Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3875 – 3876 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3875 – 3876.
Bab 3875
Adegan di depan mata membuat semua orang tercekat, tak seorang pun berani bersuara.
Turis asing ini benar-benar kelewat batas. Terlalu pongah, terlalu dominan.
Inspektur Miller memang sudah menyatakan dirinya kalah. Namun Harvey tetap tak memberi celah, bahkan terus menekan dengan kekuatan yang seolah tak terbendung. Sungguh, kelakuannya membuat geram.
Dengan wajah tertutup karena malu, Inspektur Miller merangkak bangkit. Menatap Harvey yang berdiri tegak penuh percaya diri, ia tidak bisa menebak seberapa dalam kekuatan pria muda ini.
Amarahnya membuncah, tapi pada akhirnya ia hanya bisa mengerang tak berdaya, “Anak muda, jangan melampaui batas…!”
Plaak!
Sebuah tamparan telak kembali mendarat, kali ini dengan punggung tangan Harvey yang ringan namun menyakitkan. Ia berucap dengan suara datar,
“Kalau kamu mau ikut campur, setidaknya pahami dulu prinsip dasar dalam meminta maaf.”
“Prinsip sesederhana itu saja, kamu tak paham juga?”
Tangan Inspektur Miller mengepal keras. Giginya bergemeletuk menahan emosi. Dalam benaknya, ia ingin mencabut senjata dan menembak Harvey di tempat.
Namun kenyataan tak semudah niat. Ia hanya mampu menghela napas dalam hati.
“Maafkan aku…” katanya lirih.
Jelas, bukan Harvey yang ditakutinya. Tapi orang yang ditelepon oleh Julian, Kepala Inspektur Tiongkok .
Dalam keadaan seperti ini, mana mungkin ia berani berani menantang Harvey?
Begitu permintaan maaf terucap, Harvey melangkah maju, menepuk pipi Miller satu kali lagi—kali ini tanpa kekerasan—lalu berkata pelan, “Pergilah.”
Miller tak sanggup berkata-kata. Ia pun berbalik, diikuti oleh para detektifnya yang mundur dengan panik. Beberapa di antaranya bahkan setengah merangkak, wajah mereka sarat dengan rasa malu.
Adegan itu benar-benar mengejutkan semua yang melihatnya. Tak ada satu pun yang menyangka bahwa Harvey dan rekan asingnya benar-benar memiliki kemampuan sehebat ini.
Bukan hanya membuat Inspektur Miller gentar, mereka bahkan menamparnya dua kali di depan umum—dan ia tak bisa melawan.
“Sepertinya aku terlalu meremehkanmu. Ternyata kamu juga punya latar belakang.”
Nellie, yang dari tadi tampak gelisah, kini menatap Harvey dengan sorot mata mencampur ketakutan dan rasa tidak percaya. Namun ia tetap memasang senyum sinis.
“Tapi biar kujelaskan padamu! Tidak peduli sekuat apa pun koneksimu, tak peduli siapa pun yang mendukungmu…”
“Pendukung Rumah Sakit Penang kami seratus kali lebih berkuasa darimu!”
“Berani menyentuhku? Maka kamu akan mati!”
Namun Harvey hanya tersenyum samar. “Begitu, ya? Percaya atau tidak, dengan satu panggilan saja, aku bisa membuat rumah sakitmu runtuh dalam semalam.”
“Menghancurkan rumah sakit?” Sebuah suara mencemooh tiba-tiba terdengar dari kerumunan. “Omong kosong macam apa itu? Siapa kamu sebenarnya?”
“Tuan Padlow!”
Begitu suara itu terdengar, wajah Nellie langsung berubah. Sorot matanya yang tegang seketika mencair menjadi lega. Ia menoleh cepat ke arah datangnya suara.
Ternyata sekelompok pemuda dan pemudi tengah melangkah mendekat. Sosok yang berada di depan adalah seorang pria muda yang tampan, bergaya anggun, dan dikelilingi oleh sahabat-sahabatnya.
Rayne dan yang lainnya pun serempak memekik, “Tuan Padlow!”
Pria muda itu menepuk bahu Rayne dengan santai, lalu melangkah ke depan sambil menyipitkan mata ke arah Harvey.
“Wah, kamu tidak tahu siapa dia?” bisik seseorang di belakang. “Itu Gael, Tuan Padlow!”
“Tuan Padlow dari Aliansi Bela Diri Nanyang!”
“Berani menyinggung dia? Kamu cari mati!”
Nellie yang kini merasa di atas angin, menatap Harvey dengan ekspresi tinggi hati.
“Tuan Padlow bukan hanya pemegang saham rumah sakit ini, tapi juga saudara baikku. Jika kamu menyinggung Tuan Padlow, berarti kamu juga menyinggung seluruh Aliansi Bela Diri Nanyang!”
“Kualifikasi apa yang kamu miliki? Apa hakmu bicara soal Aliansi?”
“Mereka tidak akan membuang waktu berdiskusi denganmu. Tak ada negosiasi, tak ada belas kasihan!”
“Berlutut, dan mohon ampun sebelum semuanya terlambat!”
Nellie kini benar-benar puas. Sorot matanya menyiratkan kemenangan.
Rayne dan yang lainnya juga menegakkan wajah mereka yang semula cemas. Mereka pikir, sudah waktunya Harvey membayar semua penghinaan.
Bagaimanapun juga, sehebat apa pun Harvey bertarung atau sekaya apa pun koneksinya, ia tak akan bisa bertahan jika berhadapan langsung dengan Aliansi Bela Diri Nanyang.
Bahkan pemerintah Penang dan tiga keluarga besar Nanyang pun tak berani menolak Aliansi itu.
Jadi, apa artinya seorang asing seperti Harvey?
Bab 3876
“Gael?”
Harvey melirik ke arah Nellie sambil tersenyum tipis.
“Jadi dia pendukung besarmu? Pemegang saham utama?”
“Benar! Kamu mulai takut, kan?” ejek Nellie dengan nada meremehkan.
“Kalau kamu takut, berlutut sekarang juga dan jilat sepatuku sampai bersih!”
“Atau biarkan aku mematahkan kakimu dan kamu bayar uang sepuluh juta. Mungkin saja, Tuan Padlow akan mempertimbangkan untuk memaafkanmu!”
“Kalau tidak… kamu akan tamat!”
Nada suara Nellie penuh hinaan. Ia benar-benar tak percaya bahwa seorang seperti Harvey layak disebut-sebut dalam satu kalimat dengan nama besar Gael atau Aliansi Bela Diri Nanyang.
Irene mendekat, berbisik pelan, “Tuan Muda York, pria bernama Gael Padlow ini adalah murid kesayangan pemimpin Aliansi Bela Diri Nanyang. Ayahnya wakil pemimpin cabang Penang. Dia bukan orang yang bisa disepelekan.”
Namun Harvey hanya mengangguk, lalu menyunggingkan senyum tipis.
“Tak masalah. Hanya badut yang melompat.”
“Badut yang melompat?” Nellie tertawa terbahak-bahak.
“Kamu bercermin dulu sebelum bicara besar seperti itu?”
“Kamu tahu siapa kami?”
“Yang satu ini adalah putri dari wakil pemimpin Aliansi Bela Diri Penang!”
“Yang itu murid kesayangan salah satu tetua Aliansi!”
“Dan yang lain adalah murid pertukaran resmi dari Nanyang!”
“Kami semua tak terkalahkan. Energi kami tak tertandingi!”
“Dan kamu, siapa kamu? Seorang kecil yang berani menyebut kami badut?”
Tujuh hingga delapan orang pria dan wanita berpenampilan mencolok melangkah mendekat. Tatapan mereka tinggi, sinis, dan penuh ejekan.
“Wah, kamu benar-benar cari mati hari ini.”
“Kalau kamu tidak mati, setidaknya kamu akan kehilangan kulitmu.”
Mereka memandang Harvey seolah ia hanyalah ikan di atas talenan—tinggal dipotong kapan saja mereka mau.
Beberapa wanita cantik bahkan mendengus rendah, merasa geli karena pria dari desa seperti Harvey berani menantang para tokoh besar ini. Sungguh tak tahu diri.
Namun sebelum Harvey bisa menjawab, Gael sudah lebih dulu melangkah maju dengan senyum angkuh.
Ia menatap Harvey dari atas ke bawah, lalu menyentil kepalanya sambil berseru, “Oh, ternyata kamu!”
“Aku penasaran siapa yang membuat keributan di wilayahku. Tak kusangka ternyata kamu, Tuan York.”
Nellie yang tadinya hendak kembali mengejek, seketika membeku. Ia menatap Gael dan bertanya ragu, “Tuan Muda Li… Anda kenal dia?”
“Kenal, tentu saja aku kenal.”
Gael tersenyum, meski senyumnya tampak tidak tulus.
“Tuan York ini adalah seorang ahli bela diri yang diundang langsung oleh Nona Cobb dari Daxia.”
“Dia bukan hanya piawai dalam seni bela diri, tapi juga memiliki status yang tak bisa diremehkan. Bukan seseorang yang boleh sembarang disinggung.”
“Direktur Padlow, karena aku pernah bertemu dengan Tuan York sebelumnya, bagaimana kalau kalian berdua mengalah saja dalam masalah ini. Biarkan aku menjadi penengahnya?”
Nellie tertegun, lalu mengangguk perlahan. Matanya menatap Harvey dengan ekspresi baru—ada keterkejutan, sekaligus sedikit rasa segan.
Ternyata pria ini punya hubungan dengan keluarga Cobb—salah satu dari tiga keluarga besar Nanyang.
Orang-orang di sekitar Gael pun mendengar ini dengan antusias. Wajah mereka yang semula mencibir kini menunjukkan ketertarikan.
Gael berpura-pura canggung, lalu berkata, “Bagaimana kalau begini saja, Tuan York.”
“Bagaimanapun juga, kamu membuat keributan di rumah sakit dan melukai banyak orang. Bayar saja satu juta sebagai kompensasi.”
“Kamu juga mengejek Direktur Padlow karena tidak punya etika medis. Berlututlah, minta maaf padanya.”
“Jadi, satu juta dan tiga kali sujud. Setelah itu, semua masalah ini akan dianggap selesai. Tidak ada dendam, hanya senyum sebagai penutup.”
“Bagaimana menurutmu, Tuan York?”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3875 – 3876 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3875 – 3876.
Leave a Reply