Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3911 – 3912 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3911 – 3912.
Bab 3911
“Aku benar-benar berterima kasih atas perhatian Anda terhadap kondisi kesehatanku. Jika ada kesempatan, aku akan menjalani pemeriksaan medis.”
“Tapi sampai di sini saja untuk hari ini. Aku dan Ellen pamit dulu.”
Tatkala kalimat itu meluncur tenang dari bibirnya, Noemi memandang tajam, menyiratkan makna yang tak terucap.
“Jaga dirimu.”
Harvey menangkap sorot mata itu, menyadari bahwa Noemi tak percaya sepatah kata pun dari ucapannya.
Setelah mempertimbangkannya sejenak, ia membuka suara, “Nyonya Moreno, bagaimana jika Anda memberiku satu kesempatan, dan aku akan membuktikannya secara langsung.”
“Cukup, Harvey! Aku menahan diri untuk tidak mempermalukanmu di hadapan umum, hanya karena menghormati Ellen!”
“Jangan macam-macam!”
Langkah Noemi maju, suaranya ditekan, cukup untuk didengar mereka berdua saja.
Harvey menghela napas, matanya menyiratkan kekecewaan yang dalam. Ia tak berkata apa-apa lagi, lalu berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh.
Melihat punggung Harvey menjauh, Noemi mendengus sinis. Ia kemudian menarik Ellen masuk ke dalam Toyota Alphard dengan langkah dingin dan tegas.
Ellen sempat ragu, tampak ingin mengatakan sesuatu, namun akhirnya bungkam. Ia tahu ibunya tak bisa dibujuk dalam keadaan seperti ini.
“Ellen, meskipun dia menyelamatkanmu… dan memukuli Eden,” ujar Noemi pelan namun tegas, “bagaimana kamu bisa yakin bahwa dia bukan satu kelompok dengan Eden?”
“Eden adalah pacarmu dulu, dan dia hampir menghancurkanmu. Apa yang membuatmu yakin terhadap seseorang yang baru saja kamu kenal?”
“Kamu tidak boleh lagi berhubungan dengannya, aku tak akan membiarkannya terjadi!”
Noemi menyilangkan kaki panjangnya dengan anggun, wajahnya tetap dingin dan tak tergoyahkan.
“Mulai sekarang, kamu tidak boleh menyebutnya sebagai pacar, apalagi tunanganmu, di hadapan siapa pun, mengerti?”
“Bahkan jika kamu ingin menikah suatu hari nanti, pilihlah seseorang yang jujur dan tulus, bukan pria semacam itu!”
“Pria seperti dia, jangankan untuk menjadi pasanganmu, jadi teman biasa pun aku tak akan setuju!”
Kemarahan Noemi tak lagi bisa ditahan.
Belum lagi urusan lama antara Harvey dan keluarga Cobb, keterlibatan pria itu secara mendadak malah membuat mereka sekeluarga rugi besar.
Hanya karena Harvey berani menyatakan bahwa ilmu bela diri warisan keluarga Moreno memiliki kelemahan fatal dan bisa menyebabkan kematian, Noemi langsung mencabut segala bentuk dukungan terhadapnya.
Ia muak dengan anak muda yang merasa diri hebat hanya karena menguasai sedikit teknik bela diri, lalu dengan pongah menyebar pengaruh ke sana kemari.
Apa yang bisa diharapkan dari pria yang sibuk mengajarkan ini dan itu, namun hanya demi menarik perhatian seperti badut?
Ellen tertunduk, berpikir sejenak, lalu mengangguk perlahan.
Noemi kembali bersuara, “Keluarga Cobb sudah di ambang kehancuran. Putusnya hubunganmu dengan Eden adalah langkah yang tepat!”
“Aku akan mencari tahu apakah ada tuan muda dari keluarga Lee atau dari Aliansi Bela Diri Penang yang masih lajang. Akan kupertimbangkan untuk menjodohkanmu.”
“Pria dari keluarga York… tidak akan pernah cocok untukmu. Latar belakang mereka tidak sepadan!”
“Burung pegar tak layak terbang bersama burung phoenix!”
Ellen membuka mulutnya, hendak berkata sesuatu. Namun akhirnya ia hanya menarik napas panjang dan menggumam lirih, “Hmm…”
Di saat bersamaan, mobil mereka melintasi sebuah rumah sakit.
Pandangan Noemi tertarik ke bangunan itu. Sebuah pemikiran terlintas di benaknya, membuatnya mencibir pelan. “Supir, belok ke rumah sakit. Aku ingin memanggil beberapa ahli untuk memeriksa paru-paruku.”
Ia tak sudi dipojokkan dengan argumen tak berdasar. Noemi memutuskan untuk menggunakan bukti medis sebagai tamparan telak bagi Harvey.
Ia ingin Ellen melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pria itu hanya pembual belaka.
“Bu, tidak perlu sejauh itu…”
“Tak akan memakan waktu lama.”
Nada Noemi tajam, mencibir untuk kesekian kalinya. Baginya, uang bukan masalah. Yang penting adalah pembuktian.
Beberapa saat kemudian, tim dokter spesialis mulai memeriksa kondisi paru-parunya dengan teliti.
Setengah jam berselang, seorang dokter senior memandang Noemi dengan ekspresi aneh. Dengan suara pelan dan penuh kehati-hatian, ia berkata,
“Nyonya Moreno… ada indikasi kuat bahwa Anda mengidap TBC. Ini harus segera ditangani.”
Wajah Noemi yang semula penuh percaya diri langsung membeku. Seolah waktu berhenti sejenak dalam keheningan yang menyesakkan.
Bab 3912
Harvey tak tahu bahwa Noemi langsung pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah keluar dari kantor polisi, ia segera menghubungi Katy, kemudian memesan mobil dan meluncur ke vila keluarga Cobb.
Katy percaya sepenuhnya bahwa Harvey bisa mengatasi segalanya dengan caranya sendiri. Tanpa menunggu lama, ia meminta koki rumah untuk menyiapkan hidangan mewah sebagai bentuk penyambutan.
“Tuan York, apa langkah Anda selanjutnya?” tanya Katy di tengah makan malam, sambil menuangkan segelas anggur merah untuk Harvey. Tatapan matanya menyiratkan ketertarikan yang dalam.
Pernyataan Harvey di keluarga Cobb siang tadi, bahwa ia akan menjadikan Katy sebagai satu-satunya pewaris keluarga Cobb di Nanyang, benar-benar menggugah hatinya.
Bagi Katy, ini adalah keputusan terbaik.
Ia tak lagi harus tunduk pada kendali perempuan tua keluarga Cobb, dan di saat bersamaan, bisa membangkitkan kembali nama besar keluarganya.
Harvey menyesap anggurnya, lalu berkata dengan nada santai namun tajam, “Aku selalu mengambil jalan langsung.”
“Karena keluarga Cobb begitu bernafsu untuk berhubungan dengan Aliansi Bela Diri Penang, kita akan potong akar mereka.”
“Aku akan membuat Aliansi itu bergabung ke pihak kita dan menjadi pengikut kita.”
“Begitu Aliansi Bela Diri Penang berpihak kepada kita, keluarga Cobb yang selama ini menggantungkan hidup pada bisnis mereka pasti akan berbalik arah mendukungmu.”
“Mulai sekarang, hanya akan ada satu keluarga Cobb di Penang, bahkan di seluruh Nanyang. Dan itu adalah keluargamu.”
Harvey memang muak dengan cara keluarga Cobb yang memaksakan kehendak—hingga berani meracuni sekalipun.
Ia tak keberatan mengambil alih seluruh kekuatan mereka dan menggulingkan tatanan lama.
Katy tersenyum manis. “Aku akan mendukung semua keputusan Tuan York. Tapi, aku tidak bisa hanya duduk diam melihat Anda bekerja sendirian, bukan?”
Harvey mengangguk, merenung sejenak. “Kalau tidak salah, keluargamu memulai segalanya dari produksi obat untuk memar, bukan?”
Katy mengangguk pelan. “Benar. Beberapa dekade silam, obat Baiyao keluarga Cobb sangat terkenal di Asia Tenggara, bahkan sampai ke dunia barat.”
“Luka separah apa pun, asal tidak mematikan, bisa dihentikan hanya dengan sekali oles.”
“Tapi sekarang… kami sudah tidak bisa membuatnya lagi.”
“Formula aslinya telah hilang. Obat yang kami produksi sekarang hanyalah tiruan dari generasi setelahnya, dan khasiatnya tak sampai sepersepuluh dari versi asli.”
“Itulah salah satu penyebab kemunduran keluarga Cobb.”
Harvey mengangguk tipis. Ia memahami betul—kehilangan warisan utama seperti itu adalah pukulan telak bagi fondasi keluarga.
Jika bukan karena Dean menjadi dewa perang generasi, mungkin keluarga Cobb sudah lenyap dari sejarah sejak lama.
“Begini saja, kebetulan aku punya resep lama untuk obat memar. Coba kamu lihat, mungkin bisa bermanfaat.”
“Kalau cocok, kita bisa mengandalkan ini untuk membuka pasar dan membangun kembali kejayaan keluargamu.”
Sambil bicara, Harvey menuliskan resep itu di selembar kertas.
Formula ini diberikan oleh seorang pendeta Tao muda yang pernah diselamatkannya saat di medan perang.
Pendeta itu berkata, ramuan ini adalah salah satu resep terbaik untuk mengobati luka memar di seluruh dunia.
Karena Harvey tak terlalu paham ilmu pengobatan, ia hanya menyimpannya di ingatan, belum pernah menggunakannya.
Kini, ia mengeluarkannya.
Katy menerima kertas itu dengan rasa penasaran yang membuncah. Namun begitu matanya membaca baris demi baris racikan, tubuhnya menegang.
Ia bergidik, lalu memandang Harvey dengan wajah tak percaya.
“Tuan York… bagaimana Anda tahu formula ini?” suaranya bergetar.
Harvey mengerutkan kening. “Ada yang salah?”
Katy menarik napas panjang, lalu menjawab satu demi satu kata dengan serius, “Jika dugaanku benar, ini adalah… formula asli Baiyao Keluarga Cobb!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3911 – 3912 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3911 – 3912.
Leave a Reply