Kebangkitan Harvey York Bab 4403 – 4404

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4403 – 4404 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4403 – 4404.


Bab 4403

Harvey tampak sedikit terkejut mendengar kabar itu, dan untuk pertama kalinya, ia menunjukkan secercah ketertarikan.

Ia meraih ponsel dari tangan Kairi, lalu melirik sekilas layar yang memuat berita hangat itu.

“Putri Keluarga Jackson nyaris meregang nyawa, diselamatkan oleh dokter jenius Keluarga Andersen!”

Sebuah foto terpampang jelas di bawah judul itu. Harvey nyaris tertawa dan menangis dalam waktu bersamaan saat melihat wajah dalam gambar tersebut—ternyata itu adalah Novia Andersen.

Isi beritanya terdengar realistis, namun seperti biasa, penuh dengan bumbu sensasional.

Dalam berita itu disebutkan bahwa Novia menguasai ilmu pengobatan dan bela diri. Bukan hanya seorang ahli waris pengobatan Tiongkok kuno, namun juga pendekar sejati.

Konon, dalam keseharian ia tampil rendah hati, tanpa pernah memamerkan keahliannya. Namun, di saat genting, ia maju dan menyelamatkan nyawa Chanya.

Masih menurut sumber orang dalam, demi menenangkan kekhawatiran Daron, Novia bahkan menolak hadiah sebesar satu juta yuan sebanyak ribuan kali, sebelum akhirnya menerimanya.

Namun Daron tak berhenti di situ. Ia menyampaikan pada publik bahwa jika putri kecilnya berhasil sadar kembali, maka Novia akan dianugerahi tambahan hadiah seratus juta yuan, sebuah mobil sport mewah, dan satu unit vila.

“Semoga Nona Andersen tidak menolak berkah ini,” begitu bunyi harapan dalam berita itu.

Seperti batu yang dilempar ke danau tenang, kabar tersebut mengguncang dunia maya. Publik pun ramai membicarakannya.

Wajah Novia yang rupawan semakin menambah daya tarik, membuatnya mendadak naik daun sebagai selebritas internet baru di Jinling.

Kalau dia siaran langsung saat ini, bisa jadi akan kebanjiran hadiah hingga ratusan ribu.

Tak bisa dimungkiri, Novia benar-benar memperoleh ketenaran dan kekayaan dalam satu langkah.

Harvey bahkan bisa membayangkan, saat ini Bibi Andersen pasti sedang menelepon Lilian, dengan suara tinggi dan penuh rasa bangga.

Sambil menghela napas pelan, Harvey meletakkan ponsel itu dan menyesap tehnya perlahan.

“Tuan Muda York tetaplah Tuan Muda York,” ujar Kairi sambil ikut mengangkat cangkir tehnya, melihat Harvey tidak tertarik menyentuh anggur.

“Bagi kamu, seratus juta tak berarti apa-apa.”

“Tapi kebaikan hati Daron itu benar-benar tulus.”

“Tidak marah sedikit pun kamu?”

Harvey memutar cangkir tehnya pelan, lalu berujar dengan suara tenang, “Beberapa hal memang tak bisa direbut secara paksa.”

“Di dunia ini, lebih baik bersikap jujur.”

“Mengejar keuntungan dan mencuri nama baik orang lain hanya akan mendatangkan aib saat semuanya terbongkar.”

Kairi sempat tercengang mendengar kata-kata itu. Sesaat kemudian, ia tersenyum lembut.

Tak menyangka, meski Harvey masih muda, pemikirannya sudah begitu matang dan dalam.

Usai makan, karena mereka sempat meneguk sedikit anggur, Kairi memilih untuk tidak menyetir. Ia justru mengajak Harvey berjalan-jalan kecil di sekitar.

“Sebenarnya, jika kamu bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari Daron, itu akan sangat membantu urusan kita,” ucap Kairi, memulai pembicaraan kembali.

“Meskipun keluarga Jackson yang tersembunyi bukanlah yang paling kuat di antara enam keluarga besar, tapi dari sisi kekayaan, mereka jelas yang terkaya.”

“Dibandingkan mereka, Keluarga Johnings dari Jinling maupun keluarga kami, keluarga Patel, mungkin tidak seberapa.”

“Jika Daron berdiri sepenuhnya di pihak kita, menghadapi Evermore akan jauh lebih mudah. Bagaimanapun juga, kekuatan finansial juga bentuk kekuatan.”

Kairi tampak berpikir sejenak, lalu menatap Harvey kembali.

Namun, Harvey hanya menanggapi dengan senyum tipis. “Biarkan saja,” ujarnya ringan.

Dalam benaknya, meskipun Evermore menyebalkan, ia belum cukup merepotkan sampai membuat Harvey perlu bersusah payah menggalang dukungan besar-besaran.

Keluarga Jackson memang berpengaruh, namun tidak sampai sebegitu pentingnya dalam perhitungannya.

Melihat keyakinan di mata Harvey, Kairi tak berkata apa-apa lagi. Ia lantas memanggil mobil dinas untuk mengantar Harvey pulang.

Namun, tepat saat mereka hendak beranjak, sebuah jendela mobil Maserati yang terparkir tak jauh dari sana perlahan turun.

Wajah tampan Silas muncul dari balik kaca, menyunggingkan senyum misterius. Ia menatap foto Harvey dan Kairi yang berjalan beriringan di layar ponselnya, lalu bergumam dengan dingin,

“Tuan York, ini kesempatan yang Anda berikan sendiri. Jadi jangan salahkan saya…”

Bab 4404

Di waktu yang sama, ruang gawat darurat di Rumah Sakit Jinling dilanda kekacauan.

Satu jam sebelumnya, kondisi Chanya masih stabil. Namun kini, situasinya berubah drastis menjadi kritis.

Indikator vital langsung turun drastis ke zona merah, dan bahkan beberapa di antaranya terus berkedip dalam status bahaya ekstrem.

Bunyi monoton dari alat monitor mengisi ruangan, menambah kegelisahan para petugas medis.

“Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini?”

“Bukankah tadi dia baik-baik saja?”

“Mengapa tiba-tiba kondisinya memburuk?”

Marelyn, yang baru saja menuntaskan setengah kotak makannya, segera bergegas ke ruangan itu. Wajah cantiknya berubah serius seketika.

“Ada apa?” tanyanya tajam.

“Kami tidak tahu, Dokter Marelyn!”

“Selama ini kami mengawasi pasien dengan saksama. Tidak ada yang menyentuh tubuhnya. Semua cairan dan obat diberikan sesuai prosedur dan instruksi Anda.”

“Mungkin karena kondisinya yang sudah buruk sebelumnya. Tapi mengapa bisa turun sedalam ini secara mendadak seperti ini?”

“Direktur Fairley, kita harus segera melakukan tindakan operasi! Kita tak boleh menunda lagi!”

Beberapa dokter mulai panik. Keringat membasahi pelipis mereka, dan suara mereka dipenuhi ketegangan.

Mereka semua paham bahwa jika nyawa putri Daron melayang di sini, konsekuensinya akan sangat mengerikan.

“Situasinya terlalu gawat… Operasi saat ini sangat berisiko…”

Marelyn memandangi grafik data dengan dahi berkerut. Tatapannya semakin dalam saat melihat semburat merah mencurigakan di sudut ruangan.

Ia melangkah cepat ke arah sana.

“Transfusi darah?” gumamnya curiga. “Siapa yang berani-beraninya memberi transfusi darah kepada pasien?”

“Ini kacau! Apa kalian tidak tahu bahwa pasien ini seorang ahli bela diri?”

“Jika kalian menyuntikkan darah tanpa pertimbangan, energi internalnya bisa terguncang hebat! Itu hanya akan memperparah keadaannya!”

Dengan geram, Marelyn mencabut kantong plasma yang tergantung. Melihat hanya setengah kantong yang tersisa, ia mencengkeramnya erat dengan wajah semakin suram.

“Ini… dari mana asalnya?”

“Kami tidak tahu, Dokter…”

“Segala prosedur kami ikuti dengan tepat. Semua cairan diberikan sesuai daftar!”

“Kecuali ada seseorang yang menyelipkan kantong plasma ini tanpa sepengetahuan kami…”

“Atau mungkin… perawat keliru memasukkan cairan saat mengganti infus?”

Para dokter saling pandang. Tak satu pun memiliki jawaban yang pasti.

Setelah memeriksa ulang kantong darah, Marelyn memeriksa denyut nadi Chanya dengan cepat. Helaan napas lega keluar dari bibirnya sesaat kemudian.

“Untunglah, dampaknya belum parah.”

“Selama ada seorang ahli bela diri yang bisa menstabilkan energi dalam Nona Jackson, kondisinya bisa dipulihkan.”

“Tapi… ini akan sangat sulit bagi Nona Andersen.”

Sambil menyampaikan analisisnya, Marelyn menoleh ke bangsal dan berkata kepada Novia, “Nona Andersen, mohon bantu pasien untuk menenangkan napasnya. Sementara itu, kami akan memanggil dokter bedah.”

Wajah Novia pucat pasi. Seragam perawatnya telah basah oleh keringat dingin.

Ia tak berkata apa-apa, namun dalam hati ia menjerit penuh penyesalan.

Setengah jam lalu, diliputi ketakutan bahwa Chanya akan meninggal di meja operasi dan ia tak mampu menyelamatkannya, Novia membuat keputusan nekat.

Ia teringat ucapan Harvey bahwa transfusi darah tak boleh diberikan, namun tetap menyuntikkan satu kantong plasma secara diam-diam.

Ia pikir mungkin Chanya akan langsung mati, dan tanggung jawab akan lepas dari pundaknya.

Namun tak disangka, bukannya meninggal, Chanya justru masuk dalam kondisi paling berbahaya.

Kini, Novia merasa seperti telah menggiring dirinya sendiri ke ujung tanduk.

Ia menyesali tindakannya hingga nyaris ingin menghantamkan kepalanya ke dinding.

Mengapa ia bisa sekonyol itu? Mengapa begitu nekat menambahkan plasma darah?

Kalau tidak, bukankah seratus juta sudah hampir berada di tangannya…


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4403 – 4404 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4403 – 4404.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*