Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4311 – 4312 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4311 – 4312.
Bab 4311
“Senjata biokimia?”
Kellan menarik napas tajam ketika matanya menatap benda di hadapannya. Sorot matanya membeku seketika—dia sangat tahu itu benda apa.
“Aku tidak menyangka kalian bersekongkol dengan pihak Amerika, bahkan berani membawa barang menjijikkan semacam ini!”
“Tapi, meskipun kalian membawa senjata macam itu, apa kalian kira aku akan menyerah?”
“Aku tegaskan, meskipun tubuhku dipotong-potong dan hancur menjadi abu, aku tidak akan pernah mengkhianati Tuan Quillan Gibson!”
“Kalau kalian memang punya keberanian, potong saja aku dengan satu tebasan!”
“Tetapi kalau aku masih hidup, aku bersumpah akan mencabik-cabik kalian semua satu per satu, dasar bajingan!”
“Menarik sekali. Sungguh menarik. Aku kagum pada semangatmu.”
Perempuan bermata indah seperti bunga persik itu menyingkirkan kotak kosmetiknya dengan elegan. Ia mengambil sebuah jarum suntik, lalu mengetuk-ketuknya dengan ujung jari telunjuknya.
“Tetapi, semangat itu tidak akan berarti apa-apa di hadapan kami.”
“Kamu seorang ahli. Kamu pasti tahu, sekali saja cairan ini disuntikkan ke dalam tubuhmu, dalam waktu satu menit saja, sehebat apapun kamu, kamu akan bersujud dan memohon belas kasihan.”
“Pada saat itu, kami suruh kamu ke timur, kamu tidak akan berani menoleh ke barat!”
Wajah Kellan langsung berubah pucat pasi, peluh menetes deras dari pelipisnya. Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia bawah, ia sangat paham bahaya benda itu.
Senjata biokimia tersebut merupakan hasil eksperimen gabungan dari Amerika, dicampur dengan unsur racun khas dari perbatasan Miao, Daxia.
Begitu masuk ke tubuh, bukan hanya nyawa yang terancam, tetapi tekad seseorang akan benar-benar runtuh.
Kellan hanya mampu menggertakkan giginya. “Memalukan! Benar-benar tak tahu malu!”
Wanita bermata bunga persik itu hanya tersenyum tenang. “Selama kami berhasil menembus pertahanan enam keluarga tersembunyi, maka begitu Quillan Gibson mati, cabang Jinling dari Gerbang Surga Barat Daya akan kehilangan pemimpin.”
“Jadi, apa salahnya jika cara kami sedikit kotor dan tidak tahu malu?”
Kellan mengepalkan rahangnya. “Yang mengusir kalian dulu adalah Kairi dari Klan Patel, Jinling!”
“Kalian ini makhluk setengah manusia, setengah iblis. Kalian gila karena ingin menuntaskan urusan dengan Quillan!”
“Kalau memang berani, hadapilah Kairi!”
Wanita bermata bunga persik tertawa ringan, suaranya seperti angin malam yang menyelinap ke dalam tulang.
“Kellan, Kellan, apakah kamu benar-benar mengira kami semua sebodoh itu?”
“Dari awal, target kami memang enam keluarga tersembunyi.”
“Kairi hanya penghalang takdir.”
“Tetapi pertarungan dengan enam keluarga itu memang tak terelakkan.”
“Bagaimanapun juga, mereka menyimpan apa yang selama ini kami cari.”
“Jadi ketika Tuan Quent Wanner kembali, target pertamanya tentu saja adalah enam keluarga tersembunyi.”
“Kamu hanya pion dari Quillan Gibson. Kebetulan saja nasibmu sedang buruk hingga bersinggungan dengan kami.”
Wanita itu menarik napas panjang, lalu menghela pelan. “Tiga tahun… lalu tiga tahun lagi… dan tiga tahun setelahnya.”
“Sudah enam tahun berlalu.”
“Orang-orang dari enam keluarga tersembunyi seharusnya telah dilenyapkan sejak enam tahun lalu!”
“Tuan Wanner kami pun seharusnya telah menguasai rahasia mereka dan menggenggam metode keabadian!”
“Karena keberanianmu melawan saat itu, waktu berharga Tuan Wanner terbuang sia-sia.”
“Tapi kali ini berbeda. Tuan Wanner telah kembali sebagai penguasa sejati. Di Jinling, tak ada satu pun yang ditakdirkan mampu menghentikannya…”
“Cih!”
Kellan meludahkan darah dan amarah ke tanah.
“Orang sekejam Quent Wanner tak pantas berbicara soal hidup abadi!”
“Tidak mungkin dia bisa berumur panjang, Tuhan yang punya keputusan!”
“Satu-satunya penyesalanku adalah… saat itu aku belum cukup kuat. Andai saja, aku akan menampar Quent Wanner hingga mati!”
Bab 4312
Perempuan bermata bunga persik itu tersenyum tipis, lalu berkata dengan nada lembut yang mengandung ancaman, “Apa yang menopang kekuatan Tuan Wanner kami adalah sesuatu yang bahkan tak sanggup kalian bayangkan.”
“Kamu ingin melawannya? Itu cuma mimpi bodoh!”
“Menurutku, lebih baik kamu menyerah pada takdirmu. Karena sekalipun kamu berjuang, hasilnya tetap tidak akan berubah.”
“Lagipula, kamu tidak akan sendirian. Tak lama lagi, Kairi dan yang lainnya juga akan bertekuk lutut!”
Setelah berkata demikian, ia berjongkok pelan, membawa jarum suntik mendekat ke tubuh Kellan.
“Jangan mimpi!”
Kellan tiba-tiba berontak. Wajahnya penuh amarah dan keteguhan. Dalam sepersekian detik, ia meraih pecahan kaca di lantai dan mengarahkannya ke lehernya sendiri.
Baginya, mati jauh lebih terhormat daripada menjadi boneka bagi orang-orang seperti mereka.
Namun…
Brak!
Sepasang kaki jenjang wanita itu melayang cepat. Sebuah tendangan keras menghantam tangan Kellan, membuat pecahan kaca itu mental dari genggamannya.
Ia segera menginjak dadanya dengan mantap, lalu mendekatkan jarum suntik itu ke kulit Kellan, bersiap menyuntikkannya.
Namun pada saat itu, suara berat yang tenang bergema dari sudut ruangan.
“Hei—”
Harvey muncul perlahan dari balik bayang-bayang dengan tangan bersilang di belakang punggungnya.
Sebenarnya masalah ini tak ada kaitannya dengan dirinya. Tapi karena dari percakapan mereka terdengar nama Kairi dan Evermore, dia tak bisa hanya diam.
Lagi pula, itu salah satu tujuan utama perjalanannya ke Jinling.
Kehadiran Harvey sontak menggetarkan situasi. Tatapan dingin dan curiga menyapu wajah wanita bermata bunga persik dan kelompoknya.
Jelas, mereka tak menyangka akan ada orang lain yang berani muncul dalam situasi genting ini.
Dalam sekejap, senapan, busur silang, pedang, hingga pisau langsung mengarah ke tubuh Harvey. Mereka mengepungnya rapat-rapat, seolah tak akan membiarkannya lolos.
“Siapa kamu?!” bentak wanita bermata bunga persik, nada suaranya melengking tajam.
Dalam waktu singkat, para pengikutnya langsung membentuk formasi, menghalangi setiap jalan keluar Harvey. Tekad mereka jelas—siapa pun saksi, harus dibungkam.
Kellan, yang semula berharap, kini malah merasa cemas.
Meski ia tahu kemampuan Harvey luar biasa, tapi kelompok wanita ini berasal dari tempat yang sangat misterius. Kellan khawatir, Harvey akan terjebak tanpa persiapan.
“Tuan Muda York, pergi! Orang-orang ini sangat berbahaya!”
Mata wanita itu menyipit, mengamati Harvey dari atas hingga bawah.
Lalu ia tersenyum penuh arti. “Tepat sekali, kami memang sedang butuh contoh untuk memperingatkan yang lain. Karena kamu datang sendiri, akan lebih mudah bagiku mengantarmu ke alam baka.”
Namun Harvey hanya menatapnya dengan tenang, seolah tak tergoyahkan.
Dengan nada ringan ia berkata, “Tubuhmu… titik-titik vital utbuhmu disegel, tapi kamu masih bisa hidup?”
Wajah wanita itu langsung berubah pucat, “Dari mana kamu tahu?!”
Harvey tak menjawab langsung. Ia hanya menghela napas pendek lalu mengangguk pelan. “Aku mengerti. Orang yang menyegelnya pasti memberimu penawar racun secara berkala.”
“Selama kamu menelannya tepat waktu, kamu akan baik-baik saja dalam sebulan.”
“Tapi kalau telat… tubuhmu akan hancur dari dalam, seperti berganti kulit—dan kamu akan mati perlahan.”
“Namun, menelan penawarnya hanya memperpanjang waktu. Semakin lama titik vitalmu tersegel, semakin lemah kamu.”
“Dalam tiga sampai lima tahun ke depan, kamu akan menjadi tak lebih dari orang lumpuh!”
Setelah mengatakan itu, Harvey mengalihkan pandangan ke kelompok bersenjata di sekelilingnya, lalu tersenyum santai.
“Kalian semua, juga sama.”
Seketika, keheningan menyergap.
Semua orang menatap Harvey dengan ekspresi terkejut, seolah rahasia terdalam mereka baru saja disingkap tanpa peringatan. Hanya satu kesimpulan bisa mereka tarik—Harvey bukan orang biasa.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4311 – 4312 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4311 – 4312.
Leave a Reply