Kebangkitan Harvey York Bab 4115 – 4116

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 4115 – 4116 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 4115 – 4116.


Bab 4115

Keyakinan Kellan melonjak seketika saat bala bantuan yang dinantikannya akhirnya tiba.

Jelas, para pria itu bukan sembarang orang. Mereka adalah para master tangguh dari Kamar Dagang Newgate. Bbarisan kuat yang ia percaya bisa membantunya merebut kekuasaan.

Dengan percaya diri yang meledak, Kellan mengangkat tangan kirinya—yang masih utuh—dengan gaya arogan nan mendominasi. Sorot matanya tajam, mengarah langsung pada Harvey.

Dia menunjuk, lalu berkata dingin, “Saudara-saudaraku, habisi anak ini!”

“Kalau sampai dia mati, itu tanggung jawabku!”

Tanpa banyak bicara, lebih dari seratus orang langsung menghunus pipa baja dan menerjang ke arah Harvey dengan niat membunuh yang jelas.

Melihat itu, Harvey hanya menghela napas panjang. Seandainya dia tahu keadaan akan sekacau ini, mungkin sejak awal dia sudah meminta Rachel atau Trey menemaninya ke Jinling.

Sungguh memalukan bagi sekelompok pria dewasa bersenjata baja menghadapi satu orang.

Dengan langkah ringan, Harvey mendekat ke arah Kellan yang masih menuding-nuding seolah paling berkuasa. Tanpa basa-basi, Harvey mengayunkan punggung tangannya.

Plaak!

Tubuh Kellan terlempar ke samping, menabrak dua puluh orang yang berdiri di belakangnya, menjatuhkan mereka satu per satu. Dia meraung kesakitan—bagaimanapun, satu lengannya memang sudah patah.

Orang-orang yang tumbang buru-buru bangkit—ada yang saling membantu, ada pula yang mencoba berdiri sendiri.

Namun Harvey tak memberi ampun. Ia maju lagi dan menendang mereka satu demi satu hingga jatuh tak berdaya.

“Bajingan!”

Tindakan Harvey yang begitu berani—menyerang lebih dulu dan melukai sang pemimpin—membuat setengah dari para preman di lapangan menarik napas tajam.

Namun detik berikutnya, mereka semua menggeram dan menyerbu bersama.

“Serbu!”

Puluhan pipa baja di tangan mereka melayang ke arah Harvey, membawa aura kekejaman dan kesombongan.

Harvey hanya menoleh santai, lalu menyambut mereka dengan tamparan dingin.

Meski jumlah mereka puluhan, di mata Harvey, mereka tak ubahnya ayam dan anjing—tak ada yang layak ditakuti.

Seandainya tak ada orang lain di tempat itu, dia bahkan malas menanggapi.

Plaak! Plaak! Plaak!

Satu per satu preman yang menyerbu dihantam telak. Belum sempat pipa mereka menyentuh Harvey, mata mereka sudah berkunang, wajah panas terbakar tamparan, dan tubuh mereka terpelanting ke belakang.

Begitu jatuh, mereka mengerang, tak mampu bangkit lagi.

Harvey bergerak secepat kilat. Setelah melumpuhkan beberapa orang, dia meraih sebuah pipa baja dan mengayunkannya ke belakang.

Bang! Bang! Bang!

Beberapa penjahat terjungkal sambil memegangi dahi mereka. Mereka menjerit sebelum ambruk.

Pada titik ini, mereka bahkan berharap Harvey menampar saja, bukan memukuli mereka dengan pipa baja—karena rasa sakitnya luar biasa.

Setelah selesai menghajar barisan pertama, Harvey menghentakkan kaki ke tanah.

Beberapa detik kemudian, belasan pipa baja melesat jatuh dan menabrak lutut para preman lainnya. Membuat mereka merunduk dan mengerang, memegangi lutut yang nyaris retak.

Cepat, brutal, dan tepat sasaran.

Dalam sekejap mata, setengah dari seratus orang yang dipanggil Kellan sudah tumbang tak berdaya.

Namun anehnya, Harvey bahkan tampak tidak terlalu berusaha. Gerakannya tenang dan sederhana.

Kellan yang pernah belajar bela diri pun tertegun. Meski dirinya kini setengah rusak akibat mabuk dan terlalu sering berpesta liar, dia masih merasa punya pengalaman dan insting.

Namun Harvey… dia tidak bisa menebak sosok itu.

Biasanya, orang dengan kemampuan seperti ini berasal dari tanah suci bela diri, atau setidaknya dari keluarga bangsawan ternama.

Tapi pergerakan Harvey tidak terikat pola. Tak terlihat teknik klasik atau gaya formal.

Di mata Kellan, gerakannya justru terlihat kacau—namun kecepatannya luar biasa!

Bab 4116

Seketika itu juga, satu kalimat terlintas dalam benak Kellan.

“Dalam seni bela diri dunia ini, hanya kecepatan yang tak tertandingi!”

Mungkinkah pria ini telah melampaui batas, hingga ia tak lagi membutuhkan teknik, dan cukup mengandalkan kecepatan saja?

Tidak mungkin!

Bagaimana mungkin seseorang yang begitu muda memahami seni bela diri hingga ke titik ini?

Bukankah mereka yang mampu menembus level ini adalah para dewa perang generasi pertama?

Dan setahu Kellan, tak ada satu pun dewa perang Daxia yang semuda Harvey.

Pikiran itu membuatnya resah. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa Harvey kemungkinan berada di tingkat raja prajurit.

Kalau benar, maka kekuatan pria ini jelas tak bisa diremehkan.

Secara diam-diam, Kellan mengeluarkan ponsel. Ia mulai berpikir—haruskah ia meminta bala bantuan lagi?

Jika Harvey memang seorang raja prajurit, pasukan yang sekarang jelas tak cukup untuk menahannya!

Sementara itu, Westin dan selusin anak muda dari kalangan sosialita menatap pemandangan itu dengan tatapan bingung dan nyaris tak percaya.

Menurut logika mereka, Harvey seharusnya sudah terkapar dihajar para preman. Kalaupun masih hidup, paling tidak dia sudah kehilangan harga dirinya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Pria bernama Harvey York itu begitu buas dan mendominasi.

Dengan beberapa gerakan saja, dia berhasil melumpuhkan hampir separuh pasukan.

Kemampuan ini mengerikan!

“Apa ini mungkin?”

“Bagaimana bisa seperti ini?”

Harlee bergumam pelan. Dalam bayangannya, Harvey seharusnya sudah bertekuk lutut, penuh penyesalan karena telah menentang kakak tertua mereka.

Bahkan Harlee sempat membayangkan Harvey memohon ampun, berlutut di hadapan Kellan.

Namun kini? Semua bayangannya runtuh.

Menantu yang selama ini mereka remehkan ternyata lebih kuat dari dugaan. Bahkan jauh melebihi mereka.

Sulit diterima. Bagaimana mungkin generasi kedua dari keluarga-keluarga elit tidak bisa menjatuhkan satu menantu rendahan?

Tamparan demi tamparan itu terasa nyata, menyakitkan harga diri mereka.

“Masih mau melanjutkan?”

Tatapan Harvey mengarah pada Kellan, yang kini tertegun dan kehilangan kata.

Ia menyunggingkan senyum tipis.

“Silakan, atau… biarkan tanganmu yang satu lagi ikut patah.”

“Jangan bilang aku tak memberimu pilihan.”

Mata Kellan berkedut. Ia kehilangan kata. Segala ucapan yang seharusnya muncul justru keluar dari mulut Harvey.

Dengan penuh amarah, Kellan menggertakkan gigi dan berseru, “Hajar dia!”

“Ayo semua, bersama-sama!”

Begitu perintah dilontarkan, puluhan orang langsung menyerbu dengan pipa baja terangkat.

Bang!

Harvey bahkan tak repot-repot menghindar. Ia hanya mengangkat kakinya dan menendang orang yang memimpin maju hingga mental ke belakang.

Kemudian, Harvey menghentakkan kaki lagi ke tanah.

Tiba-tiba, udara tak kasat mata seolah menyebar dari titik itu.

Preman-preman yang berlari ke arahnya mendadak merasakan sakit luar biasa di wajah. Lalu tubuh mereka terpental ke udara dan terhempas ke tanah.

Pemandangannya begitu kacau—mustahil dipercaya.

Puluhan orang tak mampu menahan satu Harvey saja.

Sikap Harvey tetap tenang, bahkan acuh. Namun bagi Westin dan Harlee, itu justru makin mengguncang.

Mereka ingin menyingkirkan Harvey untuk mendapatkan Xynthia, sekaligus mendekati keluarga Jean di Modu.

Namun pria ini… bukannya bisa disingkirkan, justru berubah menjadi tembok besar yang menghadang.

Westin semakin kehilangan akal sehat. Di benaknya, suara kemarahan terus berteriak:

“Tidak! Aku tak bisa menerima ini!”

“Aku, putra sulung dari Deepsky Corporation, tak mungkin kalah dari seorang menantu!”

Plaak!

Satu lagi tamparan melayang ke arah preman yang masih berusaha bangkit.

Lalu Harvey melirik dingin pada Kellan yang wajahnya mulai pucat, sambil mengaitkan jari ke arahnya.

“Sudah dipikirkan baik-baik?”

“Brengsek!”

“Lanjutkan!”

Dengan amarah membuncah, Kellan kembali memerintahkan serangan.

Tiga puluh orang terakhir yang tersisa saling berpandangan, lalu menguatkan tekad dan maju bersamaan…


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 4115 – 4116 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 4115 – 4116.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*