Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3827 – 3828 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3827 – 3828.
Bab 3827
Pintu masuk vila tampak dijaga ketat, dengan para personel keamanan bersenjata yang berpatroli dari satu titik ke titik lain. Menciptakan aura waspada yang tak main-main.
Beberapa saat setelah Ellen melakukan beberapa kali panggilan, palang gerbang perlahan terangkat, memberi jalan bagi mobil yang segera meluncur masuk.
Tak lama kemudian, kendaraan itu berhenti tepat di depan pintu utama bangunan megah itu.
Dari kejauhan, sosok Katy telah tampak berdiri di ambang pintu, menanti dengan penuh kesabaran.
Begitu mobil berhenti dengan stabil, Katy segera melangkah maju. Senyumnya merekah saat menatap Harvey, “Tuan York, Anda pasti sudah sangat lelah menempuh perjalanan sejauh ini.”
“Aku minta maaf telah merepotkanmu hingga harus datang ke sini sendiri.”
Katy, yang telah mengetahui tentang ancaman dari empat aliansi bela diri besar terhadap Aliansi Bela Diri Daxia, paham betul bahwa Harvey memiliki peranan penting dalam menghadapi situasi itu.
Karena itulah ia sangat menghargai kesediaan Harvey untuk datang secepat ini.
Harvey membalas dengan senyum ramah. “Bos Cobb, tak perlu merasa tidak enak. Kita ini teman lama, bukan? Jadi lupakan segala basa-basi.”
“Kalau tidak salah, kondisi Tuan Cobb memburuk, bukan? Boleh aku melihat keadaannya sekarang?”
Mendengar hal itu, dahi Katy mengerut tipis. Ia menarik napas pelan, lalu berkata, “Tuan Muda York, terus terang saja, untuk menyelamatkan Kakek, aku sudah mengundang para tokoh terkemuka dari berbagai bidang sejak pagi tadi.”
“Beberapa ahli bela diri sudah datang, begitu pula para tabib ternama, bahkan ada yang menguasai ilmu spiritual Nanyang.” Katy menghela napas.
“Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu pun dari mereka yang mampu memberikan solusi tepat.”
“Jadi, harapanku kini tertumpu padamu, Tuan Muda York.”
Tanpa banyak bicara, Harvey mengangguk pelan dan langsung melangkah masuk.
Sementara itu, Ellen yang baru saja memarkirkan mobil dan turun dari kursi pengemudi, diam-diam menatap Harvey dengan sorot mata penuh tanya.
Ia benar-benar kesulitan percaya bahwa pria dengan penampilan biasa ini memiliki kemampuan sehebat itu.
Meski begitu, ia hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan mengikuti langkah Katy menuju lobi vila yang luas dan elegan.
“Aku sudah menganalisis darah yang dimuntahkan oleh Tuan Cobb, dan hasilnya menunjukkan tak ada jejak racun sama sekali,” Katy menjelaskan sambil melangkah.
“Tetapi yang membuat kami bingung, tulang belikatnya yang patah bukannya membaik, justru semakin parah. Ini sangat merepotkan.”
“Apalagi mengingat status beliau sebagai dewa perang generasi lama, tubuhnya begitu kuat dan penuh energi.”
“Namun justru karena itu, kami tak bisa melakukan akupunktur atau memberinya obat biasa. Semuanya jadi serba sulit.”
Sesampainya mereka di aula utama, suasana di sekitar terasa terang dan tenang.
Di tengah ruangan, terdapat meja kopi yang dipahat dengan indah dari kayu gaharu khas Nanyang. Peralatan medis berteknologi tinggi tersebar rapi di sekeliling ruangan.
Sebuah proyektor tergantung di dinding, menampilkan gambar medis yang rumit.
Lebih dari selusin dokter dan ahli pengobatan duduk berjajar, sementara sejumlah master bela diri dengan pelipis menonjol tampak menyimak dengan seksama.
Beberapa orang bahkan mengenakan pakaian seremonial aneh dengan wajah sepucat topeng wayang opera. Mereka jelas para ahli sihir dari Nanyang—tokoh yang biasanya jarang terlihat di ruang terang seperti ini.
Para tokoh itu kini berkumpul, mencoba memahami kondisi Dean Cobb.
Meskipun diskusi mereka tidak gaduh, ekspresi tegang dan dahi yang mengernyit menunjukkan bahwa situasinya jauh dari kata baik.
Sementara itu, sejumlah pria dan wanita berdiri di pinggiran aula, tampaknya para pelayan dan pengawal pribadi. Mereka bekerja tanpa suara, sigap melayani kebutuhan para dokter dan master yang hadir.
Mata Harvey berkeliling, lalu terhenti pada sosok pria muda, sekitar dua puluhan, yang mencolok di antara kerumunan.
Pria itu mengenakan kemeja putih bersih, dan sikapnya sangat mencolok. Hanya berdiri dengan tangan di belakang punggung, ia sudah berhasil menarik banyak perhatian.
Wajahnya tampan, penuh percaya diri, dan entah mengapa, Harvey merasa pernah melihatnya di suatu tempat.
Ketika Harvey melangkah masuk bersama Katy, banyak mata langsung tertuju pada mereka.
Terutama si pria berbaju putih tadi, tatapannya menyala terang saat menatap Katy.
Bab 3828
“Nona Cobb!” panggil pria berbaju putih itu sambil melangkah maju.
Ia menyapa dengan anggun, lalu mengangguk sekilas pada Ellen.
Namun, saat pandangannya jatuh pada Harvey, seberkas perubahan halus melintas di matanya—nyaris tak terlihat, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia terganggu.
“Terima kasih atas dedikasi Anda, Tuan Padlow, dan semua yang hadir,” kata Katy sembari memberi anggukan hormat pada semua yang ada di ruangan.
Lalu, suaranya merendah saat menjelaskan kepada Harvey, “Dia adalah murid kesayangan dari pemimpin Aliansi Bela Diri Nanyang—Gael Padlow. Ia cukup berbakat dan memiliki latar belakang kuat.”
Harvey mengangguk tanpa berkomentar, namun matanya menangkap rona merah muda yang perlahan naik ke wajah Ellen. Wanita itu tampak gugup, berbeda dari biasanya.
Melihat interaksi singkat antara Gael, Ellen, dan Katy, Harvey tersenyum kecil, seolah menangkap sesuatu yang belum sempat diucapkan.
Namun sebelum sempat merenung lebih jauh, Katy menarik napas dalam dan bersuara tegas, “Rekan-rekan sekalian, aku sangat menghargai segala usaha kalian untuk menyelamatkan Kakekku.”
“Sayangnya, hingga kini beliau belum sadar, bahkan kondisinya justru semakin melemah.”
“Aku tidak bermaksud menyalahkan siapa pun. Tapi untuk sementara, aku piker kita cukupkan dulu perawatan hari ini.”
“Silakan kalian beristirahat. Dan mengenai biaya hari ini, keluarga Cobb akan memastikan semuanya diselesaikan dengan baik.”
Selesai berkata, Katy menoleh ke Harvey dan berbisik, “Tuan Muda York, Kakek ada di taman belakang. Aku akan membawamu ke sana sekarang.”
Harvey sekilas melirik gambar di proyektor, lalu mengangguk dan mengikuti Katy.
Namun, langkah mereka belum jauh ketika suara terdengar lantang, menghentikan gerakan mereka.
“Nona Cobb, tunggu sebentar!”
Gael Padlow, masih mengenakan kemeja putihnya yang rapi, berdiri menghadang.
Keheningan langsung menyelimuti aula. Semua orang kini memperhatikan mereka dengan penuh minat.
Ellen pun tampak terkejut, meskipun sorot matanya kini mulai mengarah penuh selidik kepada Harvey.
Gael menatap mereka dengan senyum tipis. “Nona Cobb, barusan aku dengar Anda berkata akan membawa seseorang yang penting untuk mengobati Penatua Cobb.”
“Kalau dugaanku benar, orang itu adalah pemuda ini, bukan?”
“Kamu menyambutnya secara pribadi, dan sekarang ingin langsung membawanya ke taman belakang. Bukankah itu terlalu tergesa?”
“Melihat dari penampilannya, dia tampaknya orang dari Daxia, benar?”
“Aku paham, Daxia adalah tanah peradaban kuno yang telah ada ribuan tahun, dan banyak orang hebat berasal dari sana.”
“Tetapi Nona Cobb, Anda lebih dari siapa pun tahu kondisi tubuh Penatua Cobb saat ini.”
“Sekarang ini, bahkan satu napas pun sangat berarti. Kita tidak boleh sembarangan memberinya pengobatan yang belum terbukti!”
“Jika sampai salah langkah, kondisinya bisa makin memburuk, atau lebih parah lagi, ia bisa kehilangan nyawanya!”
“Jadi, tolong pertimbangkan baik-baik sebelum bertindak gegabah.”
Ekspresi Gael penuh ketulusan saat menyampaikan kekhawatirannya. Namun, begitu selesai berbicara, ia mengarahkan tatapan tajam penuh sindiran ke arah Harvey.
“Anda bilang ingin membantu? Dari mana Anda berasal?”
“Apakah Anda murid dari tanah suci seni bela diri Daxia? Atau bagian dari empat pilar utama?”
“Atau mungkin dari keluarga seni bela diri ternama?”
“Coba katakan siapa Anda sebenarnya. Kalau tidak, bagaimana kami bisa yakin Anda punya kapasitas menyentuh tubuh Penatua Cobb?”
Gael datang ke vila keluarga Cobb dengan satu tujuan: menyelamatkan Dean Cobb, dan tentu saja, merebut hati Katy.
Namun kenyataannya jauh dari harapan. Katy memang bersikap sopan, tetapi tidak memberinya kesempatan sama sekali untuk menunjukkan kemampuannya. Bahkan, ia malah menyambut Harvey secara pribadi.
Situasi ini jelas membuat hati Gael terbakar oleh rasa iri dan ketidakpuasan.
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3827 – 3828 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3827 – 3828.
Leave a Reply