Kebangkitan Harvey York Bab 4563 – 4564

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4563 – 4564 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4563 – 4564.


Bab 4563

Begitu asistennya pergi untuk mengambil anggur, Harlyn langsung duduk di sisi Xynthia.

Ia mengangkat segelas anggur merah, memutarnya perlahan, lalu tersenyum seraya berkata dengan nada lembut namun menusuk,

“Xynthia, sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan, kamu pasti cukup memahami bagaimana keras dan rumitnya aturan yang berlaku di industri ini.”

“Kamu dulunya bagian dari dunia hiburan Shanghai. Tapi sekarang, kamu datang ke Jinling untuk merebut sorotan? Itu bukan langkah yang bijak.”

“Singkatnya, kamu sudah melangkahi batas yang seharusnya tak kamu langkahi.”

“Untuk perkara seperti ini, kamu semestinya meminta perlindungan dari tokoh berpengaruh di dunia hiburan Jinling. Jika tidak, masalah akan datang menghampiri tanpa ampun.”

“Dan sayangnya, orang itu… sudah pasti bukan kakak iparmu.”

Ucapannya terhenti sejenak. Harlyn menoleh menatap Harvey dengan pandangan tajam penuh makna, lalu menyunggingkan senyum mengejek. “Kakak ipar, kamu setuju, kan?”

Bagi Harlyn Lee, pesta malam itu—secara terang-terangan—adalah ajang Xynthia mencari bantuan darinya. Maka, ia tak perlu repot-repot menyembunyikan maksud atau menyaring kata.

Harvey, yang mendengar nada pongah Harlyn, hanya tersenyum samar dan menjawab dengan ringan, “Ya, yang dikatakan oleh bintang besar Lee itu memang benar.”

“Orang seperti aku memang tidak ditakdirkan untuk mengurus urusan pelik dunia hiburan Jinling.”

“Hehe…”

Cibiran sinis langsung menghiasi wajah Harlyn. Ia tak bisa menahan geli. Baginya, akhir-akhir ini sudah terlalu banyak pria tak berguna bermunculan.

Tapi baru kali ini ia bertemu seseorang seperti Harvey—yang tak hanya tak berguna, tapi juga sadar diri.

“Oh, Oppa Lee,” seru Imelda dengan gaya manja. “Kamu harus lebih memperhatikan menantu seperti ini.”

“Menghabiskan waktu bersamanya, apa bedanya dengan memainkan kecapi di hadapan seekor sapi?”

“Ayo, kita minum!”

Imelda tampil memesona malam itu. Ia mengangkat gelas anggur di hadapan Harlyn, menyambut suasana pesta dengan penuh semangat.

Tak lama kemudian, Dyna dan Kenza ikut mendekat. Mereka mengangkat gelas sambil bersulang, tubuh mereka nyaris menempel pada Harlyn.

Sesekali mereka menggoda, sesekali bertingkah genit, berharap bisa mendapatkan jalan untuk tampil di lebih banyak proyek film dan serial di masa depan.

Harlyn bukan hanya selebritas dengan pengaruh besar, ia juga punya suara di Goldie Studio—salah satu nama penting di dunia hiburan.

Selama dia bersedia memberi lampu hijau, para bintang kecil bisa dengan mudah terangkat ke permukaan.

Karena itulah, para selebritas internet di sekitarnya berharap penuh, seolah seluruh masa depan mereka berada di tangan pria itu.

Dikelilingi pujian dan rayuan, Harlyn merasa segar bugar. Ego-nya mengembang. Dengan senyum puas, ia melambaikan tangan, mengundang semua orang untuk terus bersulang dan berpesta.

Suasana semakin hangat, tawa dan nyanyian membaur dalam anggur yang mengalir.

Harvey dan Xynthia pun tak luput dari sasaran bersulang. Beberapa gelas disodorkan kepada mereka, entah sebagai bentuk sopan santun atau sekadar basa-basi penuh makna.

Namun, bagi yang cermat, akan terlihat bahwa jumlah gelas yang ditawarkan sudah melewati batas wajar.

Anggur merah, bir, hingga koktail terus berganti—mengalir tanpa henti. Siapa pun yang tak kuat minum akan mudah tumbang.

Imelda sesekali melirik ke arah bar. Matanya mencari-cari pengikut Harlyn yang dikirim untuk mengambil anggur. Entah kenapa, ia belum kembali juga.

Sementara itu, Xynthia yang sejak awal tak berniat minum, akhirnya ikut terseret suasana. Ia tak ingin terlihat tidak sopan.

Meski ada Harvey di sisinya, beberapa tegukan tetap tertelan. Wajahnya mulai memerah, tubuhnya sedikit limbung.

Harvey menyipitkan mata, penuh waspada. Ia paham benar bahwa niat orang-orang ini jelas tidak bersih.

Kalau tidak, untuk apa mereka sedari awal menunjukkan sikap yang begitu jelas menolak kehadirannya?

Beberapa kali Harvey berusaha membawa Xynthia keluar dari tempat itu, namun wanita itu menolak halus dengan lambaian tangan.

Ia menyiratkan bahwa dirinya masih baik-baik saja dan meminta Harvey untuk tidak ikut campur.

Harvey menghela napas pelan. Ia tahu, di balik wajah manis Xynthia, tersembunyi karakter yang keras kepala, tak kalah sombong dari Mandy.

Jika ia memaksakan kehendak saat ini, justru akan membuat suasana menjadi lebih rumit.

Bab 4564

“Xynthia, karena kamu sudah begitu ramah padaku malam ini, bahkan bersedia bersulang bersamaku dengan penuh suka cita…”

“Maka tak ada gunanya aku menahan-nahan lagi. Aku akan bicara terus terang saja!”

Suara Harlyn mulai serak, napasnya sedikit berat akibat efek alkohol. Ia membuka dua kancing kemejanya, lalu menatap Xynthia dengan sorot mata mesum.

“Bagiku, kamu punya latar belakang dan pengalaman yang solid.”

“Tapi, drama yang sedang didanai oleh Jinling Bank ini… kualitasnya luar biasa.”

“Setelah selesai syuting, drama itu akan tayang di Daxia Channel 1!”

“Siapa pun yang mendapatkan peran utama, dijamin langsung melejit jadi bintang besar.”

“Secara logika, tidak akan pernah tiba giliranmu untuk memerankan tokoh utama. Terlalu banyak pesaing.”

“Tapi itu bukan masalah, karena aku punya suara di Goldie Studio!”

“Asalkan aku mau, aku bisa menggerakkan semua sumber daya yang kubutuhkan. Bahkan bos besar di balik layar pun akan memberiku jalan!”

“Jadi, kalau kamu berhasil mendapatkan peran ini, aku bisa jamin—dua tahun ke depan kamu bisa terbang ke Amerika dan bersaing di ajang penghargaan Hollywood!”

Saat Harlyn tengah membual dengan penuh percaya diri, pengikutnya akhirnya kembali sambil membawa sebotol anggur.

Namun, langkahnya tak stabil. Wajahnya tampak memerah. Tak jelas apa yang ia lakukan sebelumnya.

Harvey menatapnya sejenak, alisnya sedikit mengernyit, tapi ia tak berkata apa pun.

Imelda langsung mencibir, “Kenapa lama sekali?”

“Kami sudah menunggumu, tahu!”

Ia pun mengambil botol Spade Ace itu, membuka tutupnya dengan suara “klik” yang khas, lalu menuangkan anggur ke dalam beberapa gelas besar.

“Ayo, Xynthia, aku doakan kamu jadi aktris utama kali ini!”

“Mulai malam ini, perjalananmu akan bercahaya, dan kamu akan menjadi bintang besar suatu saat nanti!”

Harlyn menyodorkan segelas anggur pada Xynthia sambil tersenyum, tapi senyumnya penuh arti. Tatapannya—liar dan tak senonoh—seperti serigala lapar yang baru menemukan mangsa.

Xynthia buru-buru menggeleng, suaranya mulai pelan, “Oppa Lee, aku tidak kuat lagi…”

“Aku nyaris pingsan…”

“Kalau minum lagi, aku bisa mabuk…”

“Bolehkah aku minum teh saja? Tidak perlu anggur lagi.”

Penolakan halus itu justru disambut tawa sinis dari Harlyn. “Xynthia, kamu kan bukan anak kecil lagi!”

“Masa orang dewasa sebodoh itu?”

“Kita ini baru minum berapa gelas sih?”

“Begini saja, kamu bilang tidak kuat minum, ya sudah, aku kasih kelonggaran.”

“Botol Spade Ace ini sudah dibuka. Masa mau disia-siakan begitu saja?”

“Setelah ini kita nggak usah minum lagi, tenang saja.”

“Tapi, aku sudah bersulang sebagai bentuk penghormatan, dan kamu malah menolak? Bukankah itu mempermalukanku?”

“Kalau ada pendatang baru yang tak mau memberiku muka, bagaimana mungkin aku bisa tetap bertahan di dunia hiburan Jinling ini, ya?”

Ia menggoyangkan gelas anggur di tangannya, menatap Xynthia sambil menyipitkan mata. Aura tidak senangnya terasa nyata.

Imelda dan para gadis lainnya langsung ikut-ikutan. Seolah-olah jika Xynthia tidak menenggak anggur itu, maka ia telah melakukan penghinaan besar.

“Xynthia, kamu sudah terlalu banyak minum. Kalau kamu jatuh, siapa yang bisa menolongmu?”

“Benar. Kamu sebentar lagi akan jadi bintang. Nanti kamu akan menghadiri banyak jamuan seperti ini. Kalau tidak kuat minum, bagaimana bisa menjalin relasi?”

“Tenang saja, kami semua di sini akan menjagamu. Meskipun kamu mabuk, kami akan mengantar pulang dengan selamat.”

Wajah Harvey semakin gelap. Ia siap bertindak kapan saja.

Namun Harlyn menepuk dadanya dengan percaya diri dan berkata keras,

“Minumlah, Xynthia! Setelah segelas ini, tak akan ada yang berani mengganggumu di dunia hiburan Jinling lagi!”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4563 – 4564 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4563 – 4564.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*