Kebangkitan Harvey York Bab 4465 – 4466

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4465 – 4466 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4465 – 4466.


Bab 4465

Vila Huilong Bay No. 1?

Harganya satu miliar?

Ucapan Harvey sontak menghentikan napas semua orang yang hadir. Bagai petir menyambar di siang bolong, suasana mendadak senyap membeku.

Bibi Andersen, yang tadi sempat pongah seperti ayam jago yang baru saja menang sabung, kini terdiam kaku. Pandangannya tertancap pada kartu akses yang digenggam Mandy.

Sementara itu, Novia hampir saja menampar pipinya sendiri demi memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi buruk.

Setelah menyadari semua ini nyata, ia menatap Mandy dengan penuh kecemburuan dan rasa tak percaya.

Bahkan Callum, pria yang selama ini menyombongkan diri sebagai orang berada, kini berkeringat dingin.

Satu miliar sebagai hadiah?

Lelucon macam apa ini? Bahkan jika ia menjual seluruh asetnya, belum tentu ia sanggup membelinya!

Bahkan Mandy sendiri pun tercengang, seolah sulit mempercayai apa yang dilihatnya. Tatapannya jatuh pada pola dan simbol pada kartu akses, lalu ia bergumam, “Ini… Vila Huilong Bay No. 1?”

Harvey mengangguk santai. Suaranya tenang, nyaris tanpa emosi.

“Ya, ini memang Vila Huilong Bay No. 1.”

Ia menambahkan dengan nada ringan, seolah mengucapkan hal yang sepele, “Ini juga hadiah yang kusiapkan untukmu… untuk merayakan hari jadi pernikahan kita yang ketiga.”

Kalimat itu membuat seisi toko terdiam. Para penjual maupun pelanggan kini berdatangan, membentuk lingkaran tak kasatmata, menatap Harvey dengan mata berbinar, kagum dan penasaran.

Meski mereka semua orang berada, ini adalah kali pertama mereka menyaksikan seseorang dengan begitu enteng menghabiskan satu miliar hanya untuk sebuah rumah.

Ini… benar-benar level orang kaya sejati!

Namun tentu saja, tidak semua bisa menelan kenyataan ini dengan lapang dada.

Novia, yang tak sanggup melihat Harvey bersinar seperti itu, memaksakan senyum yang tampak lebih seperti cemoohan. “Mandy, kamu sendiri pun tidak tahu latar belakang Harvey, bukan?”

“Dia hanya seorang gigolo! Mana mungkin bisa mengeluarkan satu miliar? Bahkan kalau babi bisa terbang pun, tetap tak masuk akal!”

Bibi Andersen yang baru sadar dari keterkejutannya, segera menyambung dengan nada nyinyir, “Betul! Harvey itu hanya menantu tinggal serumah, hidup dari uang jajan bulananmu!”

“Sekarang mengaku-ngaku membeli Vila Huilong Bay No. 1? Kamu pikir kami bisa ditipu begitu saja?”

“Pasti itu hanya kartu palsu yang dibeli dari toko online!”

“Tujuannya hanya untuk memamerkan wajahmu di depan kami!”

“Mandy, izinkan aku memberimu sedikit pelajaran hidup!”

“Jangan sampai kehilangan muka hanya karena ingin terlihat hebat!”

Kini ia mulai memarahi Harvey, dengan gaya layaknya sesepuh penuh pengalaman. “Harvey, aku tidak ingin terlalu keras padamu. Untuk apa bersikap sombong seperti ini?”

“Lihat keluarga kami! Kami rendah hati dan tak suka mencolok, tapi tetap berhasil mencapai kesuksesan.”

Tiba-tiba terdengar suara sopan memotong suasana yang panas:

“Halo, Tuan dan Nyonya.”

Seseorang datang menghampiri. Seorang pria berkacamata berbingkai emas dengan setelan jas rapi. Dari caranya berjalan, terlihat jelas ia bukan orang biasa.

“Saya manajer bisnis di sini,” ujarnya ramah. “Boleh saya lihat kartu kamar yang Anda pegang?”

Tatapannya tertuju langsung pada kartu yang ada di tangan Mandy. Mandy menyerahkan kartu itu tanpa ragu.

Pria itu memeriksa kartu dengan saksama, mengeluarkan alat pemindai kecil dari sakunya, lalu memindainya beberapa kali.

Hening.

Kemudian ia angkat bicara dengan tenang, “Kartu ini asli. Ini memang kartu akses untuk Vila Huilong Bay No. 1.”

Suasana mendadak berubah drastis. Wajah Bibi Andersen dan Novia langsung memucat, bagai ditampar kenyataan yang menyakitkan.

Mereka tidak menduga, kartu yang mereka kira palsu itu… ternyata sungguhan.

Wajah Callum pun menegang. Ia sadar, bukan hanya tidak berhasil mempermalukan Harvey, tapi justru dirinya sendiri yang dipermalukan.

Bagaimana mungkin vila senilai sepuluh juta bisa menandingi vila seharga satu miliar?

Namun tepat ketika semua orang masih diliputi keterkejutan, wajah sang manajer mendadak berubah suram. Ia menatap Harvey tajam dan bertanya dengan nada dingin:

“Maaf, Tuan. Boleh saya tahu… dari mana Anda mendapatkan rumah ini?”

Bab 4466

Pertanyaan itu membuat Harvey mengerutkan dahi. Dengan santai, ia menjawab, “Vila ini tidak saya beli, melainkan—”

“Apa?!” potong sang manajer tajam, sebelum Harvey sempat menyelesaikan kalimatnya.

Sorot matanya berubah dingin, nyaris menyerang. “Jangan-jangan… Anda mencuri kartu ini?”

Seluruh ruangan mendadak terdiam. Wajah para tamu yang sebelumnya dipenuhi kekaguman, kini perlahan berubah menjadi penuh kecurigaan.

Mencuri?

Apa orang ini sudah gila?

Berani-beraninya menuduh seperti itu?

Beberapa orang langsung menyesal telah memuji Harvey di dalam hati. Jika bisa, mereka ingin memutar waktu tiga menit ke belakang untuk menampar wajah mereka sendiri.

Wajah Mandy berubah. Ia menatap Harvey dengan cemas, meski tetap tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

Harvey sendiri tetap tenang, menatap manajer itu lurus-lurus dan berkata, “Perhatikan baik-baik kata-katamu. Kamu harus bertanggung jawab atas ucapanmu.”

Namun manajer itu malah tertawa dingin. “Bertanggung jawab? Akan kutunjukkan padamu cara menulis kata itu!”

Ia menjentikkan jari, dan beberapa petugas keamanan segera datang menghampiri.

“Dengar baik-baik! Ini adalah Vila Huilong Bay No. 1! Vila paling eksklusif di kawasan Huilong Bay!”

“Properti ini tidak dijual secara publik! Tidak pula dijaminkan!”

“Ini adalah vila pribadi milik bos kami, Tuan Daron Jackson!”

“Dan kartu aksesnya… seharusnya hanya ada di tangan Tuan Jackson!”

“Bagaimana bisa muncul di tanganmu?!”

“Jangan bilang kamu mencurinya?!”

“Cepat akui saja! Kalau kamu mengaku sekarang, mungkin hukumannya akan diringankan!”

“Kalau tidak, aku akan langsung melapor ke polisi dan menyeretmu ke penjara!”

Manajer itu tampak begitu bangga pada dirinya sendiri. Ia merasa telah menyelamatkan perusahaan, menemukan kartu yang hilang, dan mungkin… menyelamatkan kariernya sendiri.

Dalam pikirannya, hari ini adalah puncak kejayaan.

Besok, mungkin ia akan naik jabatan, mendapat kenaikan gaji, menikahi wanita cantik, dan meraih puncak kehidupan.

“Jadi… kartu itu dicuri?”

Novia langsung memanfaatkan kesempatan itu. Ia melompat maju dan menampar pipi Harvey dengan puas.

“Sudah kuduga! Menantu pengangguran sepertimu, gigolo tak berguna, mana mungkin punya kemampuan beli vila satu miliar?!”

Callum juga mendecak dingin, “Benar! Bahkan aku tidak sanggup mengumpulkan uang sebanyak itu, apalagi dia!”

Bibi Andersen, seperti menemukan mangsa empuk, terus menekan dengan kata-kata yang menusuk.

“Harvey, bagaimana bisa kamu sehina ini?”

“Dulu kamu gigolo, lalu jadi sok hebat. Itu masih bisa kuterima.”

“Tapi sekarang? Kamu mencuri demi pamer? Kamu benar-benar memalukan!”

“Bukan hanya mempermalukan Mandy, tapi juga orang tuanya! Keluarga Zimmer!”

“Kamu benar-benar tidak tahu malu!”

Namun ekspresi sedih di wajah Bibi Andersen jelas hanya topeng. Di balik itu, senyum kemenangannya sulit disembunyikan.

Di matanya, ia sudah menang mutlak dalam pertunjukan hari ini.

“Tunggu!” suara tegas menggema.

Mandy melangkah maju dengan mantap. Matanya menatap lurus ke arah manajer, lalu kepada semua orang.

“Harvey tidak akan pernah mencuri apa pun!”

“Saya tahu siapa dia! Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti!”

“Pasti ada kesalahpahaman!”

Sorot mata Harvey melembut. Ia tak menyangka, di tengah hujan cemoohan itu, Mandy tetap berdiri di sisinya.

Namun keberanian Mandy justru membuat sang manajer makin kesal.

Ia melirik Mandy dari atas ke bawah, lalu berkata dengan nada cabul dan memuakkan,

“Wanita cantik sepertimu, sebaiknya berhati-hati dalam berbicara… karena semua ucapanmu akan dimintai pertanggungjawaban.”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4465 – 4466 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4465 – 4466.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*