Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4189 – 4190 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4189 – 4190.
Bab 4189
“Jadi, aku datang kepadamu untuk membuat perhitungan. Apakah itu terdengar terlalu dramatis?”
Nada suara Ellard tetap tenang, seakan ini bukan perkara hidup dan mati.
Mendengar nama itu, Harvey merasakan ada sesuatu yang familiar. Ingatannya segera menelusuri gosip lama yang pernah Kellan ceritakan.
“Kalian berdua adalah murid buangan dari tanah suci bela diri, Gerbang Surga Barat Daya, bukan? Ellard Murray dan Shella Murray?”
Harvey menyipitkan mata. “Kalau tidak salah ingat, Gerbang Surga Barat Daya pernah mengeluarkan hadiah besar atas nama kalian.”
Kellan pernah berkata, duo bersaudara ini dikenal sangat kejam—mereka bahkan tega membunuh sesama saudara seperguruan demi merebut teknik tinju yang mengerikan.
Akibat perbuatan keji itu, keduanya masuk daftar buronan yang harus disingkirkan oleh sekte tersebut.
Tak disangka, Edric ternyata memiliki hubungan dengan dua orang ini.
Yang lebih mengejutkan, setelah mereka melarikan diri, hal pertama yang mereka lakukan justru datang untuk mencari perkara dengannya.
Namun mengingat Mandy masih berada di dalam mobil, Harvey memilih menahan diri. Ia menanggapi dengan sikap kalem.
“Meski permasalahan antara Zarla dan Edric bermula dariku, tapi kamu tidak bisa serta-merta menyalahkan aku, kan?”
“Bagaimanapun juga, kebenaran tidak bisa ditutupi selamanya.”
“Apa tidak sebaiknya kita menyelesaikannya dengan cara damai?”
“Sebagai bentuk tanggung jawab, bagaimana kalau aku memberikan kompensasi satu juta? Anggap saja itu sebagai ganti rugi atas tekanan mental yang dialami.”
Sikap Harvey sangat jarang serendah ini.
Namun Ellard tak bergeming. Ekspresi dingin menyelimuti wajahnya.
“Maaf, baik istri maupun anakku, keduanya hanya menginginkan satu hal—kematianmu.”
“Mereka bilang, hanya jika kamu mati, kemarahan mereka bisa terpuaskan.”
Dia tersenyum samar, tapi hawa dingin menyelimutinya.
“Tapi tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu mati sendirian.”
“Aku sudah mengaturnya.”
“Setelah menghabisimu, aku akan mengurus ayah dan ibu mertuamu, lalu Cliff juga akan menyusul.”
“Sedangkan untuk wanitamu… dia bisa menunggu giliran beberapa hari.”
“Anakku sangat tertarik padanya.”
“Kami akan memastikan dia mendapatkan ‘kenyamanan’ selama beberapa waktu… lalu dia akan menyusul ke tempatmu.”
Sikap Harvey yang awalnya cenderung tenang, seketika berubah. Wajahnya mendadak dingin.
Selama tinggal di Jinling, ia berusaha untuk merendah dan tidak menciptakan masalah. Namun pihak lawan benar-benar tidak memberinya ruang.
Dengan santai, Ellard menjentikkan jarinya. Ia mengeluarkan cerutu, menyalakannya, lalu menghembuskan asap sambil berkata dengan nada beku, “Adikku, silakan bunuh dia.”
“Setelah itu, bawa wanitanya masuk ke mobil.”
Shella menyeringai. Ia menghunuskan sebilah pedang pendek dari pinggangnya, menjilat bilahnya perlahan, lalu menyipitkan mata menatap Harvey.
“Tuan York, kamu tak perlu merasa dipermalukan.”
“Setidaknya ada delapan puluh nyawa yang telah kami ambil.”
“Bagi kami, kelemahan adalah kutukan.”
“Dan dunia ini… dunia di mana tinju adalah hukum.”
“Aku lebih kuat, maka aku berhak menghancurkanmu.”
“Aku tahu kamu pasti tak terima.”
“Tapi tak mengapa, aku akan memberimu kesempatan bertarung.”
Tanpa banyak bicara, pedang di tangan Shella menebas cepat, niatnya jelas: membelah tubuh Harvey jadi dua.
Plaak!
Namun Harvey melangkah ringan ke depan, dan sebuah tamparan keras mendarat di wajah Shella.
Sikapnya tenang, seolah hanya sedang menepuk nyamuk.
“Cari mati?”
Shella menyipitkan mata penuh amarah. Dia tidak percaya pria rendahan ini berani menamparnya.
Bukankah pria seperti ini seharusnya sudah bersujud dan memohon hidup?
Ini sangat keterlaluan!
Ia mengayunkan pedangnya, berniat menebas leher Harvey.
“Tidak bagus…”
Tepat saat bilah pedangnya nyaris menyentuh kulit Harvey, Shella merasakan hawa destruktif menyapu tubuhnya.
Plaak!
Tamparan kedua datang tanpa ampun.
Kali ini jauh lebih kuat. Tubuh Shella terlempar, menabrak kaca depan truk dengan suara nyaring.
Dalam sekejap, kaca itu hancur berkeping-keping.
Bab 4190
Pemandangan itu sungguh membuat bulu kuduk berdiri.
Ellard, yang masih menyulut cerutu, terpaku tak percaya.
Di matanya, Shella tampak meluncur perlahan dari kaca depan, wajahnya penuh luka dan memar.
Amarah membuncah di dada Ellard. Ia mendelik ke arah Harvey.
“Bajingan! Beraninya kamu melukai adik perempuanku! Sudahkah kamu pikirkan konsekuensinya?!”
Suara teriakannya menggema. Ia bersiap melayangkan tinju mautnya.
Namun sebelum sempat bergerak lebih jauh—
Plaak!
Tamparan Harvey kembali mendarat. Kali ini mengenai Ellard langsung.
Tubuhnya langsung terhempas, menghantam badan truk seperti karung jatuh dari langit.
Dalam pandangannya yang kabur, satu-satunya yang terlihat hanyalah wajah Harvey yang datar, tanpa emosi.
“Kamu ini tidak terlalu hebat, tapi omong kosongmu terlalu banyak,” ujar Harvey datar sambil mengeluarkan tisu dan menyeka jarinya dengan santai.
Ellard tidak pernah menyangka akan dibungkam secepat itu—bahkan sebelum sempat benar-benar bertarung.
Melihat kakaknya dipermalukan, Shella yang sudah terduduk lemas pun batuk darah. Ia tak sanggup bangkit lagi.
Sementara itu, Harvey dengan santai mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor.
“Cliff, kemarilah. Bersihkan tempat ini.”
Tak lama kemudian, Cliff dan timnya datang untuk mengurus sisa kekacauan itu. Sementara itu, Harvey membawa Mandy ke rumah sakit terdekat.
Untungnya, kondisi Mandy tak serius. Hanya ketakutan yang membuatnya lemas.
Begitu infus terpasang, Harvey menjelaskan bahwa semua ini akibat sopir truk yang kelelahan dan kehilangan kendali.
Pihak lawan sepenuhnya disalahkan dan bertanggung jawab atas biaya pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah, termasuk inspeksi kendaraan.
Mandy tak curiga. Setelah memastikan dirinya tidak terluka parah, ia bersikeras untuk segera keluar dari rumah sakit.
Dia juga meminta Harvey tidak memberi tahu siapa pun tentang kecelakaan tersebut.
Ia tak ingin membuat keluarga khawatir.
Harvey hanya tersenyum, tidak banyak bicara. Ia menuruti keinginan Mandy dan pulang bersamanya naik taksi.
Di perjalanan, sebuah pesan singkat masuk—dari Cliff.
Hanya dua kalimat, tapi cukup meyakinkan. Masalah telah beres.
Zarla dan Edric, ibu dan anak itu, juga telah ditangani.
Harvey menyipitkan mata, lalu menghapus pesan itu tanpa ekspresi.
Meski identitas Edric cukup mengejutkannya, toh segalanya telah selesai.
Pada dasarnya, masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Harvey.
Cliff, Ellard—bahkan jika mereka membuat kekacauan sekalipun—tidak akan melibatkan dirinya.
Sayangnya, Ellard justru mencari masalah dengannya.
Dan satu-satunya hal yang bisa dikatakan Harvey: orang itu memang sedang menggali kuburnya sendiri.
Begitu tiba di vila, Harvey dan Mandy menemukan bahwa rumah telah kedatangan tamu.
Dua orang itu ternyata masih kerabat jauh Keluarga Yates—Bibi Andersen dan putrinya, Novia Andersen.
Dulu, keduanya sering muncul di rumah keluarga Yates untuk menjilat. Tapi saat keluarga Yates bangkrut, mereka menghilang tanpa jejak.
Kini, setelah Lilian datang ke Jinling dan menjadi pusat perhatian—lengkap dengan unggahan penuh kemewahan di Momen—mereka pun datang kembali.
Bibi Andersen masih bekerja di pemerintahan, punya posisi yang tak bisa diremehkan. Maka ia datang menemui Lilian, katanya demi memberi “wajah”.
Namun setiap kunjungan sebelumnya, ia datang dengan tangan kosong dan pulang membawa banyak barang.
Kali ini berbeda. Ia datang membawa sekotak hadiah. Sayangnya, kotaknya tampak murahan—seperti barang obral dari kios pinggir jalan.
“Bibi, Novia, selamat datang.”
Mandy dan Harvey menyambut mereka dengan sopan, meski keduanya sempat saling menatap, alis mengernyit halus.
Bibi Andersen hanya mengangguk pada Mandy, lalu mengabaikan Harvey sepenuhnya. Sikapnya jelas—ia tidak menghormati pria yang dulu menjadi suami Mandy ini.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4189 – 4190 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4189 – 4190.
Leave a Reply