Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3799 – 3800 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3799 – 3800.
Bab 3799
Begitu mendengar sebutan ‘pelatih kepala’, sepasang kelopak mata Clyde tampak berkedut halus.
Sebagai keturunan separuh Daxia, ia sangat memahami bobot dari jabatan tersebut.
Dirinya memang belum pernah menyaksikan langsung kekuatan pelatih kepala itu.
Namun hanya dari kekuatan para prajurit yang berada di bawah komandonya, serta sosok Ansel—kepala Kepolisian Wucheng—Clyde sudah bisa menakar seberapa berbahayanya sosok itu.
Menatap tekad yang terpancar dari wajah Clyde, nada suara Vermillia melunak, seolah ingin meredakan ketegangan.
“Selain itu, Pangeran Osborne,” ucapnya lembut, “kamu adalah sebutir batu giok—sebuah permata langka. Mengapa harus menabrakkan dirimu pada sekeping tanah liat hingga hancur berkeping-keping?”
“Seperti kata pepatah, lelaki sejati takkan berdiri di bawah tembok yang rapuh.”
“Sekuat apa pun pasukan kita saat ini, jangan lupakan bahwa Klan Osborne di barat laut masih memiliki kekuatan besar yang dapat kamu manfaatkan.”
“Dalam generasi muda Daxia, kamu adalah salah satu yang terbaik.”
“Tapi kendati begitu, bukan berarti kamu harus mengorbankan diri demi persoalan kecil yang memancing konflik dengan Gerbang Naga.”
“Ini bisa mengganggu rencana besarmu!”
“Menurut pendapatku, akan jauh lebih bijak bila kita bersabar sampai urusan ini tuntas, menghancurkan Aliansi Bela Diri Daxia dan Harvey sepenuhnya.”
“Setelah itu, barulah kita kembali ke Kerajaan Tianzhu, dan kirim pasukan kilat untuk mencabut nyawa Samuel.”
“Ketika saat itu tiba, semua orang akan tahu akibat dari menyinggung nama besar Pangeran Osborne.”
Nada bicara Vermillia kian penuh hormat saat ia menatap Clyde, seolah-olah pesona dan wibawa sang pangeran telah menaklukkan seluruh benaknya.
Sesungguhnya, setelah melalui berbagai percakapan mendalam dan terbuka bersama Clyde, Vermillia sudah cukup memahami karakter pria itu.
Dia sadar bahwa Clyde tak akan sungguh-sungguh menghabisi nyawa Samuel.
Namun, rasa malu yang ditelan Clyde kali ini terlalu besar. Jika dia tidak menciptakan momentum untuk membalasnya, maka kehormatannya sebagai bangsawan akan tercoreng.
“Pangeran… Vermillia benar,” suara Eban menyusul, “kita sudah berada di atas angin. Aliansi Bela Diri Daxia kini terdesak dan tak punya banyak pilihan.”
“Strategi terbaik adalah menghancurkan taktik musuh sebelum mereka sempat menghunus pedang.”
“Untuk apa kita meladeni pertarungan dan pertumpahan darah di saat seperti ini?”
“Kekerasan memang bagian dari sejarah Daxia. Tetapi dalam kondisi sekarang, mereka yang sudah terdesak mungkin akan nekat membalikkan meja.”
“Padahal, kita bisa mengambil pendekatan yang lebih elegan.”
“Aliansi seni bela diri luar negeri cukup kita arahkan agar meningkatkan tekanan. Tingkatkan gerakan mereka di luar negeri, buat situasinya kian mencekam.”
“Dengan cara ini, kita bisa memaksa Aliansi Bela Diri Daxia menyerah sebelum mereka sempat mengangkat senjata!”
“Kemudian kita bisa menyebarkan kabar bahwa penyebab gagalnya kesepakatan bukan karena kita, tetapi karena dua orang biang kerok bernama Samuel dan Harvey, yang berkali-kali mempermalukan Pangeran Osborne yang sejatinya ingin berkontribusi bagi bangsa.”
“Begitu caranya, semua amarah publik, baik dari dalam maupun luar Daxia, akan tertuju kepada dua orang itu.”
“Demi meredakan gejolak rakyat, bisa saja keduanya akan memilih jalan tragis—mengakhiri hidup mereka sebagai bentuk permintaan maaf kepada dunia!”
Eban tampak bersemangat membayangkan skenario manis yang ia paparkan.
“Pangeran Osborne,” katanya lagi, “dengan satu kalimat saja kamu bisa membuat mereka menderita melebihi kematian.”
“Dalam keadaan seperti ini, untuk apa repot-repot mengangkat senjata? Bukankah itu cara kuno yang membosankan?”
Mendengar paparan dari Eban dan Vermillia, napas Clyde perlahan mengendap. Dia meraih gelas anggur yang disodorkan Vermillia, lalu berbicara tenang namun sarat emosi:
“Kalau memang Samuel sesulit itu, kita tunda dulu pembalasan dendam.”
“Tetapi Harvey… dia telah menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena. Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!”
“Aku akan membuat hidupnya lebih buruk daripada kematian. Aku ingin dia sadar bahwa menyinggung perasaanku, Clyde, adalah dosa terbesar yang bisa ia lakukan!”
“Bajingan itu telah berani menantangku berulang kali. Seharusnya dia sudah mati sejak dulu!”
“Sampaikan perintahku! Panggil utusan dari empat aliansi seni bela diri utama di luar negeri!”
Harvey York Bab 3800
Keesokan harinya, Clyde bangun dengan amarah yang menggelegak di dadanya. Rahangnya mengeras, dan pandangannya dipenuhi dendam.
Sementara itu, pagi-pagi sekali, Harvey sudah menuju markas Aliansi Bela Diri Daxia.
Selain hendak melihat masalah apa yang tengah dihadapi Colton, ia juga ingin membicarakan insiden yang terjadi kemarin.
Berdasarkan pemahamannya terhadap Clyde, pria licik sekaligus pendendam itu mustahil akan diam saja setelah dipermalukan habis-habisan.
Tindakan Samuel memang terlihat impulsif di permukaan, namun sesungguhnya itu adalah langkah strategis. Memaksa Clyde mengeluarkan kartu trufnya lebih awal.
Semakin tidak siap lawan, semakin mudah mereka ditaklukkan.
Begitu melangkah ke dalam ruangan, Harvey mendapati Colton tengah membanting meja sembari mengumpat dengan penuh amarah.
“Dasar bajingan! Apa mereka pikir aku ini patung?!”
“Apa para wakil pemimpin itu hanya tahu makan tanpa kerja?!”
“Atau mungkin para tetua dari Tanah Suci Seni Bela Diri itu sudah terlalu lama menyepi hingga lupa arti kehormatan Daxia?!”
“Di saat genting seperti ini, bukan malah mendukung, mereka justru menyuruhku menyetujui syarat konyol itu dan segera mengakhiri keributan?”
“Apa mereka tidak sadar? Jika aku sampai menandatangani perjanjian memalukan itu atas nama Aliansi Bela Diri, maka aku, Colton Torres, akan dikenang sebagai pengkhianat sepanjang masa!”
“Katakan pada mereka! Aku yang memegang kendali Aliansi Bela Diri!”
“Kalau mereka tidak terima, silakan lengserkan aku dari jabatan ketua kehormatan! Ambil alih sendiri kalau berani!”
Selesai berkata, Colton melambaikan tangan, mengusir semua staf yang berada di ruangan.
Harvey mengetuk pintu, melangkah masuk dengan tenang, lalu menuangkan secangkir teh untuk Colton. Ia berkata, “Tuan Torres, untuk apa marah sampai begini?”
“Itu hanya urusan kecil. Serahkan saja pada orang-orang di bawah untuk menanganinya.”
“Saya dengar, para wakil pemimpin dari Tanah Suci Seni Bela Diri yang dikirim itu hanyalah para tetua dari sekte luar, bukan tokoh inti.”
“Orang-orang semacam itu tak bisa mewakili sikap resmi Tanah Suci.”
“Menurut saya, bila para pemimpin sejati dari tempat suci itu mengetahui duduk perkaranya, pasti mereka akan berdiri di pihak Anda, Ketua Aliansi Torres.”
Ucapan Harvey membuat Colton semakin geram, namun juga semakin jernih pikirannya.
Ia mendengus dan berkata, “Orang-orang tua dari Tanah Suci itu cuma tahu latihan dan meditasi! Urusan dunia tak pernah mereka pedulikan!”
“Itulah mengapa beberapa anak muda dari sekte luar merasa bisa bertindak sesuka hati, memalukan tempat mereka sendiri!”
“Kamu benar, Guru York. Kita berdua paham, omongan mereka tidak mencerminkan kehendak para tokoh utama dari tempat suci.”
“Tapi sayangnya, orang luar tidak tahu hal ini!”
Colton menghela napas panjang. Tekanan yang menimpanya terasa menyesakkan.
Harvey menyesap teh Pu’er yang ia tuangkan sendiri, lalu duduk santai di sofa.
Ia berbicara dengan senyum tenang, “Saya dengar empat aliansi seni bela diri luar negeri menambahkan syarat baru, ya?”
“Katanya penjarahan dan kekerasan terhadap warga Daxia di luar negeri makin parah. Bahkan beberapa kota besar sudah terkena dampaknya.”
Colton mengusap pelipis, ekspresinya kian lelah.
“Itu benar…”
“Aku sudah melihat berita-berita online tentangnya.”
“Sialan! Clyde malah menelponku, katanya sedang bernegosiasi untuk membantu kita. Tapi ternyata orang-orang dari Aliansi Empat malah menambahkan satu syarat lagi!”
“Kali ini mereka meminta perwakilan kita datang langsung ke markas mereka, meminta maaf, lalu mengumumkan siapa dalang di balik insiden ini!”
“Dari mana bajingan itu belajar cara main seperti ini?!”
“Dia bukan hanya ingin menghabisi orang—dia ingin menghancurkan semangat mereka sekaligus!”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3799 – 3800 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3799 – 3800.
Leave a Reply