Kebangkitan Harvey York Bab 3907 – 3908

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3907 – 3908 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3907 – 3908.


Bab 3907

Ellen nyaris menjadi korban gangguan Jacey karena dipaksa menenggak minuman keras. Untungnya, Harvey datang menyelamatkan tepat waktu.

Sejak saat itu, Ellen tak lagi menampakkan dirinya.

Namun, meskipun dalam keadaan mabuk, Ellen masih menyadari siapa penyelamatnya malam itu.

Kini, saat menatap Harvey, pandangannya tak lagi sama. Ada perubahan halus dalam sorot matanya—tak lagi menyimpan rasa meremehkan seperti sebelumnya.

Di samping Ellen berdiri seorang wanita berpenampilan rapi. Ia mengenakan setelan formal dengan kacamata berbingkai emas.

Meski usianya telah menginjak kepala empat, tubuhnya tetap ramping, dan wajahnya pun masih tampak awet muda.

Namun aura ketegasan terpancar kuat darinya. Sosok perempuan dengan naluri tajam yang mampu membuat lelaki biasa enggan menatap langsung ke arahnya.

“Halo.”

Ellen mengangguk ringan kepada dua petugas polisi yang berada di ruangan itu, lalu melangkah ke arah Harvey dengan raut bingung. “Harvey, mengapa kamu ada di sini?”

Ia kemudian berbalik kepada ibunya. “Bu, ini Harvey. Dia yang pernah menyelamatkanku. Demi aku, dia bahkan sempat memukul orang.”

Ellen baru saja keluar dari rumah sakit dan belum sempat menghubungi sahabatnya, Katy. Karena itu, dia belum tahu peristiwa besar yang melibatkan keluarga Cobb.

Ucapan Ellen sontak membuat ekspresi petugas wanita bertubuh bulat berubah.

Dari kata-kata Ellen, jelas Harvey memiliki jasa besar terhadap putri Noemi Moreno—nona kedua keluarga Moreno.

Status Noemi tak terlalu menonjol dalam garis keturunan keluarga besar tersebut, terlebih karena Ellen adalah anak di luar nikah.

Namun nama besar keluarga Moreno tetaplah tak bisa diremehkan. Salah satu dari tiga keluarga terkemuka di Nanyang.

Sebelum Harvey sempat membuka mulut, wanita berkacamata itu telah lebih dulu menatapnya tajam, lalu beralih kepada Ellen dengan suara tegas, “Ellen, kepolisian sedang menyelidiki sebuah perkara. Jangan membuat keributan.”

Wanita itu tak lain adalah Noemi Moreno sendiri—putri kedua dari keluarga terpandang.

Pernah salah langkah di masa muda membuatnya sangat berhati-hati. Alih-alih bersyukur mendengar Harvey telah menyelamatkan putrinya, yang ia rasakan justru kegelisahan.

Baru saat itu Ellen menyadari bahwa tangan Harvey diborgol di atas meja. Alisnya pun langsung berkerut. “Harvey, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Nona Moreno, begini ceritanya…”

Tanpa memberi kesempatan pada Harvey untuk bicara, petugas wanita bertubuh bulat segera menceritakan kronologi kejadian dengan wajah tak berdosa, lalu berbisik,

“Dia melukai tuan muda dari keluarga Cobb. Kasus ini cukup berat!”

Petugas pria berkepala plontos turut mengangguk, menegaskan, “Benar, ini perkara yang cukup serius.”

Wajah Ellen langsung berubah tegang. Saat nama Eden disebut, ia mencibir. “Bu, tak perlu bertanya. Aku yakin Harvey dijebak. Aku ingin dia dibebaskan!”

Noemi menghela napas dan mengernyit tipis. “Ellen, urusanmu sendiri belum selesai. Jangan bersikap gegabah. Ini bisa memengaruhi penyelidikan polisi, juga mencoreng nama baik keluarga Moreno.”

“Bu, aku tahu siapa yang bisa dipercaya. Harvey orang baik, aku yakin itu!”

“Sebaliknya, tak satu pun orang keluarga Cobb yang baik! Termasuk Katy. Kalau dia benar sahabatku, dia tak akan tinggal diam saat Harvey ditangkap!”

Kemarahan menyelimuti raut wajah Ellen. Kekecewaannya terhadap sahabatnya begitu besar, hingga ia memutuskan untuk menghentikan hubungan mereka.

Melihat ibunya masih bersikap ragu, mata Ellen berkilat penuh tekad. Tiba-tiba, ia menggenggam tangan Harvey dan berkata sambil tersenyum manis, “Bu, aku lupa bilang sesuatu.”

“Harvey sudah menyelamatkanku, jadi aku akan menikah dengannya. Mulai sekarang, dia adalah pacarku, tunanganku…!”

“Kalau Ibu tak membebaskannya, aku tidak akan pergi!”

Bab 3908

Pacar?

Tunangannya?

Harvey hampir tersedak oleh kopinya sendiri saat mendengar dua kata itu meluncur dari mulut Ellen.

Kedua petugas yang sedari tadi tampak angkuh pun kini memandang Harvey dengan tatapan terkejut.

Mereka saling melirik, memperhatikan pria itu dari atas ke bawah, namun tetap tidak menemukan keistimewaan yang layak membuatnya mendapat ‘keberuntungan ganda’—menggenggam dua keluarga besar sekaligus: keluarga Cobb dan keluarga Moreno.

Bahkan Noemi sendiri terlihat terpaku sesaat. Ekspresinya berubah datar, suaranya menjadi dingin.

Dia akhirnya berkata pelan namun tegas, “Ellen, aku tidak peduli dia pacar atau tunanganmu, yang pasti, kamu tidak bisa melindungi orang yang bersalah.”

Status Noemi dalam keluarga Moreno memang rumit. Meskipun dari luar tampak berwibawa, dalam setiap tindakannya, ia sangat hati-hati agar tidak memberi celah bagi anggota keluarga lain untuk menyerangnya.

Ellen tampak kecewa. Ia menoleh pada Harvey dengan penuh keyakinan. “Harvey, katakan pada mereka. Kamu dijebak, bukan? Orang sebaik kamu mana mungkin memukul orang sembarangan!”

“Kalaupun kamu melakukannya, pasti karena ada alasan!”

Petugas wanita bertubuh bulat itu pun ikut bersuara, “Nona Moreno, kami juga berharap pacar atau tunangan Anda tidak bersalah.”

“Tapi dengan banyaknya saksi dari keluarga Cobb, dia tetap tidak bisa lolos!”

Petugas pria botak mengangguk mantap, “Ya, kecuali ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa dia tidak bersalah.”

“Kalau tidak, bahkan kepala kepolisian pusat pun tak bisa menyelamatkannya!”

Ucapan petugas itu semakin menekan, seolah tak menyisakan ruang harapan.

Ellen pun tampak ragu, kemudian menoleh pada Harvey dengan suara lirih, “Harvey, benarkah kamu yang memukul keluarga Cobb? Apa kamu yang mulai?”

Noemi memandang Harvey dengan cermat, lalu menarik lengan Ellen dan berkata dengan datar,

“Ellen, hati orang siapa yang tahu? Meskipun dia pernah menyelamatkanmu, hukum tetaplah hukum.”

“Biar kantor polisi yang menyelesaikan perkara ini. Paling tidak, aku akan menyuruh seseorang mengawasi prosesnya dan menyewa pengacara terbaik. Aku tidak akan membiarkan dia disalahkan begitu saja.”

Noemi sudah mulai merasa tak nyaman. Jelas, ia tak ingin putrinya terlibat lebih dalam dengan pria yang ia anggap tak jelas asal-usulnya.

Sebenarnya, Harvey sudah hendak menghubungi Julian. Namun, melihat sorot mata Ellen yang penuh harap, ia tak tega mengecewakannya.

Maka ia tersenyum dan berkata dengan tenang, “Ellen, memang benar aku dijebak.”

Sambil berbicara, Harvey mengeluarkan ponsel dan memutar dua rekaman video, lalu menghubungkannya ke layar di ruang interogasi.

“Ini adalah rekaman CCTV dari vila keluarga Cobb. Nona Katy baru saja mengirimkannya kepadaku. Di sini jelas terlihat bahwa anggota keluarga Cobb yang lebih dulu menyerang.”

“Aku hanya bertindak untuk menyelamatkan orang.”

“Jadi, apa yang kulakukan saat itu murni bentuk pembelaan diri.”

Menyaksikan bukti-bukti itu, raut wajah Ellen tampak lega. Rasa bencinya pada Eden dan kroninya pun semakin membuncah.

Melihat sahabatnya ditampar berulang kali dalam rekaman, Ellen mendesis geram, “Eden benar-benar tak tahu diri. Kecuali Katy, tak ada satu pun orang baik di keluarga Cobb!”

“Kepolisian harus menangkap semua bajingan itu dan menginterogasi mereka!”

Noemi segera menenangkan putrinya, “Ellen, jangan emosi. Pihak berwenang akan memberikan penjelasan seadil-adilnya!”

Petugas wanita bertubuh bulat itu kini memandang Harvey dengan ekspresi sedikit malu. Ia menggumam, “Kalau kamu punya bukti, mengapa tidak kamu keluarkan dari awal?”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3907 – 3908 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3907 – 3908.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*