Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3863 – 3864 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3863 – 3864.
Bab 3863
Postur tubuh Trey yang tegak dan penuh percaya diri justru membuat banyak orang di sekitarnya tersenyum miring, seolah menyaksikan lelucon yang sudah basi.
Hampir semua orang berpikir bahwa Harvey akan gentar, lalu memilih untuk mundur tanpa perlawanan.
Siapa pun yang punya akal sehat tentu tahu, menghadapi sosok seperti Trey bukanlah pilihan bijak.
Ibarat pria yang sedang ulang tahun, lalu merasa hidupnya sudah terlalu panjang dan ingin mengakhirinya lebih cepat.
Namun, tepat ketika Harvey bersiap mengangkat tangannya untuk menampar wajah Trey yang congkak, tiba-tiba ponsel Julian yang berdiri di belakangnya bergetar hebat.
Getarannya keras, mengguncang suasana yang sempat menegang.
Julian mengangkat panggilan itu, mendengarkan beberapa saat dengan raut serius. Tapi detik berikutnya, ekspresi terkejut membekas jelas di wajahnya.
Tanpa banyak basa-basi, ia segera melangkah maju, berdiri di hadapan Harvey dengan sikap penuh hormat. Suaranya tegas tapi tetap sopan.
“Yang Mulia Tuan Muda York,” katanya, “ini panggilan dari Wucheng.”
“Disebutkan bahwa panggilan ini datang atas nama Aliansi Bela Diri Daxia.”
“Berdasarkan rekomendasi kuat dari Pemimpin Aliansi Torres, setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, pihak aliansi akhirnya memutuskan, Anda akan menjadi perwakilan resmi Aliansi Bela Diri Daxia.”
“Artinya, Anda memiliki hak veto dalam Aliansi Bela Diri Dunia dan bisa mewakili Daxia di seluruh pertemuan aliansi internasional.”
“Dengan kata lain, status Anda sekarang setara dengan Pemimpin Aliansi Torres.”
“Dan bila suatu hari nanti Tuan Torres mengundurkan diri, maka Anda akan menjadi penerus sah sebagai pemimpin aliansi.”
Ucapan itu membuat bibir Julian bergetar halus. Ia sendiri tampak sulit memercayai berita besar yang baru saja diterimanya.
Bersamaan dengan itu, ia membuka ponselnya dan menunjukkan pesan yang baru dikirimkan melalui platform komunikasi internal.
Aliansi Bela Diri Daxia?
Perwakilan?
Hak veto dunia?
Setiap kalimat yang keluar dari mulut Julian terasa seperti ledakan bertubi-tubi. Nengguncang ruang dan membuat kelopak mata Trey berkedut tak terkendali.
Namun, bukannya gentar, Trey malah mendengus—ia menganggap semua ini hanya permainan akal-akalan Harvey. Menurutnya, waktu penyampaian berita itu terlalu pas, terlalu dibuat-buat.
“Berhentilah berakting!” hardiknya.
“Kembali ke Aliansi Dunia? Punya hak veto?”
“Kamu pikir kamu siapa?”
“Kamu kira bisa selamat hanya dengan memainkan sandiwara bodoh seperti ini?”
“Naif!”
Trey menarik napas panjang, lalu mencibir penuh penghinaan.
Sebagai anggota Aliansi Bela Diri juga, ia merasa tidak mungkin melewatkan informasi penting seperti pengangkatan seorang perwakilan.
Menurut logikanya, jika Harvey benar-benar memiliki posisi setinggi itu, dia pasti sudah mendengarnya sejak lama.
Bip bip—
Namun sebelum amarahnya sempat ditumpahkan, ponsel Harvey tiba-tiba berdering. Kali ini bukan panggilan suara biasa, melainkan panggilan video.
Dengan tenang, Harvey menekan tombol jawab.
Di layar, muncul wajah seseorang yang tak asing bagi dunia bela diri Asia Tenggara—Gordon Moreno, perwakilan resmi dari Aliansi Bela Diri Nanyang.
Trey yang tadinya hendak menyambar ponsel Harvey terdiam di tempat. Wajahnya kaku karena menyadari bahwa pria dalam video itu adalah sosok berpengaruh yang pernah ia lihat dalam forum-forum besar.
Gordon tersenyum ramah begitu wajah Harvey muncul di layar.
“Tuan York, selamat,” ucapnya dengan tulus.
“Kami sudah mendapat kabar bahwa Aliansi Daxia telah menunjuk Anda sebagai perwakilan.”
“Mulai hari ini, Anda memiliki kuasa penuh untuk mewakili Daxia di panggung Aliansi Bela Diri Dunia.”
“Dengan hak veto yang Anda miliki, Anda bahkan dapat menyeimbangkan kekuatan empat aliansi besar seperti Inggris dan Amerika.”
“Dan sebagai bentuk penghormatan kami, Aliansi Nanyang memutuskan untuk mengangkat Anda sebagai Inspektur. Selama berada di wilayah kami, Anda berhak mengawasi langsung pemimpin maupun anggota.”
“Jika Anda menghadapi kendala apa pun, jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya, Gordon Moreno, akan bekerja sama penuh dengan Anda.”
Meskipun Harvey tahu jabatan Inspektur ini hanyalah pelengkap dari keseluruhan permainan kekuasaan yang sedang berjalan, namun mengingat ia masih memiliki urusan di Penang, Harvey menjawab dengan tenang,
“Karena Perwakilan Moreno telah menunjukkan kesopanan luar biasa, maka saya akan merasa kurang ajar jika menolaknya.”
Bab 3864
Gordon Moreno?
Trey akhirnya mengingat dengan jelas siapa sosok yang muncul dalam panggilan video Harvey.
Gordon Moreno adalah perwakilan dari Aliansi Nanyang—seseorang yang bahkan membuat Pemimpin Aliansi Bela Diri Penang harus berlutut penuh hormat di hadapannya.
Dan kini, Gordon sendiri mengumumkan bahwa pria bernama Harvey York ini menjabat sebagai Inspektur selama berada di Nanyang?
Mengawasi pemimpin dan anggota?
Tak hanya itu—Gordon juga secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Harvey adalah benar perwakilan sah dari Aliansi Bela Diri Daxia.
Perwakilan Daxia, pemegang hak veto dunia, dan Inspektur Nanyang.
Jantung Trey berdegup kencang. Napasnya mulai memburu.
Posturnya yang sebelumnya begitu tegap perlahan melemah. Kakinya bergetar, dan keangkuhan di wajahnya menguap, digantikan dengan ketakutan samar yang tak bisa ia sembunyikan.
Beberapa ahli bela diri yang mendampinginya pun tampak pucat. Tangan dan kaki mereka seolah kehilangan tenaga, tubuh mereka gemetar tak berdaya, seolah darah dalam nadi berhenti mengalir.
Mereka paham betul apa arti dari identitas Harvey—karena mereka juga bagian dari dunia bela diri itu sendiri.
Dan mereka tahu satu hal: mulai detik ini, Harvey bukan lagi seseorang yang bisa mereka ganggu sesuka hati.
Namun di tengah ketegangan itu, Jacey masih mencoba menyalakan sumbu keraguan.
“Saudaraku, jangan tertipu oleh pria ini!” serunya. “Perwakilan? Inspektur? Jangan-jangan dia cuma menyewa aktor untuk menipu kita!”
“Kalau dia benar-benar sehebat itu, kamu pasti sudah mengenalnya, kan, saudara?”
Beberapa orang mengangguk perlahan, ragu. Gadis-gadis cantik yang tadinya tampak terkesima, kini kembali mengejek Harvey dengan senyuman sinis.
“Menyewa aktor? Lucu juga,” ucap Harvey ringan. “Kalau aku memang aktor, kira-kira boleh tidak aku menampar wajahmu?”
Tanpa memberi waktu untuk menjawab, Harvey melangkah maju, lalu dengan punggung tangannya menampar salah satu murid Aliansi Penang di hadapannya.
Plaak!
Suara tamparan itu nyaring, membuat murid tersebut terhuyung ke belakang sambil memegangi pipinya.
Ia adalah guru besar dalam generasinya. Tapi kini, ditampar di hadapan banyak orang tanpa bisa melawan. Matanya merah menahan marah, tapi tubuhnya tak sanggup bergerak.
“Oh, ternyata peran aktorku cukup berhasil,” ujar Harvey sambil tersenyum.
Plaak! Plaak!
Dua murid lain langsung tersungkur usai menerima tamparan beruntun.
Wajah mereka merah membara dengan bekas telapak tangan, darah menetes dari sudut bibir. Tak ada lagi kesombongan seperti sebelumnya.
Yang lain refleks ingin mundur. Namun Harvey hanya mengangkat tangan dan melengkungkan jari telunjuknya sambil berkata ringan, “Kemari.”
Tidak berani menolak, beberapa dari mereka maju perlahan, membawa wajah mereka ke depan Harvey seolah menyerahkan diri.
Plaak! Plaak! Plaak!
Dengan satu gerakan mantap, Harvey menghantam wajah mereka hingga tersungkur.
Para murid itu menggeliat di aspal parkiran, wajah mereka diliputi rasa malu dan marah, tapi tak seorang pun berani membalas.
Karena mereka tahu—orang yang berdiri di depan mereka kini adalah Inspektur dari Aliansi Nanyang.
Siapa yang berani melawan?
Jacey dan para pengikut lainnya menatap dengan mata membelalak. Tak ada yang menyangka bahwa status Harvey ternyata nyata.
Bahkan para murid Aliansi Penang pun tak berani melawan!
Plaak—!
Tamparan terakhir mendarat pada murid yang tersisa.
Harvey pun melangkah santai ke arah Trey—yang kini hanya bisa berdiri kaku, kelopak matanya berkedut tak terkendali.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3863 – 3864 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3863 – 3864.
Leave a Reply