Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4271 – 4272 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4271 – 4272.
Bab 4271
Bagi Loretta, meski perusahaan real estate miliknya hanyalah sebatas tempat bermain, namun kehormatan tetaplah sesuatu yang tidak bisa dikompromikan—terutama ketika menyangkut nama baik Stannis.
Dia tidak rela melihat lelaki itu menjadi bahan gunjingan kalangan elit hanya karena sebuah kegagalan.
Maka apa pun risikonya, Loretta tidak akan membiarkan Ronny Lee menginjak-injak harga dirinya.
Aura dominan Loretta menyelimuti ruang rapat seperti kabut dingin yang menyusup ke tulang.
Para petinggi yang tadinya ingin angkat suara, akhirnya memilih diam. Keberanian mereka luluh oleh sorot mata Loretta yang tajam dan penuh tekanan.
Dengan sorot kecewa, Loretta menatap barisan eksekutif yang selama ini diguyur gaji besar dan tunjangan melimpah. Namun saat krisis datang, mereka justru kehilangan daya.
Dalam benaknya yang berputar cepat, pandangannya tertuju pada satu sosok—konsultan baru yang direkrut perusahaan, Franklin Fairley, sang kepala ahli Feng Shui.
Nama Franklin sudah lama dikenal di kalangan elite Jinling. Dia termasuk dalam jajaran top, sejajar dengan tokoh-tokoh besar seperti Rodney dan Reide.
Dengan reputasi semacam itu, cukup baginya menilai Feng Shui sekali dua kali setahun untuk para pejabat, dan kekayaan sudah mengalir deras.
Kehadirannya di Jinling Real Estate bukan tanpa alasan. Pasca kepergian kepala ahli Feng Shui sebelumnya, tak seorang pun mampu mengisi posisi itu. Keluarga Robbins bahkan harus menggerakkan berbagai koneksi untuk mendatangkan Franklin.
Meski belum lama bergabung, posisi Franklin di perusahaan langsung melesat ke tingkat yang tak tersentuh.
Kini, Loretta memandang Franklin dengan penuh hormat, lalu bertanya pelan, “Tuan Fairley, apakah Anda punya jalan keluar?”
Dengan ekspresi getir, Franklin menjawab, “Nyonya Hoffman, bukannya saya enggan membantu. Namun kenyataannya, situasi ini benar-benar rumit…”
“Harga tanah utama yang kita tawar sudah dinaikkan lebih dulu oleh Qinhuai Luxe Estate.”
“Kita berada di jalan buntu.”
“Dan sejauh ini, sungguh sulit menemukan lokasi pengganti yang layak.”
“Akhir-akhir ini saya tak melakukan apa-apa selain berkeliling Jinling membawa Kompas. Tetapi tetap saja, tidak ada sebidang pun yang cocok.”
Nada bicara Franklin penuh penyesalan. Sebagai seseorang dengan bayaran tinggi, ia tak menyangka akan seputus asa ini dalam membantu perusahaan.
“Yang bisa kita lakukan sekarang,” lanjutnya dengan suara berat, “adalah menyiapkan rencana terburuk. Setelah menjual seluruh unit perumahan komersial yang tersisa, kita bisa bertransformasi.”
“Saya berjanji, akan mencarikan tanah harta karun Feng Shui yang terbaik untuk membangun sebuah resor besar dan megah bagi perusahaa ini!”
Ucapan itu disambut anggukan setuju dari para eksekutif.
“Nyonya Hoffman, bukan berarti kami menyerah,” ujar salah satu dari mereka. “Namun beban utang perusahaan tidak kecil.”
“Jika kita gagal mendapatkan tanah dengan harga wajar, atau malah membeli tanah incaran dengan harga melambung, maka bangkrut hanya tinggal menunggu waktu.”
“Saat ini, yang bisa kita lakukan adalah bertahan hidup. Untuk sementara, kita harus melepas bisnis real estat di Jinling.”
“Tapi saya yakin, mereka yang kini menaikkan harga tanah seenaknya pada akhirnya justru akan menanggung akibatnya!”
Mendengar pendapat para eksekutif, Franklin pun memandang Loretta dengan pandangan serius.
“Nyonya Hoffman, ini bukanlah bentuk kekalahan. Ini adalah langkah bijak menjauhi jurang kehancuran!”
“Tenang saja, saya sudah menyelesaikan rancangan desain untuk resor itu.”
“Kalau dibangun sesuai rencana, saya yakin proyek itu akan sukses besar!”
“Dan Anda akan mampu membawa Jinling Real Estate naik ke level yang lebih tinggi!”
“Selama akhir cerita berpihak pada kita, bukankah wajar jika kita harus menelan kekalahan sesekali di tengah jalan?”
Kata-kata Franklin menggugah semangat para eksekutif. Rencana transformasi pun mulai terasa menjanjikan.
Asalkan perusahaan tetap berdiri, mereka semua masih bisa menikmati kehidupan penuh kenyamanan.
Bab 4272
Mendengar penjelasan penuh keyakinan dari Franklin, hati Loretta terasa sedikit lebih tenang.
Selama Jinling Real Estate tidak kolaps, bahkan mampu berkembang ke arah baru, menyerahkannya kepada Harvey bukanlah hal yang memalukan.
Stannis pun tidak akan dijadikan bahan olok-olok oleh kalangan elite. Sebaliknya, bisa jadi namanya malah dielu-elukan sebagai sosok perencana ulung.
Loretta sempat hendak mengangguk setuju, namun bayangan wajah Ronny yang sombong kembali memenuhi benaknya.
Lelaki itu telah mengusiknya sejak kecil. Ia pernah bersumpah untuk membalas perlakuan semena-menanya.
Jika dia menyerah sekarang hanya karena tekanan dari Ronny, maka pria itu pasti akan semakin merasa di atas angin.
‘Atau… mungkinkah Keluarga Hoffman bisa digerakkan untuk menyingkirkan Ronny secara langsung?’ pikir Loretta.
Namun kemudian ia sadar—mengandalkan salah satu dari sepuluh keluarga besar untuk urusan sepele semacam ini justru akan menurunkan martabatnya sendiri.
Gagasan memanfaatkan jaringan rahasia Keluarga Robbins pun ia singkirkan.
Keluarga-keluarga tersembunyi seperti mereka selalu bergerak dari balik layar. Mereka tak akan turun tangan untuk konflik terang-terangan.
Memikirkan semua itu, Loretta diliputi perasaan frustrasi yang menekan dada.
Haruskah dia benar-benar membiarkan Ronny melenggang dengan congkak?
Kesal, ia menyesap teh panas, namun justru menumpahkannya ke dirinya sendiri.
Gugup, Loretta buru-buru mengeluarkan selembar kertas dari sakunya untuk menyeka pakaian.
“Tunggu!”
Suara Franklin yang mendadak nyaring mengejutkan semua orang di ruangan.
“Nyonya Hoffman, jangan bergerak!”
Ia langsung melangkah cepat menghampiri Loretta, tatapannya tertuju tajam pada kertas yang dipegang wanita itu.
Barusan, matanya sekilas menangkap pola-pola yang ia kenali sebagai simbol Feng Shui kuno.
Dahulu kala, hanya kaum bangsawan yang memiliki peta semacam itu.
Jika memang harta Feng Shui itu benar-benar ada di Jinling, maka ini bisa menjadi titik balik Jinling Real Estate.
Tanpa memedulikan tatapan heran semua orang, Franklin menyambar kertas dari tangan Loretta dan memelototinya dengan seksama.
Loretta yang tertegun hanya bisa diam. Ia baru sadar bahwa kertas itu adalah pemberian dari Harvey—sebuah peta tempat pembuangan sampah.
Malu, ia berbisik pelan, “Tuan Fairley… maaf, saya…”
“Jangan bicara dulu!”
Franklin menyela tajam, tak mengalihkan pandangannya dari kertas.
Lalu dengan langkah cepat, ia mendekati peta besar Kota Jinling yang tergantung di dinding.
Ia menelusuri titik-titik lokasi sambil membandingkannya dengan peta di tangan.
Tiba-tiba, tubuhnya bergetar, dan ia berseru dengan penuh semangat.
“Taman Jinling yang legendaris!”
“Ini benar-benar Taman Jinling yang legendaris!”
“Ya Tuhan! Legenda itu nyata!”
“Konon, pada masa Enam Dinasti, Jinling pernah menjadi ibu kota kekaisaran dan di sanalah berdiri sebuah taman surgawi.”
“Tapi kemudian taman itu dihancurkan saat zaman berubah.”
“Selama berabad-abad, tak satu pun dari kami keturunan Feng Shui berhasil menemukan lokasinya!”
“Siapa sangka ternyata tempat itu begitu dekat, begitu tersembunyi!”
“Ini benar-benar tanah harta karun Feng Shui yang sejati!”
“Dibandingkan dengan tanah-tanah yang selama ini kita incar, tempat ini bagaikan permata di tengah lumpur!”
“Siapa pun yang menunjukkan ini… dia adalah seorang guru sejati!”
“Orang terhebat dalam dunia Feng Shui!”
Franklin begitu terharu hingga suaranya bergetar. Bahkan tubuhnya hampir tak sanggup menopang lonjakan emosinya. Sementara itu, semua orang di ruangan terdiam dalam kekagetan. Tak satu pun bisa berkata-kata.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4271 – 4272 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4271 – 4272.
Leave a Reply