Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4135 – 4136 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4135 – 4136.
Bab 4135
“Ya, Mandy, pikirkanlah baik-baik. Air di Jinling ini dalam, bukan tempat bagi siapa pun untuk bebas meminjam uang dalam jumlah besar tanpa konsekuensi.”
“Jangan langsung menilai bahwa permintaan Tuan Sabben terlampau berlebihan. Jika dibandingkan dengan permintaan orang lain, justru tawarannya yang paling masuk akal!”
Nada bicara Vienna terdengar sangat meyakinkan, seolah-olah sedang menyampaikan kebenaran yang tak bisa dibantah.
“Toh, kamu hanya perlu membuka kakimu dan memejamkan mata. Selesai dalam beberapa menit. Tubuhmu takkan berkurang sepotong pun!”
“Yang paling penting, bisa menjalin relasi dengan Tuan Sabben akan menjadi langkah baik untuk masa depanmu!”
“Kelak, kamu akan punya tempat di dunia bisnis Jinling—bukankah itu sesuatu yang berharga?”
Baik Jovie maupun Vienna sebenarnya juga pernah meminjam uang dari Edric. Namun bedanya, mereka telah menyerahkan diri pada pria itu secara cuma-cuma dan masih harus menanggung bunga pinjaman.
Kini mereka berharap Mandy menjadi ‘penyelamat’ mereka—korban berikutnya yang harus dikorbankan agar mereka terbebas dari lilitan utang.
Edric, yang terpikat oleh pesona Mandy, telah terang-terangan menyampaikan bahwa selama Mandy bisa ia miliki, urusan bunga pinjaman mereka akan dianggap lunas.
Dengan kata lain, jika Mandy tidak jadi berhutang, maka mereka berdua tak akan bisa memberikan penjelasan yang memuaskan kepada Edric.
Terlebih lagi, tidak ada yang tahu sampai kapan mereka harus bertahan di tempat penuh tekanan dan ketegangan seperti ini.
Sebagai saudari yang ‘baik’, bukankah seharusnya Mandy berkorban demi mereka?
Dalam benak mereka, seseorang harus memiliki kelapangan hati… dan pola pikir besar.
“Jovie, Vienna, apa yang sebenarnya kalian bicarakan?”
Mandy, tentu saja, bukan perempuan yang naif. Dari nada suara dan sorot mata mereka, ia sudah dapat membaca dengan jelas niat busuk kedua temannya itu.
Dengan ekspresi dingin, ia berkata tegas, “Saya tidak akan menyetujui permintaan ini.”
“Tuan Sabben, mohon maaf. Anda datang ke sini dengan tangan kosong.”
“Anggap saja jamuan makan ini traktiran saya.”
Thomas yang menyaksikan dari dekat akhirnya bisa bernapas lega. Asalkan Mandy tidak terjerumus ke dalam perangkap pria buas itu, semuanya akan baik-baik saja.
“Tidak jadi meminjam?”
Sorot mata Edric langsung berubah dingin. Ia menyetel posisi kacamata berbingkai emas yang tersemat rapi di wajahnya, lalu tanpa peringatan, menendang Jovie dan Vienna hingga terhempas ke lantai.
Nada bicaranya tajam dan menusuk.
“Kamu sudah buang-buang waktu saya, membangkitkan gairah saya, dan tadi kamu sendiri yang mengangguk menyetujui.”
“Sekarang tiba-tiba berkata tidak mau? Apa kamu menganggap ini sandiwara?”
“Aku sudah bilang, kamu harus meminjam uang dariku, suka ataupun tidak suka!”
“Kalau tidak, meskipun kamu didukung oleh Keluarga Jean di Kota Modu, aku jamin cabang kesembilan milikmu akan hancur total di Jinling ini!”
Begitu kata-katanya selesai, Edric menghantamkan sebotol anggur ke lantai dengan suara retakan tajam, wajahnya penuh dengan kemarahan dan aura menindas.
Thomas segera berdiri menghalangi Mandy, alisnya berkerut tajam.
“Tuan Sabben, Anda kan orang berpendidikan, bagaimana mungkin Anda memaksakan kehendak seperti ini?”
“Pinjam meminjam harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. Tidak bisa dipaksakan!”
“Meskipun kesepakatan ini gagal, setidaknya harus ada rasa hormat.”
“Jadi Tuan Sabben, demi saya, Thomas, mohon tenangkan diri…”
Plaak!
Sebelum ucapannya selesai, punggung tangan Edric melayang ke pipi Thomas, membuat pria itu terpelanting ke lantai.
Semuanya terjadi begitu cepat, tak seorang pun sempat bereaksi.
“Botak, muka macam apa yang kamu sodorkan di hadapanku?”
“Apa kamu pikir ini semacam acara amal? Pengemis sepertimu punya hak bicara?”
“Menurutku, menamparmu saja sudah terlalu murah!”
Tanpa ampun, Edric kembali menendang wajah Thomas, membuat pria itu mengaduh dan menggeliat kesakitan di lantai.
Orang-orang yang menyaksikan hanya diam, menatap pemandangan itu dengan ekspresi hambar. Mereka semua tahu betul, Edric bukanlah pria yang bisa dihadapi dengan logika atau adab.
Sekali kamu menentangnya, maka bersiaplah untuk menerima amarahnya.
Bab 4136
Sementara itu, meski Jovie dan Vienna baru saja ditendang hingga terhempas ke lantai, mereka bangkit dengan senyum kaku dan segera meminta maaf.
Jelas bahwa mereka sudah sangat memahami karakter Edric. Siapa pun yang menghalangi jalannya akan dianggap sebagai pengganggu yang harus disingkirkan.
Apalagi pria itu tidak hanya kejam, tetapi juga dikelilingi oleh lebih dari selusin anak buah bertubuh besar dan berpakaian rapi.
Kehadiran mereka saja sudah cukup membuat orang kehilangan nyali.
Mandy bergegas membantu Thomas berdiri, lalu menatap tajam ke arah Edric sambil berseru, “Edric, kamu sudah melewati batas!”
“Percaya atau tidak, aku akan melaporkanmu ke polisi!”
“Laporkan ke polisi?”
Salah satu pria yang berdiri di belakang Edric, dengan potongan rambut seperti jengger ayam, mencibir sinis.
“Di kantor polisi sini, orang-orang kami sudah berjaga. Kalau kamu sampai berani melapor, aku bersumpah akan memakan meja ini!”
“Eh, jangan begitu. Jangan menakuti gadis secantik itu.” Edric mendecakkan bibir, lalu menatap Mandy dengan senyum tipis.
“Aku tahu kamu punya dukungan dan pengaruh. Tapi di Jinling, di hadapanku—Edric—kalau kamu naga, kamu harus meringkuk. Kalau kamu harimau, kamu harus tiarap!”
“Aku memang sombong, memang suka mendominasi, lalu kenapa? Apa yang bisa kamu lakukan padaku?”
“Jujur saja, tak ada uang yang tak bisa kupinjamkan. Tak ada perempuan yang tak bisa kudapatkan!”
Dengan langkah percaya diri, Edric maju dan berusaha menyentuh wajah Mandy yang menawan.
“Kamu tahu seberapa dalam air di kota tua Enam Dinasti ini? Kalian para keturunan keluarga ternama itu terlalu banyak berkhayal!”
“Bangsat!”
Thomas, yang tak tahan melihat Mandy dilecehkan, langsung meraih sebotol anggur, bermaksud melemparkannya.
Namun, sebelum sempat bergerak lebih jauh, pria berkepala ayam itu melayangkan tendangan keras, menghantam tubuh Thomas hingga pria itu terhempas menabrak meja.
Brakk!
Thomas terkapar, tubuhnya basah kuyup oleh sup dan anggur. Wajahnya kesakitan, batuk-batuk, bahkan nyaris muntah darah.
Pria itu jelas bukan sekadar preman jalanan—ia seorang ahli bela diri.
“Kamu sungguh keterlaluan, Edric! Perbuatanmu melanggar hukum!”
Mandy, yang hatinya terbakar amarah, tanpa ragu menampar Edric keras-keras.
Tamparan itu mengejutkan semua orang. Edric terhuyung, langkahnya mundur beberapa tapak.
“Tuan Sabben, Anda baik-baik saja?!”
Beberapa anak buahnya segera bergerak, namun Edric mengangkat tangan, memberi isyarat agar mereka menahan diri.
Ia meludahkan darah dengan pelan, lalu tersenyum—bukan senyum hangat, melainkan senyum yang mengandung ancaman.
“Bos Zimmer, kamu suka permainan seperti ini?”
“Tak masalah, aku bisa menuruti seleramu.”
“Tapi, apakah kamu siap menanggung akibatnya?”
Nada bicaranya yang ringan justru membuat bulu kuduk Jovie dan Vienna meremang.
Mereka seakan kembali teringat akan kenangan buruk di masa lalu, dan tubuh mereka bergetar.
Ketakutan akan terseret dalam pusaran masalah, keduanya pun buru-buru berkata, “Mandy, apa yang kamu lakukan?!”
“Segera berlutut dan minta maaf kepada Tuan Sabben!”
“Kalau tidak, ia akan benar-benar marah, dan kita semua tidak akan bisa lolos darinya!”
Jelas bahwa mereka lebih takut pada Edric daripada peduli pada nasib sahabatnya sendiri.
Namun Mandy berdiri tegar, matanya menyorot marah.
“Menurutmu, orang biadab seperti itu tak pantas dipukul?”
“Apa pantas seorang pebisnis bertindak seperti preman?”
“Atau memang, Edric, kamu tidak punya dasar moral sama sekali?”
“Apakah Evergreen Capital milikmu adalah topeng dari sebuah sindikat rentenir?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4135 – 4136 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4135 – 4136.
Leave a Reply