh lebih besar.

Pria mana pun bisa mengaku hebat, tapi hanya yang benar-benar punya nyali akan berdiri di garis depan saat bahaya mengancam.

Di saat Harlyn, yang mengaku sebagai orang penting, memilih lari dari tanggung jawab, Harvey justru berdiri melindungi dirinya.

Padahal lawannya bukan gangster jalanan biasa. Yang dihadapi Harvey adalah Kaden dari Keluarga Bolton—salah satu tokoh paling berpengaruh di Jinling.

Dan Xynthia pun sadar, ia tak salah memilih sosok untuk dikagumi. Hanya pria sejati seperti Harvey yang layak mendapatkan hatinya.

“Kamu… menamparku?”

“Kamu berani menamparku?!”

Kaden memegangi pipinya yang membengkak. Tubuhnya seolah kehilangan keseimbangan. Ia belum bisa memproses kenyataan.

Para pria Korea di sekitarnya pun terpaku. Mereka semua menyangka salah lihat.

Imelda, Kenza, dan Dyna bahkan menampar pipi mereka sendiri untuk memastikan bahwa mereka tak sedang bermimpi. Namun, semakin mereka melakukannya, semakin nyata semua itu terasa.

Harvey masih Harvey yang sama—tapi auranya… berubah.

Sebelumnya ia tampak biasa saja, bahkan terlalu biasa. Tapi kini, seluruh dirinya memancarkan kewibawaan dan kekuatan yang tak terlihat sebelumnya.

Apakah ia benar-benar hanya saudara ipar Xynthia? Atau mungkin dia sebenarnya anak dari keluarga elite yang menyamar?

Kaden, dengan darah yang menetes dari sudut bibirnya, mendengus sambil meludahkan darah ke lantai.

Ia menahan anak buahnya yang hendak maju, lalu menatap Harvey tajam, dari ujung kepala hingga kaki.

“Berani sekali kamu… kamu adalah orang pertama di Jinling yang berani menamparku, selain ayahku sendiri.”

“Beritahu aku siapa namamu, supaya aku bisa menyiapkan uang kertas untuk dikirim ke arwahmu nanti!”

“Aku takut nanti arwahmu datang padaku di tengah malam hanya karena kamu terlalu miskin di alam sana.”

Meski ia mengaku takut, tapi tak ada sedikit pun rasa gentar di wajah Kaden.

Ia menyipitkan mata, mencoba membaca siapa sebenarnya Harvey.

Karena dalam benaknya, seseorang yang berani menyentuhnya di tempat dan situasi seperti ini hanya punya dua kemungkinan:

Entah benar-benar luar biasa…

Atau benar-benar nekat.

Dan dari sorot mata Harvey, jelas dia bukan orang gila.

Tidak akan menyenangkan jika ia menendang batu yang lebih keras dari yang ia kira.


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4571 – 4572 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4571 – 4572.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*