Kebangkitan Harvey York Bab 3771 – 3772

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3771 – 3772 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3771 – 3772.


Bab 3771

Tatapan Harvey tajam menelusuri sosok Raqesh yang melompat dengan niat membunuh. Senyuman tipis menghiasi wajahnya ketika ia berkata dengan nada tenang,

“Raqesh, seperti yang sudah disampaikan oleh Wakil Ketua Benett, aku tak memiliki kewajiban untuk menerima tantanganmu.”

“Bagaimanapun juga, aku telah menaklukkan kalian, orang-orang India, bahkan menginjak kalian di bawah telapak kakiku.”

“Sebagai pemimpin dalam pertarungan melawan Gerbang Naga, kamu membawa begitu banyak kartu as di tangan. Tapi pada akhirnya, kamu gagal menang, bahkan gagal membunuhku.”

“Bagaimana akan kamu jelaskan kegagalan ini pada keluarga kerajaan Tianzhu setelah kamu kembali?”

“Jika dugaanku tak keliru, mungkin kamu akan mati di depan gerbang istana. Jadi, matilah dengan bermartabat demi menyelamatkan keluargamu.”

“Karena ajalmu sudah di depan mata, mengapa aku harus menanggapi tantanganmu?”

“Apa kamu pantas?”

“Dasar bocah kecil—”

Raqesh jelas tak menyangka Harvey mampu membaca gerak-geriknya dengan begitu gamblang. Ia menggertakkan giginya, penuh emosi, lalu berseru,

“Jika kamu bisa mengalahkanku, maka namamu akan menggema ke seluruh dunia!”

“Dengan begitu, kamu bisa membuktikan bahwa kemenanganmu atas Cody Garcha bukan hasil dari intrik murahan ataupun tipu daya, melainkan murni dari kekuatanmu!”

“Aku hanya akan menggunakan satu jurus. Jika aku gagal mengalahkanmu dalam satu serangan, aku bersumpah akan menjatuhkan diriku ke tanah dan mengakhiri hidupku di sana juga!”

“Harvey, apa kamu takut tidak mampu menahan satu seranganku?”

“Atau kamu khawatir jika aku berhasil menjatuhkanmu hanya dengan satu gerakan, itu akan menjadi aib besar bagi Gerbang Naga dan Daxia?”

“Lagipula, hanya karena kamu tak berani menerima tantanganku, itu sudah cukup membuat orang meragukanmu.”

“Dan keraguan itu akan berujung pada tudingan bahwa kemenanganmu kali ini hanyalah hasil dari konspirasi dan siasat busuk!”

Usai menyampaikan semua itu, Raqesh melayangkan pandangan menusuk ke arah Zoena, seolah hendak menyampaikan pesan tersembunyi di balik setiap katanya.

“Aku jujur saja, aku tak percaya kamu mampu menghadang satu jurus dariku. Bahkan, aku yakin kamu tidak sanggup bertahan satu gerakan pun.”

Harvey menanggapi dengan senyum datar. “Aku tentu bisa menanggapi permainanmu.”

“Tapi masalahnya adalah, kamu sudah tak punya modal lagi. Kenapa aku harus bermain dengan orang yang tak punya apa-apa?”

Mata Raqesh membelalak, nadanya meninggi. “Kalau begitu, tentukan saja taruhannya! Katakan apa yang kamu inginkan!”

“Kalau kamu gagal mengalahkanku, dan malah aku yang menjatuhkanmu, maka kamu harus membeberkan semua—bagaimana kamu meracuni Amber dan dua orang lainnya, serta bagaimana kamu bekerja sama dengan pihak lain untuk mencelakakanku.”

Harvey melangkah perlahan mendekati Raqesh, suaranya datar namun penuh tekanan.

“Asalkan kamu bersumpah atas nama keluarga kerajaan Tianzhu bahwa jika kalah, kamu akan mengungkap semuanya padaku secara jujur… maka kenapa tidak kita ambil kesempatan ini?”

Raqesh terengah-engah, napasnya terputus-putus, matanya penuh dendam. Ia semula mengira Harvey hanya mengincar harta atau nyawanya.

Tak disangka, pria itu justru ingin menghancurkan fondasi rencana dan harga diri mereka.

Jika ia benar-benar mengungkap semuanya, maka rencana Tianzhu di Daxia akan musnah tanpa bekas.

Bahkan bila ia berhasil kembali ke negaranya, ia masih bisa dibunuh oleh pihak-pihak misterius yang memiliki agenda tersembunyi di Daxia.

Melihat wajah Raqesh yang memucat dan memburuk, Harvey berkata dengan nada malas, “Kalau begitu, lupakan saja taruhan ini. Aku akan pulang.”

“Kamu sebaiknya segera kembali ke Tianzhu. Aku tidak berniat mengantarmu.”

“Kamu tidak akan bisa pergi!” Raqesh menggertakkan giginya, lalu mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar.

“Semua yang kamu cari ada di dalam sini. Bukti dan keterangannya lengkap. Kalau aku kalah, kamu boleh memilikinya dan mengetahui semua kebenaran yang ingin kamu gali!”

Ia sudah terlalu lelah untuk mempertimbangkan akibat lebih jauh. Baginya, jika kalah, hidupnya pun akan tamat—tinggal menunggu waktu.

Harvey memandangnya dingin. “Cuma karena kamu bilang ada, lantas aku harus percaya begitu saja?”

“Haruskah aku menerima kata-katamu tanpa pembuktian?”

Dengan suara lantang, Raqesh berteriak, “Demi langit, jika aku berbohong, maka seluruh keluarga kerajaan Tianzhu akan mati tanpa tempat dikuburkan!”

Bab 3772

“Begitu ya? Kata-kata pria sejati sama tajamnya dengan cambuk,” ucap Harvey dengan nada santai, lalu bertepuk tangan ringan dan berbalik menghadap para penonton.

“Semua, harap perhatikan sebentar.”

“Baru saja, Master Raqesh—salah satu dari tiga biksu iblis terbesar dari Tianzhu—telah mengajukan taruhan denganku.”

“Dia ingin bertarung melawanku!”

“Kalau dia menang, aku akan mengakui secara terbuka bahwa aku tak sanggup melawannya, bahwa aku tak memiliki kemampuan sehebat dirinya.”

“Tapi jika dia kalah, dia harus menyerahkan ponselnya padaku—beserta semua rahasia kecil yang tersimpan di dalamnya.”

“Karena itu, aku mohon kepada pembaca acara dan semua perwakilan yang hadir agar tidak meninggalkan tempat. Mari bersama-sama menyaksikan pertarungan ini di luar arena utama!”

Begitu kata-kata itu terlontar, para penonton yang tadinya bersiap pergi langsung kembali antusias.

Setiap putaran pertarungan hari ini lebih menggairahkan dari sebelumnya.

Meski duel antara Harvey dan Zoena tadi agak mengecewakan di penghujung, namun tetap menyuguhkan ketegangan yang menarik.

Kini muncul babak tambahan, yang justru membakar kembali semangat mereka.

Di satu sisi adalah juara Konferensi Daxia—wakil Gerbang Naga.

Di sisi lain berdiri seorang tokoh terkuat dari India—salah satu dari tiga biksu jahat.

Siapa yang tak ingin menyaksikan pertarungan puncak antara dua kekuatan besar ini?

Maka para tamu dan tokoh penting yang sempat hendak pergi pun kembali ke tempat duduk mereka.

Sementara itu, Rhea yang menutupi wajahnya dengan tangan, berbalik dengan ekspresi jengkel. Dia benar-benar ingin menyaksikan Harvey dihancurkan hanya dalam satu gerakan.

“Betul, semuanya.” Raqesh berkata, menatap Harvey dengan mata penuh keyakinan. “Bagaimanapun, aku lebih tua dari kalian, jadi aku tak akan menindas Harvey.”

“Aku hanya akan melancarkan satu serangan!”

Dengan perlahan, Raqesh menyingsingkan lengan bajunya. Aura membara mulai memancar dari tubuhnya.

“Aku ingin menunjukkan pada kalian betapa dahsyat dan menakjubkannya seni bela diri Tianzhu kami!”

“Dan betapa dangkal serta bodohnya dirimu, Harvey!”

“Aku akan buktikan bahwa pepatah yang menyebut semua seni bela diri dunia berasal dari India adalah kebenaran mutlak!”

“Seni bela diri India bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan oleh trik murahan atau pertandingan yang tidak setara!”

“Para delegasi, para jenius Tianzhu, dan seluruh hadirin Daxia—saatnya telah tiba. Saksikan keajaiban ini bersama-sama!”

Detik berikutnya, Raqesh menghela napas panjang, lalu melayangkan tinjunya ke wajah Harvey.

Ia mengerahkan seluruh kekuatannya dalam satu pukulan ini.

Tujuannya bukan hanya menjatuhkan, tapi juga melumpuhkan Harvey secara total—agar pria itu tak pernah lagi bisa menyombongkan diri.

Raqesh sangat yakin bahwa jika ia bertarung dengan sepenuh tenaga, Harvey pasti takkan sanggup bertahan.

Namun baru saja tinjunya meluncur dan wajahnya dipenuhi keyakinan, tiba-tiba…

Tamparan Harvey datang lebih dulu. Dengan ekspresi dingin, Harvey menampar Raqesh lebih cepat dari kilat.

Siapa cepat, dia dapat.

Siapa yang lambat, akan tersungkur.

“TIDAK—!”

Belum sempat teriakan seraknya tuntas, Raqesh sudah merasakan perih luar biasa di wajahnya. Tubuhnya terpental dan jatuh menghantam lantai dengan keras.

Ekspresinya penuh keputusasaan.

“Kalian orang India… ini mustahil…”

Melihat Raqesh tergeletak dengan tubuh berkedut, senyum ringan terlukis di wajah Harvey. Ia maju, menepuk wajah Raqesh yang lebam.

“Dengan kemampuan seperti itu, kamu masih bermimpi mengalahkanku dalam satu gerakan?”

“Kamu benar-benar tak tahu diri.”

“Aku bahkan bisa menamparmu sampai mati hanya dengan satu pukulan ini.”

“Tapi hari ini adalah hari penuh suka cita, jadi tidak pantas jika darah tertumpah.”

“Kalian orang India… jika perlu, pergilah. Jika perlu, mundurlah! Tapi jika kalian terus saja berkeliaran di Daxia kami,”

“Maka lain kali, aku tidak akan menunjukkan belas kasihan.”

Selesai berkata demikian, Harvey mengambil ponsel di atas meja dan melemparkannya ke arah Rachel.

Rachel tahu bagaimana menangani urusan kecil seperti ini dengan sangat baik.

Semula seluruh penonton terdiam menyaksikan adegan mengejutkan itu. Namun tak lama kemudian, gemuruh bisikan, decak kagum, dan sorakan memenuhi arena.


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3771 – 3772 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3771 – 3772.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*