Kebangkitan Harvey York Bab 4511 – 4512

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4511 – 4512 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4511 – 4512.


Bab 4511

Amarah membuncah dalam diri Simmon hingga tubuhnya bergetar hebat. Sejak menjejakkan kaki di Jinling, belum pernah ia diperlakukan sekeji ini.

Dengan rahang mengeras dan jemari mencengkeram ponsel, ia berteriak lantang, “Aku tidak merusaknya! Mengapa aku harus membayar? Di mana tanggung jawabku?”

Gabriel, yang berdiri di sampingnya, ikut angkat suara, nadanya tajam, “Betul! Tanpa hasil penyelidikan kepolisian, atas dasar apa ayahku yang harus disalahkan?”

“Lagipula, kamu bilang patung Buddha itu bernilai sepuluh juta? Mana buktinya?”

“Jangan-jangan itu hanya barang tiruan!”

Mendengar itu, Simmon seolah mendapat angin segar. Ia segera menimpali, “Benar! Itu pasti palsu!”

Namun, di tengah keributan itu, Harvey justru memungut pecahan patung Buddha, lalu berkata tenang, “Tak perlu saling tuding, patung ini asli.”

Sontak, suasana hening sejenak. Pandangan para tamu terarah padanya, penuh keterkejutan dan kebingungan.

Bukankah Harvey orangnya Simmon? Mengapa justru membela pihak lawan?

Apakah ia sedang bermain dua muka?

Estell menatap Harvey, senyum tipis mengembang di wajahnya.

Simmon yang dipenuhi amarah pun membentak, “Brengsek, apa maksudmu ini, hah?”

Gabriel menunjuk wajah Harvey dengan marah. “Harvey, kalau kamu tidak paham, jangan asal bicara! Kalau kamu berani macam-macam, aku akan mengadu pada ibuku, biar dia tampar kamu sampai mampus!”

Namun Harvey tetap kalem. “Patung ini dibuat dari porselen,” ucapnya pelan. “Dan sepanjang sejarah, hanya pada masa Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan, artefak Buddha dibakar dalam bentuk seperti ini.”

“Bentuk fisiknya pun mencerminkan gaya khas masa itu.”

“Lihat saja posisi tangan patung yang sedang mencubit bunga, juga bentuk ikan kayunya.”

“Meskipun banyak replika bermunculan di zaman sekarang, hanya sedikit yang benar-benar memahami seluk-beluk detail seperti ini.”

“Dari bahan porselennya saja, sudah tampak bahwa ini memang berasal dari masa itu.”

“Jadi, nilai sepuluh juta tidaklah berlebihan—sangat wajar malah.”

Penjelasan itu disampaikan Harvey dengan nada datar, tapi tegas.

Estell menimpali dengan senyum yang mengembang, “Benar sekali.”

“Ini memang patung Buddha dari era Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan. Sama sekali bukan tiruan.”

“Kami membelinya dari luar negeri seharga lima juta.”

“Tambahkan sedikit biaya pengurusan dan ongkos kirimmu, sepuluh juta itu pantas.”

“Kalau pun kamu mau menggugat ke pengadilan, nilainya tetap tidak akan berubah.”

“Golden Treasure Gallery selalu menjunjung tinggi integritas dalam bisnis.”

“Jadi, Tuan Zimmer, karena menantumu sendiri yang mengakui keasliannya, silakan bayar.”

“Kamu sekarang tokoh penting di kalangan elit Jinling.”

“Kalau tak mampu mengganti barang rusak, bagaimana bisa tetap berdiri di lingkaran itu nanti?”

Estell berbicara sambil menebar senyum licik.

Baginya, mempermainkan orang-orang seperti Simmon—yang sok hebat tapi kosong di dalam—adalah hiburan tersendiri.

Simmon merasa dipermalukan di hadapan banyak orang. Wajahnya memerah, matanya nyaris menyala oleh amarah.

“Pengkhianat! Dasar bajingan!”

“Apa kamu gila, Harvey?!”

“Aku menyesal pernah memujimu! Dasar pecundang!”

Kemarahan Simmon mencapai ubun-ubun, jantungnya berdetak cepat. Ia merasa dihina, tidak hanya secara sosial, tapi juga mental.

Sepuluh juta untuk patung ini?

Dia yakin, kalau Lilian tahu, wanita itu bisa nekat mengakhiri hidup!

Bajingan bernama Harvey itu… sungguh biang kerok!

Bab 4512

“Ayah, jangan khawatir.”

“Aku yang akan membayar patung Buddha itu. Anggap saja aku yang membelinya.”

Dengan tenang, Harvey mengambil sisa pecahan ikan kayu, mengeluarkan kartu emas hitam, dan menyerahkannya.

“Sepuluh juta. Gesek saja, lalu buatkan struknya.”

Raut wajah Simmon langsung berubah. “Harvey! Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu? Kamu mencuri uang Mandy, ya?!”

Gabriel tak mau ketinggalan menyulut keributan. “Iya! Pasti itu uang Mandy!”

“Dengar, Harvey! Kalau kamu berani menghambur-hamburkan uang Mandy, aku akan menuntutmu!”

“Kamu yang harus tanggung jawab penuh!”

Simmon menatap Harvey tajam, wajahnya gelap, napasnya berat.

Namun Harvey tetap santai. “Melihat kondisi Keluarga Zimmer sekarang, rasanya mustahil Mandy punya uang tunai sepuluh juta.”

Simmon dan Gabriel terdiam sejenak, lalu saling melirik dengan cemas. Mereka tahu, seluruh uang Mandy telah disalurkan untuk menopang perusahaan keluarga.

Jika Mandy benar-benar memiliki dana sebesar itu, Perusahaan Zimmer dan Cabang Kesembilan tak akan sampai terancam eksistensinya di Jinling.

“Uang ini kupinjam dari Azarel kemarin,” lanjut Harvey ringan, seolah hal itu bukan perkara besar.

Lalu ia menoleh ke Estell. “Cepat sedikit, ya? Aku sedang buru-buru.”

Wajah Simmon berubah-ubah, tapi akhirnya ia mendengus tajam, “Ingat ini, Harvey!”

“Kamu sudah bercerai dari Mandy. Jadi, utang pribadi seperti ini tak ada hubungannya lagi dengan keluarga Zimmer!”

“Kalau kamu mau beli barang-barang remeh seperti ini, itu urusanmu sendiri.”

“Apapun risikonya, tanggung sendiri!”

Setelah berhasil mencari kambing hitam, tentu saja Simmon ingin segera mencuci tangan dari masalah.

Harvey mengangguk, masih dengan ketenangan yang mengesalkan. “Tidak masalah. Aku yang tangani. Kamu tidak perlu ikut campur.”

Estell menyaksikan adegan itu sambil tertawa kecil. Ia memberi isyarat dengan tangannya, dan seorang staf datang membawa mesin EDC.

Setelah kartu digesek dan dana masuk, struk pun dikeluarkan.

Lalu, dengan profesionalitas seorang pedagang ulung, Estell memerintahkan staf lain untuk menyiapkan kotak cantik guna membungkus pecahan patung.

Baik uang maupun barang, semuanya bersih dan tuntas.

“Sampah! Sungguh sampah!”

“Pantas saja ibu Mandy selalu memandang rendah padamu!”

Simmon menggeleng tak percaya saat melihat Harvey menerima kotak itu dengan ekspresi santai.

Apakah masih ada manusia sejahil ini?

Demi menghindari masalah, langsung saja menyerahkan sepuluh juta!

Ia sampai lupa, Harvey datang bukan untuk membuat kekacauan, tapi untuk membantunya.

Kalau bukan karena pria itu, bahkan Mandy atau keluarga Jean dari Modu sekalipun tidak akan bisa menghindari pembayaran.

Karena lawan mereka adalah Golden Treasure Gallery, dan di balik itu berdiri keluarga Johnings dari Jinling.

Sementara itu, Gabriel, meski sedikit terkejut Harvey benar-benar bisa membayar, malah menyeringai sinis.

Harvey memang bernasib buruk. Mendapat pinjaman dari Azarel sepuluh juta, lalu menghabiskannya hanya untuk urusan sepele seperti ini?

Benar-benar pemborosan hidup.

Para penonton di sekitar pun hanya bisa menggeleng.

Biasanya, perkara semacam ini diselesaikan lewat negosiasi. Kalaupun tidak, polisi akan turun tangan dan menghitung kompensasi.

Kalau pandai bicara, harga pun bisa diturunkan.

Tapi ini?

Langsung bayar penuh tanpa tawar-menawar.

Mereka merasa Harvey benar-benar bodoh tak terhingga.

“Baik, struknya sudah selesai. Uangnya sudah kami terima. Terima kasih,” ujar Estell dengan senyum penuh kemenangan.

“Tapi lain kali kalau kamu mau masuk ke Golden Treasure Gallery, sebaiknya bawa uang lebih. Karena kalau kamu merusak barang, ganti rugi bisa ratusan juta.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4511 – 4512 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4511 – 4512.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*