Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3877 – 3878 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3877 – 3878.
Bab 3877
Senyum tipis menghiasi wajah Harvey. Pandangannya menyapu Gael dari ujung kepala hingga kaki.
Lalu Harvey berkata santai, “Bagaimana kalau aku bilang tidak?”
“Menolak niat baikku?” sahut Gael sambil tersenyum penuh arti, seperti seekor kucing yang mempermainkan tikus sebelum memangsa.
Jelas bahwa dia sangat mengharapkan penolakan itu keluar dari mulut Harvey.
“Kalau begitu, maafkan aku. Aku tak bisa membiarkanmu pergi begitu saja hanya karena Nona Cobb.” Suaranya mengandung ancaman terselubung.
“Lagi pula, kalau aku mundur, bagaimana aku akan menjaga wajahku?”
Nellie dan beberapa orang lainnya hanya tertawa sinis mendengar percakapan itu.
Masih berani bersandiwara di depan Tuan Muda Padlow? Masih berpura-pura gagah ketika ajal hampir menjemput?
Tuan Muda Padlow telah memberi jalan keluar, tetapi dia tetap tak tahu diri. Apa dia pikir keras kepala akan menyelamatkannya dari kehancuran?
Seolah memberi aba-aba, Tuan Muda Padlow mengibaskan tangannya. Seketika itu pula, puluhan pria dan wanita berjubah seni bela diri melangkah keluar dari balik kerumunan.
Masing-masing dari mereka menyandang pedang di pinggang. Kini, pedang-pedang itu telah terhunus, memancarkan aura tajam yang membuat suasana menjadi tegang.
Di tengah aura dingin dan mematikan itu, senyum mengejek terus mengembang di wajah Nellie, Rayne, dan yang lainnya.
Dengan angkuh, Tuan Muda Padlow kembali melambaikan tangannya. “Patahkan kakinya. Buat dia berlutut dan meminta maaf.”
“Berani melawan? Jangan ragu bunuh!”
Empat murid Aliansi Bela Diri melangkah maju. Pedang mereka kini mengarah tepat ke dahi Harvey.
Seorang lainnya mencengkeram tongkat bisbol, seolah bersiap menghancurkan kaki Harvey dalam satu pukulan.
Pemandangan itu membuat mata Julian menajam. Ia sudah bersiap maju untuk bertindak.
Namun, Harvey segera mengangkat tangannya. Dia dan Julian tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.
Namun, jika Irene dan Ellen sampai terseret dalam kekacauan ini, Harvey tahu semuanya akan menjadi lebih rumit.
Dan itu adalah hal terakhir yang ingin ia lihat terjadi.
“Aku penasaran,” ucap Harvey sambil melangkah maju, mengabaikan ancaman pedang yang mengelilinginya. Wajahnya tetap tenang, nada bicaranya ringan.
“Apakah kamu mencoba menamparku karena apa yang terjadi di vila keluarga Cobb?”
“Ataukah karena ini tempatmu, dan kamu ingin menginjakku demi menunjukkan kekuasaanmu?”
“Apa bedanya?” Gael tersenyum sinis.
“Jika kamu ke sini karena cemburu, aku hanya bisa tertawa melihat kekanak-kanakanmu.”
“Dan jika kamu datang untuk merebut kembali posisimu, setidaknya aku bisa mengatakan kamu masih punya sedikit ambisi.”
Harvey menanggapi tanpa tekanan, “Cemburu? Ambisi?” Ia mencibir. “Bagiku, itu tak ada artinya. Semua itu hanya omong kosong.”
Tanpa basa-basi lagi, Gael mengangkat tangannya dan memberi perintah dingin, “Hancurkan lututnya. Jangan buang-buang waktu!”
Namun pada saat itu juga, langkah-langkah tergesa terdengar dari belakang. Suara merdu, namun mengandung hawa dingin yang tajam, memecah keributan.
Beberapa anggota Aliansi Bela Diri Penang mencoba menghadang, tetapi mereka langsung disingkirkan tanpa belas kasihan.
Kerumunan spontan membuka jalan.
Seorang wanita muda muncul dari celah itu—tinggi semampai, berwibawa, dan berselimut aura elegan.
Di belakangnya, beberapa pengawal pribadi mengikuti dengan langkah tegap.
Ia adalah Katy Cobb, putri sulung dari salah satu dari tiga keluarga besar Nanyang: Keluarga Cobb.
Begitu muncul, mata Katy langsung tertuju pada Harvey. Begitu melihat pria itu baik-baik saja, ia menghela napas lega.
Gael mengerutkan kening. “Katy? Mengapa kamu di sini?”
Nellie terbelalak. “Nona Cobb?!”
Orang-orang lain pun ikut berseru, “Nona Cobb!”
Katy mengabaikan semua sambutan itu. Ia melangkah mendekati Harvey dengan wajah dingin. Lalu, tatapannya beralih tajam pada Gael.
Dengan suara tenang namun menusuk, ia berkata, “Gael, kudengar kamu ingin mematahkan kaki kekasihku?”
“Dan memaksanya berlutut untuk minta maaf?”
“Siapa yang memberimu keberanian?!”
Bab 3878
Kekasih?
Satu kata sederhana itu, walau diucapkan tanpa nada tinggi, terdengar bagai petir di siang bolong bagi Gael dan semua yang hadir.
Siapa pun tahu siapa Katy Cobb itu!
Meskipun kondisi keluarga Cobb saat ini tak semegah dulu, tetap saja ibarat unta yang kurus masih lebih besar dari kuda.
Sebagai kepala keluarga saat ini, Katy bukan sekadar pewaris. Di balik punggungnya berdiri tokoh besar seperti Dean.
Jika ia menyebut seseorang sebagai kekasih, maka orang itu otomatis berada dalam perlindungan kekuatan yang luar biasa.
Di Penang, kecuali Keluarga Lee atau keluarga Moreno, rasanya tak ada satu kekuatan pun yang cukup berani menyentuh Harvey jika Katy berdiri di sisinya.
Status Gael memang tinggi, sebagai putra dari wakil pemimpin Aliansi Bela Diri Penang. Namun, itu tak berarti dia bisa berbuat semaunya pada seseorang yang berada di bawah perlindungan Katy.
Kecuali keluarga Cobb telah runtuh sepenuhnya, maka perlindungan Katy bisa diremehkan.
Yang paling menyakitkan adalah—Gael selama ini menaruh hati pada Katy. Ia selalu meyakini bahwa wanita itu suatu hari akan menjadi miliknya.
Kini, mendengar Katy menyebut Harvey sebagai ‘kekasih’, ia seketika dilanda amarah dan rasa malu.
“Nona Cobb!” Gael melangkah maju dengan wajah muram. Suaranya dalam dan penuh tekanan.
“Kamu dan aku sama-sama tahu dari mana asal-usul pria ini!”
“Demi melindunginya, kamu menyatakan bahwa dia adalah kekasihmu. Apa kamu sudah mempertimbangkan akibatnya?”
“Kamu juga harus sadar dengan posisi dan tanggung jawabmu. Mengumumkan bahwa dia adalah milikmu justru akan membuatnya berada dalam bahaya tanpa akhir.”
“Kamu yakin ingin melakukan ini?”
“Tentu saja.” Suara Katy sejuk namun penuh ketegasan.
“Harvey adalah milikku. Jika aku, Katy Cobb, sudah bicara, maka itu adalah kebenaran yang tak bisa diganggu gugat!”
“Siapa pun yang ingin menyentuhnya… harus melewati tubuhku terlebih dahulu!”
“Apa kamu ingin mencobanya, Tuan Muda Padlow?”
Wajah Gael menghitam. Ia menggeram, “Katy, jangan bertindak gegabah hanya karena aku pernah bersikap baik padamu!”
“Percayalah, kamu takkan mampu melindungi pria ini!”
Plaak-!
Sebuah tamparan keras melayang, membuat Gael terjatuh ke lantai. Wajah Katy kini sedingin salju.
“Tidak bisa melindunginya? Aku akan menunjukkan padamu hari ini!”
Plaak-!
Belum sempat Gael membalas, tamparan kedua dari punggung tangan Katy kembali mendarat di wajahnya.
“Masih berani bilang aku tak bisa melindunginya?”
Gael meraung marah. “Katy, jangan terlalu keterlaluan!”
Plaak-!
Tamparan ketiga menghantam wajahnya. Kali ini, darah mengalir dari sudut bibirnya.
“Di wilayah kecil seperti Penang ini, siapa pun yang menyinggung Harvey berarti menyinggung aku, Katy, dan juga kakekku, Dean!”
“Jangan sebut-sebut keluargamu, keluarga Padlow. Bahkan kalau Keluarga Lee dan keluarga Moreno sekalipun berada di sini, mereka tetap tak bisa menyentuh Tuan Muda York!”
“Aku sudah bilang!”
Wajah Gael kini bengkak, penuh luka dan rasa malu. Ia menggertakkan giginya, matanya memerah tak percaya.
Semua orang di tempat itu terdiam membeku.
Siapa tak kenal Katy Cobb, putri tertua keluarga Cobb?
Tak ada yang menyangka bahwa di saat keluarga Cobb sedang berada dalam masa genting, Katy tetap berani tampil ke depan membela Harvey.
Sikapnya menunjukkan dengan jelas bahwa Harvey bukan pria sembarangan di matanya.
Bahkan Harvey sendiri tampak terkejut. Ia tak menyangka Katy begitu kuat dan lugas. Tapi, ia pun tahu bahwa itulah karakter asli wanita itu.
Di sisi lain, Nellie dan rekan-rekannya tampak murung. Mereka tak menyangka menghadapi Harvey saja akan menjadi sebegitu merepotkannya.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3877 – 3878 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3877 – 3878.
Leave a Reply