Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3813 – 3814 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3813 – 3814.
Bab 3813
Dengan wajah datar dan ekspresi santai, Harvey menyilangkan tangan di belakang punggungnya. Sorot matanya mengandung jijik ketika dia melayangkan tendangan ke arah Emilio.
Ketika melihat Harvey mengeluarkan sehelai tisu untuk menyeka ujung jarinya, Emilio dan kawan-kawan yang baru saja berusaha berdiri dengan tubuh limbung seketika merinding.
Kelopak mata mereka berkedut tanpa henti, dan langkah mereka refleks mundur beberapa jengkal. Rasa takut jelas terpancar di mata mereka.
Mereka sangat menyadari, bahwa situasi telah berkembang sampai pada titik yang genting, sebagaimana yang telah dikatakan Harvey sebelumnya.
Jangankan hanya urusan ditampar atau diinjak beberapa kali—bahkan jika mereka benar-benar terbunuh sekalipun, aliansi bela diri yang mereka wakili pun tak akan berani bersuara.
Sebab kelemahan paling fatal mereka kini telah berada dalam genggaman Harvey.
Memandang Harvey yang begitu berkuasa dan tak tersentuh, hati Emilio dan yang lainnya terasa semakin perih.
Niat mereka datang ke Daxia adalah untuk memamerkan kekuatan dan mendirikan dominasi, bahkan berharap menjadi raja di Aliansi Bela Diri Daxia.
Namun kini, yang terjadi justru sebaliknya—mereka tak ubahnya seperti binatang ternak, lebih hina dari sekadar anjing dan babi.
Perbedaan kondisi yang begitu mencolok ini membuat mereka terpuruk secara batin.
Dengan napas terengah, Emilio mencoba bertahan dengan harga dirinya yang tersisa, lalu berkata dengan nada memohon,
“Tuan Muda York, sebaiknya tinggalkan sedikit ruang untuk segalanya… agar kelak kita bisa bertemu tanpa saling menyimpan dendam.”
Namun belum sempat kalimat itu mendarat sempurna, Harvey kembali mengayunkan tangannya dan menampar Emilio tanpa ampun.
“Aku akan mengampuni wajahmu,” ujarnya dingin.
Emilio menjerit pelan sambil memegangi pipinya yang memerah, terhuyung mundur.
Isshin, yang tak tahan menyaksikan semua itu, maju beberapa langkah sambil menggertakkan gigi. “Tuan Muda York, maafkanlah kesalahan orang lain selagi kamu masih bisa…”
Plaak!
“Aku akan mengampuni seluruh keluargamu,” jawab Harvey, suaranya tenang namun mengandung ancaman yang menusuk.
Bibir Gordon bergetar hebat. “Tuan Muda York, gunung dan sungai tetap tak berubah. Kita semua berasal dari wilayah Nanyang dan Timur Jauh.”
“Mengapa harus saling mencabik muka? Bukankah ini hanya akan merugikan kedua belah pihak?”
Plaak! Plaak! Plaak!
“Jadi kamu sedang mengancamku?” tanya Harvey dengan mata menyipit tajam.
Ia melangkah maju dan kembali menendang Gordon hingga tubuhnya terpelanting ke lantai.
Setelah itu, tatapannya beralih ke arah Rowen, yang sedari tadi enggan membuka suara. Sorot matanya dingin seperti embun musim dingin.
“Orang tua,” ujar Harvey dengan nada sarkastik, “karena kamu tidak melontarkan omong kosong seperti yang lain, maka biarkan aku ajarkan makna menghormati yang tua dan menyayangi yang muda.”
Begitu kata-kata itu meluncur, sebuah tamparan mendarat telak di wajah Rowen.
Sialan!
Rowen terlempar ke udara dan jatuh ke lantai sambil memegangi pipinya. Dalam hatinya ia mengutuk nasibnya sendiri. Dia bahkan tidak berkata sepatah kata pun!
Bukankah Harvey yang bilang harus menghormati orang tua? Tapi dia malah memperlakukannya seperti ini, dasar orang bermarga York, omong kosong!
Saat rombongan itu kembali berdiri dengan susah payah, lidah mereka kelu. Mereka tidak tahu harus berkata apa lagi.
Bukankah Daxia adalah negeri yang menjunjung tinggi nilai moral?
Bukankah negeri ini selalu menekankan pentingnya menaklukkan hati dengan kebaikan dan kebajikan?
Lalu mengapa pria di hadapan mereka ini justru seolah-olah menjungkirbalikkan semua nilai itu dan memperlakukan mereka dengan kebrutalan?
Yang lebih membuat mereka geram, sebelumnya ketika mereka bersikap baik dan berhenti menindas, pihak lawan akan bersujud berterima kasih sambil menangis haru.
Namun Harvey—dia tak hanya menuntut keadilan, justru mempermalukan mereka habis-habisan!
Saat itulah Clyde, yang sejak tadi menahan emosi, tak lagi bisa menyembunyikan amarahnya.
“Harvey, apa sebenarnya yang kamu inginkan?”
“Jika kamu memperlakukan perwakilan dari keempat aliansi seperti ini, apakah kamu tidak khawatir hal ini akan menimbulkan kekacauan besar?”
Dalam hati, Clyde bahkan sempat ingin menarik pelatuk dan menghabisi Harvey saat itu juga—namun nyalinya tak cukup besar.
“Apa yang aku inginkan?” Harvey mendekat, kemudian menepuk pipi Clyde dengan pelan namun menampar harga dirinya. Sebuah senyum setengah mencibir muncul di sudut bibirnya.
Lalu ia memberi isyarat dengan tenang.
Sejurus kemudian, Eleanor yang sejak awal berdiri dengan sikap tenang dan acuh, mengeluarkan beberapa dokumen kontrak. Ia meletakkannya di hadapan para perwakilan dari keempat aliansi utama.
“Ayo, baca kontrak-kontrak ini dan pahami baik-baik isinya.”
“Selama kalian menyetujui syarat-syaratku, maka seluruh kelemahan dan aib dari aliansi bela diri kalian masing-masing akan tetap menjadi rahasia.”
“Pertama, keempat aliansi bela diri utama harus meminta maaf secara terbuka kepada Aliansi Bela Diri Daxia dan mengakui kesalahan kalian.”
“Bukan hanya di wilayah Timur Jauh—aku ingin melihat permintaan maaf kalian dipublikasikan di seluruh media Eropa.”
Harvey mengucapkannya dengan senyum tipis.
Emilio dan yang lainnya saling berpandangan, kemudian dengan enggan menggertakkan gigi.
“Baik, kami menerima syarat tersebut.”
Bab 3814
“Yang kedua—kalian wajib memberikan ganti rugi sepenuhnya atas kerugian yang diderita warga Daxia di luar negeri.”
“Siapa pun yang telah merusak, merampas, dan menjarah harus membayar lunas; siapa yang melukai, harus dihukum. Tidak boleh dikurangi satu sen pun, tidak juga diberi keringanan!”
“Dan lebih dari itu, masing-masing dari kalian harus menyediakan dana sebesar sepuluh miliar sebagai bentuk kompensasi pensiun serta kerusakan mental untuk seluruh warga Daxia di luar negeri.”
“Rincian teknis tentang pelaksanaan kesepakatan ini akan diawasi secara menyeluruh oleh asisten saya, Eleanor Stanton.”
Kelopak mata Emilio dan yang lain kembali berkedut hebat.
Apa yang dilakukan Harvey bukan sekadar menyakiti secara fisik, tapi benar-benar menghancurkan harga diri mereka hingga ke akar.
Namun, bagaimanapun pahitnya, syarat ini masih dalam batas logika dan bisa dinegosiasikan. Maka meski dengan hati yang menjerit, mereka tetap menganggukkan kepala.
“Baik, kami setuju juga dengan syarat itu.”
“Dan ini syarat ketiga—yang terakhir.” Harvey tampak santai, nada bicaranya tetap tenang namun mengandung tekanan yang nyata.
“Aku tidak percaya janji kalian untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada Aliansi Bela Diri Daxia selama lima tahun ke depan.”
“Maka, aku minta agar Aliansi Bela Diri Timur Jauh dan Nanyang secara resmi merekomendasikan Aliansi Bela Diri Daxia untuk menjadi direktur tetap kelima di Aliansi Bela Diri Dunia.”
“Dengan begitu, ketika Aliansi Daxia berada di posisi puncak, kalian tak akan lagi berani bertindak seenaknya.”
Mendengar permintaan terakhir itu, Colton dan Danell—dua orang yang biasanya saling berselisih—justru serempak tersadar.
Jelas, mereka mengerti bahwa jika syarat ini benar-benar bisa terwujud, Aliansi Daxia akan memperoleh pengaruh global yang luar biasa di ranah seni bela diri internasional.
Menjadi salah satu dari lima direktur tetap sama artinya dengan duduk di lingkaran paling elit dan menentukan arah dunia persilatan.
Namun…
“Tidak mungkin!”
Suara Emilio dan Isshin terdengar nyaris bersamaan, tegas dan penuh perlawanan.
Bagi Aliansi Timur Jauh dan Nanyang, permintaan ini memang berat, tapi masih bisa dinegosiasikan.
Namun bagi Aliansi Tianzhu dan Negara Pulau, permintaan itu adalah mimpi buruk. Tak bisa ditoleransi.
Posisi kelima dalam keanggotaan tetap masih kosong—dan mereka semua mengincarnya.
Mengapa harus memberikan tempat itu kepada musuh?
Itu sama saja dengan menempatkan ancaman di atas kepala mereka sendiri!
Harvey tetap tenang, lalu berkata, “Kalau begitu, beri aku alasan yang bisa diterima kalua kalian menolak permintaan ini.”
Emilio menarik napas panjang. Wajahnya serius, sorot matanya penuh keyakinan.
“Harvey, kamu boleh menampar kami, memaksa kami minta maaf, bahkan membuat kami berlutut jika perlu.”
“Tapi jika kamu ingin kami bersama-sama merekomendasikan Aliansi Bela Diri Daxia agar bisa berdiri di puncak dunia, itu benar-benar tidak mungkin!”
“Kecuali kami sudah kehilangan akal sehat, kami tidak akan pernah menyetujui syarat gila seperti ini!”
“Bahkan jika kamu menyebarluaskan semua kelemahan kami ke publik, kami tetap takkan setuju!”
Isshin dan perwakilan lainnya mengangguk penuh tekad.
“Benar! Kalau kamu ingin memulai perang, maka mari kita berperang sampai mati!”
“Kita lihat saja siapa yang akan bertahan paling akhir—Aliansi Daxia, atau kami!”
Clyde mencibir, nadanya sinis. “Harvey, kamu terlalu naif.”
“Kamu kira semudah itu menjadikan Aliansi Daxia sebagai anggota tetap Aliansi Bela Diri Dunia?”
“Ini bukan hanya soal uang, dan bukan pula soal persetujuan dari perwakilan.”
“Sekalipun kami menyetujui permintaanmu, dan Aliansi Timur Jauh serta Nanyang mendukung penuh… kamu pikir empat direktur tetap yang sekarang akan menyetujui hal ini?”
Ia mendengus. “Mimpi!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3813 – 3814 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3813 – 3814.
Leave a Reply