Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3953 – 3954 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3953 – 3954.
Bab 3953
Harvey menatap pemandangan di hadapannya dengan sikap santai, tanpa minat untuk ikut campur. Ini hanya keributan emosional yang tengah berlangsung antara dua insan yang pernah saling mencintai.
Namun, saat melihat tatapan penuh hasrat dari Eden, Ellen justru mundur setapak. Ia refleks menghindari tangan pria itu, dan berbalik melangkah ke arah Harvey. Suaranya terdengar tegas namun dingin.
“Eden, tolong menjauhlah dariku. Kita tidak sedekat itu!”
“Lagi pula, apakah kamu pikir aku, Ellen, begitu bodohnya sampai bisa percaya pada pria sepertimu? Pria yang berselingkuh dengan dua wanita sekaligus?”
“Sudah cukup! Aku sekarang sudah memiliki kekasih, bahkan tunangan!”
Dengan sigap, Ellen menggamit lengan Harvey, mengedipkan sebelah matanya dengan manja.
“Aku tidak akan meninggalkan Harvey hanya untuk kembali padamu.”
“Orang sepertiku setia dalam cinta. Aku jauh berbeda dari bajingan seperti dirimu!”
Harvey sebenarnya hendak menjelaskan sesuatu. Namun ketika melihat wajah Ellen yang tampak rapuh meski bersikap tegar, ia hanya mampu menghela napas pelan.
Ia memandang Eden dengan tenang dan berkata, “Tuan Muda Cobb, sudah lama tak bertemu.”
“Kamu? Kamu yang jadi pacar Ellen? Bahkan tunangannya?”
Ekspresi Eden langsung mengeras. Suaranya terdengar sumbang, nyaris seperti gumaman penuh penghinaan.
“Bukankah kamu pria tak berguna yang dibesarkan oleh wanita murahan seperti Katy?”
“Tak puas hanya menggoda keluarga Cobb, sekarang kamu juga mengincar keluarga Moreno?”
“Kamu tidak tahu malu!”
Ucapan itu membuat kerumunan yang menonton menjadi gempar. Tatapan mereka mulai berubah sinis, penuh dengan cemoohan yang tersembunyi di balik senyum mengejek.
Seorang gigolo—datang menantang Eden demi seorang wanita? Sungguh lelucon kelas atas.
Bahkan jika Ellen benar-benar buta, masakan dia akan memilih pria seperti Harvey?
“Cukup! Diam kalian semua!”
“Aku tidak akan membiarkan kalian menghina kekasihku!”
“Dia pria sejati, bukan seperti yang kalian tuduhkan!”
Mata Ellen bersinar penuh rasa puas saat melihat wajah Eden yang diliputi kekesalan. Dalam sikap menantang, ia menyandarkan tubuhnya ke dada Harvey.
“Aku percaya pada Harvey.”
“Hubungan kami mengalir begitu alami, cinta kami nyata.”
“Dia pria baik, bukan seperti tuduhan murahan itu.”
“Kamu mau menjebaknya sebagai gigolo? Tidak semudah itu!”
“Bahkan kalaupun dia memang gigolo Katy…”
“Aku tidak peduli!”
“Katy adalah sahabatku. Aku bersedia berbagi suami dengannya!”
Ucapan Ellen membuat suasana membeku dalam sekejap. Banyak pria menatap Harvey dengan iri dan dengki yang tak tersembunyi.
Di mata mereka, Harvey mendadak menjadi legenda: seorang pria tampan yang hidupnya bergelimang wanita dan uang.
Sementara para wanita, terutama sosialita Penang, memandang Ellen dengan pandangan jijik. Mereka menganggap tindakannya merusak martabat wanita kelas atas.
“Ellen, kita ini tumbuh di lingkungan yang sama. Jangan bertingkah seolah kamu suci dan mulia. Justru kamu membuat dirimu terlihat menjijikkan.”
Valery melangkah maju. Wajahnya menyiratkan kesombongan aristokratik yang dingin.
“Kamu pikir aku tak tahu siapa kamu sebenarnya?”
“Kamu selalu menyukai saudaraku. Harvey ini hanyalah pion untuk membuatnya cemburu.”
“Mana mungkin kamu sungguh-sungguh menjadikan pria kampungan dari Daxia itu sebagai kekasihmu? Tunanganmu?”
“Bahkan kalau kamu setuju, ibumu takkan pernah menyetujui hubungan ini.”
“Dan keluarga Moreno juga pasti akan menolaknya!”
“Ellen, jangan sia-siakan masa depanmu hanya untuk sebuah taruhan.”
“Saudaraku sudah mengakui kesalahannya. Berilah dia kesempatan.”
“Kalau dia masih berulah di kemudian hari, kamu tak perlu repot. Aku sendiri yang akan menegurnya!”
Valery berbicara layaknya penengah yang bijak, memainkan emosi dengan hati-hati, seolah-olah berusaha menyentuh bagian rapuh dalam hati Ellen.
Bab 3954
“Ellen, aku sungguh menyesal…”
“Aku tidak sadar saat itu, aku mabuk. Kesalahan itu adalah kekhilafan yang bisa terjadi pada siapa pun…”
“Maafkan aku!”
Dengan satu lutut bertekuk, Eden mengeluarkan kotak kecil dari sakunya—sebuah cincin berlian yang berkilau di dalamnya.
“Ellen, kembalilah padaku…”
“Aku sudah menyiapkan ini untukmu—cincin pertunangan.”
“Aku hanya ingin menikahimu. Menjadikanmu Nona Muda keluarga Cobb. Memberimu hidup yang penuh kemewahan dan cinta.”
Namun Ellen membalasnya dengan kemarahan yang membara. Wajahnya memerah karena emosi, lalu ia menepis tangan Eden. Cincin itu terlepas dan jatuh ke tanah.
“Untuk apa penyesalanmu sekarang?”
“Belajarlah merenung!”
“Jika suatu hari kamu bertemu wanita baik, perlakukanlah dia dengan hati dan rasa hormat!”
“Apa pun yang kamu ucapkan sekarang, tidak ada artinya lagi!”
Harvey mencuri pandang pada Ellen. Meskipun dari ucapannya tampak tegas, namun dari nada suara dan sorot matanya, Harvey tahu Ellen telah sedikit melunak.
Namun demikian, ini adalah urusan pribadi antara sepasang mantan kekasih. Walaupun Harvey tidak menyukai Eden, dia merasa tak punya hak untuk mencampuri terlalu dalam.
Bagaimanapun, keputusan akhir adalah milik Ellen.
Sebagai seorang teman, Harvey hanya bisa hadir dan mendukung. Bukan menentukan.
“Harvey! Semuanya gara-gara kamu!”
“Karena kamu, Ellen memperlakukanku seperti ini!”
“Kamu, pria yang berpura-pura suci, sudah menghancurkan Katy dan keluarga Cobb!”
“Dan sekarang kamu juga menghancurkan hubunganku dengan Ellen!”
Dengan penuh emosi, Eden berdiri dan menunjuk hidung Harvey, seolah pria itu adalah akar dari segala kehancurannya.
“Demi nama baik keluarga Cobb, dan demi cinta pada Ellen, aku tantang kamu duel!”
“Sekarang juga! Di sini!”
“Beranikah kamu menerima tantangan ini?”
“Kalau kamu bisa mengalahkanku, aku bersumpah di depan semua orang yang ada di sini, aku takkan pernah mendekati Ellen lagi, dan aku akan memberimu 10 juta dolar!”
“Tapi kalau kamu kalah—kamu harus menjauh dari Ellen!”
Eden tampak benar-benar serius, seperti sedang mempertaruhkan hidup demi cinta sejatinya.
“Tuan York, apakah kamu cukup laki-laki untuk menerima tantangan ini?”
“Apakah kamu punya harga diri?”
Seruan Eden mengguncang suasana. Banyak gadis yang terbawa emosi ikut bersorak.
“Wow! Tuan Muda Cobb benar-benar pria sejati!”
“Demi cinta, dia siap bertaruh nyawa. Dulu ada Wu Sangui, kini ada Eden!”
“Ini baru romantis sejati!”
Sorak-sorai pun menggema. Beberapa pria yang iri terhadap Harvey juga ikut berseru, berharap Harvey jatuh dan kalah telak.
Ellen tampak muak. Wajahnya menegang, jelas ia merasa Eden tak benar-benar meminta maaf, tetapi justru menjebaknya di hadapan publik.
Dengan sengaja, ia menggenggam tangan Harvey erat-erat dan berkata, “Harvey, kita pergi saja. Aku merasa udara di sekitar sini semakin kotor karena orang seperti dia.”
“Aku ingin mengajakmu makan, belanja, dan nonton film.”
Ucapan itu membuat wajah Eden makin gelap. Ia melangkah cepat, menghadang langkah mereka, lalu berseru tajam.
“Harvey! Berani tidak kamu melawan aku?!”
“Kalau kamu pikir sepuluh juta terlalu sedikit, aku tambah jadi dua puluh juta!”
“Beranikah kamu?”
“Kamu pria atau bukan?!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3953 – 3954 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3953 – 3954.
Leave a Reply