Novel Kebangkitan Harvey York Bab 2843 – 2844 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.
Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 2843 – 2844.
Bab 2843
Corey sempat tertegun sejenak. Namun, ia segera memaksakan senyum dan berkata, “Nona Ishikawa, mungkin Anda salah mengenali orang.”
“Tuan muda dari Klan York Makau-Hong Kong kami adalah Vince York, bukan Harvey.”
Maknanya angat jelas—Harvey bukanlah bagian dari Klan York Makau-Hong Kong, sehingga tidak perlu menunjukkan penghormatan sebesar itu padanya.
Corey lalu melangkah mendekat kepada Daichi Ishikawa, sambil tersenyum berkata, “Tuan Muda Ishikawa, saya sudah mendengar tentang insiden kemarin.”
“Ini hanya masalah sepele. Semua sudah berlalu. Ayo, bangkitlah.”
Sambil berbicara, ia mengulurkan tangan hendak membantu Daichi berdiri.
Namun, Daichi tetap mengabaikannya. Ia terus berlutut di tempat, menampar pipinya sendiri berkali-kali.
“Saya sangat terharu oleh kemurahan hati Ketua York. Tetapi, sesuai aturan keluarga Ishikawa, kami wajib mengakui kesalahan kami!”
“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk memohon ampunan dari Tuan York.”
Yukiko tetap membungkuk dalam-dalam kepada Harvey, sepenuhnya mengabaikan keberadaan Corey.
Meski tak mengucapkan sepatah kata, sikapnya menyampaikan pesan yang amat jelas: Corey tidak memiliki suara dalam urusan ini.
Wajah Corey langsung berubah.
Dia mungkin tak tahu pasti apa yang terjadi, hingga Yukiko bersikap begitu rendah hati terhadap Harvey. Namun, ia sadar bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut.
Pada saat itu, Corey menoleh kepada Queenie dan tersenyum seraya berkata, “Queenie, ada pepatah lama yang berbunyi, lebih baik menyelesaikan pertikaian daripada memperpanjang permusuhan. Maafkanlah jika memungkinkan.”
“Saya piker ketulusan Perwakilan Ishikawa sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana kalau Anda berbicara dengan Konsultan York, dan kita akhiri permasalahan ini di sini?”
Dalam pandangan Corey, sungguh bukan hal baik bila Yukiko Ishikawa memperlihatkan rasa hormat berlebih kepada Harvey di hadapan banyak orang.
Secara naluriah, ia ingin mengubah arus situasi.
Namun, Queenie hanya menatap Harvey dengan penuh ketertarikan, seolah mengatakan bahwa keputusan sepenuhnya ada di tangan pria itu.
Dengan santai, Harvey melangkah maju. Ia tidak mempedulikan penghormatan Yukiko, lalu berjalan ke arah Daichi Ishikawa dan menatapnya dari atas.
“Tuan Ishikawa, mengapa Anda berlutut?”
“Aku ingat dengan jelas,” ucap Harvey, nadanya datar, “kemarin kamu bilang ingin aku berlutut dan mematahkan salah satu tanganku.”
“Setelah itu baru kamu akan memaafkanku, bukan?”
“Aku ingin tahu, hari ini… apakah kamu sudah berniat memaafkanku?”
Tubuh Daichi Ishikawa berkedut. Ia langsung merangkak di lantai, sambil menangis tersedu, “Tuan York, ampunilah saya! Saya bersalah!”
“Maafkan saya! Saya tidak akan berani mengulanginya lagi!”
“Tidak akan ada lain kali,” ujar Harvey dingin.
Dengan langkah ringan, Harvey maju selangkah, lalu menginjak tangan kanan Daichi Ishikawa.
Kraak!
Suara tulang patah terdengar nyaring.
Daichi menjerit kesakitan. Wajahnya mendadak pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat tanpa henti.
Namun, di tengah rasa sakit yang menyiksa, ia tak berani melawan ataupun memperlihatkan sedikit pun tanda ketidakpuasan.
Dengan dingin, Harvey menendang tubuh Daichi hingga terjerembab ke lantai.
Lalu Harvey berkata tenang, “Karena Yukiko Ishikawa sudah datang sendiri, maka anggap saja kejadian kemarin selesai sampai di sini.”
“Ingatlah, saat kembali nanti, siapkan biaya pengobatan untuk para karyawan Konsorsium Loxus yang terluka karenamu.”
“Tentu saja, kamu boleh membalas mereka kalau berani. Tapi aku bersumpah, begitu aku mendengarnya, lehermu yang akan aku patahkan.”
“Aku tidak berani! Aku sungguh tidak berani!” Daichi mengangguk seperti ayam mematuk beras.
“Saya akan meminta maaf dengan tulus,” lanjutnya terbata. “Jangan khawatir, Tuan York. Saya tidak akan pernah berani lagi menindas pria atau wanita di Daxia.”
Melihat Daichi hampir bersujud di lantai, para eksekutif senior Konsorsium Loxus di sekitar situ tampak menggigil.
Dalam hati mereka, hanya ada satu pertanyaan:
Dari mana asal pria bernama Harvey York ini?
Kejam sekali!
Bab 2844
Corey York bersama beberapa direktur lainnya menyipitkan mata tajam.
Semua orang di ruangan itu menyadari: Harvey sedang “menyembelih ayam untuk menakuti monyet” — sebuah tindakan memberi peringatan melalui contoh.
Konsultan yang dibawa oleh Queenie memperlakukan anggota keluarga Ishikawa seakan mereka tidak lebih dari seekor anjing jalanan.
Dengan kejadian ini, siapa lagi di dalam Konsorsium Loxus yang berani membangkang terhadap Queenie?
Singkatnya, setelah insiden ini, posisi Queenie sebagai Presiden Eksekutif hampir pasti akan mengakar kuat.
“Terima kasih banyak, Guru York. Semoga Anda menjalani kehidupan yang penuh kebaikan di masa depan.”
Daichi menundukkan kepala dalam-dalam seraya membungkuk, menunjukkan ketundukan mutlak. Di sisi lain, Yukiko meliriknya sekilas dan berbicara dengan nada datar:
“Kalau saja Tuan York tidak berkenan memaafkanmu hari ini, kamu sudah tenggelam di tengah lautan untuk menjadi santapan ikan pada siang hari ini.”
“Berterima kasihlah!”
Ucapannya terdengar ringan, namun setiap kata seperti menggema keras di ruangan itu, membuat banyak orang menghirup napas tertahan.
Bangsa Jepang memang sangat bengis. Mereka bukan hanya kejam kepada musuh, tetapi juga terhadap sesama mereka sendiri.
Harvey memandang Yukiko dengan rasa ingin tahu yang mendalam, namun di saat bersamaan ia mengencangkan kewaspadaannya terhadap bangsa itu.
Ia paham betul: jika hari ini ia tidak cukup kuat untuk menghadapi Yukiko, orang yang bersimpuh meminta maaf dan mematahkan lengannya mungkin bukan Daichi Ishikawa, melainkan dirinya sendiri.
Lebih dari itu, karena Yukiko telah datang dari jauh dan menunjukkan rasa hormat luar biasa, Harvey kehilangan alasan untuk terus menekan keluarga Ishikawa.
Singkatnya, Yukiko telah menerapkan strategi mundur untuk menyerang — dengan kehalusan yang mengagumkan.
Karena itu, Harvey sama sekali tidak memperlihatkan jijik terhadap sikap hormat Yukiko saat ini.
Bagaimanapun, itulah karakter bangsa kepulauan itu: buas saat perlu, dan patuh ketika dibutuhkan.
Mereka tak ubahnya ular berbisa— Anda tidak pernah tahu kapan mereka akan meluncur dari balik bayang-bayang dan menggigit Anda tanpa ampun.
“Tuan York, ini adalah kontrak agensi untuk keluarga Ishikawa di wilayah Daxia. Mohon diperiksa.”
Setelah menyelesaikan masalah Daichi, Yukiko dengan penuh rasa hormat menyerahkan dokumen yang telah disiapkan oleh departemen hukum.
“Seluruh isi kontrak telah disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Setelah Anda membubuhkan tanda tangan, selama tiga tahun ke depan, segala urusan bisnis Ishikawa Group di Daxia akan berada di bawah kendali Anda.”
“Produk apa yang dijual, cara penjualannya, hingga jumlah yang dipasarkan—semuanya berada di tangan Anda.”
“Durasi kerja sama tiga tahun, dengan bagi hasil: kami hanya mengambil sepuluh persen keuntungan.”
“Dan perlu dicatat, kami hanya mengakui individu yang menandatangani kontrak ini sebagai agen resmi kami.”
“Kontrak ini adalah bukti mutlaknya.”
Selesai berbicara, seluruh hadirin terdiam, seolah kilat telah menyambar mereka.
Semua mata terbelalak menatap Yukiko Ishikawa, sulit percaya wanita itu benar-benar mengucapkan tawaran semacam itu.
Kontrak agensi tersebut hampir seperti memberikan emas tanpa syarat.
Siapa pun yang menandatangani kontrak ini mungkin bisa membangun sebuah keluarga kelas satu dalam waktu singkat.
Saat ini, seluruh perhatian tertuju kepada Harvey.
Bahkan para petinggi konglomerasi Loxus tak mampu menyembunyikan kilatan iri di mata mereka.
Lagipula, Yukiko telah dengan jelas menyatakan: yang terikat oleh kontrak ini adalah orang, bukan perusahaan.
Bahkan Corey pun menatap Harvey dengan pandangan dalam, pikirannya tak dapat ditebak.
Sementara itu, Queenie tertegun, seolah kehilangan kata-kata.
Walau ia tahu Harvey mampu menghadapi Ishikawa Group, ia tak pernah membayangkan dampaknya akan sebesar ini.
Di tengah sorotan dan kegaduhan batin semua orang, mungkin hanya Harvey yang mampu tetap jernih.
Ia menyipitkan matanya, menatap Yukiko yang berdiri tenang dan hormat di hadapannya, hatinya penuh gelora.
Hebat sekali Yukiko Ishikawa. Licik sekali rencananya!
Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 2843 – 2844 gratis online.
Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 2843 – 2844.
Leave a Reply