Novel Kebangkitan Harvey York Bab 3731 – 3732 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 3731 – 3732.
Bab 3731
“Kehendak rakyat tidak dapat dilanggar?”
Nada suara Sienna terdengar semakin dingin, menanggapi penolakan berulang dari Bryce. Sorot matanya pun mengeras.
“Orang-orang di internet itu manusia. Lantas, apakah Harvey bukan manusia juga?”
“Padahal dia telah membuktikan kesetiaannya kepada Daxia. Bahkan setelah difitnah, dia masih bersedia berdiri di garis depan dan memperjuangkan tanah airnya!”
“Apa sebenarnya yang perlu kita takutkan? Mengapa harus gentar?”
“Kalaupun Harvey kalah, yang dia pertaruhkan hanyalah posisinya sendiri. Jadi, apa yang sebenarnya kamu khawatirkan?”
“Paling buruk, biarkan Harvey maju lebih dulu. Kalau pun dia gagal, dua kandidat cadangan yang kalian andalkan masih bisa bertarung.”
“Tapi menurutku itu semua tak akan terjadi. Karena aku yakin seratus persen Harvey akan menang!”
Rhea tampak muram. Nada suaranya pelan, tapi tegas, “Putri Wright, kalau kamu berkata seperti ini lima hari lalu, atau sebelum opini publik memuncak, aku mungkin akan mengangguk setuju.”
“Tapi sekarang, dengan publik yang terbakar semangatnya, Harvey hanya punya satu pilihan—menang!”
“Kalau dia kalah, atau kalau dia benar-benar dianggap mengkhianati kita, maka kita semua akan tumbang!”
Sienna menatapnya penuh keyakinan. “Aku percaya pada kekuatan Harvey.”
“Dia pasti akan memenangkan pertandingan ini!”
Rhea mencibir. “Putri Wright, dari mana kamu mendapatkan keyakinan sebesar itu pada Harvey York?”
“Demi kebaikanmu, dan demi nama Gerbang Naga, ada beberapa hal yang selama ini kusembunyikan. Tapi karena kamu terus memaksa, jangan salahkan aku jika aku mulai membuka kedok segalanya!”
“Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa benar-benar dipastikan.”
“Kamu sendiri sudah melihat kekuatan para jenius tingkat tiga dari Tianzhu. Kamu tahu betapa menakutkannya mereka!”
“Dan Harvey… kemampuan tempurnya bahkan di bawah dua petarung unggulan kita!”
“Jika dia benar-benar naik ke atas ring, bisa-bisa kita semua akan ditampar oleh orang India!”
“Kalau itu sampai terjadi, siapa yang akan memikul tanggung jawab? Kita semua!”
“Aku tidak mau mengambil risiko sebesar itu hanya demi Harvey!”
Setelah menyampaikan semuanya, Rhea memandang Harvey dengan tatapan dingin.
“Harvey, lebih baik kamu sadar diri!”
“Katakan saja pada Putri Wright bahwa kamu memang tak sepadan melawan orang India!”
“Kalau begitu, pergilah dari sini dengan tenang. Maka aku dan Wakil Ketua Sekte Kennedy akan menganggap kejadian malam ini tidak pernah terjadi.”
“Kalau tidak, tak perlu sampai Aliansi Bela Diri turun tangan. Balai Penegakan Hukum Gerbang Naga sendiri akan menunjukkan padamu arti dari Hukum Raja dan aturan sekte!”
Raut wajah Rhea berubah jijik.
“Mengapa kamu tidak mengaku salah saja? Haruskah aku sendiri yang mengambil tindakan terhadapmu?”
Sementara itu, Bryce ikut menatap Harvey dengan tatapan merendahkan.
Selama dua hari terakhir, Rhea dan Bryce telah menyelidiki banyak hal—dari konflik Harvey dengan Keluarga Bauer, ketegangan dengan Keluarga Johnings, hingga konfrontasi dengan pihak luar Istana Emas.
Mereka menemukan satu kesamaan: setiap kali konflik terjadi, bukan Harvey yang mengambil tindakan langsung, melainkan para pengawal wanitanya.
Dari sana, mereka menyimpulkan bahwa Harvey sebenarnya tidak memiliki kekuatan sebesar yang diperkirakan.
Mereka menemui Harvey hari ini bukan karena harapan seperti yang dimiliki Fisher dan Dameon.
Fisher dan Dameon berharap Harvey dapat membalikkan keadaan.
Namun Rhea dan Bryce justru berharap Harvey tidak naik ke panggung, agar tidak mempermalukan diri sendiri.
Lebih dari itu, mereka punya rencana tersembunyi.
Selama Harvey—yang telah menyinggung pihak India—tidak muncul ke gelanggang, mungkin saja pihak India bersedia memberi muka kepada Gerbang Naga dan Daxia, demi menjaga hubungan baik yang telah terjalin.
Bab 3732
Melihat Rhea yang mulai meledak-ledak, Harvey mengangkat tangan, menghentikan Sienna yang hendak bicara.
Ia lalu memandang Rhea dengan ekspresi santai, diselingi tatapan sinis.
Rhea salah menafsirkan ketenangan Harvey sebagai ketakutan. Ia melangkah maju dengan cibiran di bibirnya.
“Harvey, kenapa kamu tidak mengaku saja bahwa kamu adalah orang yang tidak berguna?”
“Manusia itu harus mengenal dirinya sendiri.”
“Bertarung di atas ring bukanlah seperti unjuk kekuatanmu yang biasa!”
“Di luar ring, kamu bisa bersandar pada pengawal-pengawal wanitamu yang kuat untuk menyelesaikan masalah.”
“Tapi di atas ring? Satu-satunya yang bisa kamu andalkan hanyalah dirimu sendiri!”
“Dan kamu tahu benar, dirimu itu tidak bisa diandalkan.”
Harvey menatap Rhea dingin dan berkata dengan tenang, “Tak usah bicara soal aturan Konferensi Gerbang Naga. Aku adalah juara tingkat provinsi. Tentu saja aku memenuhi syarat untuk bertanding.”
“Sejak dahulu, dalam dunia seni bela diri, menang atau kalah adalah hal biasa.”
“Yang ingin kutanyakan padamu, Perwakilan Osborne—apa yang membuatmu begitu yakin bahwa aku pasti kalah?”
“Hanya karena ucapanmu?”
Rhea mengangkat alis. “Berani sekali kamu bersikap keras kepala seperti ini!”
“Kamu hanyalah pemuda dari Gerbang Naga yang tak dikenal. Dengan apa kamu bisa menantang tiga jenius dari Tianzhu?”
“Kamu mengira kemampuan pengawal-pengawalmu adalah kekuatanmu sendiri?”
“Kalau kamu bisa menerima satu gerakanku, aku akan mengaku kamu kuat.”
“Tapi hati-hati, jangan sampai aku membunuhmu hanya dengan satu pukulan.”
“Beranikah kamu? Kalau tidak, lebih baik enyah dari sini!”
“Wucheng bukan tempat untuk orang kecil sepertimu memamerkan kekuatan.”
Harvey nyaris tertawa mendengar itu. Ia menggeleng dan berkata dengan ringan, “Tak perlu repot, Perwakilan Osborne.”
“Kalau kamu bisa menahan satu seranganku, aku akan pergi.”
“Tapi jika tidak, maka kamu yang harus angkat kaki dari sini!”
“Hahaha! Kamu pikir kamu bisa mengalahkanku dalam satu gerakan?” Rhea mengejek, tertawa meremehkan.
“Harvey, siapa yang memberimu rasa percaya diri sebesar itu?”
“Sudah lama aku tak melihat anak muda sebodoh dan sesombong ini!”
“Kalau kamu bisa mengalahkanku dalam satu gerakan, aku akan berlutut di hadapanmu!”
“Baiklah, kamu sendiri yang mengatakannya.”
Harvey melangkah maju, tanpa ragu, lalu menampar Rhea.
Plaak!
Alis Rhea terangkat. Ia hendak membalas, namun detik berikutnya, wajahnya memucat, pandangannya menggelap, dan tubuhnya terpental ke belakang.
Beberapa detik kemudian, ia jatuh ke lantai.
Keheningan menyelimuti ruangan.
Tak satu pun menyangka bahwa Rhea—perwakilan Aliansi Bela Diri—bisa ditampar oleh Harvey…
Bahkan Sienna sendiri sempat membeku.
Perlu diketahui, anggota Aliansi Bela Diri dikenal sebagai tokoh agung dan disegani dalam dunia persilatan!
Mereka mewakili suara tempat-tempat suci seni bela diri di Daxia, warisan dari masa lampau hingga kini.
Bahkan kekuatan seperti Gerbang Naga atau pihak pemerintahan pun kerap kali harus memberi hormat kepada mereka.
Rhea, sebagai perwakilan wilayah Barat Laut, selalu berjalan dengan kepala tegak, merasa tak tersentuh.
Namun hari ini… dia ditampar Harvey?
Bryce terpaku, mata berkedut, tak mampu berkata apa-apa.
Sementara Fisher dan Dameon hanya saling pandang, lalu menunduk pura-pura tak melihat apa pun.
Rhea bangkit dengan goyah dari tanah, menutupi wajah cantiknya yang memerah. Wibawa di wajahnya menghilang, digantikan amarah yang membara.
“Harvey, kamu berani memukulku?!”
“Aku tidak memukulmu. Tadi itu hanya taruhan untuk membuktikan kekuatanku padamu.”
“Membuktikan kekuatan? Itu tamparan! Itu pelecehan! Kamu mencari mati!”
Harvey menjawab tenang, “Sudah kubilang, kalau kamu merasa itu tamparan… maka kamu belum tahu apa itu pukulan sesungguhnya.”
Seketika Harvey maju dan—
Plaak!
—menampar Rhea dengan punggung tangannya.
Wajah Rhea berubah drastis, marah sekaligus panik. Ia berusaha menghindar, namun bagi Harvey, serangan itu seolah menembus segala pertahanan.
Plaak!
“Aku adalah juara Kompetisi Provinsi Wucheng dari Konferensi Gerbang Naga.”
“Masalah ikut atau tidaknya aku dalam pertandingan, itu urusanku. Kamu, sebagai orang luar, tidak punya hak membanggakan diri seolah kamu berhak menentukan segalanya.”
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 3731 – 3732 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 3731 – 3732.
Leave a Reply