Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4535 – 4536 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4535 – 4536.
Bab 4535
“Aku beri kamu waktu tiga menit lagi untuk berpikir!”
“Dan sekarang kamu harus ganti rugi padaku sebesar lima ratus ribu!”
“Bayar sekarang juga, atau aku akan menelepon seseorang untuk mematahkan kedua kakimu!”
Nada ancaman itu keluar dari bibir wanita bergaun Givenchy, yang saat ini mengangkat ponsel seolah siap menghubungi seseorang kapan saja untuk menegaskan ancamannya.
Wajah Thomas mengerut, ekspresi tak percaya tergurat jelas.
“Anak kecil, bisakah kamu sedikit memakai akal sehat?”
“Akal sehat?”
Wanita Givenchy itu mencibir sinis.
“Kamu ini umur berapa sih? Tak bisakah kamu pahami bahwa di dunia ini, kekuasaan, status sosial, dan latar belakang jauh lebih penting daripada hal-hal seperti hukum?”
“Orang-orang sepertimu—kelas bawah—masih percaya bahwa semua orang sama di hadapan hukum. Itu cuma dongeng untuk menenangkan rakyat jelata!”
“Untuk kami yang berada di puncak piramida sosial, hukum hanyalah formalitas!”
Thomas tahu berdebat dengan orang seperti ini sia-sia. Ia pun menyimpan dompetnya dengan wajah dingin dan berkata, “Kalau begitu, kita panggil saja polisi.”
Ia pun berbalik, berniat naik taksi untuk mengantar Harvey terlebih dahulu sebelum menyelesaikan urusan dengan wanita yang kehilangan akal ini.
Namun…
Plaak——!
Belum sempat ia menghubungi, wanita Givenchy itu lebih dahulu bertindak. Menduga bahwa Thomas akan melaporkannya ke pihak berwajib, dia pun melayangkan tamparan keras ke wajah pria itu dengan geram.
“Dasar bajingan, beraninya kamu mengancamku pakai polisi segala!”
Thomas terdorong ke belakang, menutupi pipinya yang memerah. “Kenapa kamu memukulku?!”
Plaak——!
Tamparan lain mendarat dari sisi belakang.
“Memangnya salah kalau aku memukulmu?!”
Plaak——!
“Aku tidak boleh memukulmu?!”
Plaak——!
“Kamu tahu siapa aku?!”
Plaak——!
“Beraninya kamu menantang mobil Porsche baruku hanya dengan rongsokan yang sudah lebih dari satu dekade dan harganya tidak seberapa?!”
Plaak——!
“Kamu pikir kamu pantas?”
Serangkaian tamparan keras mendarat bertubi-tubi ke wajah Thomas. Wanita Givenchy itu terus memaki sambil menamparnya tanpa ampun. Wajah Thomas pun memerah dan tubuhnya goyah.
Namun, sebelum si wanita bisa menendang Thomas dan menyempurnakan ‘kemenangannya’, pintu mobil tiba-tiba terbuka.
Harvey turun.
Plaak——!
Tanpa banyak bicara, Harvey mengayunkan tangan dan menampar balik wajah wanita itu dengan punggung telapak tangannya.
“Tak tahukah kamu bahwa setiap orang setara di bawah hukum raja?”
Plaak——!
“Kamu yang melanggar arus lalu lintas, tapi sekarang malah membuat keributan?”
Plaak——!
“Kamu bahkan mengenakan Givenchy palsu, lalu merasa lebih tinggi dari yang lain?”
Plaak——!
“Kamu tahu apa risikonya kalau berani menyentuh adikku?”
Tamparan demi tamparan melayang dari Harvey, tak memberi kesempatan bagi wanita itu untuk melawan. Wajahnya yang sebelumnya congkak kini bengkak dan merah menyala.
Wanita yang tadinya mendominasi itu pun kini hanya bisa terpaku, tubuhnya bergoyang dan napasnya memburu.
Dia tak percaya apa yang sedang terjadi.
Seumur hidupnya, dialah yang selalu menjadi penguasa dalam setiap konflik. Kapan terakhir kali ada yang berani menyentuhnya? Dan kini, ia jadi pihak yang ditindas begitu rupa?
Harvey menoleh pada Thomas yang masih berdiri terpaku.
“Kamu masih terlalu polos.”
“Ada kalanya, saat kamu menjalani hidup di tengah masyarakat, kamu harus belajar menunduk, menyesuaikan diri.”
“Kita bukan orang terkenal, jadi kadang bersikap rendah hati itu perlu.”
“Tapi, saat kamu menghadapi orang yang tak tahu diri seperti ini, kamu tak perlu sungkan.”
“Karena kamu ada di bawah perlindunganku—dan kalau memang diperluan, kamu bisa membalas dengan sepuas hati. Tak ada satu pun yang bisa menyentuhmu.”
“Aku akan selalu berada di belakangmu.”
Harvey menepuk bahu Thomas dengan mantap.
Thomas masih terlihat linglung, namun akhirnya mengangguk pelan.
Bab 4536
“Brengsek! Dasar bajingan! Berani-beraninya kamu memukulku?!”
“Kamu akan menyesal! Kamu akan mati!”
“Kamu tahu siapa aku, hah?!”
Wanita Givenchy itu akhirnya bereaksi, berteriak histeris sambil memegangi wajahnya yang memar.
Plaak! Plaak! Plaak!
Harvey tidak menanggapinya dengan kata-kata, melainkan dengan tamparan lanjutan dari kiri dan kanan, membuat wajah wanita itu semakin bengkak. Ia hanya bisa berteriak kesakitan dan terus mundur.
“Ayo, bilang. Siapa kamu?”
“Atau sebut saja siapa yang membekingi kamu, sampai kamu bisa berlaku seangkuh ini?”
Mendengar kata-kata yang dulu sering ia lontarkan kepada orang lain, kini dilontarkan kembali padanya, wanita itu langsung mendidih dalam amarah.
Sebagai putri dari keluarga berpengaruh, kapan ia pernah dipermalukan seperti ini?
Ia ingin membalas, ingin memaki, tapi ia juga tahu—Harvey bukan orang biasa. Keberanian pria itu bukan keberanian kosong.
Dengan wajah merah padam karena amarah dan malu, wanita itu hanya bisa menggertak sambil menjerit, “Beri aku lima menit! Aku akan menelepon seseorang untuk menghancurkan wajahmu, kamu percaya?!”
Harvey tersenyum dingin, lalu kembali menamparnya sekali lagi.
Kemudian, dengan tenang ia mengambil selembar tisu, menyeka tangannya, dan berkata, “Tidak lima menit, aku beri kamu sepuluh menit.”
“Panggil siapa pun yang kamu mau.”
“Kalau orang yang kamu panggil bisa membuat wajahku bengkak, aku akan berlutut dan meminta maaf padamu.”
“Tapi kalau tidak, maka kamu yang harus berlutut.”
Bagi Harvey, orang seperti wanita ini—yang begitu sombong dan menginjak harga diri orang biasa—tidak pantas mendapatkan simpati.
Ia harus diberi pelajaran. Karena kalau tidak, suatu hari ia mungkin akan menabrak orang lain dan tak merasa bersalah sedikit pun.
Kadang, memberi seseorang pelajaran yang tepat, bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Wanita itu—Alita—yang kini wajahnya sudah bengkak, masih terus menatap Harvey dengan penuh kebencian.
Ia tak habis pikir, bagaimana pria berpenampilan sederhana ini, yang bahkan hanya mengendarai BMW usang, bisa begitu berani menentangnya?
Apa dia tidak tahu konsekuensinya?
Meski Alita berasal dari Kota Modu dan tidak banyak mengenal orang di Jinling, ia masih memiliki beberapa koneksi.
Dan sekarang, ia akan memanfaatkannya.
Ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor cepat. Suaranya terdengar penuh kepanikan bercampur dendam.
“Bibi! Ini aku, Alita! Aku lagi liburan di Jinling, lalu ditabrak sama bajingan, dan dia malah menamparku!”
“Ini wilayahmu! Kamu harus turun tangan!”
“Dia menamparku berkali-kali, dan dia sangat sombong!”
“Dia bilang, berapa pun orang yang kupanggil, dia tetap bisa membuatku berlutut!”
“Iya, iya, panggil siapa pun yang bisa kamu andalkan, jangan kasih dia celah sedikit pun!”
“Mobilnya? BMW tua, baunya juga busuk!”
Setelah menyelesaikan telepon, Alita menatap Harvey dengan ekspresi puas, lalu menunjuk ke arahnya dengan senyum penuh kemenangan.
“Dasar bajingan, kamu tamat!”
“Bibiku dan orang-orangnya akan segera datang!”
“Mereka tokoh penting di Jinling! Bahkan keluarga besar seperti Bolton pun harus menghormati mereka!”
“Kali ini kamu benar-benar cari mati!”
Ia tertawa pelan, seolah sudah bisa membayangkan kehancuran Harvey.
Namun, Harvey hanya mengerutkan kening ringan. Entah mengapa, deskripsi Alita barusan terasa cukup familiar…
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4535 – 4536 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4535 – 4536.
Leave a Reply